SUAMI KE-13

SUAMI KE-13
SK-13 72. Mulai terbius


__ADS_3

Cadman, dan Chandra sudah berada di ruangan kerja. Cadman, dan Chandra duduk di sofa. Wajah Chandra terlihat serius memandang wajah Cadman. Membuat Cadman risih dengan pandangan Chandra.


“ Kenapa kamu terus memandangiku seperti itu? ” tanya Cadman datar.


“ Jika saya katakan yang sesungguhnya, apakah tuan muda akan mendengarnya? ” tanya Chandra kembali.


“ Apa itu, katakan saja! ” tegas Cadman berusaha tenang meski hatinya sedang dilanda kegelisahan.


Chandra mengeluarkan tab miliknya, lalu menunjukkan rekaman CCTV berisi tentang percakapan Zahfar dengan anak buahnya di sebuah ruang makan privat.


...****************...


...‘ Cadman : Aku menginginkan Yamuna untuk menjadi boneka ku. Bagaimanapun ceritanya Yamuna harus menjadi milikku. Jika Cadman tidak memberikan aku kesempatan untuk menjadikan Yamuna menjadi boneka ku, maka aku akan mengubah Yamuna menjadi boneka sungguhan. Kamu tahu 'kan maksud ku....


...Anak buah : Tapi kenapa harus nona muda Yamuna? dan kenapa Bos tidak mengambil saja upah besar dari wanita yang bernama Yasmin itu untuk menghabisi nona muda Yamuna. Bukannya pada akhirnya Bos juga akan menghabisi Yamuna untuk…...


...Brak!!...


...Bug!...


...Cadman : Berani kamu ikut campur dengan urusan ku! ’...


......................


Chandra langsung mematikan rekaman CCTV saat melihat Cadman sudah berwajah suram, nafas di dadanya terlihat menggebu-gebu, dan kedua tangan diletakkan di atas paha mengepal erat sampai menunjukkan urat-urat di punggung tangannya.


“ Tuan muda, apakah tuan baik-baik saja? ” tanya Chandra sedikit kuatir saat melihat wajah Cadman tampak seperti ingin menghabisi musuhnya.


“ Aku tidak baik, ” Cadman mengubah arah pandangannya menghadap Chandra, “Darimana kamu mendapatkan rekaman CCTV itu?” sambung Cadman ingin mengetahui darimana Chandra bisa mendapatkan rekaman CCTV mengenai percakapan Zahfar dan anak buahnya.


“ Bukannya Anda lupa siapa saya, tuan! ” sahut Chandra sedikit menyombongkan dirinya.

__ADS_1


Meski Chandra adalah Sekretaris aneh. Tapi, Chandra sebenarnya adalah seorang pria ahli di dalam hal apa pun. Bisa di bilang Cadman sangat beruntung mendapatkan karyawan seperti Chandra.


“ Diam lah. Aku sedikit muak mendengar kesombongan kamu! ” ucap Cadman memutus kesombongan Chandra.


“ Baiklah, lagian aku tidak memaksakan tuan muda untuk mendengarkan keahlianku! ” sahut Chandra datar, tangannya meletakkan tab di atas meja, lalu Chandra memandang serius wajah Cadman, “ Sebelum Zahfar berjalan terlalu jauh mendekati nona muda Yamuna. Apa yang harus kita lakukan? ” sambung Chandra memberi usulan untuk Cadman harus segera bertindak sebelum semua terlambat.


“ Aku akan membongkar kedok Zahfar yang berpura-pura lumpuh. Aku juga akan membuka Identitas asli siapa Zahfar di depan Yamuna, ” ucap Cadman dengan rencananya sendiri.


“ Tapi tuan, bukannya itu akan merugikan diri Anda sendiri. Kenapa Anda tidak langsung saja menyingkirkan Zahfar, sebelum ia merebut nona muda Yamuna dari Anda, ” usul Chandra gregetan mendengar rencana bodoh Cadman.


“ Zahfar adalah Iblis, jika kita menyerang Iblis secara langsung, maka kita yang akan kalah. Lebih baik kita bermain secara halus. Tentang Yamuna, aku sangat yakin jika Yamuna akan baik-baik saja. Dan Zahfar tidak mungkin akan langsung menyakiti Yamuna, ” ucap Cadman serius, dan berusaha untuk tidak mengambil tindakan gegabah demi Yamuna.


“ Anda benar juga, ” gumam Chandra mengangguk, tangannya mengelus dagu licinnya.


“ Sepertinya kita sudahi percakapan ini. Lebih baik kita bertemu dengan Distributor, ” ajak Cadman, ia berdiri, merapihkan jasnya, lalu berjalan meninggalkan ruangannya, dan di susul Chandra dari belakang.


Cadman, dan Chandra masuk ke dalam mobil milik Cadman. Mobil mereka pun melaju meninggalkan parkiran Perusahaan menuju ke kantor Distributor.


.


.


Yamuna sedang sibuk mengerjakan beberapa Dokumen akhir bulan di dalam ruang kerjanya. Sedangkan Ben terus memandang syal bunga-bunga melingkar di jenjang leher Yamuna, dari meja kerjanya.


“ Apakah nona muda sedang sakit? Tidak seperti biasanya nona muda memakai syal saat kerja. Sebaiknya aku membuatkan minuman coklat yang hangat buat nona muda, ” gumam Ben, ia beranjak meninggalkan kursinya menuju dapur untuk membuatkan minuman hangat buat Yamuna.


10 menit kemudian Ben keluar dari dapur, kedua tangan memegang nampan kecil berisi segelas coklat panas, dan beberapa cemilan buat Yamuna. Ben pun berjalan cepat menuju ruangan kerja Yamuna.


Tok!tok!


“ Masuk saja, ” sahut Yamuna mempersilahkan masuk.

__ADS_1


Ben pun masuk ke dalam ruangan Yamuna. Melihat Ben masuk dengan membawa nampan berisi secangkir coklat panas, dan beberapa cemilan, dahi Yamuna mengernyit.


“ Kenapa kamu membawa itu? ” tanya Yamuna bingung. Tatapannya lurus ke Ben sedang berdiri di sisi kiri mejanya, meletakan gelas berisi coklat panas dan beberapa cemilan.


“ Saya melihat wajah nona muda tampak letih, nona muda Yamuna juga sedang memakai syal di jenjang lehernya. Saya sangat yakin jika nona muda Yamuna sepertinya sedang sakit. Jadi, saya berinisiatif untuk memberikan nona muda Yamuna minuman hangat untuk penambah stamina, dan cemilan pengganjal perut agar tidak gampang masuk angin. Jika saya tidak mengurus nona muda di sini, bisa-bisa Suami, nona muda yang berwajah datar dan dingin itu marah kepada saya, ” sahut Ben tanpa memberikan Yamuna penjelasan untuk berbicara.


Yamuna hanya menghela nafas panjang, tangannya meraup kasar wajahnya.


‘ Haih, aku memang sakit. Tapi sakit, dan bekas yang harus aku tutupi adalah bekas kenikmatan. Cadman sangat membuat aku terbuai dan terlena dengan kenikmatan tersebut. Sampai-sampai aku menginginkannya lagi…dan lagi. Eh..maaf-maaf, apa sih yang aku pikirkan. Ternyata seperti ini rasanya jika kita sudah kena racun cinta dengan orang yang tepat. Rasanya tidak ingin jauh darinya, dan ingin mengulang rasa yang sama. Sehingga aku melupakan semua rasa sakit yang pernah aku dapatkan dari Farran, ’ batin Yamuna, bibirnya malah senyum-senyum sendiri mengingat kejadian tadi pagi.


Kring!!!


Telepon Yamuna berdering, membuat Yamuna tadi sedang mengkhayal harus kembali tersadar. Yamuna mengangkat panggilan teleponnya setelah melihat nama pemanggil adalah Zahfar.


📞[ “ Halo, selamat pagi. ” ] sapa Yamuna ketika sudah mengangkat panggilan teleponnya.


📞[ “ Pagi, sedang apa? ” ] tanya Zahfar lembut.


📞[ “ Maaf, langsung ke intinya saja. Presdir ingin mengatakan apa, ya? ” ] tanya Yamuna langsung pada intinya, tatapannya memandang lurus ke Ben sedang berdiri di depan meja kerjanya. Dan kedua bahunya menaik saat Ben bertanya dengan bahasa bibir.


📞[ “ Hanya ingin memastikan jika nona muda sampai ke Perusahaan dengan keadaan selamat. ” ] sahut Zahfar santai dari sebrang sana.


📞[ “ Aku sudah memiliki Suami, sudah pasti aku di antar dan di jemput dengan selamat. Maaf ya, jika tidak ada pertanyaan lainnya lebih baik kita akhir saja. Karena aku masih ada pekerjaan. Selamat pagi. ” ] putus Yamuna langsung mematikan teleponnya, merasa risih dengan semua pertanyaan Zahfar.


“ Nona muda, kenapa? ” tanya Ben saat melihat wajah Yamuna cemberut.


“ Presdir Zahfar bertanya dengan basa-basi yang payah. Membuat aku geli, dan teringat dengan Farran yang suka menggombal wanita, ” sahut Yamuna, tangannya mematikan ponsel miliknya agar Zahfar tidak bisa meneleponnya lagi.


“ Dari prediksi yang saat lihat sepertinya Presdir Zahfar menyukai nona muda, ” ucap Ben makin memperjelas gelagat Zahfar.


“ Di hatiku saat ini hanya ada Cadman, ” gumam Yamuna, dagunya ia topang di kedua punggung tangannya.

__ADS_1


Yamuna benar-benar mulai merasakan sihir cinta tulus dari Cadman.


...Bersambung...


__ADS_2