SUAMI KE-13

SUAMI KE-13
SK-13 148


__ADS_3

Mobil dinaiki Cadman dan Yamuna, sudah terparkir rapih di garasi mobil. Cadman dan Yamuna juga sudah berada di rumah, duduk di ruang Tv, menonton film drama korea kesukaan Yamuna. Begitu juga Cadman, ikut menonton meski sebenarnya ia tak suka.


Sangking serunya menonton drama korea tentang perselingkuhan kalangan kelas atas, atau sesama pebisnis. Yamuna sampai-sampai terus mencubit paha Cadman dan mengumpat.


“ Akh..rasakan! siapa suruh kau berselingkuh. Jangan mentang-mentang duit mu sekarang lagi banyak, kau bisa menyelingkuhi istri mu. Kau lihat! Lihat pakai bijik mata kepala mu. Istri yang sudah melahirkan kedua anak kau itu sangat cantik. Daripada wanita selingkuhan kau. Jangan bilang kau berselingkuh karena ingin menaikkan pamor. Oh…atau, atau kau hanya ingin merebut semua harta milik Istri mu. Dasar kau…”


Tit!


Cadman ikutan emosi langsung mematikan siaran tv. Yamuna sedari tadi mengomel langsung terdiam, memandang sinis Cadman duduk di sisi kanannya.


“ Itu hanya drama sayang. Kenapa kamu yang marah-marah di sini. Lihatlah lengan ku sudah penuh dengan bekas kuku kamu. Belum lagi paha ku yang terus kamu pukul, ” tunjuk Cadman ke lengan kanan merah-merah, bekas kuku Yamuna.


“ Habis, suaminya jahat. Haa…hiks..hiks! nggak tega lihat istrinya, uwaaa...” sahut Yamuna di sela tangisan, efek terbawa suasana menonton perselingkuhan drama korea.


“ Berati pembuat skenarionya bagus. Dan pemain yang memerankannya juga sangat bagus, ” Cadman menarik tubuh Yamuna, memeluk Yamuna, dan menenangkannya, “Sudah jangan nangis lagi. Apa kamu seperti ini karena masih kepikiran ucapan Subandari?”


Yamuna langsung melepaskan pelukannya, menyeka air mata membasahi kedua pipinya. Dengan kedua bola mata berkaca-kaca, Yamuna menatap Cadman.


“ Nggak, tapi aku jadi teringat tentang mantan suami ku dulu, Farran. Dia terus berkata, ‘tidak, aku tidak menyelingkuhi kamu. Wanita itu lah yang telah menggodaku’. Tapi nyatanya apa, seprai selalu ada noda. Dan baju kemeja Farran juga selalu tercium bau harum. Dan lebih menyakitkan lagi, Farran yang su…”


“ Sudah jangan menangis lagi. Itu hanya mimpi buruk kamu. Sekarang kamu adalah milikku, kamu juga adalah wanita ku satu-satunya. Jadi mana mungkin aku melakukan hal itu di belakang kamu. Aku kasih tahu sama kamu. Melakukan hubungan bebas akan berdampak buruk bagi pasangan, anak kita, dan ke diri sendiri. Jadi aku tidak mau melukai orang yang aku sayang termasuk diri sendiri, ” jelas Cadman menenangkan hati Yamuna.


Cadman pun berulang kali mencium wajah Yamuna, setelah tangisan Yamuna mereda, Cadman menghidupkan tv nya kembali. Terlihat siaran tv sudah berganti menjadi trailer. Yamuna melihat itu hanya bisa memanyunkan bibirnya.


“ ‘Kan habis, ” keluh Yamuna sembari menyandarkan tubuhnya.


“ Ini filmnya enak kok, lihat aja, ” bujuk Cadman, tangannya menarik tubuh Yamuna, membawa Yamuna menyandarkan tubuhnya di dalam pelukannya.


" Nggak enak, aku mau tukar. Cari film lain, " rengek Yamuna manja.

__ADS_1


" Iya...ia, " sahut Cadman patuh, tangannya langsung mengganti siaran tv.


Setelah berulang kali menukar siaran Tv, akhirnya mereka mentok ke siaran bocah kembar dari Negeri tetangga.


.


.


Di rumah Chandra. Chandra terlihat sedang duduk termenung di teras belakang rumahnya. Menatap lurus ke sepasang kalkun sedang bermain bersama anaknya di dalam kandangan. Geulis baru saja keluar dari belakang, membawa nampan berisi teh herbal dan cemilan ringan, ikut menatap lurus ke sepasang kalkun. Langkah kaki Geulis pun terhenti di samping meja, sembari meletakkan nampan berisi gelas teh herbal dan cemilan ringan.


“ Abang kenapa terus melihat kalkun itu? ” tanya Geulis sembari mendudukkan dirinya di lantai.


“ Eh, kenapa adek duduk di lantai. Mari duduk di atas, ” ajak Chandra spontan, kedua tangannya memegang lengan Geulis, membantunya untuk duduk di kursi sebelah miliknya.


“ Kenapa rupanya kalau duduk di lantai bang? Bukanya lantai ini bersih?! ”


“ Abang mau makan kalkun? ” tanya Geulis kembali sampai benar-benar puas mendapatkan jawabannya.


“ Nggak, abang masih berpikir. Kok rasanya bahagia sekali lihat sepasang kalkun itu bermain sama anaknya. Apa hidup orang yang sudah berumah tangga juga akan seperti itu! ” seru Chandra.


“ Geulis tidak tahu bang, Geulis 'kan belum berumahtangga. Cuman Geulis selalu melihat Ibu sama Bapak selalu bahagia meski makan cuman di temani tempe goreng, tahu goreng sama sambal belacan. Geulis juga jarang melihat atau mendengar Bapak sama Ibu bertengkar. Jadi, hidup berumah tangga itu mungkin benar-benar bahagia kali, ” sahut Geulis menceritakan rumah tangga Bapak-ibunya.


“ Mungkin kalau kisah rumah tangga saya akan berbeda nanti nya. Ha ha ha, ” ucap Chandra di sela tawa sumbang, ia balik badan, “ Siapa juga yang mau setia menjalin hubungan rumah tangga dengan pria bejat seperti saya, ” sambung Chandra, mendudukkan dirinya di kursi.


“ Loh, kok abang bisa bicara seperti itu. Kalau sang pencipta memberikan jodoh yang terbaik buat abang, gimana? ” tanya Geulis.


“ Ha ha ha…mana mungkin. Saya ini adalah seorang pria dengan paket lengkap, ” ucap Chandra membuat Geulis bingung maksud dari paket lengkap.


“ Maksudnya apa itu bang? ” tanya Geulis penasaran.

__ADS_1


“ Maksudnya, saya adalah seorang pria yang pantang ketemu wanita langsung ajak tidur. Saya juga seorang pria, pantang senggol dikit langsung habisi, nggak peduli mau itu wanita atau pun pria. Jadi nggak mungkin 'kan, sang Pencipta memberikan saya seorang Istri bidadari, seperti adek Geulis! ”


“ Masak Geulis di bilang macam bidadari. Abang salah, Geulis ini hanya seorang gadis Desa, katrok juga. He he he. ”


“ Menurut saya, Geulis adalah gadis baik, seperti bidadari. Saya aja yang kadang kayak Iblis, suka khilaf kalau sedang mabuk, ” celetuk Chandra menghakimi dirinya sendiri.


“ Tapi abang nggak ngapa-ngapain Geulis. Buktinya Geulis masih di sini dalam kondisi tubuh yang utuh! ” seru Geulis, kedua tangannya menyentuh semua tubuhnya.


“ Semisal saya khilaf, dan melakukan perbuatan tercela kepada Geulis, gimana? ” tanya Chandra serius.


Wajah Geulis mendadak berubah panik, ia juga terlihat susah menelan saliva sangking gugupnya. Apalagi Chandra menatapnya sangat dekat.


“ Dek, ” panggil Chandra, tangannya melambai di wajah Arista.


“ Ha ha ha…ya ndak mungkin lah abang melakukan hal itu. Cewek abang yang cantik-cantik kan banyak. Lagian mereka juga memiliki body yang muantep daripada Geulis. Jadi ya ndak mungkin! ” tepis Geulis berusaha berpikir positif, meski hatinya tiba-tiba merasa cemas.


“ Kalau misalnya itu terjadi, abang pasti akan tanggung jawab. Jadi Geulis tenang saja, ” ucap Chandra mencoba menenangkan kecemasan terlihat jelas di raut wajah Geulis.


“ Apaan sih bang, ” Geulis beranjak dari duduknya, “ Sebaiknya Geulis menyiapkan makan untuk makan malam dulu,b” sambung Geulis berpamitan.


Geulis pun berjalan tergesa-gesa dengan cepat masuk ke dalam rumah, menuju dapur, sesekali ia menoleh ke belakang, memastikan apakah Chandra mengikutinya atau tidak.


Sesampainya di dapur, Geulis jongkok di samping meja dapur, tangannya memegang dadanya, terasa jantungnya berdebar sangat kuat, seperti hendak lepas dari tempatnya.


“ Astaghfirullah. Apaan sih, ucapan abang Chandra. Kenapa ucapannya terkesan memang ingin melakukan hal itu kepada Geulis? ” Geulis menggeleng, “ Tidak mungkin…tidak mungkin. Abang Chandra itu baik kepada Geulis, jadi mana mungkin abang melakukan hal itu kepada Geulis. Buang pikiran negatif kamu, Geulis. ”


Chandra tak sengaja ke dapur, meletakkan cangkir teh di atas wastafel cuci piring, sayup-sayup mendengar suara Geulis dari balik meja dapur. Chandra pun melirik, setelah mengetahui Geulis terlihat sangat takut dan terus menenangkan diri sendiri. Segaris senyum tipis tercetak di wajah tampannya. Chandra kembali melangkah, meninggalkan Geulis masih menenangkan dirinya setelah memikirkan perkataan Chandra tadi.


Sudah merasa cukup tenang, Geulis keluar dari balik meja. Berulang kali ia menarik nafas panjang. Sudah merasa cukup tenang, Geulis berjalan menuju kulkas, mengambil bahan makanan untuk ia masak.

__ADS_1


__ADS_2