SUAMI KE-13

SUAMI KE-13
SK-13 92. Wajah Malaikat, berhati Psikopat


__ADS_3

Setelah selesai mengucapkan kata ‘maaf’ pada satu sama lain di dalam kamar. Cadman, dan Yamuna turun, menuju dapur. Cadman ingin membuatkan makanan buat Yamuna, sebagai bonus permintaan maafnya. Sesampainya di dapur, Yamuna, dan Cadman terkejut saat melihat meja makan sudah penuh dengan banyak makanan dan minuman. Ada Ben, Chandra dan Yoan duduk di kursi utama.


“ Ben, kenapa kamu ke sini? ” tanya Yamuna bingung, ia berjalan mendekati Ben, dan berdiri di samping kursi.


“ Pagi nona muda Yamuna. Saya ke sini karena saya kuatir tentang keadaan nona muda, ” sahut Ben jujur.


“ A-aku baik-baik saja kok. Kamu tidak perlu terlalu mengkuatirkan aku, ” ucap Yamuna sedikit gugup.


“ Chandra, kenapa kamu juga ke sini. Apa kamu sudah mendapatkan semua informasi yang aku inginkan? ” tanya Cadman datar, ia menatap ke Chandra duduk di depannya.


“ Sudah, saya juga sudah tahu darimana Subandari bisa tahu jika nona muda…” Chandra menggantung ucapannya saat melihat wajah Yamuna tampak sendu, lalu Chandra menatap Cadman, “ Tidak jadi, sebaiknya kita bahas di ruangan kerja tuan saja, ” sambung Chandra mengakhiri ucapannya.


“ Sudah-sudah, mari kita makan sebelum semua masakan yang di bawa Ben, dan Chandra ini dingin, ” sambung Yoan memutus percakapan mereka.


Yamuna berjalan menuju kursi kosong di sisi kiri Cadman, dan duduk di sana.


“ Biar aku yang ambilkan, kamu duduk saja, ” perintah Cadman, ia mengambil piring, dan meletakkan nasi, dan beberapa lauk di dalam piring.


Perbuatan Cadman membuat Yoan, Ben, dan Chandra terkejut. Setahu mereka Cadman adalah pria dingin, dan tidak memperdulikan siapa pun. Namun, saat bersama Yamuna, sikapnya berbanding terbalik.


Merasa risih di tatap penuh tanya dan aneh, Cadman mendelik, dan mendengus kesal. Membuat Yoan, Ben, dan Chandra fokus kepada piring mereka, dan melahap makanan. Cadman, dan Yamuna pun makan, setelah mereka baca doa bersama-sama. Membuat Chandra, Ben, dan Yoan, tadi sudah melahap makanan tanpa membaca doa, meletakkan garpu, dan sendok mereka, lalu membaca doa makan. Dan kembali menikmati makanan mereka.


30 menit sudah berlalu. Cadman, Yamuna, Yoan, Ben, dan Chandara sudah selesai makan. Ben, dan Chandra juga sudah selesai membasuh piring kotor, bekas mereka makan.


“ Chandra, Ben. Kalian berdua ikut aku ke ruangan ku, ” perintah Cadman, ia berdiri dari kursinya.


“ Aku ikut. Aku juga ingin mengetahui siapa Subandari sebenarnya, ” pinta Yamuna, tangannya menahan lengan Cadman, dan wajah terlihat polos menatap wajah datar Cadman.


“ Baiklah, ” ucap Cadman terdengar pasrah, ia tak kuat di tatapan seperti itu oleh Yamuna.


“ Tapi tuan…”


“ Sudah, kamu tenang saja, ” sela Cadman memutus ucapan Chandra.


“ Kalau gitu kalian duluan saja ke dalam. Papa akan buatkan minuman buat kalian semua, ” ucap Yoan mempersilahkan untuk masuk duluan.


Yoan tidak ingi ikut cepat-cepat, sebab ia tidak ingin terlalu banyak ikut campur masalah Cadman.

__ADS_1


Cadman tidak menjawab, ia hanya diam, menatap wajah serius Yoan. Melihat Yoan mengangguk, Cadman beralih pada Yamuna masih terus menatapnya dari sisi lain.


“ Ayo, sayang, ” ajak Cadman, tangannya merangkul tubuh Yamuna, dan membawa Yamuna berjalan di dalam rangkulannya menuju ruang kerjanya tak jauh dari ruang Tv keluarga.


Kini langkah Ben, Yamuna, Cadman, dan Chandra, sudah berada di dalam ruang kerja pribadi milik Cadman. Mereka juga sudah duduk di sofa empuk tersedia di dalam ruang kerja pribadi Cadman.


“ Bukti apa yang ingin kamu sampaikan? ” tanya Cadman kepada Chandra, membuka topik pembicaraan.


Chandra berdiri, ia berjalan mendekati Cadman, dan berdiri di samping. Chandra membuka tab miliknya, dan menunjukkan beberapa bukti tentang siapa Aprilia Subandari, dan kenapa dia bisa mengetahui tentang kejadian buruk menimpa Yamuna.


“ Aku sudah melihatnya, tapi aku ingin mendengar penjelasan dari mulut kamu sendiri, ” pinta Cadman, menatap serius wajah Chandra.


“ Kalau gitu izinkan saya menjelaskan semua informasi terselubung tentang Aprilia Subandari, ” sahut Chandra tegas.


“ Silahkan, kamu juga boleh duduk, ” ucap Cadman mempersilahkan Chandra kembali duduk.


Chandra berjalan kembali ke sofa, dan duduk di sana.


“ Begini, Aprilia Subandari, adalah model cantik dengan postur tubuh dan tinggi sangat ideal. Umur nya juga masih muda. Namun, di balik wajah cantik, tubuh, dan tinggi ideal, Subandari adalah wanita yang sangat licik. Subandari bisa melakukan apa saja demi membahagiakan dirinya, dengan barang mewah. Kalian pasti tahu apa yang saya maksud. Nah, jadi kenapa Subandari bisa mengetahui jika nona muda Yamuna mengalami kejadian buruk yang dilakukan oleh Zahfar. Semua itu karena Subandari ternyata adalah satu-satunya wanita Zahfar yang tidak pernah ke publis. Dan Zahfar membayar sangat mahal setiap kali mereka bergumul. Kenapa seperti itu? karena Subandari sangat ahli dalam merayu, dan cara memuaskan Zahfar. Dan satu lagi yang sangat penting. Kenapa Zahfar sangat mudah melumpuhkan semua targetnya? Semua itu ternyata adalah kontrak kerja sama dengan Subandari. Subandari yang diam-diam memasuki kawasan para musuh, mencari titik lemahnya di mana. Alasan kenapa Subandari mendekati tuan muda Cadman adalah karena yang ia tahu jika sumber uangnya sudah meninggal dunia akibat ulah kita. Karena saya tidak memiliki titik kelemahan, Subandari menargetkan tuan muda, dan ingin menghancurkan rumah tangga tuan, dan nona muda. Itu saja informasi dari saya, ” jelas Chandra panjang lebar, membuat Cadman, Yamuna, dan Ben sesekali mengerutkan dahi dan menaikkan alisnya saat mendengar penjelasan Chandra.


“ Karena mereka terlalu sepele dengan tuan muda, dan saya, ” jelas Chandra mulai menyombongkan dirinya.


“ Oh, ” sahut Cadman mengangguk. Cadman menatap serius wajah Chandra, “ Lalu apa yang kamu lakukan saat ini dengan Subandari? ” sambung Cadman penasaran.


“ Tentu saja….” gumam Chandra, bola matanya mendadak liar ke sana kemari, tangannya juga menggaruk rambut bagian belakangnya.


“ Tentu saja kenapa? ” sela Cadman semakin penasaran. Cadman sangat tahu siapa Chandra, dan sudah pasti Subandari tidak akan lolos dari genggaman Chandra, Sekertaris anehnya, psikopat, dan berpikiran mesum, ini.


“ Ha ha ha, tentu saja tuan muda pasti sudah tahu, ” sahut Chandra di sela tawa sumbangnya, ia melirik ke Yamuna, “ Nona muda Yamuna tenang saja, Subandari tidak akan muncul lagi di hadapan nona muda, dan dia juga aku pastikan tidak akan pernah muncul di muka bumi ini, ” sambung Chandra sedikit kikuk.


“ Emang kamu melakukan hal apa, kepada Subandari? ” tanya Yamuna lembut, dan manja.


“ Ha ha ha, tentu saja saya sudah mengirimnya ke Surga, tapi sebelum itu saya menikmati dulu…eh! ”


Karena ucapan lembut, dan manja Yamuna, membuat Chandra terhanyut dan sampai keceplosan.


“ Apa kamu membunuhnya? ” tanya Yamuna kembali dengan wajah polos, dan suara lembut.

__ADS_1


“ Tentu, ” sahut Chandra kembali keceplosan.


“ Eh..menyeramkan! ” gumam Yamuna bergidik ngeri melihat wajah tampan seperti malaikat, ternyata tersimpan sifat psikopat.


“ Haih! Kenapa kamu tidak memberikan ia kesempatan untuk menebus semua kesalahannya? ” tanya Cadman dengan wajah frustasi.


“ Maaf tuan muda, saya bukan Tuhan. Wanita seperti Subandari tidak pantas mendapat kesempatan kedua. Dan kalau saya memberikan kesempatan kedua kepada wanita sudah banyak merusak rumah tangga orang lain, dan bahkan sudah merusak nona muda Yamuna. Maka sama saja, saya seperti membebaskan seorang pecandu yang katanya sudah bertaubat. Sifat seperti wanita itu adalah candu, dan orang yang kecanduan jika bertaubat pasti akan kembali lagi. Tidak ada kata taubat di hatinya, ” sahut Chandra terdengar kesal, dan geram.


“ Berarti unggahan postingannya tadi subuh itu, Subandari ada bersama kamu, ” sambung Ben ikut berbicara, ia mengambil ponsel miliknya, dan membuka 1 foto tersisa di dalam akun media sosial milik Subandari, “Lihat, di sini captionnya, ‘aduh enak, jos! Besar dan panjang, lain dari yang lain’. Apa ini maksudnya coba?” sambung Ben menunjukkan postingan Subandari hanya berbalut selimut di sebuah kamar Hotel.


“ Anak kecil tidak usah melihat postingan seperti ini, ” teriak Chandra, ia merampas ponsel Ben.


“ Aku tidak anak kecil. Sekarang kamu jujur, apa kamu beneran sudah menghabisi nyawa Subandari? ” desak Ben.


“ Iya, kenapa?! ”


“ Pantes saja, ada beritanya jika Subandari di temukan tewas di dalam kamar Hotel, karena menggaris kedua pergelangan tangannya sendiri, ” gumam Ben.


“ Aku jadi takut melihat cashing wajah malaikat, kamu! ” gumam Yamuna dengan polos, menatap ngeri ke Chandra terlihat bias-biasa saja.


“ He he he, nona muda Yamuna tenang saja. Saya tidak akan melakukan hal buruk kepada orang yang baik. Saya hanya bisa melakukan kepada manusia yang mengusik ketenangan tuan muda Cadman saja, ” jelas Chandra di sela tawa sumbang nya.


Tok!tok!


Pintu ruagan terbuka, terlihat Yoan masuk ke dalam, kedua tangan memegang nampan berisi 5 cangkir berisi teh, coklat panas, dan kopi, di setiap gelasnya.


“Sepertinya perbincangan kalian sangat seru,” ucap Yoan, ia berjalan mendekati sofa, dan meletakkan nampan berisi gelas di atas meja.


“ Pa, apa Papa tahu jika Chandra berwajah malaikat, tapi hati psikopat? ” tanya Yamuna polos.


“ Tentu! ” sahut Yoan singkat, membuat Yamuna bertambah ngeri.


“ Ternyata aku saja yang tidak tahu, ” gumam Yamuna, ia menatap ngeri senyum manis di wajah tampan Chandra, “ Senyum palsu yang sangat handal, ” sambung Yamuna kembali bergumam.


Cadman, Yoan, Chandra, Ben, dan Yamuna pun menikmati minuman buatan Yoan, sambil berbincang hangat.


...Bersambung ...

__ADS_1


__ADS_2