SUAMI KE-13

SUAMI KE-13
SK-13 75. Lepaskan Aku!


__ADS_3

Drt!!


Ponsel di dalam saku celana Cadman berdering. Terlihat nama panggilan Chandra. Cadman langsung mengangkat teleponnya.


📞 [ “ Tuan muda, maafkan saya. Saya harus meninggalkan tuan muda, karena nona muda Yamuna di bawa pergi oleh Zahfar. ” ] ucap Chandra terburu-buru setelah Cadman mengangkat panggilan teleponnya, dan langsung mengakhirinya begitu saja.


“ Brengsek! ” umpat Cadman kesal, ia segera berbalik, kakinya hendak melangkah keluar ruangan. Namun, Yasmin menahannya dari belakang.


“ Apa Yamuna sudah di bawa kabur oleh Zahfar? ” tanya Yasmin dengan tatapan bersalah.


“ Ini semua gara-gara kamu! ” bentak Cadman, tangannya melepaskan tangan Yasmin, “Singkirkan tangan kamu dari bahu ku!” sambung Cadman merasa jijik saat Yasmin memegang bahunya.


Cadman segera keluar dari ruangannya. Kedua matanya membulat sempurna saat melihat Ben sedang merangkak keluar dari ruangannya. Kepala berlumur darah.


“ Ya ampun! ” teriak Yasmin terkejut melihat Ben terluka parah.


“ Aku minta kamu segera bawa Ben ke rumah sakit, ” Cadman mengulurkan tangannya, “Pinjamkan aku kunci mobil kamu. Dan satu lagi, dimana Alamat rumah Zahfar?” sambung Cadman ingin menyusul Yamuna.


“ Jalan Pack, ” sahut Yasmin memberitahu Alamat rumah Zahfar, tangannya juga memberikan kunci mobilnya, “Kamu harus hati-hati, karena Zahfar memiliki semua senjata untuk melumpuhkan para musuhnya,” sambung Yasmin sedikit berteriak, karena Cadman sudah berlari meninggalkannya.


Cadman terus berlari, dan berlari menuju parkiran mobil restauran. Sesampainya di samping mobil Yasmin. Cadman langsung masuk, dan menyalakan mobilnya meninggalkan parkiran restauran menuju Alamat sesuai ucapan Yasmin.


“ Awas saja jika kamu sempat melukai Yamuna, ” umpat Cadman, tatapan lurus ke jalan raya.


.


.


💫Di sisi lain💫


Di dalam mobil ditumpangi Yamuna, Zahfar, dan anak buahnya. Terlihat Yamuna sedang duduk dengan tatapan suram memandang Zahfar sedang duduk di sebelahnya.


“ Kenapa kamu menculik, dan membawa ku kabur bersama kamu? ” tanya Yamuna datar.


“ Karena aku ingin menjadikan kamu sebagai boneka ku, atau aku ingin memiliki kamu seutuhnya, ” sahut Zahfar santai.

__ADS_1


“ Oh, tapi aku tidak menginginkan kamu mejadi milikku. Karena aku sudah memiliki Cadman. Sekarang turun kan aku! ” tegas Yamuna meminta turun, tangannya membuka seatbelt.


“ Aku tahu. Tapi hal itu tidak membuat aku gentar untuk terus memiliki kamu. Jika aku tidak bisa mendapatkan kamu, maka Cadman juga tidak bisa mendapatkan kamu. Kamu tahu ‘kan maksud dari ucapan ku? ” tanya Zahfar seperti mengancam Yamuna agar Yamuna takut kepadanya.


“ Kamu ingin menghabisi ku? Maka habisi saja sekarang, ” tantang Yamuna, tangannya menarik pisau berada di dalam genggaman tangan Zahfar, dan meletakkannya di depan perutnya. Membuat Zahfar dan anak buahnya terkejut.


“ Kamu pasti bercan…”


Srek!


Yamuna menggores tangannya sendiri. Membuat Zahfar menghentikan ucapannya.


“ Aku tidak bercanda. Lepaskan aku, sebelum kamu menyesal, ” ancam Yamuna dengan nada datar dan tenang. Lain dengan hatinya, ‘Ya ampun, sakit sekali. Duh..duh…ingin menjerit, menangis, dan mengeluh pada Cadman. Tapi, kamu kenapa belum mengejar ku. Aku di sini sangat takut sebenarnya.’


“ Yamuna, jangan bercanda kamu! ” bentak Zahfar cemas melihat darah terus mengalir dari lengan Yamuna. Zahfar juga mengambil pisau dan membuangnya keluar.


“ Aku tidak bercanda! Cepat turunkan aku. Dasar pembohong, berpura-pura lumpuh di hadapan ku. Apa kamu pikir aku tidak tahu. Haa!! ” omel Yamuna, wajahnya terlihat pucat, dan sedikit berkeringat menahan perih akibat ulahnya sendiri.


“ Bos, gawat! Rem mobil ini blong! ” ucap anak buah Zahfar berusaha menginjak rem. Namun, remnya blong.


Zahfar membuka pintu mobil, ia segera melompat keluar dari mobil bersama dengan Yamuna berada di dalam pelukannya.


Blam!!


Tubuh Zahfar dan Yamuna jatuh ke aspal. Zahfar sedang memeluk tubuh Yamuna pun berguling-guling di jalan raya tampak sepi. Setelah mereka keluar dari dalam mobil, terdengar suara dentuman kuat.


Bam!!!


Terlihat dari ujung jalan mobil milik Zahfar menabrak pembatas jalan, dan terguling-guling di jalan raya.


Karena Zahfar sudah melepaskan pelukannya, tubuh mereka berdua juga terluka parah. Yamuna merasa mendapatkan kesempatan untuk kabur dari Zahfar. Yamuna segera berdiri, berusaha berlari meski kedua lututnya cedera.


“ Ya, Allah tolong bantu aku untuk kabur dari pria mengerikan ini, ” gumam Yamuna, kakinya terus berlari meski terpincang, sesekali ia melirik ke belakang. Melihat Zahfar sedang mengejarnya dengan kaki terpincang.


“ Yamuna, aku bilang berhenti di sana, sebelum aku melukai kamu! ” ancam Zahfar, tangannya mengarahkan pistol.

__ADS_1


“ Meski aku harus mati di tangan kamu, aku tetap tidak akan berhenti. Sebaiknya kamu yang berhenti…”


Dor! Dor!


Ucapan Yamuna terhenti saat mendengar suara tembakan mengarah di sisi kedua kakinya. Yamuna pun berhenti, ia berjongkok, menutup kedua telinganya karena merasa takut.


“ Gadis yang bagus. Ternyata kamu bisa nurut juga jika aku melakukan perbuatan kasar seperti ini, ” ucap Zahfar, ia sudah berdiri di samping kanan Yamuna. Zahfar sedikit menunduk, tangannya menggenggam erat pergelangan tangan Yamuna sedang terluka. Membuat Yamuna nyengir kesakitan, “ Ikut aku, karena rumah ku tidak jauh dari sini. Hanya dalam 10 menit kita sampai, ” sambung Zahfar menarik tangan Yamuna.


“ Akh…akh…sakit, ” rengek Yamuna, tangannya kirinya berusaha melepaskan genggaman tangan Zahfar dari pergelangan tangannya sedang terluka akibat ia gores. Namun, Zahfar tidak memperdulikannya.


“ Ternyata dugaanku benar tentang suara kamu. Semakin aku membuat kamu sakit, maka suara merdu kamu akan terus keluar. Aku jadi tidak sabar ingin melakukannya. ”


Karena jalan menuju rumah Zahfar bisa terbilang sepi. Semua kejadian, dan teriakan Yamuna tidak bisa di lihat oleh orang lain. Membuat Yamuna harus nurut dengan perbuatan Zahfar.


Dengan langkah terpincang, dan dalam waktu 12 menit Yamuna dan Zahfar akhirnya sampai di kediaman rumah besar. Mulai dari depan gerbang, pintu masuk, sisi halaman kanan dan kiri di penuhi penjaga.


“ Lepaskan aku. Aku tidak mau ikut bersama kamu! ” teriak Yamuna berusaha melepaskan tangannya dari genggaman Zahfar.


Bam!


Yamuna menginjak ujung kaki Zahfar. Namun, Zahfar malah menampar Yamuna.


Plak!


Tamparan keras membuat tubuh lemah Yamuna terjatuh ke lantai.


“ Kalian, cepat bawa gadis ini ke kamar ku. Jangan lupa ikat dia, agar tidak kabur! ” perintah Zahfar kepada anak buahnya.


“ Baik Bos, ” sahut 3 orang anak buah serentak. 3 anak buah Zahfar menggendong tubuh Yamuna.


“ Lepaskan aku…Zahfar! Lepaskan! ” teriak Yamuna, kedua tangannya memukul bidang kekar anak buah. Yamuna juga menggigit. Namun, anak buah Zahfar hanya diam saja mendapat perlakuan Yamuna.


“ Akh! Aku tidak menyangka jika Yamuna adalah gadis manja yang tangguh. Tapi, perbuatan dia semakin aku ingin melahapnya habis malam ini, dan malam seterusnya, ” gumam Zahfar ingin melampiaskan tujuannya kepada Yamuna.


...BERSAMBUNG...

__ADS_1


__ADS_2