SUAMI KE-13

SUAMI KE-13
SK-13 58. Kekuatiran


__ADS_3

Mobil Cadman kini sudah terhenti di parkiran Perusahaan milik Yamuna. Karena Yamuna tadi sepertinya sedang marah kepadanya, Cadman menyempatkan diri pergi ke toko bunga. Membeli bunga dan coklat buat sang Istri, sebagai permintaan maaf.


Melihat wajah tampan Cadman, tinggi, tubuh tegap dan berotot, kulit putih berseri. Semua karyawan wanita tak mengedipkan mata mereka saat Cadman melintas di meja kerja mereka. Para karyawan juga berkumpul, dan saling mengkhayal satu sama lain.


“ Wah, tampan sekali. ”


“ Sepertinya nona muda Yamuna memang cocok buat tuan Cadman. ”


“ Kamu benar, lihat saja. Di tangan kanannya ada bunga mawar merah, dan coklat. ”


“ Pingin rasanya aku merebut tuan Cadman dari nona muda Yamuna. ”


“ Benar, jika aku dijadikan istri simpanan juga mau. ”


“ Kalau aku menjadi Istri keduanya, atau menjadi simpanan tuan Cadman. Aku juga harus rajin-rajin minum jamu, atau obat penambah nafsu lain agar aku bisa….”


“ Bubar-bubar, apaan sih kalian semua. Kenapa kalian membicarakan nona muda Yamuna, dan tuan Cadman, ” seka Ben tiba-tiba sudah berdiri di depan meja kerja para karyawan. Suara dengan nada tinggi membuat semua karyawan terkejut, dan langsung kembali bekerja.


Kembalinya Ben sebelum waktu masa cuti pemberian Yamuna karena, Ben mendapat notifikasi berita mengenai wartawan memenuhi pekarangan Perusahaan, dan Vidio fitnah di unggah oleh Farran. Setelah temu-kangen dan memberikan uang kepada kedua orang tuan Ben. Ben merasa kuatir akan keadaan Yamuna menghadapi sendiri wartawan memenuhi pekarangan di Perusahaan. Ben pun memutuskan untuk segera pulang ke kota. Meski dirinya tahu jika kehadirannya akan sangat terlambat. Tapi, Ben berusaha untuk secepatnya pulang dan melihat keadaan Yamuna.


Melihat Perusahaan sudah aman-aman saja, Ben melangkah perlahan menuju ruang Yamuna. Ben ingin memastikan mental Yamuna apakah baik-baik saja setelah mendapat fitnah dari Farran dan Yasmin.


“ Nona mu… ” ucapan Ben terhenti saat tangan mendorong handle pintu, dan melihat ada seorang pria sedang mencium Yamuna. Ben segera mempercepat langkah kakinya menuju sofa, mendekati pria tersebut, dan memukul punggung pria itu, “ Siapa kamu! ”


Bug!


Cadman perlahan berdiri, sebelah tangannya memegang punggung, “ Ben…” panggil Cadman menekan nada suaranya. Cadman berbalik, tatapan suram memandang wajah tampan Ben terlihat panik, dan pucat.

__ADS_1


“ Oh! te-ternyata tuan muda Cadman, ” ucap Ben salah tingkah, tangannya mengarah ke pintu, “ Se-sebaiknya saya permisi pamit kerja dulu. Da-dan silahkan lanjutkan….eh…tu-tunggu dulu! ” sambung Ben baru tersadar kalau Cadman dan Yamuna ‘kan belum menikah. Kenapa Cadman berani mencium Yamuna. Ben segera berjalan mendekati Yamuna, tangannya mendorong bidang dada Cadman, menjauh dari Yamuna, “ Maaf tuan muda Cadman. Saya tahu Anda orang yang paling di takuti di Negera ini. Tapi saya tidak membenarkan hal ini, kalian berdua belum….” Keluhan Ben terhenti saat Yamuna, dan Cadman menunjukkan buku nikah mereka berdua.


“ Kamu mau melarang aku setelah melihat buku ini? ” tanya Cadman datar.


“ Me-menikah be-beneran?! ” tanya Ben histeris, kedua tangannya mengucek kelopak matanya. Ben mendekatkan pandangannya ke buku nikah, memastikan apakah buku itu adalah buku nikah asli. Setelah melihat ada stempel, dan tanda tangan asli dari Yoan, dan beberapa pihak lainnya. Ben menatap bingung ke Yamuna, dan Cadman, “ Kapan? ” tanya Ben bingung.


“ Tadi pagi, ” sahut Yamuna, tangannya menyimpan buku nikah miliknya dan Cadman ke dalam tas mini miliknya. Lalu menatap Ben, “ Kenapa kamu sudah pulang? ” sambung Yamuna bertanya kembali.


“ Tadi pagi?! ” tanya Ben kembali histeris.


“ Kenapa rupanya? Apa kamu tidak senang melihat aku menikahi Yamuna? ” tanya Cadman penasaran setelah melihat ekspresi wajah bingung Ben.


“ Ti-tidak, kalau gitu saya sangat berterimakasih kepada tuan Cadman Ren sudah mau menerima nona muda Yamuna. Hanya satu pesan saya, jadilah seorang pria kedua setelah mendiang tuan Jordan yang akan selalu membahagiakan, dan menyayangi nona muda Yamuna. Meski, nyawa tuan muda Cadman Ren jadi taruhannya, ” pesan Ben menitip Yamuna kepada Cadman untuk di bahagiakan. Bukan, disakiti dan dikhianati seperti perlakuan Farran dulu. Karena Ben tahu, dari kecil Yamuna adalah gadis selalu di manja oleh mendiang Ayahnya.


“ Kamu tenang saja, aku akan selalu menyayangi Yamuna melebihi apa pun, ” sahut Cadman.


“ Ben, aku tadi bertanya. Kenapa kamu kembali secepat ini dari kampung? ” tanya Yamuna masih penasaran.


“ Karena saya kuatir sama nona muda, ” sahut Ben.


“ Kuatir kenapa? ” tanya Yamuna masih penasaran.


“ Setelah mendapat notif berita, dan Vidio, saya kuatir sama nona muda. Jadi saya memutuskan untuk kembali ke kota dan melindungi nona muda dari bahaya, ” sahut Ben serius.


Yamuna segera bangkit dari duduk, tangannya mengambil tangan Ben, dan meletakkannya ke kedua pipinya, “ Lihat, aku baik-baik saja. Jadi kamu jangan kuatir, ” ucap Yamuna memberitahu Ben jika tubuhnya masih utuh dan tak ada satu luka apa pun.


“ Sudah hentikan. Kenapa kalian jadi bermesraan di hadapanku, ” putus Cadman cemburu, tangannya menjauhkan tangan Ben dari wajah Yamuna.

__ADS_1


“ Tuan cemburuan ya? ” gurau Ben.


“ Ti-tidak, aku hanya tidak suka saja…”


“ Jujur saja jika tuan muda Cadman sedang cemburu kalau nona muda Yamuna memegang tangan saya, ” sela Ben kembali menggoda Cadman.


“ Ben, sudah hentikan. Jangan seperti anak kecil kamu! ” sambung Yamuna mengakhiri godaan Ben.


“ Baik nona muda. Oh ya, nona muda. Saya tadi mendapat notif jika ada seorang Pengusaha parfum ingin bertemu dengan nona muda, dan membahas tentang pembuatan iklan, ” ucap Ben teringat saat di perjalanan pulang menuju Perusahaan Yamuna, Ben mendapat e-mail.


“ Kapan dia ingin bertemu dengan ku? ” tanya Yamuna.


“ Karena besok sore baru kembali ke tanah air. Jadi, Presdir itu ingin bertemu saat jam makan malam. Presdir muda itu juga sudah memesan hotel khusus untuk mengadakan pertemuan, ” jelas Ben, tangannya menunjukkan bukti pesanan hotel.


“ Hotel! Kenapa harus di hotel? Di Negeri ini masih banyak gedung lain selain hotel, ” sambung Cadman sedikit aneh melihat pertemuan sudah di pesan oleh Presdir tersebut.


“ Tadinya saya sudah menolak pesanan itu, tapi Sekretarisnya bilang kalau Presdirnya adalah Presdir yang cacat, dan dia malu jika bertemu dengan banyak orang. Jadi Sekretarisnya sudah memilih tempat yang privat dan juga aman buat Presdir mudanya, ” jelas Ben mengingat ucapan dari Sekretaris.


“ Jika kamu mencemaskan aku. Kamu boleh ikut aku pergi besok, ” ucap Yamuna tak ingin membuat Cadman kuatir.


“ Baiklah, ” Cadman melirik ke jam di pergelangan tangan kirinya, “ Karena waktu sudah menunjukkan pukul 12:00 siang, sebaiknya kita keluar untuk mencari makan siang, ” sambung Cadman mengajak Yamuna untuk makan siang.


“ Iya, kebetulan aku juga sangat lapar, ” sahut Yamuna menerima ajakan Cadman. Yamuna memandang Ben, “ Ben, kami pergi makan siang dulu. Karena hari ini tidak ada pekerjaan, sebaiknya pulang saja, habiskan sisa waktu satu hari ini untuk beristirahat dan sampai jumpa besok, ” sambung Yamuna untuk menyuruh Ben istirahat karena Ben baru saja melakukan perjalan panjang.


“ Baik nona muda, saya permisi pamit pulang dulu. Nona muda, hati-hati ya, ” pamit Ben masih mengkuatirkan Yamuna.


“ Kamu tenang saja, ada aku di sini, ” sambung Cadman.

__ADS_1


...Bersambung...


__ADS_2