
Sesudah mobil menjauh dari lingkungan perusahaan, Yamuna menghela nafas panjang. Ia melirik ke belakang, menatap kerumunan wartawan dari belakang kaca mobil.
“ Kenapa ini bisa terjadi? ” gumam Yamuna heran, kenapa semua wartawan berkumpul di halaman Perusahaannya.
“ Coba kamu lihat berita pagi ini di ponsel kamu, ” perintah Cadman menyuruh Yamuna membuka ponsel miliknya.
Yamuna langsung menghidupkan ponsel miliknya, lalu membuka google. Betapa terkejutnya Yamuna saat dirinya di tuduh bermain gila dengan Cadman. Terlebih lagi, ada gambar foto Cadman dan Yamuna diam-diam di ambil saat tidur tadi malam. Meski foto tidur bersama memiliki jarak, tapi foto baju piyama tipis Yamuna mengundang banyak opini buruk kepadanya.
Kenapa hanya Yamuna, dan Cadman. Kenapa tidak ada Farran, dan 11 Suami bohongan nya?
Kenapa bisa tersebar foto itu? dan siapa yang berani mengambil foto Yamuna dan Cadman secara diam-diam?
“ Lihat! Bukankah ini foto saat kamu temani aku tidur? dan kenapa yang memfoto tidak ikut memfoto Ben, dan yang lainnya? ” Yamuna menunjukkan ponselnya ke Cadman.
" Tidak tahu. Yang jelas bukan pekerjaanku, " sahut Cadman takut di tuduh Yamuna.
“ Siapa yang berani memfitnah kita seperti ini?! ” tanya Yamuna tidak suka.
“ Tentu saja Farran, ” sahut Cadman santai.
“ Fa-Farran?! Kenapa kamu bisa mengetahui jika dalang di balik ini semua adalah Farran? ” tanya Yamuna penasaran.
“Kamu tidak perlu tahu aku mengetahui itu semua dari siapa, dan darimana. Yang jelas saat ini kita harus segera meresmikan hubungan kita menjadi sepasang suami-istri,” sahut Cadman mencuri kesempatan dalam kesempitan. Karena perasaannya tidak pernah memudar, dan rasa takut kehilangan Yamuna untuk kedua kalinya membuat Cadman menjadi seperti seorang pria posesif.
“ Baiklah, aku akan menikah dengan kamu, ” sahut Yamuna pasrah dengan kepolosannya.
“ Kalau gitu mari kita ke rumah, dan minta restu kepada Papa sekali lagi, ” ajak Cadman.
Cadman menambah kecepatan kendaraannya, dan menuju kediaman rumah Yoan. Hatinya berbunga-bunga saat mendengar Yamuna mau menikah dengannya. Dan hatinya juga terasa puas saat mengetahui jika Yamuna akan menjadi pasangan hidupnya.
“ Kalau aku menikah dengan kamu, apakah kamu akan memperlakukan aku seperti Farran memperlakukan aku dulu? ” tanya Yamuna cemas.
“ Tentu saja tidak. Aku sudah lama mencintai kamu, dan kamu jangan sama ‘kan aku seperti Farran, ” sahut Cadman dengan nada tak suka saat mendengar nama Farran.
“ Apa bukti yang harus aku pegang jika kamu mengingkari semua perkataan kamu? ” tanya Yamuna untuk menyakinkan dirinya.
__ADS_1
“ Bunuh aku! ” tegas Cadman.
“ Ha ha ha. Kamu pikir, kamu semut merah atau hitam yang mudah sekali aku injak, lalu mati, ” sahut Yamuna dengan tawa sumbang.
“ Aku serius, ” ucap Cadman datar. Wajahnya berubah menjadi dingin, dengan tatapan serius memandang wajah Yamuna.
Mobil Cadman sudah sampai di halaman rumah Yoan. Cadman mengeryitkan dahinya saat melihat ada mobil Yasmin, dan mobil kedua orang tuanya terparkir di depan pekarangan rumahnya.
‘Pasti mereka datang karena gosip sudah menyebar luas,’ batin Cadman.
“ Sepertinya ada tamu. Sebaiknya kita lain kali saja ke rumah kamu, untuk meminta restu kedua dari Papa kamu, ” ucap Yamuna saat melihat ada dua mobil terparkir di depan teras rumah.
“ Nanti juga kamu akan tahu. Sekarang mari kita masuk, lagian orang yang di dalam itu adalah orang-orang yang tidak penting, ” sahut Cadman. Tangannya membuka pintu mobil, dan keluar.
“ Tapi…”
“ Mau turun, atau…” ancam Cadman menggantung biar Yamuna mau turun, dan ikut bersamanya masuk ke dalam rumah.
“ Iya-ia. Aku turun deh, ” sahut Yamuna takut dengan ancaman Cadman.
“ Kenapa kamu menggenggam pergelangan tanganku erat seperti ini? ” tanya Yamuna sedikit berbisik.
“ Diam, dan turuti saja semua perintahku jika kamu ingin aman sampai di dalam! ” tegas Cadman seperti sudah mengetahui ancaman terbesar apa berada di dalam rumahnya.
‘ Belum lagi menjadi suami, sudah berani sekalia ia mengancamku. Awas saja kamu, Cadman. Jika kamu ketahuan sedang berusaha menimpu ku. Maka aku tidak akan tinggal diam!’ batin Yamuna.
“ Mari masuk, ” Cadman menarik tangan Yamuna, kakinya juga melangkah masuk terlebih dahulu.
“ Pelan-pelan…dong…” ucapan Yamuna terputus dan terjeda saat melihat wajah Yoan babak belur dan sedang duduk di lantai. Melihat Yoan, Yamuna teringat dengan mendiang Ayahnya, yaitu Jordan. Yamuna menghempas genggaman tangan Cadman, “Tuan Yoan..” kedua kakinya refleks berlari mendekati Yoan, dan membantunya duduk ke sofa .
“ Berani juga kau datang. Dasar..wanita tidak punya harga diri!” ucap Andreas saat menatap langkah kaki Yamuna berlari mendekati Yoan.
“ Di mana letak ketidak adanya harga diri ku di mata kamu, tuan Andreas? ” tanya Yamuna dingin. Tatapan suram mengarah pada Andreas, dan Yasmin.
Merasa Yamuna sudah berhasil merebut Cadman darinya, Yasmin mendekati Yamuna, dan berdiri di hadapannya. Tangannya mengeluarkan benda pipih dari tas mini miliknya.
__ADS_1
“ Sudah jelas Cadman akan menikah denganku. Tapi kenapa kamu merebutnya, dan ini apa?! ” tunjuk Yasmin memutar vidio asusila jelas-jelas itu adalah bukan dirinya dan tubuhnya.
“ Ha ha ha,” tawa renyah keluar dari mulut Yamuna saat melihat bukti vidio asusila bukanlah dirinya, dan Cadman.
“ Ke-kenapa kamu tertawa? ” tanya Yasmin bingung.
“ Setahuku aku tidak memiliki lemak di sekitaran lekuk tubuhku. Dan pria itu bukanlah tipe badan milik Cadman. Jika itu badan Cadman, seharusnya memiliki otot di perutnya. Ini kok malah sedikit bergelambir, ” jelas Yamuna mengingat otot perut Cadman saat dirinya pernah tidak sengaja melihat Cadman membuka baju sewaktu ia tinggal di Vila bersama dengan Cadman.
“ Ka-kamu tahu darimana kalau..pe-perut Cadman berotot? ” tanya Yasmin kikuk dengan nada penasaran.
Yamuna berdiri, “ Itu tidak penting. Yang terpenting sekarang, kenapa wajah tuan Yoan menjadi seperti itu. Kenapa kalian tega melakukan hal keji seperti itu kepada tuan Yoan?! ” tanya Yamuna meninggikan nada suaranya di kalimat terakhir.
Plak!!!
“ Berani sekali kamu berteriak di depan ku, saat kamu sudah merebut Cadman dariku! ” ucap Yasmin dengan suara bergetar.
“ Yamuna tidak salah. Akulah yang sudah salah di sini, aku sudah lama jatuh cinta dengan Yamuna. Yamuna adalah wanita 4 tahun yang lalu, yang pernah aku cintai. Dan dengan bodohnya aku tidak menghentikan pernikahan mereka waktu itu, sehingga membuat Yamuna….akh!! sudahlah lupakan saja. Sekarang aku tanya, kenapa kalian melakukan hal seperti ini kepada Papa?! ” tanya Cadman dengan nada suara dingin dan datar.
“ Oh! jadi dia cinta pertama kamu, ” Yasmin melipat kedua tangannya di depan dada, sudut bibir atasnya menaik, “ Sayang sekali…cinta pertama kamu seorang janda. Dan dia juga bekas seorang Istri dari seorang Suami yang suka selingkuh, ” Yasmin menyugar rambutnya, “ Lebih bagus aku, masih gadis, dan belum pernah menikah dengan siapa pun. ” Sambung Yasmin dengan sombongnya.
“ Jadi..jika kamu masih gadis. Apakah kamu yakin jika kamu masih perawan? ” tanya Cadman langsung menusuk ke hati.
“ Cadman! ” teriak Andreas dari belakang Cadman. Tak terima jika anaknya di bilang sudah tidak perawan.
“ Ada apa? ” tanya Cadman datar, ia juga berbalik, menatap dingin Andreas.
“ Anak sama Bapak, sama saja! tidak tahu malu. Sudah punya hutang tapi tidak mau membayarnya. Di kasih keringanan untuk membayar hutang-hutang dengan menikahi anakku. Eeh…anak sama Bapak malah memilih anak yatim/piyatu ini. Sudah janda, merebut calon tunangan orang lain lagi, dengan alasan 'cinta pertama', ” ucap Andreas merendahkan Yamuna.
“ Berapa sih hutang-hutang tuan Yoan Ren sama Anda? ” tanya Yamuna, tatapan sepele menatap wajah suram Andreas.
“ 1 Milliar. Kenapa? Apa kamu ingin membayarkannya?! ”
‘ Sa-satu miliar. Duh..duh…itu buat bayar gaji karyawan selama 1 bulan. Tapi..ya, sudahlah sudah terlanjur sombong. Mau tidak mau, sombong sekalian saja,’ batin Yamuna.
...Bersambung ...
__ADS_1