SUAMI KE-13

SUAMI KE-13
SK-13 42. Menemui


__ADS_3

Mendengar kebohongan polos Yamuna. Cadman dan Yoan tidak bisa berkata apa pun lagi. Yoan hanya bisa menghela nafas panjang, mengelus dada, dan mencerna semua jika hal ini mungkin adalah hal lumrah bagi pria dewasa di kalangan seperti mereka. Sedangkan Cadman hanya tertunduk malu atas kebohongan Yamuna.


‘Benar-benar wanita ini sudah membuat aku sangat malu di depan Papa. Pasti Papa berfikir aku adalah pria yang tukang jajan,’ batin Cadman.


‘Akhirnya aku punya penerus keluarga Ren. Urusan Andreas biar aku saja yang menanganinya. Kalau Cadman ingin menikah dengan nona muda Yamuna, maka biarkanlah. Yang terpenting aku tidak kehilangan penerus ku,’ batin Yoan.


“ Kenapa kedua pipi Papa memerah? ” tanya Cadman saat melihat kedua pipi Yoan memerah.


Malu mengakui jika dirinya senang. Yoan merubah mimik wajahnya menjadi tegas.


“ Apa kamu tahu hukuman apa yang pantas buat anak seperti kamu? ” tanya Yoan tegas mengalihkan pembicaraan.


Cadman mengangguk, “ Tahu Pa. ”


“ Kalau gitu segeralah keluar dari rumahku. Jangan menampakkan batang hidung kamu, karena aku tidak sudi melihat anak yang ingkar janji seperti kamu! ” tegas Yoan.


“ Tuan Yoan tenang saja. Kami akan datang kemari saat anak ini sudah lahir, ” sambung Yamuna dengan kebohongannya.


Cadman menatap suram Yamuna, “ Apa yang sedang kamu ucapkan. Tidakkah kamu berpikir jika ucapan kamu akan menjadi boomerang bagi kita. Hentikan Yamuna, jangan kamu teruskan lagi, ” ucap Cadman berbisik.


“ Kamu tenang saja, secepatnya masalah ini akan teratasi, ” kedua bola mata Yamuna mengarah ke Yoan, “ Bukan begitu ‘kan tuan Yoan? ” tanya Yamuna sok akrab.


“ Iya, ” sahut Yoan singkat.


Di tengah-tengah kebohongan Yamuna. Benda pipih milik Cadman berdering.


Drrttt!!!drtt!!


Cadman melihat Yoan.


“ Angkat saja,” ucap Yoan.


Cadman pun mengangkat panggilan telpon dari Ben.


📞[ “Halo nona muda. Kita sudah dapat 11 pria yang nona muda inginkan. Kapan kita bisa memulai sandiwara ini?” ] tanya Ben langsung menerobos.


📞[ “Nggak tahu, tanya saja sama Yamuna.” ]


📞[ “Eh, saya pikir nona muda. Kalau gitu mana nona muda, tuan?” ] tanya Ben.

__ADS_1


Cadman memberikan benda pipih miliknya ke Yamuna.


“ Nah, katanya sudah lengkap, ” ucap Cadman dingin.


Yamuna mengambil benda pipih dari tangan Cadman.


📞[ “Kamu serius?” ] tanya Yamuna senang.


📞[ “Iya, saya juga sudah mencetak 12 buku nikah. Saya juga sudah mencari Pak penghulu bohongan yang berada di pelosok kampung, di jamin makyos. Pak penghulu satu ini sangat ahli menipu semua orang. Aku juga sudah mencetak kartu undangan untuk 100 orang, dan aku juga sudah membuat pengumuman. Jadi kapan nona muda akan pulang? Aku sudah tidak sabar bermain drama ini dengan nona muda.” ]


📞[ “Eh, aku! Apa kamu ikut mendaftarkan diri?” ]


📞[ “Tentu saja. 50 juta loh, nona muda.” ]


📞[ “Kalau gitu 1 jam lagi aku akan ke ruang pertemuan. Tapi sebelum aku datang, aku minta kepada kamu untuk menghadirkan 11 pria tersebut. Karena aku ingin melihat secara langsung, apakah pilihan kamu termasuk kategori ku atau tidak.” ]


📞[ “Siap nona muda. Pokoknya Anda terima beres saja nantinya, dan Anda pasti tidak akan menyesal.” ]


📞[ “Kalau gitu aku tutup telponnya.” ]


Yamuna menutup telponnya, dan kembali memberikan ponsel Cadman.


“ Jika ingin pergi, pergilah, ” usir Yoan.


Yamuna langsung berdiri, “ Tuan Yoan. Kalau gitu kami permisi pamit pergi, aku pinjam putra Anda untuk sementara waktu, ” ucap Yamuna.


Cadman berdiri, tubuh sedikit membungkuk, “Pa, aku pergi,” sambung Cadman ikutan pamit pergi.


Yoan tidak memperdulikan ucapan Cadman. Yoan hanya bisa menghela nafas sekali lagi, "Ternyata aku di bohongi," gumam Yoan.


Yamuna dan Cadman berbalik badan. Saat kedua kaki mereka ingin melangkah, terdengar suara Yoan memanggil.


“ Nona muda, dan kamu Cadman. Aku harap kamu jangan mengkhianati Yamuna. Jika kamu ingin menikah, menikahlah. Tapi jangan harap aku akan datang ke pernikahan kalian berdua, ” pesan Yoan.


“ Baik Pa, ” sahut Cadman.


Cadman menggenggam tangan Yamuna, dan menariknya melangkah pergi meninggalkan ruang tamu. Kini langkah kaki Yamuna, dan Cadman terhenti di samping mobil.


“Yamuna. Kenapa kamu berbohong seperti itu. Apa kamu tahu jika Papa mengetahui kita berdua berbohong. Pasti aku akan benar-benar diberi pelajaran oleh Papa saat Papa mengetahui hal yang sebenarnya terjadi,” keluh Cadman.

__ADS_1


Yamuna menepuk bahu kiri Cadman, “ Kamu tenang saja. Sandiwara ini tidak akan bertahan lama. Sekarang mari kita masuk dan bertemu dengan pria-pria tersebut, ” ajak Yamuna.


“ Lebih baik kamu hentikan Yamuna. Aku rela menikah dengan kamu, asal kamu tidak melanjutkan sandiwara ini. Aku mohon! ” pinta Cadman tulus.


“ Jika kamu sudah tahu gimana rasanya sakit hati dikhianati berulang kali. Melihat Suami tidur dengan wanita lain, setelah itu tidur dengan Istri sah nya. Ingin bercerai tapi Suami malah tetap memaksa sang Istri harus bertahan dengan Suami nya, dan hidup di dalam rumah tangga penuh dengan duri. Lalu dicelakai hanya demi membuat pasangan bertahan di rasa sakit yang sudah menumpuk! ” Yamuna menggeleng, “ Kamu tidak tahu rasa seperti itu Cadman.”


Cadman menarik nafas ringan, lalu mengangguk, “ Baiklah. Aku akan ikut di dalam permainan kamu! ” sahut Cadman tanpa membantah kalimat apa pun.


Yamuna menundukkan wajahnya, kedua tangan dengan cepat menghapus jejak air mata di kedua pipi mulusnya.


Cadman membuka pintu, “ Mari masuk, ” ucap Cadman mempersilahkan Yamuna masuk.


Yamuna dan Cadman masuk ke dalam mobil. Cadman dengan cepat menghidupkan mesin mobilnya, lalu memutar stir kemudi nya. Selama 1 jam perjalanan menuju Perusahaan milik Yamuna. Yamuna dan Cadman hanya diam membisu di dalam mobil. Kini mobil Cadman sudah memasuki parkir perusahaan milik Yamuna.


“ Kita sudah sampai, ” ucap Cadman.


“ Iya, kalau gitu aku turun duluan, ” sahut Yamuna, membuka seatbelt dan turun dari mobil.


Dengan baju daster, sandal jepit, rambut berantakan, Yamuna berjalan masuk dengan santainya ke dalam perusahaan miliknya. Pakaian Yamuna sederhana seperti ini membuat semua mata karyawan memandang heran ke arahnya.


“ Nona muda, apakah Anda baik-baik saja? ” tanya salah satu karyawannya.


“ Iya. Apa Ben dan yang lain ada di ruang rapat? ” tanya Yamuna menghentikan langkahnya di depan meja karyawannya.


“ Iya, Ben dan 11 orang pria berwajah tampan ada di dalam ruang rapat. Katanya nona muda akan menikah dengan pria-pria itu? ” sambung karyawan lainnya.


Yamuna mengangguk.


“ Wih…pasti seru menikah dengan 11 pria tampan. Mana cakep-cakep, ” sambung karyawan lainnya.


“ Kalau gitu aku pergi dulu, ” pamit Yamuna.


Yamuna pun meninggalkan meja karyawannya. Kedua kakinya terus melangkah cepat masuk ke lift, dan menuju ruang rapat.


Ting!


Pintu lift terbuka.


Yamuna kembali melangkahkan kedua kakinya menuju ruang rapat.

__ADS_1


...Bersambung...


__ADS_2