SUAMI KE-13

SUAMI KE-13
SK-13 40. Ikut aku!


__ADS_3

Perbuatan kasar pria tersebut sontak saja membuat Yamuna terbangun, “ Hem! ” ucap Yamuna saat mulutnya di bungkam.


‘Gawat. Aku pakek lupa segala lagi mengunci pintu. Ya Allah, tolong lah hamba-mu ini. Aku mohon selamatkan…aduh..pakai masuk ke dalam lagi tangannya,’ batin Yamuna.


“ Aku pikir rumah Vila ini hanya di tempati oleh pria kota yang tajir itu. Ternyata pria kota tersebut menyimpan seorang wanita di dalamnya. Mana bening banget lagi kulitnya, ” ucap pria memakai scuba hitam. Salah satu tangannya perlahan menyelinap masuk ke dalam daster Yamuna.


Merasa tangan pria tersebut hampir mendekati segitiga miliknya. Kedua kaki Yamuna spontan bergerak, dan memberi tun-jangan.


Bam!


Pria memakai scuba terjatuh.


“ Berani sekali kamu ya?! ” teriak pria memakai scuba.


Melihat pria memakai scuba masih terduduk di atas lantai. Yamuna langsung melompat dari ranjang. Kedua kakinya langsung berlari mendekati pintu kamar. Namun naas, saat tangan Yamuna hendak menarik handle pintu, pintunya ternyata terkunci.


‘ Gawat! Pasti pria aneh ini mengunci pintunya dari dalam. Aku harus segera mencari di mana kunci tersebut di letakkan olehnya, ’ batin Yamuna.


Yamuna pun segera membawa kembali kedua kakinya berlari mendekati meja rias. Yamuna terus mencari kunci dan berharap jika kunci tersebut diletakkan di atas meja ria. Yamuna juga menarik semua laci. Namun, Yamuna tidak bisa menemukan kunci tersebut.


“ Apa kamu mencari kunci ini? ” tanya pria memakai scuba.


Yamuna langsung berbalik badan, “ Ternyata kuncinya sama pria aneh ini, ” gumam Yamuna pelan.


Perlahan kedua kaki pria memakai scuba mendekati Yamuna, tangannya menggoyangkan kunci, dan bibir berkata, “Jika kamu menginginkan kunci ini, maka kamu harus menuruti keinginanku.”


“ Kamu pikir kamu siapa?! ” ketus Yamuna sedikit meninggikan nada suaranya. Padahal dalam hatinya, ‘Ya ampun, kenapa aku merasa takut. Sangking takutnya aku sampai ingin pipis di celana. Mana Cadman lama lagi pulangnya. Habislah masa depanku ini.’


Karena hasrat sudah di ujung tanduk, dan kedua bola mata terus memandang dua gunung kembar Yamuna. Pria memakai scuba langsung berlari seperti harimau hendak menerkam mangsanya.


“ Jangan buat kesabaran ku habis, ” ucap pria tersebut.


Grep!


Pria memakai scuba menahan kedua pergelangan tangan Yamuna, dan menyudutkan tubuh Yamuna ke dinding.


“ Apa yang ingin kamu lakukan? ” tanya Yamuna sedikit panik.


“ Tentu saja….”


Ucapan pria memakai scuba terhenti saat terdengar suara pintu kamar di dobrak.


Braak!!

__ADS_1


Yamuna, dan pria memakai scuba spontan melihat ke pintu.


“ Siapa kau?! ” tanya pria memakai scuba kepada Cadman.


Cadman tidak menjawab pertanyaan pria tersebut. Cadman melangkah besar dengan wajah suram dan tatapan dingin mengarah pada pria memakai scuba. Tangan Cadman dengan cepat menggenggam baju koas bagian depan, dan kepalan tinju siap melayang.


Bam!


“ Akh! ” keluh pria tersebut memegang pelipisnya.


Melihat Yamuna seperti ketakutan. Cadman kembali meraih baju pria tersebut, dan melayangkan beberapa kepalan tinju.


Bam! Bam!!


Pria memakai scuba mengulurkan tangannya, “ STOP! A-aku minta maaf. A-aku tidak bermaksud melakukan hal seperti itu, cuman ada setan saja yang membisikkan aku untuk melakukan hal tersebut kepada wanita cantik ini. Dan dia, kenapa wanita ini….”


“ Omong kosong! ”


Bam!


Cadman kembali melayangkan kepalan tinjunya.


Tak ingin mengundang kegaduhan cukup parah hingga membuat warga desa bakal datang. Yamuna segera berlari mendekati Cadman, dan menahan kepalan tinju siap melayang.


Melihat kedua mata tulus Yamuna memandang wajahnya, Cadman segera menurunkan kepalan tinjunya.


“ Kenapa kamu menahan ku. Aturan biarkan saja aku menghabisi pria seperti dia! ” ucap Cadman dingin.


“ Jangan kotori tangan baik kamu dengan perbuatan yang tidak penting. Di sini aku juga merasa bersalah karena aku lupa mengunci pintu, ” sahut Yamuna di kalimat terakhir pelan.


Yamuna juga menundukkan wajah bersalahnya.


Bola mata Cadman memandang suram ke pria memakai scuba, lalu berkata, “ Pergi sekarang, atau kamu akan aku habisi di sini! ” ancam Cadman.


Pria tersebut segera berdiri, kedua kakinya pun berlari tunggang-langgang meninggalkan Vila Cadman.


“ Kenapa kamu kembali? ” tanya Yamuna mencoba mencairkan suasana.


“ Karena ada barang yang ke tinggalan. Kamu segeralah bersiap ikut bersamaku! ” tegas Cadman.


“ Ikut kemana? ” tanya Yamuna bingung.


“ Cepat ganti pakaian kamu. Dan jangan membantahku! ” tegas Cadman.

__ADS_1


“ Kalau gitu kamu silahkan pergi dari dalam kamarku, ” sahut Yamuna.


Cadman langsung berbalik badan membelakangi Yamuna, “ Aku tetap di sini. Dan kamu cepatlah mengganti pakaian! ” tegas Cadman.


“ Iya, ” sahut Yamuna patuh.


Melihat Cadman masih berwajah suram. Yamuna segera bergegas mendekati lemari pakaian. Karena tidak ada baju bagus, Yamuna terpaksa memakai baju daster pemberian Cadman, dan sandal jepit. Tak lupa merias wajah dengan bedak bayi.


“ Aku sudah siap, ” ucap Yamuna berdiri di samping kiri Cadman.


Cadman pun menolehkan wajahnya. Kedua matanya membulat sempurna saat melihat wajah cantik alami dari Yamuna, ‘Cantiknya Yamuna memang sangat alami. Memakai pakaian apa pun dirinya akan tetap cantik, dan wajahnya juga sangat natural,’ batin Cadman.


Melihat Cadman terus memandang ke arahnya dengan kedua pipi merona. Yamuna melambaikan tangannya, “ Hei..kenapa wajah kamu sangat memerah. Apa kamu demam? ” tanya Yamuna membuyarkan lamunan Cadman.


“ Eh…anu..” ucap Cadman seperti salah tingkah.


“ Aku tahu kamu sedang gugup karena kamu ingin bertemu dengan Papa kamu. Supaya kamu tidak gugup, aku akan memeluk kamu seperti tadi, ” sahut Yamuna dengan pikirannya sendiri.


Kedua tangan Yamuna pun membentang, saat Yamuna hendak memeluk Cadman. Cadman langsung menahan dahi Yamuna.


“ Ja-jangan peluk aku kalau masih seperti ini,” ucap Cadman gugup.


Karena tidak ingin diberikan pelukan, Yamuna menurunkan kedua tangannya. Lalu Yamuna memutuskan untuk menggenggam tangan Cadman.


“ Kalau gitu mari kita pergi, ” ajak Yamuna.


Yamuna dan Cadman pun berjalan dengan serentak keluar dari Vila. Kini Yamuna dan Cadman sedang berada di dalam mobil. Lalu mobil melaju dengan kecepatan tinggi menuju kota.


1 jam sudah berlalu. Mulai keluar dari Vila, hingga keluar dari desa, dan kini menuju kota. Yamuna dan Cadman hanya bisa diam di dalam mobil. Merasa sunyi dan canggung selama perjalanan menuju kediaman rumah Yoan. Yamuna akhirnya memulai percakapan.


“ Apa kamu yakin membawa aku dengan memakai baju kurang sopan seperti ini? ” tanya Yamuna.


“ Yakin. Asal kamu tidak sehelai benang pun di tubuh kamu, aku akan sangat yakin membawa kamu kemana pun kamu mau! ” sahut Cadman.


“ Masalahnya kamu ‘kan anak orang yang cukup terpandang. Masa aku bertemu dengan tuan Yoan memakai baju seperti ini. sepertinya aku tidak pantas. Apa aku turun saja, dan menunggu kamu di taman?” tanya Yamuna menyakinkan dirinya.


“ Emang kalau bertemu dengan seseorang yang lebih tinggi dari kamu, kamu harus memakai pakaian formal. Bukannya semua manusia di mata Sang Pencipta adalah makhluk yang sama!”


“ Tapi ‘kan…”


“ Sudahlah Yamuna. Kenapa kamu suka sekali berdebat dengan hal kecil. Sebaiknya kamu turuti aku saja, dan diam lah bersamaku, ” sela Cadman.


“ Baik, ” sahut Yamuna patuh.

__ADS_1


...Bersambung...


__ADS_2