
" Hei, datang juga kamu! " sapa Farran, memandang lurus Yamuna sedang berjalan mendekati Cadman, Yasmin, dan Ben.
Cadman, Ben, dan Yasmin terkejut. Cadman langsung mendekati Yamuna, ingin menghentikan jalan Yamuna, tapi Yamuna terus berjalan.
" Ada apa kamu ke sini? " tanya Yamuna dingin.
" Tentu saja aku ingin menagih apa yang seharusnya menjadi milikku, " Farran mengulurkan tangannya ke depan, " Berikan aku mahar itu! " pinta Farran mengulang perkataannya kembali.
Yamuna menghentikan langkahnya di depan teras, kedua tangannya di lipat di depan dada, " Bukannya sudah aku katakan jika mahar itu tidak ada padaku. Mahar itu sudah berada pada Ibu-mu, Caden! " sahut Yamuna tegas.
" Omong kosong! aku sudah memintanya kepada Mama, ia bilang sudah memberikannya padamu. Jadi cepat, berikan mahar itu kepadaku. Kau bukan lagi Istri ku, jadi kau tak berhak menikmati yang mahar itu kembali! " pinta Farran ngotot.
" Wah ..wah....drama baru apa lagi ini, " Yamuna balik badan, tangannya menyibak rambut panjangnya, " Sebaiknya kamu pulang, dan tanyakan dengan benar kepada Ibu-mu! " ketus Yamuna.
Tidak senang di bilang seperti itu, Farran berlari, naik ke teras, tangan memegang pisau seperti siap untuk menancap.
" Yamuna, awas...."
Jlub!!!
" Cadman! " teriak Yamuna, matanya membulat sempurna, tangannya gemetar melihat perut Cadman bersimbah darah.
" Berani sekali kau ingin membunuh Istri yang sedang mengandung anakku!! " teriak Cadman, tangannya menarik pisau dari perutnya, dan membalas kan serangan Farran.
Jlub!!
Cadman menusuk punggung Farran.
" Akh!! " teriak Farran, tangannya mencoba meraih punggungnya terluka.
Karena terlalu banyak mengeluarkan darah, tubuh Cadman terjatuh ke bawah, wajahnya berubah pucat, dan berkeringat.
" Tuan muda, harus kuat. Saya akan membawa tuan ke rumah sakit terdekat, " ucap Ben, ia menggendong tubuh Cadman, membawanya masuk ke dalam mobil nya.
Sedangkan Yamuna, ia masih diam mematung.
Baru saja mobil Ben pergi dari Perusahaan Yamuna, mobil pihak berwajib masuk ke dalam halaman Perusahaan.
" Ck, siapa yang memanggil pihak berwajib, " gumam Farran.
Dengan tubuh terluka, Farran ingin kabur. Namun, Yasmin menahan bahu Farran dari belakang.
" Mau kemana kamu? " tanya Yasmin dingin, sorot mata tajam memandang wajah pucat Farran.
" Lepaskan aku, wanita rendah! " teriak Farran.
" Terimakasih atas pujian kamu. Tapi, sayang nya aku tidak sebusuk, dan sehina, kamu! " sahut Yasmin dingin.
__ADS_1
Beberapa pihak berwajib keluar dari dalam mobil. Mereka juga berlari mendekati Yasmin, dan Cadman.
" Anda kami tahan atas tuduhan pembunuhan berencana! " ucap seorang pihak berwajib memegang tangan Farran, dan langsung memborgol.
" Benar, dia sudah melukai Cadman. Silahkan tangkap dia, dan kalau perlu tidak usah di keluarkan, Pak! " teriak Yasmin menambahkan.
" Dasar kau ...."
" Hei, berhentilah berteriak seperti itu. Tidak tahu malu, sudah salah! " hardik pihak berwajib menghentikan ucapan Farran.
" Tapi Pak...."
" Diam! " hardik pihak berwajib sekali lagi.
Farran pasrah, ia tidak mau menjawab atau pun melawan ke pihak berwajib. Pihak berwajib pun membawa Farran masuk ke dalam mobil.
Wiuw!!!wiuw!!
Mobil pihak berwajib pergi meninggalkan perusahaan Yamuna.
Yasmin balik badan, ia berjalan mendekati Yamuna, masih diam berdiri seperti patung.
" Yamuna, " panggil Yasmin, tangan melambai ke wajah bengong Yamuna.
" Yamuna! " panggil Yasmin meninggikan nada suaranya.
" Kamu kenapa? " tanya Yasmin.
" Hiks ..hiks ...Cadman! " teriak Yamuna di sela isak-tangis nya.
" Iya, mari kita pergi menemui Cadman di rumah sakit, " ajak Yasmin, tangannya menggenggam pergelangan tangan Yamuna, membawa nya menuju mobil miliknya.
" Dia nggak mati 'kan? " tanya Yamuna di sela tangisnya.
" Tentu saja tidak, Cadman itu adalah Iblis berhati dingin. Jadi mana mungkin Iblis seperti dia bisa mati, " sahut Yamuna mulai menenangkan tangisan Yamuna.
" Kok aku baru tahu kalau Cadman itu Iblis, " ucap Yamuna langsung mempercayai ucapan Yasmin.
" Nanti aku ceritakan di jalan. "
Yasmin membuka pintu mobil penumpang depan, menyuruh Yamuna masuk. Sudah mempersilahkan Yamuna masuk ke dalam, Yasmin berlari kecil dan masuk ke dalam mobil.
Menit selanjutnya mobil mereka pergi meninggalkan parkiran Perusahaan milik Yamuna.
Sepanjang perjalanan menuju rumah sakit terdekat, kedua tangan Yamuna terlihat meremas rok baju miliknya. Yasmin tak sengaja menoleh ke bawah dan menatap tangan Yamuna, ia mengambil tangan kanan Yamuna, dan memberikan senyum tulus kepadanya.
" Semua akan baik-baik saja, " ucap Yasmin menghibur Yamuna.
__ADS_1
" Benarkah? tapi aku tadi melihat Cadman banyak mengeluarkan darah. "
" 'Kan sudah aku bilang, Cadman itu adalah seorang Iblis. Jadi mana mungkin seorang Iblis akan mati dengan mudahnya, " Yasmin kembali berbohong untuk menenangkan Yamuna.
" Kenapa kamu bilang dia itu Iblis? " tanya Yamuna mulai tenang.
Yasmin melepaskan genggaman tangannya, kembali menyetir dengan 2 tangan.
" Bagaimana aku tidak menyebutnya seorang Iblis. Asal kamu tahu aja, dulu Cadman itu terkenal cukup dingin, datar, dan tak pernah mengeluarkan banyak suara saat bersama seorang wanita. Tapi meski dia seperti itu, Cadman tetap menjadi pria idola, dan banyak di sukai para kaum wanita kelas atas. "
" Apa dia dulu punya kekasih? " tanya Yamuna mulai cemburu. Namun, Yasmin tak menyadari hal itu.
" Tentu saja......tidak! " Yasmin menoleh sinis ke Yamuna, " Kamu...kamu lah wanita satu-satunya yang sudah merebut hati, pikiran, apa lagi....pokoknya semua tentang Cadman. Seorang bocah berusia...
berapa ya? aku lupa. Pokoknya nya kamu itulah bocah ingusan yang nangis karena di hina sewaktu melakukan rapat di Perusahaan sendiri, " jelas Yasmin.
Yamuna terkejut, kok bisa Yasmin mengetahui pertemuan pertama mereka?
" Kamu kenapa bisa tahu? " tanya Yamuna sedikit bingung.
" Tentu saja aku tahu, aku 'kan tetangga. Seorang tetangga yang selalu menguping masalah tetangganya, " sahut Yasmin sedikit bercanda agar tidak terlalu tegang.
" Oh...jadi kamu dulunya tetangga Cadman, " dengan wajah polosnya Yamuna langsung mempercayai candaan Yasmin.
Yasmin meraup wajahnya, " Ya, ampun. Pantas saja kamu bisa menjadi janda dan di tipu sama Farran. Ternyata kamu memang sebodoh ini, " gumam Yasmin sedikit kesal.
" Kamu tadi bilang apa? " tanya Yamuna hanya mendengar suara helaan Yasmin.
" Aku ini 'kan dulu calon tunangannya. Apa kamu lupa? "
" Tentu saja aku ingat, lagian kenapa mau di jodohkan kalau tidak cinta. Rugi sendiri, " sahut Yamuna terdengar kesal.
" Apa! kau sedang menghina ku? apa kau tidak sadar diri. Kau juga sudah rugi karena kau menjadi janda dan kehilangan anak gara-gara Farran dan selingkuhannya dulu! " tegas Yasmin mengungkit luka lama.
Yamuna memutar arah duduk nya ke samping Yasmin, " Apa kamu juga tidak sadar, kalau kesucian kamu hilang gara-gara di kadali Farran. Haaa! " ejek Yamuna kembali.
" Itu semua karena.....karena ....karena ingin menjauhkan kamu dari Cadman. Dia jadi memanfaatkan aku! " curhat Yasmin di sela kekesalannya.
" Ya sudahlah, lagian itu sudah lama. Yang terpenting sekarang adalah hubungan yang kita jalani, " Yamuna menyudahi perselisihan mereka.
" Kamu benar, aku juga ingin menjadi wanita yang baik buat Ben. Dan aku juga ingin cepat-cepat punya anak seperti kamu, " sambung Yasmin.
" Kalau gitu teruslah berjuang, " Yamuna memberikan semangat.
" Hem, " angguk Yasmin.
Mobil mereka pun kini terus melaju menuju rumah sakit.
__ADS_1