SUAMI KE-13

SUAMI KE-13
SK-13 105. Kejanggalan dari raut wajah Bibi Ratna


__ADS_3

Setelah diperlakukan kasar oleh Yuyun, Bibi Ratna berjalan cepat menuju dapur. Namun saat Bibi hendak masuk ke ruang dapur, Bibi Ratna tertabrak bidang dada Yamuna.


Bug!


“ Maaf non…maaf nona muda, ” ucap Bibi Ratna berulang kali mengucapkan kata maaf.


“ Kenapa Bibi berjalan terburu-buru. Apa ada seseorang yang sedang mengejar Bibi? ” tanya Yamuna penuh selidik.


“ Anu…nona..sih, Yu…”


“ Maaf nona muda, apa ada pekerjaan yang bisa saya kerjakan? ” tanya Yuyun menyela Bibi Ratna.


Kedatangan Yuyun membuat wajah Bibi Ratna berubah panik, Bibi Ratna langsung bergegas masuk ke ruang dapur, bepura-pura seperti sedang memasak air untuk menyeduh teh buat Yasmin dan Yamuna.


“ Aku tidak tahu pekerjaan apa yang akan di lakukan oleh kamu. Jadi sebaiknya kamu tanyakan saja kepada Bibi Ratna, ” sahut Yamuna tenang. Meski Yamuna sedang mencurigai gelagat Bibi Ratna dan Yuyun. Tapi Yamuna berusaha tenang, dan pura-pura tidak menyadari kejanggalan dari raut wajah Bibi Ratna.


“ Bi, buat kan aku coklat panas, jangan lupa berikan aku cemilan dari rumah orang banyak harta ini, ” teriak Yasmin dari depan pintu ruang dapur, menyindir Yamuna.


“ Baik, nona. Kalau nona muda Yamuna ingin di buatkan teh apa? ” tanya Bibi Ratna dengan suara gemetar.


“ Sama, kami tunggu di taman belakang, Bi, ” sahut Yamuna.


Yamuna dan Yasmin balik badan, kaki mereka serentak melangkah pergi meninggalkan ruang dapur. Meninggalkan Yuyun bersama Bibi Ratna. Namun, di sela kepergian mereka, Yasmin sengaja mengobrol dengan Yamuna, dan berpura-pura melangkah pergi saat mereka tahu ada sepasang mata mengintip langkah mereka dari pintu ruang dapur. Merasa sepasang mata itu sudah tidak mengintai pergerakan mereka lagi. Yasmin menahan pergelangan tangan Yamuna.


“ Yamuna, sepertinya ada yang tidak beres, ” bisik Yasmin.


“ Iya, apa kamu ingin mencoba menguping pembicaraan mereka berdua? ” tanya Yamuna ikutan berbisik.


“ Tentu saja, aku penasaran pembicaraan apa yang akan di bicarakan Yuyun kepada Bibi Ratna, sampai-sampai wajah Bibi Ratna tadi terlihat ketakutan saat kedatangan Yuyun, ” jelas Yasmin, ternyata ia juga melihat gelagat Bibi tampak ketakutan tadi.


“ Ternyata kamu juga melihatnya? Kalau begitu mari kita intip, ” ajak Yamuna, tangannya menggenggam erat pergelangan tangan Yasmin.


Yamuna dan Yasmin pun melangkah secara serentak menuju ruang dapur, dengan menahan langkah kaki mereka sandal rumah mereka agar tidak kedengaran.


Langkah kaki Yamuna, dan Yasmin terhenti di dinding dapur. Tentang kecurigaan mereka ternyata benar, terdengar suara Yuyun sedang memarahi Bibi Ratna di ruang dapur.


“ Hei, wanita tua. Apa kamu beneran tidak takut dengan ancamanku. Awas saja kalau kamu sempat mengadu tentang perbuatanku kepada Yamuna, Yoan, atau Cadman. Aku akan menjamin, jika tulang-tulang kamu yang rapuh itu tidak akan…”

__ADS_1


Tidak suka mendengar ancaman Yuyun kepada Bibi Ratna. Yamuna, dan Yasmin langsung masuk ke ruang dapur, memasang wajah tersenyum palsu kepada Bibi.


“ Oh ya, Bi..” panggilan Yamuna terhenti saat melihat sekilas tangan Yuyun mencubit perut bagian samping Bibi Ratna. Tidak ingin dicurigai oleh Yuyun, Yamuna kembali melanjutkan ucapannya, “ Aku lupa, tolong belikan aku susu segar, dan buah segar di luar. ”


“ Biar saya saja yang membelikannya ke luar nona muda, ” sahut Yuyun menyela.


Yasmin melirik tajam ke Yuyun, “ Kalau gitu belikan aku Kebab, atau belikan aku telur gulung yang hanya di jual di sekolah SD, ” perintah Yasmin, ia ingin mengerjain Yuyun.


Iya kali kalau masih ada wawak tukang jualan telur gulung jam segini!


“ Tapi saya…”


“ Sudah belikan saja. Yasmin sedang hamil muda, jadi kamu harus menuruti perintahnya, kalau dia datang ke sini, ” sela Yamuna berbohong.


“ Loh..kok! ”


Krak!


Yamuna menginjak unjung jempol kaki Yasmin, membuat Yasmin terdiam, merintis kesakitan.


“ Ini duitnya, ” ucap Yamuna memberikan uang sebanyak Rp. 500,000, ribu, kepada Yuyun.


“ Kamu bisa membeli apa saja dengan uang itu, dan cepat kembali, ” sahut Yamuna datar.


“ Baik, ” sahut Yuyun.


“ Kenapa kamu masih belum pergi? ” tanya Yasmin melihat Yuyun tidak bergerak dari tempat ia berdiri, dan pandangannya masih terus tertuju kepada Bibi Ratna sedang mengaduk minuman buat Yamuna, dan Yasmin.


“ Apa saya tidak boleh meminta Bibi Ratna menemani saya? ” tanya Yuyun beralasan.


“ Tidak. Entar kalau Papa mertua pulang, dan tidak ada 1 orang ART di rumah. Maka Papa mertua akan sangat marah nantinya kepadaku! ” sahut Yamuna tegas.


“ Baiklah, saya pamit pergi dulu, nona, ” pamit Yuyun.


Yuyun akhirnya melangkah pergi dengan wajah sendu.


“ Bi, tolong antarkan minumannya ke taman belakang, ” pinta Yamuna sopan.

__ADS_1


“ Baik nona muda, ” sahut Bibi.


Yamuna, dan Yasmin balik badan, mereka melangkah pergi meninggalkan ruang dapur, menuju taman belakang, diikuti Bibi Ratna membawa nampan berisi minuman, dan cemilan ringan permintaan Yasmin.


Sesampainya di taman belakang, Yamuna, dan Yasmin duduk di bangku berlas busa empuk. Bibi Ratna meletakkan cemilan ringan, 2 cangkir minuman coklat panas milik Yamuna, dan Yasmin.


“ Bi, apakah aku boleh bertanya sesuatu? ” tanya Yamuna, menatap wajah tenang Bibi Ratna.


“ Boleh, tanyakan saja nona muda, ” sahut Bibi di sela senyum paksanya.


“Apa yang sudah Yuyun lakukan kepada Bibi?” tanya Yamuna serius, membuat Bibi Ratna terkejut.


“ A-apa maksud ucapan nona muda? ” Bibi Ratna balik bertanya dengan nada suara gemetar.


“ Jangan berbohong, Bibi jujur saja kepada kami, ” sambung Yasmin, ia iba saat melihat suara gemetar Bibi Ratna.


Bibi Ratna melirik sejenak ke pintu belakang, memastikan apakah Yuyun sudah kembali atau tidak. Merasa sudah cukup aman, Bibi mulai buka suara, menceritakan perbuatan buruk Yuyun kepadanya dalam satu hari ini.


“ Jadi, Yuyun ingin memikat hati Papa?! ” tanya Yamuna histeris.


“ Usstt….tolong jangan keras-keras bicaranya nona muda. Kalau Yuyun sampai tahu, bisa habis Bibi di buatnya, ” ucap Bibi Ratna setengah memohon.


“ Bibi tenang saja, ada aku yang akan melindungi Bibi dari kejahatan Yuyun, ” ucap Yamuna ingin menenangkan Bibi Ratna.


“ Terimakasih nona muda. Tapi sepertinya sata tidak butuh perlindungan nona muda, nona muda lagi hamil muda, dan seharusnya yang menjaga nona muda di rumah saat tuan besar, dan tuan muda tidak ada itu saya, bukan nona muda, ” tolak Bibi Ratna lembut.


“ Benar kata Bibi Ratna, jangan sok yakin kamu. Kamu saja kerjaannya molor mulu sekarang. Sok-sokan mau menjaga Bibi Ratna, ” sambung Yasmin kesal.


“ Apaan sih! Sirik amat, ” gumam Yamuna ikutan kesal.


“ Sudah, kamu itu cukup diam saja. Karena aku lagi tidak ada pekerjaan pemotretan, maka aku akan sering datang berkunjung untuk menemani kamu di rumah, ” ucap Yasmin terdengar yakin.


“ Tidak perlu repot-repot, aku bisa menjaga diri ku sendiri. Kalau aku butuh teman, paling aku akan memanggil Ben untuk datang ke sini, ” tolak Yamuna lembut.


“ Tuh…ini nih yang buat aku nggak suka sama kamu. Kamu itu berbicara seolah kamu itu ingin memiliki Ben. Kamu harus ingat, kalau Ben itu adalah milikku. Bukan milik kamu! ” ucap Yasmin cemburu.


“ Kamu juga harus ingat, jika uang belanjag dan kebutuhan kamu itu uang hasil kerja keras Ben, gaji Ben. Dan semua uang itu dari aku! Kalau kamu tidak ingin calon Suami kamu aku suruh-suruh, sudah kamu letakkan saja Ben di dalam kandang burung, atau kamu buatkan ia Perusahaan. Ribet amat! ” omel Yamuna.

__ADS_1


“ Terserah kamu saja, ” ketus Yasmin terdengar tidak senang.


...Bersambung ...


__ADS_2