SUAMI KE-13

SUAMI KE-13
SK-13 81. Masokis


__ADS_3

Ben, dan Yasmin sedang memotong buah. Yamuna, Cadman, dan Yoan saling menatap satu-sama lain, setelah itu melihat Ben dan Yasmin terlihat sangat dekat. Padahal sebelumnya Ben sangat membenci Yasmin.


“Ehem, apa kamu beneran suka dengan Ben?” tanya Yamuna penasaran.


“ Kenapa? Kamu juga mau merebut Ben dariku! ” sahut Yasmin ketus, tangannya menarik lengan kiri Ben, dan memeluknya.


“ Apaan sih! Aku lagi potong buah. Gimana kalau pisau buah ini melukai tanganku! ” omel Ben kepada Yasmin.


Bukannya sakit hati mendengar omelan, dan suara nada tinggi dari Ben. Wajah Yasmin terlihat memerah, seperti wanita sedang jatuh cinta.


‘ Lelaki seperti ini yang aku cari-cari. Semakin lama, aku jadi semakin jatuh hati kepadanya,’ batin Yasmin terkesima melihat wajah tampan Ben berubah dingin.


“ Masokis, ” gumam Yamuna, dan Cadman secara bersamaan, melihat Yasmin seperti sedang di mabuk cinta.


“ Kenapa kamu melihat ku seperti itu! menjijikkan, ” bentak Ben, tangannya mendorong tubuh Yasmin, membuat Yasmin terjatuh.


Bam!


‘ Aahhh….dorongan yang luar biasa. Aku suka…sangat suka,’ batin Yasmin merasa senang. Kedua bola matanya terlihat berbinar terang saat memandang Ben berdiri di hadapannya.


“ Yasmin, apa kamu butuh bantuan untuk bangkit? ” tanya Yamuna kuatir, tangannya mengulur. Namun, di tepis oleh Yasmin.


“ Tidak perlu. Aku tidak butuh bantuan dari kamu! ” tolak Yasmin dingin.


Ben menatap tajam Yasmin, “ Jangan coba berbicara kasar kepada nona muda. Kalau tidak kamu akan tahu akibatnya, ” ancam Ben dengan suara dingin, dan sedikit menekan.


Bukannya marah, Yasmin hanya mengangguk patuh.


“ Cadman, apa Yasmin dulu seperti ini? ” tanya Yamuna berbisik ke Cadman berada di sisi kirinya.


“ Iya, dulu aku juga selalu bersikap dingin kepadanya. Aku juga suka membentaknya. Tapi dia terus mengejar ku, ” sahut Cadman ikutan berbisik.


“ Yasmin benar-benar seperti masokis, ” gumam Yamuna, dahinya mengernyit saat melihat Yasmin sedang berdiri di samping Ben, dengan tatapan penuh cinta.


“ Nona muda Yamuna, ini buahnya sudah saya kupas. Silahkan di makan, ” ucap Ben memberikan piring berisi buah sudah di potong oleh Ben.

__ADS_1


“ Terimakasih, ” sahut Yamuna menerima piring berisi buah.


“ Buat aku mana? ” tanya Yasmin cemburu Wajah di tekuk menekuk menatap wajah dingin Ben.


“ Nah, kupas saja sendiri, ” ketus Ben memberikan piring, dan buah apel, mangga masih dalam keadaan utuh.


“ Baiklah, aku akan mengupasnya, dan kita akan makan bersama, ” ucap Yasmin menerima piring. Dan langsung mengupas buah apel, dan mangga dengan cepat. Membuat Yamuna, Cadman, dan Yoan tercengang.


“ Yasmin, apa kamu baik-baik saja? ” tanya Yoan kuatir melihat tingkah Yasmin sangat aneh.


“ Sangat baik, ” sahut Yasmin semangat.


“ Benarkah? Tapi Ben sudah berlaku kasar kepada kamu, ” jelas Yoan, membuat Ben menyadari sikapnya, dan kepalanya langsung tertunduk malu.


“ Bagiku itu tidak kasar, ” sahut Yasmin santai. Tangannya memberikan piring berisi buah apel, dan mangga, “ Apakah Anda mau? ” sambung Yasmin menawarkan buah sudah di kupas kepada Yoan.


“ Terimakasih, ” sahut Yoan mengambil satu buah apel, dan memasukkannya ke dalam mulut. Tatapan bingung masih terus memandang Yasmin terlihat sedang berbunga-bunga saat menatap Ben memakan buah mangga.


“ Ben, sebaiknya kamu libur saja selama 1 minggu. Kamu boleh masuk setelah luka di kepala kamu sembuh, ” perintah Yamuna memberikan izin kepada Ben.


“ Tidak nona muda, saya masih bisa bekerja, ” Ben memegang perban di kepalanya, “ Ini hanya luka ringan, dan hanya terdapat 25 jahitan luar dan dalam saja. Jadi, nona muda Yamuna jangan terlalu kuatir. Sebaiknya nona muda yang harus beristirahat, ” sambung Ben mengkuatirkan kondisi fisik Yamuna.


“ Tapi tuan muda, pada akhirnya aku tidak bisa menyelamatkan nona muda, ” sahut Ben kembali teringat dengan kejadian menimpa Ben dan Yamuna 1 hari lalu, sudah berusaha melindungi Yamuna dari depan. Namun, anak buah mendiang Zahfar melakukan kekerasan, membuat kepala Ben bocor, dan mendapatkan 25 jahitan bagian dalam dan luar.


“Kamu adalah Sekretaris yang sangat hebat,” puji Cadman memberikan 2 jempol tangannya kepada Ben.


“ Kalau gitu, aku akan merawat kamu selama kamu tinggal di Apartemen, ” sambung Yasmin semangat.


“ Najis! ” Ben berbalik, “ Nona, dan tuan muda, saya permisi pulang saja, ” sambung Ben pamit, ia sedikit membungkukkan badan.


“ Hati-hati, terimakasih buahnya, ” ucap Yamuna.


“Kamu tenang saja, aku akan melindungi Ben,” sambung Yasmin terdengar tidak suka kepada Yamuna. Membuat Yamuna terkejut, lalu tersenyum diam-diam.


“ Apaan sih, nyambar aja macam petir, ” ucap Ben terdengar tidak suka.

__ADS_1


“ Iya, aku akan membuat tubuh kamu seperti tersambar petir, ” sahut Yasmin mengartikan ucapan Ben dengan pikiran kotor nya.


Merasa risih melihat tingkah aneh Yasmin. Ben segera melangkahkan kedua kakinya dengan cepat meninggalkan rumah Yamuna. Di susul Yasmin berlari manja di belakang Ben, dan terdengar suara teriakan manis.


“ Ben..tunggu sayang, ” teriak Yasmin dari jarak 5 langkah di belakang Ben.


“ Jijik, kamu jangan dekat-dekat aku, ” usir Ben dengan wajah suram.


Saat Yasmin, dan Ben sudah sampai di depan pintu gerbang. Yasmin harus menghentikan langkah kakinya, ia menoleh ke Cadman. Lalu berjalan cepat kembali ke bangku taman, dan berdiri di hadapan Cadman.


“ Mana kunci mobilku! ” pinta Yasmin dingin.


“ Nah, terimakasih, ” ucap Cadman berterimakasih di sela ia memberikan kunci ke tangan Yasmin.


“ Huuh!!! ” dengus kesal Yasmin kepada Cadman. Yasmin berbalik, saat ia melihat Ben sudah masuk ke dalam mobilnya. Yasmin kembali berbalik, tatapan suram memandang Cadman, “ Ini semua gara-gara kamu! Dasar lelaki tidak berguna, ” sambung Yasmin mengumpat kesal.


“ Eh…kok aku! ” gumam Cadman menunjuk dirinya sendiri.


Yasmin pun segera berlari menuju mobil miliknya sudah terparkir di depan teras. Tak ingin kehilangan jejak mobil Ben, Yasmin melajukan mobilnya keluar dari rumah Yamuna dengan kecepatan tinggi. Membuat dedaunan kering berterbangan ke atas awan.


“ Sepertinya mereka akan berjodoh, ” gumam Yoan memberikan doa terbaik buat Yasmin, dan Ben.


“ Pa..apa Yasmin dulunya seperti itu? ” tanya Yamuna penasaran, ia kembali duduk ke kursinya.


Yoan menggeleng, “ Tidak, maksud Papa tidak tahu. Sekarang kita tidak usah membahas Yasmin. Sekarang kita mari pergi liburan. Apa kamu mau pergi liburan ke Bali? ” tanya Yoan untuk mengibur Yamuna.


“ Tidak Pa. Sebaiknya aku di sini saja. Lagian pekerjaan ku banyak, ” tolak Yamuna lembut.


“ Oh…kalau giu Papa masuk dulu. Sebentar lagi akan mendekati makan siang, sebaiknya Papa siapin makan untuk di masak, ” pamit Yoan, saat melihat jam di pergelangan tangannya sudah menunjukkan pukul 10:30 siang.


“ Aku temani ya, Pa. Soalnya aku bosan kalau duduk saja, ” pinta Yamuna.


“ Tidak, ka-kamu tidak boleh masak. Bisa-bisa kamu menghancurkan dapur, dan kedua tangan lembut kamu. Biar aku saja yang membantu Papa, ” sambung Cadman kuatir.


“ Ha ha ha, kamu lucu juga kalau kuatir ,” ucap Yamuna di sela tawa renyahnya.

__ADS_1


Cadman, dan Yoan saling bertatap muka. Terdengar tarikan nafas lega saat melihat Yamuna kembali tertawa.


...Bersambung ...


__ADS_2