
Menyadari jika Yamuna tidak ada di sampingnya, Cadman segera beranjak dari ranjang. Ia menghidupkan lampu kamar. Betapa terkejutnya Cadman saat mengetahui jika Farran juga tidak sudah tidak ada di sofa. Cadman segera membangunkan James, Albert, Ben, dan lainnya.
“ Bangun..bangun. Kenapa kalian tidak menyadari jika Yamuna dan Farran tidak ada di dalam kamar. ”
11 Suami bohongan Yamuna pun bangun, mereka mengucek kedua kelopak matanya masih terasa lengket dan berat.
“ Nanti ada di dalam kamar mandi. Soalnya wanita ‘kan suka pipis di tengah malam, ” ucap James.
“ Iya kalau di kamar mandi. Kalau dia sedang di apa-apain oleh Farran, gimana?! ”
Mendengar kecemasan Cadman, 11 Suami bohongan Yamuna segera berdiri.
“ Mari kita cari dimana Yamuna sekarang! ” tegas Kiki.
Cadman, Ben, Kiki, dan 9 Suami bohongan lainnya keluar dari dalam kamar. Mereka pun berpencar ke masing-masing ruangan untuk mencari Yamuna.
“ Yamuna…Yamuna!! ” teriakan suami-suami bohongan Yamuna menggema di rumah besar milik Yamuna.
Sedangkan Cadman, Ben, dan James sedang mencari Yamuna di sekitar koridor kamar terhubung dengan kamar mendiang Jordan.
Tok!tok!
“Sepertinya ada suara ketukan pintu dari pintu kamar itu, ” tunjuk Ben ke pintu kamar mendiang Jordan.
“ Kok bulu kudukku tiba-tiba merinding ya, ” ucap James mengelus tengkuknya.
“ Banyak omong, mari ikut aku! ” tegas Cadman, tangannya menarik kerah piyama belakang James.
“ Siapa di dalam? ” tanya Cadman berteriak dari depan pintu.
“ To…hem…hem ..”
Cadman, James, dan Ben saling menatap, dan berkata, “ Yamuna! ”
“ Yamuna! kamu di dalam? ” tanya Cadman berteriak dari depan pintu, tangannya mendorong handle pintu. Namun, tidak bisa terbuka karena pintu kamar menggunakan kode pin untuk masuk.
“ Gimana nih? ” tanya James mulai panik.
“ Tenang, saya tahu kode pin kamar milik mendiang tuan Jordan, ” sambung Ben yakin.
Ben mendekati pintu, tubuhnya sedikit membungkuk, menekan pin, lalu pintu terbuka. Cadman, dan James saling memandang, lalu berakhir pada pandangan Ben.
“ Kenapa kamu bisa tahu? ” tanya mereka serentak.
__ADS_1
“ Itu tidak penting, yang terpenting adalah keselamatan nona muda. Farran itu adalah pria yang licik, jadi kita harus segera menolong nona muda! ” tegas Ben mencemaskan Yamuna.
“ Benar juga,” Cadman melihat James, “ Katakan pada yang lain jika Yamuna sudah ditemukan,” perintah Cadman kepada James.
“ Berani sekali…” tolakan James terhenti saat melihat tatapan suram dari Cadman.
“ Aku pergi dulu, ” sahut James langsung berlari cepat.
Cadman mendorong handle pintu, saat pintu sudah terbuka lebar. Kedua mata Cadman membulat sempurna saat melihat baju piyama Yamuna robek pada bagian samping. Kedua kakinya juga mengalir darah. Cadman segera mempercepat langkah kakinya, tangannya mencengkram erat baju piyaman bagian depan Farran.
“ Apa yang kamu lakukan kepada Yamuna?! ” teriak Cadman.
Bam!
Farran terjatuh dengan posisi terduduk, tangannya menyeka kasar darah di sudut bibirnya, “ Tentu saja aku ingin melakukan hubungan suami-istri. Yamuna ‘kan masih Istri ku! ” jelas Farran mengatakan tujuannya.
“ Kurang ajar kamu. Apa kamu tidak tahu jika Yamuna saat ini tubuhnya sedang drop! ” Cadman kembali mencengkram baju piyama bagian depan Farran.
“ Tahu! ” sahut Farran tenang, tatapannya seolah ingin menantang Cadman.
“ Jadi kenapa kamu ingin melakukan hal itu kepada Yamuna?! ” bentak Cadman meluapkan emosinya di wajah wajah Farran.
“ Aku tergiur dengan lekuknya. Semenjak menikah, baru kali ini aku melihat Yamuna begitu cantik. Jika kalian bisa tidur dengannya tanpa ia menolak kalian. Kenapa aku tidak bisa melakukan hal yang sama! ” Farran perlahan melepaskan cengkraman tangan Cadman.
Yamuna menggeleng, “ Tidak!” sahut Yamuna sedikit takut.
“ Jadi kenapa kamu bisa mengeluarkan darah? ” tanya Cadman menatap darah di kedua kaki Yamuna.
Yamuna menurunkan pandangannya, “Pipis...dan..ta-takut!” sahut Yamuna sedikit serak. Air matanya pun jatuh, kedua kakinya berlari mendekati Cadman, dan memeluknya dari belakang. Cadman pun membalas pelukannya. Isak-tangis Yamuna pun pecah dalam pelukan Cadman.
“ Yamuna! ” teriak 9 suami bohongan Yamuna di depan pintu kamar. Masing-masing wajah terlihat cemas, dan penuh dengan emosi.
Kiki, dan Nandi melangkah tegap mendekati Yamuna.
“ Kenapa kamu menangis? ”tanya Kiki, dan Nandi lembut.
" Darah! " ucap Frans histeris. Jarinya menunjuk ke kaki Yamuna, lalu pingsan karena takut melihat darah.
Yamuna tidak menjawab, raut wajahnya hanya menampilkan seperti ada trauma masih membekas di kedua matanya.
“ Jangan tanya dulu. Sebaiknya kita bereskan bajingan satu ini! ” tegas Cadman menekan nada suaranya.
Sedangkan James baru saja tiba berjalan seperti seorang pahlawan, tangan memegang selembar kerta, dan pulpen. James berdiri di depan Farran, tangannya mengulurkan kertas putih berisi surat perceraian, “ Tanda tangan! ” tegas James.
__ADS_1
“ Tidak! ” Farran berbalik, “ Sampai kapan pun aku tidak akan menceraikan dirinya, ” bola mata Farran mengarah ke masing-masing wajah suram 12 suami bohongan Yamuna, “Aku tanya sama kalian. Apa kalian masih ingin hidup berumah tangga saat mengetahui jika Yamuna sudah kehilangan rahimnya? Daripada dia akan hidup menjada. Lebih bagus aku bertahan dengannya. Lagian aku tahu jika kalian semua menikahi Yamuna karena Yamuna memiliki banyak harta. Setelah harta Yamuna habis, pasti kalian…”
Bam!
Muak dengan omong kosong Farran, James melayangkan tinju.
“ Tanda tangan! ” bentak James.
“ Tidak! Yang boleh memiliki Yamuna hanya aku seorang. Bukan kalian semua! ” tunjuk Farran satu-persatu ke 12 Suami bohongan Yamuna.
Geram melihat Farran terus bersikap angkuh, dan menghina Yamuna wanita tanpa rahim. Kiki, dan Nandi bergerak mendekati Farran. Mereka segera menekan bahu Farran, membuat Farran tidak bisa berkutik.
“ Kalian mau apa? ” tanya Farran mulai panik.
“ Tanda tangan! ” tegas Kiki dingin.
“ Tidak! ” tolak Farran kembali.
Krak!
“ Akh!! ” teriak Farran, saat tangannya di piting.
“ Tanda tangan semua surat yang ada di depan kamu! ” tegas Nandi.
“ Kenapa kalian seperti sedang menyiksa ku. Apa kalian tidak takut aku tuntut?! ” tanya Farran mengancam.
“ Tidak. Kami lebih takut sama Sang pencipta daripada ancaman kamu. Sekarang cepat tanda tangan atau benda berharga kamu akan kami renggut, ” ucap Kiki. Tatapan penuh maksud memandang wajah Farran.
Nandi mengeluarkan cincin aneh, “ Pakek ini Bro! ”
“ I-iya, aku akan tanda tangan, ” sahut Farran ketakutan saat melihat cincin aneh seperti sering ia lihat pada wanita selingkuhannya.
James pun memberikan beberapa lembar kertas mengenai perjanjian paska perceraian, sampai surat cerai asli.
“ Tanda tangan di sini! ” tunjuk James ke sudut sudah tertera nama Farran.
Srek!!srek!
Kertas pemberian James di robek oleh Farran, dan menghamburkan puing-puing kertas ke langit.
“ Dasar manusia bodoh. Sampai kapan pun Yamuna akan tetap menjadi Istriku! ”
...Bersambung...
__ADS_1