
1 minggu sudah berlalu. Yamuna juga sudah sukses mengambil vidio iklan untuk parfum dari Perusahaan milik Zahfar. Team kerja Yamuna tinggal mengedit dan merapihkan sedikit-sedikit hasil pengambilan vidio, lalu di terbitkan di Tv, sesuai dengan tanggal permintaan Zahfar.
Yamuna, dan Ben kini berada di dalam ruangan kerja Yamuna.
“ Akh! Leganya. Akhirnya selesai juga pekerjaan kita, ” gumam Yamuna merebahkan tubuhnya di sofa panjang.
“ Saya juga sudah menghubungi Sekretaris Presdir Zahfar untuk melakukan pembayaran terakhir. Katanya mereka ingin memberikan secara langsung dan ingin mengatakan sesuatu buat nona muda Yamuna, ” jelas Ben mengingat jika Zahfar belum melunasi pembayaran pembuatan Iklan. Tangannya juga membuka pesan e-mail dari Sekretaris, Zahfar.
“ Ya sudah, atur saja pertemuan kami, ” ucap Yamuna santai.
Ben melihat jadwal jam terbang Yamuna di tab khusus Perusahaan. Ben menghela nafas panjang setelah melihat jadwal kosong hanya ada hari ini. Sedangkan besok, Yamuna akan bertemu dengan ambassador dari prodak kecantikan wajah.
“ Nona muda, sepertinya jadwal yang kosong hanya ada hari ini. Untuk besok siang akan ada salah seorang ambassador dari prodak kecantikan wajah ingin bertemu dengan nona muda. Gimana kalau kita bertemu sore ini saja? ” usul Ben menatap Yamuna masih merebahkan tubuhnya di sofa.
“ Baiklah, kamu urus saja. Aku akan berikan pesan untuk Cadman untuk pulang sedikit telat, ” sahut Yamuna menerima usulan Ben.
“ Baik, saya sudah mengirimkan e-mail untuk bertemu di jam 04:00 sore di restauran biasa. Dan karena Presdir Zahfar malu bertemu dengan banyak orang saya juga sudah memesankan ruangan privat di restauran yang biasa kita datangi, ” jelas Ben sigap untuk mengatur pertemuan.
Yamuna bangkit dari tidurnya, dan berdiri di samping Ben, “ Kamu memang sangat bisa aku andalkan. Jika kamu seorang wanita, pasti akan banyak pria yang ingin menyunting kamu sebagai Istri mereka, ” sambung Yamuna memberi pujian buat Ben.
“ Nona muda, pujian Anda sepertinya terlalu berlebihan. Saya adalah Sekrestaris Anda, jadi itu sudah tugas saya untuk selalu tepat waktu dalam menangani pekerjaan, ” elak Ben tak ingin di puji dan di samakan dengan genre lain.
“ Iya, kamu memang sangat hebat! ” puji Yamuna memberikan dua jempol untuk Ben.
“ Terimakasih, nona muda, ” sahut Ben sedikit membungkuk.
“Karena sudah tidak ada pekerjaan lain, sepertinya kamu bisa kembali ke meja kamu,” perintah Yamuna, karena dirinya ingin menelepon Cadman.
“ Baik, saya permisi kembali ke meja saya, ” sahut Ben patuh, ia berbalik, berjalan keluar ruangan Yamuna, dan kembali ke meja kerjanya berada di depan ruangan Yamuna.
__ADS_1
Yamuna pun berjalan dan duduk santai di kursinya, tangannya mengambil ponsel dari tas mini miliknya. Menghidupkan ponsel, dan mencari kontak nomor Cadman, lalu memberi pesan kepada Cadman.
✉️ { “ Kamu sedang apa? ” } tanya Yamuna berbasa-basi.
📩 { “ Aku sedang mengerjakan laporan akhir bulan. Gimana proses pengambilan Videonya? Apakah sudah selesai?! ”}
✉️ { “Sudah, dan berjalan sangat lancar. Cadman, aku ingin katakan jika nanti kamu tidak perlu menjemputku, karena aku dan Ben akan melakukan pertemuan dengan Zahfar, sekaligus makan malam di restauran biasa.” }
📩 { “ Baiklah, pulangnya biar aku yang menjemput kamu. Kamu jaga diri, ya! kalau kamu dalam bahaya langsung segera menghubungi aku. ” }
✉️ { “ Iya, kamu tenang saja. Kamu selamat bekerja, dan jangan lupa perbanyak minum air putih agar tidak sakit pinggang. ” }
📩 { “ Meski pun aku sakit pinggang, aku masih tetap bisa bergoyang, loh! ” }
✉️ { “ Ha ha ha. Kalau kamu tidak kuat, aku juga bisa menggantikan posisi kamu. ” }
📩 { “Kamu sungguh nakal sekarang. Sudah dulu ya, aku masih banyak pekerjaan. Sampai jumpa nanti malam Istri ku yang paling imut.” }
Yamuna pun mengakhiri chat nya dengan Cadman. Sambil menunggu jam 03:00 sore untuk berangkat ke Restauran. Yamuna menyempatkan diri untuk mengerjakan data-data perusahannya.
.
.
💫 Di sisi lain 💫
Setelah mendapatkan chat dari Yamuna. Cadman langsung memanggil Chandra untuk segera ke ruangannya. Tak sampai 5 menit Chandra sudah masuk ke ruangan Cadman, dan berdiri di depan meja kerja Cadman.
“ Ada apa tuan muda memanggil saya? ” tanya Chandra menatap wajah serius Cadman.
__ADS_1
“ Sudah 1 minggu aku tidak melihat Zahfar, dan baru kali ini dia kembali keluar dari tempat persembunyiannya. Aku sangat yakin dia akan merencakan hal buruk kepada Yamuna. Aku jadi ingin meminta tolong kepada kamu, bantu aku untuk menangkap Zahfar, dan akhiri semuanya di sini. Karena aku ingin menjalankan rumah tangga bahagia, tanpa hambatan dengan Yamuna! ” ucap Cadman memperjelas tujuannya untuk membongkar Zahfar, dan menjebloskannya ke dalam penjara. Dan ingin hidup berumah tangga dengan tenang.
“ Kalau ingin hidup berumah tangga tanpa hambatan, tulis di buku diari saja tuan muda. Oh, ya. Apa tuan muda tidak tahu kemana Zahfar selama 1 minggu ini? ” tanya Chandra, tatapan penuh tanda tanya.
“ Kamu memang Sekretaris yang tak ada takutnya, " gumam Cadman menggeleng kepalanya, lalu menatap wajah serius Chandra, " Tidak! Emang kemana? ” sambung Cadman sedikit penasaran.
“ Apa Presdir Yoan Ren tidak memberitahu apa pun kepada Anda? ” tanya Chandra semakin membuat Cadman bertanya-tanya.
“ Kenapa dengan Papa? Cepat katakan! ” tegas Cadman tak sabar.
Chandra menarik nafas panjang, menundukkan sedikit pandangannya untuk menetralkan pikiran dan hatinya sebelum mengatakan kebenaran. Setelah merasa tenang, Chandra mengangkat kepalanya, menatap wajah Cadman terlihat gusar.
“ Presdir Yoan Ren, ternyata diam-diam menyuruh seorang pembunuh bayaran yang sudah lama bertaubat untuk menghabisi Zahfar. Sebut saja namanya, Jacki. Namun, sebelum Jacki berhasil melakukan misinya, Jacki sudah merenggang nyawa di tangan Zahfar, ” Chandra menggeleng dengan wajah datarnya, “ Sungguh kasihan. Pembunuh bayaran harus merenggang nyawa di tangan Iblis yang ahli dalam bidang apa pun, ” sambung Chandra sedikit mengejek Jacki karena keahliannya bisa di bilang kurang teliti.
“ Kamu pasti bercanda. Bagaimana bisa Papa melakukan hal itu tanpa sepengetahuan ku. Dan kenapa kamu bisa tahu sedangkan aku tidak? ” tanya Cadman merasa di curangi oleh Chandra.
“Saya sudah katakan, jika saya adalah seseorang yang ahli di dalam bidang apa pun,” ucap Chandra menyombangkan diri, tangannya menyugar poni depannya ke belakang, sehingga terlihat dahi lebar kilat dan mulusnya.
“ Muak aku dengar kesombongan kamu! Sekarang bagaiman dengan Yamuna. Gimana cara kita meringkus Zahfar? ”
“ Caranya gampang, Anda cukup minta tolong nona muda Yasmin. Ajak dia ketemuan di tempat yang sama dengan tempat pertemuan nona muda Yamuna. Setelah itu jebak dia untuk masuk satu ruangan dengan Zahfar. Di sana kepura-puraan dia sebagai Presdir lumpuh akan terungkap di depan nona muda Yamuna. Selain itu, biar saya yang mengurusnya, ” tegas Chandra memberikan masukan.
“ Gimana bisa aku menjembak Yasmin untuk satu ruangan dengan Zahfar. Sedangkan Yamuna dan Ben pasti sudah sampai duluan di sana? ” tanya Cadman bingung dengan masukan Zahfar.
“ Kita berangkat lebih awal, dan kita tunggu nona muda di parkiran. Setelah melihat nona muda keluar dari mobilnya, langsung tuan pura-pura meneleponnya. Untuk urusan lainnya biarkan saya yang mengaturnya, ” jelas Chandra dengan tujuannya.
“ Baiklah, aku nurut saja, ” ucap Cadman pasrah.
Cadman berdiri, ia menyusun semua pekerjaan terlebih dahulu. Lalu Cadman, dan Chandra bergegas meninggalkan Perusahaan menuju Restauran.
__ADS_1
Siapakah Chandra? Chandra sebenarnya bukan seorang pria atau Sekrestaris biasa. Chandra sebenarnya adalah seorang pria memiliki keahlian khusus di dalam teknologi. Semasa di bangku SMK dia sering melakukan peretasan untuk mencuri beberapa dokumen penting dan di jualnya kepada musuh.
...Bersambung ...