SUAMI KE-13

SUAMI KE-13
SK-13 23. Mereka bukan Suami ku!


__ADS_3

Sesampainya di perusahaan kedua mata Yamuna disuguhkan dengan pemandangan suram. Pemandangan itu adalah Cadman, James, dan Albert berdiri di teras perusahaan. Tidak ingin berjumpa dengan mereka bertiga, Yamuna langsung berbalik badan, kedua kaki melangkah pelan menuju mobil miliknya.


“ Yamuna! ” panggil Cadman meninggikan nada suaranya.


James ikutan melambai, “Yamuna! ”


“ Hei, istri orang! ” sambung Albert menyapa Yamuna


Langkah Yamuna pun terhenti, jejeran gigi putih terpampang jelas saat menoleh ke belakang. Niat untuk kabur harus dibatalkan karena Cadman, James, dan Albert sudah melihat Yamuna. Yamuna berbalik badan, kedua kaki kini ia bawa melangkah menuju mereka bertiga.


“ Eh…ada apa ini? ” tanya Yamuna berlagak polos.


“ Menagih janji? ” tanya Cadman, James dan Albert serentak.


“ Eh…janji apaan ya? ” tanya Yamuna bingung.


Bola mata Cadman melirik ke James dan Albert, “ Kalian mau apa ke sini? ” tanya Cadman datar.


“ Kalau aku adalah Aktor tampan yang akan memerankan bintang iklan di perusahaan milik Yamuna. Kalau kamu siapa! Pasti kamu mau melamar sebagai Bodyguard Yamuna, yakan? ” tanya James menyombongkan dirinya.


“ Tunggu! Tadi kamu bilang kalau Yamuna ini adalah pemilik perusahaan ini? ” tanya Albert bingung, karena setahu dia Yamuna bekerja sebagai karyawan. Itulah ucapan Yamuna kepada Albert.


“ Iya! Kamu siapa? ” tanya James, dan Cadman serentak.


Yamuna membuang wajah bingungnya ke sisi kanan, “ Kok aku tidak di kasih tahu oleh Ben hari ini ada syuting. Dan kenapa aku juga tidak di kasih tahu jika bintang iklannya mereka bertiga. Ah…minta di pecat atau di potong gaji nih, ” gumam Yamuna sendiri.


Di saat Yamuna masih terus bergelut dengan pikirannya sendiri, terdengar suara Ben dari belakang.


“ Selamat pagi tuan dan nona, ” ucap Ben menyapa semuanya.


Yamuna menunjukkan senyum paksa ke Ben, “ Adegan apaan ini Ben! ” ucap Yamuna menggigit giginya.


“ Adegan?” tanya Ben bingung.


“ Kenapa kamu tidak bilang kalau hari ini ada syuting?” tanya Yamuna.


“ Syuting?! ” ucap Ben memutar bola matanya ke Cadman, James, dan Albert. Langsung saja otak kecil Ben mengingat perjanjian mereka, “ Memang tidak ada kegiatan syuting pagi ini nona. Tuan Cadman datang untuk bertanya kapan akan di mulai terbit iklannya, sedangkan aktor tampan James datang untuk bertanya kapan dia bisa memulainya. Dan…” Ben menghentikan ucapannya, bola mata melirik ke Albert, “ Dan saya tidak tahu tuan ini, ” ucap Ben memberitahu.


“ Kenapa kamu tidak ada memberi kabar ke aku kalau hari ini mereka akan….” Ucapan Yamuna terhenti saat pandangannya mendadak buyar. Tangan kanan mengulur ke depan, “ Ben. Kenapa tiba-tiba aku melihat kalian ada banyak, ” kedua mata Yamuna terpejam, serentak dengan tubuh ambruk ke belakang.


“ Nona! ”


“ Yamuna! ” teriak Cadman langsung menangkap tubuh Yamuna.


“ Kenapa dengan nona muda ?” tanya Ben panik.

__ADS_1


“ Aku akan bawa Yamuna segera ke rumah sakit! ” tegas Cadman melangkah cepat menuju ke mobil.


“ Kami ikut, ” ucap James, Ben, dan Albert serentak.


“ Kalian tidak aku izinkan naik ke mobil mewahku! ” tegas Cadman melirik ke James, Albert dan Ben.


“ Siapa juga yang mau naik mobil kamu. Kami juga punya mobil mahal, ” ucap James, Albert, dan Ben serentak.


Keempat pria itu pun bergegas membawa mobilnya menuju ke rumah sakit terdekat. 20 menit berjalan, sampailah mereka di rumah sakit tersebut. Ben, James, dan Albert langsung berhambur masuk ke rumah sakit. Masing-masing mereka membawa kursi roda, dan brankar.


“ Tuan Cadman cepat letakkan tubuh nona muda di sini, ” ucap Ben memberi kursi roda.


“ Tidak perlu, ” sahut Cadman dingin. Cadman menggendong tubuh mungil Yamuna berjalan masuk ke dalam rumah sakit.


Di belakang Cadman ada James, Ben, dan Albert masi terus mendorong kursi roda, dan brankar. Kelakuan mereka pun membuat resah dan bingung para petugas rumah sakit. Salah satu petugas rumah sakit menghentikan Cadman, Ben, Albert, dan James.


“ Tunggu! Bapak-bapak ini kenapa ya? ” tanya satpam.


“ Ruang pemeriksaan mana? ” tanya Cadman datar.


“ Kalau saya boleh tahu Istrinya kenapa ya? ” tanya perawat baru saja tiba.


“ Dia bukan suami wanita itu! ” ucap Albert, James, dan Albert serentak.


“ Berhentilah bersikap seperti anak kecil, ” tegur Cadman datar.


“ Banyak tanya. Di mana ruang perawatan! ” ucap Cadman meninggikan nada suaranya.


Perawat, Satpam dan lainnya langsung panik, tangan mereka langsung mengarah ke koridor sebelah kanan.


“ Di-di sana. Ma-mari kami hantarkan, ” ucap petugas rumah sakit serentak.


Cadman pun membawa Yamuna dengan cepat menuju ruang pemeriksaan. Setiap kaki melangkah Cadman terus berpikir, ‘Apa yang sebenarnya terjadi dengan wanita ini. Aku melihat tubuhnya bertambah kurus. Dan hari ini dia pingsan. Apa dia tersiksa dengan pernikahannya.’


Cadman langsung menerobos masuk ke ruangan dan meletakkan Yamuna di atas ranjang rawat inap.


“ Ada apa ini? ” tanya Dokter bingung.


“ Tidak tahu, ” sahut Cadman singkat.


“ Kalau gitu silahkan tunggu di luar dulu Pak, agar saya bisa memeriksa Ibu ini! ” ucap Dokter dengan sopan menyuruh Cadman keluar.


“ Baik, ” sahut Cadman melangkah pergi.


Tidak lama Cadman pergi dari ruangan, Yamuna terbangun.

__ADS_1


“ Kenapa aku bisa di sini? ” tanya Yamuna menatap sekeliling ruangan.


Dokter memasang stetoskop, “ Ibu jangan bangkit dulu ya. Saya akan memeriksa keadaan Ibu dulu, ” ucap Dokter mulai mendekatkan alatnya ke jantung dan terkahir ke perut bagian bawah.


Setelah pemeriksaan selesai. Dokter mengarahkan tangan ke meja nya, “ Mari duduk di sana. "


Yamuna mengikuti ucapan Dokter. Penasaran dengan hasilnya, Yamuna langsung bertanya kembali, “ Kenapa dengan ku, dan siapa yang membawa aku ke sini? ”


“ Selamat ya, Ibu positif hamil dengan usia kandungannya jalan 2 minggu. Dan yang membawa Ibu ke sini tapi Suami Ibu yang berwajah dingin dan kejam itu!” ucap Dokter.


“ Apa aku hamil! ” Yamuna melambai, “Ti-tidak mungkin aku hamil secepat ini. Pernikahan ku saja belum genap 1 bulan, dan melakukan hal itu baru 2 kali. Jadi mana mungkin aku sudah hamil, ” ucap Yamuna.


“ Kalau saya boleh tahu kapan tanggal terakhir Ibu haid, dan kapan tanggal pernikahan Ibu? ”


Yamuna memutar bola matanya ke atas, “Tunggu aku pikirkan dulu. Ah...lupa Dokter, " sahut Yamuna.


Dokter langsung memberikan resep, “ Kalau lupa tidak masalah itu hal wajar. Saya ingin memberitahu, kalau bayinya agak sedikit lemah. Jadi, saya berikan vitamin penguat kandungan untuk Ibu, ” ucap Dokter wanita.


“ Kenapa bisa lemah ya, Dokter? "


" Mungkin karena kecapean. Tapi tenang saja, di surat itu sudah saya berikan resep yang ampuh. Dan ingat, jangan berhubungan dulu."


Ucapan Dokter terhenti saat melihat pintu terbuka lebar dengan suara desa-desakan.


Yamuna dan Dokter melirik ke pintu.


Melihat James, Albert, Ben, dan Cadman berdiri di depan pintu dengan wajah keren. Dokter langsung menutup mulutnya, “ Luar biasa. One buy four! ” Dokter langsung berdiri, kedua kaki melangkah mendekati mereka berempat. Bola mata melirik secara bergantian, “ Kalau dilihat seperti ini pantes saja langsung jadi. Mana cakep-cakep. "


Dokter wanita salah paham melihat James, Albert, Ben, dan Cadman. Dokter wanita berpikir jika mereka berempat adalah suami Yamuna.


Melihat wajah Yamuna sedikit pucat. James mulai bertanya.


“ Yamuna apa kamu baik-baik saja? ” tanya James sedikit meninggikan nada suaranya dari depan pintu.


“ Aku baik-baik saja, hanya saja aku sedang hamil, ” sahut Yamuna santai.


“ Apa! Hamil! ” ucap James histeris.


“ Siapa Bapaknya? ” tanya Albert.


“ Ya tentu saja kalian berempat. Sudah melakukan bersamaan, eh…kok malah mendadak lupa! ” sahut Dokter sedikit emosi. Jari telunjuk mengarah ke wajah James, Ben, Albert, dan Cadman, “ Jangan bisanya cuman bergoyang saja. Gitu giliran hamil bingung kalian. Saya kasih tahu sama kalian berempat ini ya! kalian tidak boleh memaksa Ibu itu untuk melayani kalian berempat. Kandungan dan anaknya sangat lemah. Jika kalian ingin melakukannya pasti kalian akan langsung membunuh anaknya! ”


Lagi dan lagi. Dokter wanita berpikir jika James, Ben, Albert dan Cadman melupakan tanggung jawab sebagai seorang Suami.


“ Maaf Dokter, Anda salah paham, ” ucap Yamuna segera menutup pintu ruangan.

__ADS_1


“ Eh! Aku belum selesai sudah mai tutup saja,” keluh Dokter.


...Bersambung...


__ADS_2