
Sesuai rencana Chandra. Mobil di tumpangi Chandra dan Cadman sudah berada di tempat parkiran restauran biasa mereka kunjungi. Cadman terlihat gelisah memandang mobil lalu-lalang masuk ke parkiran restauran, ia berharap segera bertemu dengan Yamuna terlebih dahulu sebelum Zahfar.
“ Jika Anda gelisah menunggu kedatangan nona muda Yamuna. Kenapa Anda tidak menghubunginya, ” usul Chandra, melihat Cadman sedang duduk di sebelah dengan wajah gugup.
“ Sudah, tapi tidak di angkat. Membuat aku bertambah cemas saja. Awas saja sesampainya di rumah aku akan membuat dia lembur, ” gumam Cadman memikirkan hukuman anehnya.
“ Begitu rupanya kalau sudah menikah atau memiliki pasangan. Sedikit-sedikit memberi hukuman aneh. Sedangkan saya lebih bagus menghukum pacar saya setelah dia melakukan kesalahan. Suaranya itu sangat membuat saya bersemangat, ” sambung Chandra mengingat hukumannya kepada kekasihnya.
“ Dasar….mesum! ” gumam Cadman, tatapan jijik memandang wajah Chandra tampak sedang memikirkan hal aneh.
Cit!!
Sebuah mobil berwarna hitam terparkir tepat di samping mobil mereka. Cadman dan Chandra mengernyit saat melihat ternyata Zahfar terlebih dahulu sampai daripada Yamuna. Lalu terlihat mobil Yasmin sampai.
“ Wah! Kesempatan yang langkah ini. Pasti sebentar lagi nona muda Yamuna da… benar, nona muda Yamuna datang. Dan anak buah Zahfar baru saja mengeluarkan kursi roda dari bagasi mobilnya. Pasti ketahuan kebohongannya! ” seru Chandra semangat saat melihat kebohongan Zahfar, berpura-pura lumpuh akan segera terungkap di depan Yamuna sebelum Cadman melakukan tugasnya.
“ Kamu menunduk, apa kamu tidak takut ketahuan oleh mereka! ” bisik Cadman, tangannya menekan kepala bagian belakang Chandra untuk segera menunduk.
“ Hai…hai. Apakah tuan muda lupa? Ini mobil saya kedap suara. Bukan itu saja, saya juga sudah mengganti semua jendelanya menjadi tak terlihat, jika orang lain melihatnya dari luar, ” jelas Chandra mengenai mobil miliknya.
“ Oh…maaf, aku pikir mobil kamu seperti mobil murahan pada umum nya, ” ucap Cadman dengan wajah datarnya. Tatapan serius memandang Yamuna, Ben, Yasmin, Zahfar sedang duduk di kursi roda, dan anak buah sedang berdiri di belakang kursi roda, “Lihat! Padahal aku sangat yakin jika Yamuna melihat Zahfar tadi berdiri di sana, tanpa kursi roda nya. Tapi kenapa Yamuna tampak biasa saja, seolah tak melihat kebohongan Zahfar!” sambung Cadman histeris melihat Yamuna bersikap biasa saja.
“ Coba tuan muda telepon lagi, ” usul Chandra, dahinya ikut mengernyit melihat Yamuna benar-benar seperti tidak melihat Zahfar tadi sedang berdiri. Padahal Chandra tahu jika Yamuna adalah tipe wanita yang tak suka di bohongi. Jika mengetahui ada seseorang berbohong kepadanya, pasti Yamuna langsung ulti orang tersebut tanpa ampun.
Cadman berusaha menghubungi ponsel Yamuna, tapi Yamuna tidak mengangkatnya. Cadman juga menghubungi nomor Ben, tapi Ben juga tak mengangkatnya. Cadman hanya bisa mendengus kesal, seakan rencananya akan sia-sia.
“ Akh! Kenapa jadi seperti ini, sih?! ” gerutu Cadman kesal.
__ADS_1
“ Tuan muda, saya rasa nona muda Yasmin akan segera menghubungi Anda, ” ucap Chandra saat melihat Yasmin memegang ponselnya, tangannya menyenggol lengan kanan Cadman.
“ Kamu benar, ” sahut Cadman menunjukkan ponsel miliknya berdering, dan terlihat nama panggilan ‘Wanita Iblis’.
“ Angkat saja tuan, ” ucap Chandra menyuruh Cadman untuk mengangkat panggilan telepon dari Yasmin.
“ Tidak, aku masih menghargai Yamuna yang masih berada di samping wanita Iblis itu, ” tolak Cadman langsung mematikan panggilan teleponnya.
“ Apakah tuan muda sedang memikirkan perasaan nona muda Yamuna? bukannya jika Anda mengangkatnya saat nona muda Yamuna tidak ada di samping nona muda Yasmin. Bisa jadi, tuan muda, akan di cap sebagai ‘Pria pengkhianat’? ” jelas Chandra langsung menusuk ke hati Cadman, dan teringat dengan janjinya kepada Yamuna, jika dirinya adalah pria berbeda dari mantan Suaminya, Farran.
“ Kenapa kamu baru menyadarkan aku sekarang. Sepertinya usulan kamu akan membuat aku terjebak dalam masalah besar setelah ini, ” keluh Cadman merasa perasaan tak enak.
“ Maaf, bukannya ini demi nona muda, ” sahut Chandra dengan santainya.
Cadman mengambil ponselnya, membuka Wa dan langsung mengirmkan pesan kepada Yasmin. Setelah Cadman mengirimkan pesan, Chandra dan Cadman langsung melihat dari dalam mobil. Terlihat Yasmin sedang menujukkan ponselnya kepada Yamuna. Membuat wajah Yamuna tampak suram, dan dingin.
“ Chandra, kamu sepertinya membuat aku di ambang kematian setelah ini, ” keluh Cadman, wajah suram ia tunjukkan saat memandang wajah tenang Chandra.
“ Maaf, ” ucap Chandra menyatukan kedua telapak tangannya, senyum manis terukir di wajah tampannya.
“ Karena semua sudah terlanjur kacau, aku akan masuk dan menyelesaikan ini semua di dalam, ” sahut Cadman terdengar pasrah dengan keadaan.
Cadman membuka seatbelt, ia segera turun, dan berjalan masuk ke dalam Restauran. Sedangkan Chandra, wajahnya terlihat serius memandang lurus ke depan.
“ Bersiaplah untuk kematian kamu! ” gumam Cadman, tangannya menggenggam erat ponsel miliknya. Tatapan penuh kebencian lurus ke mobil Zahfar.
.
__ADS_1
💫Di sisi lain💫
Cadman sudah berdiri di depan ruangan privat tempat janjiannya dengan Yasmin. Tatapannya lurus ke sebelah ruangan, dimana Yamuna, Ben, Zahfar, dan anak buah Zahfar pasti berada di dalam ruangan tersebut. Cadman berulang kali menarik nafas panjang, lalu tangannya mendorong handle pintu.
“ Cepat juga kamu sampai, ” ucap Cadman datar, kakinya melangkah masuk ke dalam ruangan.
“ Cadman, apakah kamu ingin bertemu denganku, karena kamu menyesal telah membatalkan perjodohan kita? ” tanya Yasmin manja, ia berdiri, tangannya berusah menggandeng tangan Cadman. Namun, Cadman langsung menepisnya.
“ Najis! Aku kesini karena aku ingin bertanya sesuatu dengan kamu, ” ucap Cadman langsung ke intinya.
“ Apa aku seburuk itu di mata kamu? ” tanya Yasmin, ia duduk di kursinya, tatapan sendu memandang wajah dingin Cadman sedang duduk di hadapannya.
“ Iya, kamu adalah wanita yang buruk karena sudah memutar balikkan fakta. Kamu juga sudah menuduhku tidur dengan-mu. Kamu juga berusaha ingin menyingkirkan Yamuna dengan membayar Zahfar. Sekarang apa mau, kamu! ” teriak Cadman di kalimat terakhir, membuat Yasmin terkejut.
“ Ka-kamu tahu darimana jika aku ingin menyingkirkan Yamuna dengan menyewa Zahfar? ” tanya Yasmin panik.
“ Nggak usah balik bertanya kamu. Sekarang katakan, berapa kamu membayar Zahfar untuk menyingkirkan Yamuna?! ” teriak Cadman, tatapan suram dan dingin memandang wajah pucat Yasmin.
“ A-aku tidak jadi membayar Zahfar untuk menghabisi nyawa Istri kamu. Zahfar sendiri yang ingin merebut Yamuna dari kamu, ” Yasmin mencubit ujung kulit tenggorokannya, “ Aku bersumpah, aku rela menyakinkan apa pun agar kamu bisa percaya padaku, ” sambung Yasmin bersumpah agar Cadman tidak membencinya.
“ Apa saja yang kamu ketahui tentang tujuan Zahfar untuk Yamuna? ” tanya Cadman ingin memperjelas tujuan Zahfar.
“ Ti-tidak ada lagi. Saat aku menunjukkan foto Yamuna, dan alamatnya perusahaannya. Zahfar langsung memiliki rencananya tersendiri. Dan Zahfar sudah lebih dulu menyukai Yamuna. Namun, waktunya saja tidak tepat untuk bertemu dengan Yamuna. Dan satu lagi, Zahfar sesungguhnya tidak lumpuh. Dia juga tadi mengatakan jika ingin melakukan satu hal yang akan mengejutkan Yamuna, dan kamu! ” jelas Yasmin sedikit gugup dan panik.
“ Apa yang itu! ” tegas Cadman.
Yasmin mendekatkan bibirnya di daun telinga Cadman. Lalu berbisik, bisikan halus membuat Cadman langsung berdiri. Wajahnya terlihat panik, dan gugup.
__ADS_1
...Bersambung ...