
1 Minggu sudah berlalu dari berlangsung nya pernikahan Ben dan Yasmin. Masa cuti Ben juga sudah selesai, dan harus kembali masuk kerja. Yasmin sendiri, sedang melakukan pemotretan di kota B, dan akan pulang 3 hari lagi. Usia kandungan Yamuna juga sudah memasuki 2 bulan. Sesuai permintaan Yoan dan Cadman, saat Ben kembali masuk kerja, Yamuna kembali bekerja dari rumah.
Pagi ini, Ben sudah berada di rumah Yamuna, mengambil beberapa Dokumen, kontrak perjanjian iklan. Ben, dan Yamuna berada di ruang kerja.
" Ben, gimana rasanya setelah menikah? " tanya Yamuna di pertemuan pertama mereka setelah 1 Minggu Ben libur cuti bulan madu.
Ben menutup terdiam, menunduk dengan kedua pipi memerah, " Enak, " sahut Ben malu-malu.
" Enaknya? " tanya Yamuna penasaran.
" Anu...nona muda, sepertinya saya harus kembali ke kantor. Takutnya klien yang ingin melihat kontrak kerjasama kita...."
" Ben, kok ada merah di sini, " sela Yamuna, jari telunjuk nya menunjuk ke bawah telinganya sendiri.
" Apa kelihatan nona muda? " tanya Ben polos, tangannya menutup leher bagian bawah telinga.
" Ha ha ha...sudah jangan di tutupi, biarkan saja warna merah itu menghiasi leher kamu! " usul Yamuna jahil di sela tawa sumbang.
" Lain kali harus hati-hati, " gumam Ben.
" Ben, kamu harus hati-hati sama Farran, " ucap Yamuna membuat Ben bingung.
" Hati-hati dari hal apa, nona muda? " tanya Ben bingung.
" 1 Minggu yang lalu Farran menjumpai ku ke kantor, dia juga hampir membunuh, dan melecehkan aku..."
" Apa nona muda terluka? Atau dia sampai melakukan hal itu kepada nona muda?! " sela Ben cemas.
" Tidak terjadi hal buruk apa pun pada ku, waktu itu Papa Yoan sudah memberikan aku 2 bodyguard. Kamu tadi sudah jumpa di luar 'kan? " sahut Yamuna, tidak menceritakan perbuatan kasar Farran saat menggenggam leher nya, dan menimbulkan bekas sampai 2 hari, agar Ben tidak terlalu kuatir padanya.
" Jumpa, Presdir Yoan hebat bisa menyewa, dan mendapatkan 2 pria bertubuh besar seperti itu, dengan wajah tampan, " puji Ben bergumam.
" Dari saat Farran di usir oleh 2 bodyguard, ia tak lagi menampakkan diri di Perusahaan. Jadi, aku minta kamu harus hati-hati. Walau aku sudah menambah keamanan di Perusahaan, dan sudah memberi peringatan untuk tidak menerima sembarang orang masuk. Tapi, kamu harus tetap hati-hati. Jika bertemu di luar sebaiknya menjauh saja, " pesan Yamuna ke Ben.
" Baik. Kalau boleh saya tahu, kenapa tuan Farran melakukan hal itu ke nona muda? " tanya Ben.
" Iya ingin meminta mahar pernikahan yang dia berikan dulu kepadaku. "
__ADS_1
" Ha ha ha ...minta mahar? Dia seorang pria atau tidak?! " kekeh Ben.
" Aneh 'kan? "
" Banget. Waktu dia meminta mahar di kembalikan, kenapa nona muda tidak meminta uang 500 juta yang nona berikan kepadanya? "
" Tidak, aku anggap sedekah sama tamak seperti mereka. "
Ben melirik ke jam di pergelangan tangan kirinya, " Saya permisi kembali ke kantor, nona muda, " pamit Ben.
" Hati-hati Ben. "
" Baik, nona muda. "
Ben beranjak dari sofa, pergi meninggalkan ruang kerja, dan rumah Yoan.
.
.
" Yasmin, apa kamu sudah siap? " tanya seorang pria muda berjalan di belakang Yasmin. Pria tersebut adalah James, seorang pria pernah menjadi suami bohongan Yamuna.
" Berisik, sudah pasti aku siap! " ketus Yasmin, tangannya menyimpan ponsel ke dalam saku celana.
" Aku dengar kamu menikah dengan Ben, Sekretaris Yamuna? " tanya James penasaran.
" Iya, kenapa? "
" Bukannya kamu sangat membenci Yamuna karena Yamuna menikah dengan Cadman. Tapi, kenapa kamu malah menikahi Ben? Ooh....aku tahu. Kamu pasti ingin melakukan balas dendam dengan memanfaatkan orang terdekat Yamuna! " tuduh James.
Mendengar tuduhan James, Yasmin langsung berdiri, menghadap James, " Jaga bicara kamu. Aku menikah dengan Ben, karena aku tulus mencintai nya. Soal Cadman memilih menikah dengan Yamuna, itu sudah menjadi masa lalu ku. Masa depan ku hanya bersama dengan Ben! " sahut Yasmin tegas.
" Salahnya aku tidak percaya. Sekali ular tetap ular, " ceplos James, ia balik badan, " Kamu cepat ke dalam, sebentar lagi kita akan melakukan pemotretan, " sambung James mengingatkan Yasmin. Detik selanjutnya James melangkah masuk ke dalam meninggalkan Yasmin masih di teras Vila dengan wajah kesal.
" Kenapa sulit sekali menjadi orang baik, " gumam Yasmin, kedua tangan berada di samping tubuhnya mengepal erat.
" Yasmin, cepat masuk, ganti baju. Kita akan segera melakukan pengambilan gambar, " teriak kru wanita dari dalam.
__ADS_1
" Baik, " sahut Yasmin patuh.
Yasmin melangkah masuk ke dalam Vila. Dan masuk ke dalam kamar ganti, terlihat di sana ada James sedang memakai baju kasual, leher memakai rantai besi putih, di telinga terdapat beberapa tindik palsu.
" Yasmin, kamu pakai baju ini, " perintah seorang kru wanita, memberikan baju Kasual dengan warna baju sama di pakai oleh James.
" Tema nya apa? " tanya Yasmin, tangannya mengambil baju, tatapannya memandang James.
" Pasangan anak muda. Kamu harus ingat, nanti kamu dan James harus terlihat mesra saat di potret. Gambar ini untuk di jadikan majalah terbit Valentine 2 bulan lagi, " sahut kru wanita.
" Malas banget, " gumam Yasmin tak suka.
Yasmin tak suka oleh James, karena James tadi sudah menuduh dirinya. Karena kontrak kerja sudah di tanda tangani, dan Ben juga sudah memberikan semangat buat Yasmin. Mau tidak mau Yasmin terpaksa melakukan pekerjaan ini selama 3 hari.
20 menit sudah Yasmin berganti pakaian, dan merias wajahnya senatural mungkin. Yasmin juga sudah keluar dari ruang ganti. Kini Yasmin dan James berdiri di tempat pemotretan, di depan mereka ada 2 kru wanita sedang mengarahkan gaya, dan 1 lagi memegang setangkai bunga mawar merah, dan kotak cincin.
" Ingat! senatural mungkin. Gaya nya seperti sedang ingin melamar, dan jangan lupa tunjukkan isi cincin couple dari bahan titanium ini yang sudah kalian pakai saat sesi pemotretan sesi kedua nanti, " arahan dari kru wanita.
" Siap! " sahut James semangat.
" Hem, " dengus Yasmin.
"Kalau gitu cepat, jangan buang-buang waktu lagi, soalnya kita masih banyak pekerjaan lagi," desak kru lainnya.
" Baik, " sahut James dan Yasmin serentak.
Yasmin dan James berjalan menuju tempat pemotretan. Di depan mereka sudah menyala beberapa lampu, dan ada juga kamera sudah siap sedia.
James dan Yasmin mulai memasang gaya. James berlutut memegang cincin, dan bunga, sedangkan Yasmin berdiri di hadapan James.
" Siap! jangan lupa senyum, dan jangan terlihat tegang. Santai aja. Ayo....satu...dua...tiga! " pria di balik kamera memberi aba-aba.
Yasmin, dan James mulai memberikan gaya pasangan sempurna, meski mereka saat ini sedang bertengkar.
Crek!!
Pemotretan pun terus berlangsung sampai beberapa sesi, dengan gaya berbeda.
__ADS_1