
Di rumah Yoan sendiri. Saat Yamuna, dan Yasmin duduk santai membahas masalah pernikahan. Ponsel milik Yasmin berdering, terlihat nama panggilan penelepon adalah Andreas, Papanya. Malas mengangkat telepon dari Andreas, karena sudah paham maksud dari panggilan telepon tersebut pasti membahas tentang pernikahan.
“ Kenapa tidak di angkat? ” tanya Yamuna.
“Malas ah, pasti membahas tentang masalah pernikahan, ribet. Lebih baik aku pulang saja,” sahut Yasmin.
“ Kalau gitu biarkan aku mengantar kamu, ” tawar Yamuna ingin memberi tumpangan pada Yasmin, karena Yasmin tidak membawa mobil.
“Jangan, entar aku kena marah Cadman lagi,” tolak Yasmin sopan.
“ Kamu tenang saja, aku cuman menghantar kamu saja kok. Tidak kemana-kemana lagi setelah itu, ” ucap Yamuna menyakinkan Yasmin.
Saat Yasmin dan Yamuna sedang berbincang ada sepasang mata memakai kontak lensa berwarna coklat sedang mengintip dari balik pintu belakang. Setelah itu selesai menguping sepasang mata itu menghilang.
“ Baiklah, tapi kamu yakin nih. Apa kamu bisa jamin kalau Cadman tidak akan marah kepadaku? ” tanya Yasmin meyakinkan tawaran Yamuna.
“ Yakin. Aku akan kirim pesan WA untuknya, dan aku juga harus mengganti baju dulu. Kamu tunggu aku di ruang tamu saja, ” pinta Yamuna.
“ Hem, ” sahut Yasmin mengangguk.
Yamuna, dan Yasmin beranjak pergi dari taman belakang, masuk ke dalam rumah. Sesampainya di dalam rumah, Yamuna berpisah dengan Yasmin. Yamuna naik ke lantai 2, kamar Cadman untuk mengganti baju, sedangkan Yasmin terus menuju ruang tamu, menunggu Yamuna di ruang tamu.
Baru 5 menit duduk di ruang tamu, Yuyun masuk dari pintu depan dengan tergesa-gesa, melewati Yasmin, duduk di sofa ruang tamu. Melihat kedua tangan Yuyun kotor, Yasmin menghadang Yuyun.
“ Kenapa tangan kamu? ” tanya Yasmin sinis.
“ Oh…ini tadi saya sedang membersihkan depan. Jadi tangan saya terkena benda yang kotor di sana, ” sahut Yuyun tenang, bibir nya menampilkan senyum manis.
“ Pasti kamu bohong. Katakan apa yang sedang kamu kerjakan di luar sana? ” desak Yasmin, tangannya menggenggam pergelangan tangan Yuyun.
Saat Yasmin ingin memastikan kotoran apa di tangan Yuyun, dengan cara ingin mengendus bau nya. Yamuna tiba-tiba datang, menarik baju bagian belakang Yasmin.
“ Ya Allah, Yasmin! Kamu ini wanita, dan Yuyun juga wanita. Kenapa kamu mau mencium Yuyun? Apa kamu…”
“Tidak! Kamu salah paham Yamuna. A-aku hanya ingin memastikan kedua tangannya kenapa bisa kotor, dari baunya seperti terkena oli atau bahan yang ada di mobil. I-itu…sa…ja,” jelas Yasmin gugup.
“ Maaf, saya permisi dulu, ” pamit Yuyun di sela perdebatan Yamuna dan Yasmin. Yuyun berjalan dengan wajah tertunduk, langkahnya terlihat sangat cepat menuju dapur.
__ADS_1
“ Yamuna, aku sangat yakin jika dia sedang merencanakan sesuatu dengan kita, atau kamu! ” ucap Yasmin ngotot.
“ Tahu darimana kamu. Sudah jangan banyak alasan, ” Yamuna menggenggam pergelangan tangan Yasmin, “ Sudah mari kita pergi, ” ajak Yamuna.
“ Tapi…perasaanku nggak enak loh! ”
Yamuna tidak memperdulikan ucapan Yasmin. Yamuna terus menggenggam pergelangan tangan Yasmin, membawanya pergi keluar dari rumah, menuju garasi mobil.
Sesampainya di garasi mobil, Yamuna, dan Yasmin berdiri di jejeran 3 mobil di garasi. 1 mobil klasik milik Yoan, 1 ada mobil jeep rubicon milik Cadman, dan 1 mobil milik Yamuna.
“ Kamu tadi bilang tangannya kotor seperti terkena bagian dari mobil, ‘kan? ” tanya Yamuna.
“ Iya, aku sangat yakin pasti wanita tadi itu sedang menguping pembicaraan kita, dan langsung merencanakan hal jahat kepada kamu! ” sahut Yasmin yakin.
“ Mari kita lihat, ” ajak Yamuna. Ia menggenggam pergelangan tangan Yasmin, membawanya mendekati pintu supir kemudi. Yamuna membuka pintu mobilnya, “ Coba, tolong periksa, ” pinta Yamuna.
“ Malas ah! Kamu pikir kamu siapa, ” tolak Yasmin kesal karena di suruh.
“ Apa kamu tidak kasihan sama anak yang ada di dalam kandunganku, ” pinta Yamuna dengan wajah memelas.
Yasmin masuk ke dalam mobil, ia pun mulai memeriksa kabel rem mobil. Dan memang benar kabel rem terputus sedikit.
“ Apa benar kabel rem? ” tanya Yamuna.
“ Benar, dan aku rasa ada bagian lainnya juga. Sebaiknya aku naik taksi online saja, ” ucap Yasmin.
“ Baiklah. Aku akan pesankan taksi online, ” sahut Yamuna patuh.
Yamuna mengambil ponsel miliknya, membuka aplikasi pesan taksi online.
“ Mari kita tunggu di teras, ” ajak Yamuna.
Yamuna, dan Yasmin jalan menuju teras rumah, dan duduk di kursi teras.
“ Kamu kenapa bisa tahu kalau Yuyun melakukan itu? ” tanya Yamuna kembali.
“ Tadi saat ia masuk langkahnya terburu-buru, ia juga menyimpan kedua tangannya dengan cara saling menggenggam erat. Bukan itu saja, saat ia pamit wajahnya juga terlihat sangat pucat. Sudah pasti dia sedang melakukan hal buruk buat mencelakai kamu. Aku jadi cemas memikirkan kamu di sini sendiri, ” sahut Yasmin serius.
__ADS_1
“ Kamu tenang saja, aku pasti akan baik-baik saja, ” ucap Yamuna menyakinkan Yasmin.
“ Pecat saja kenapa sih! Aneh banget, sudah tahu dari awal jika dia itu orang jahat tetap saja mau di terima. Nggak ada kerjaan lain apa? ” omel Yasmin.
“ Kami tidak bisa memecatnya begitu saja. Yang merekrut dia ‘kan, Papa mertua, ” Yamuna mengelus punggung Yasmin, “Sudah, kamu jangan kuatir. Aku pasti akan baik-baik saja, dan secepatnya kami akan membuka kedok kejahatannya,” ucap Yamuna tenang, untuk menenangkan kegelisahan Yasmin.
“ Bodoh ah…kesel aku sama orang macam kalian. Entar kalau sudah terjadi hal buruk macam yang dulu-dulu, baru menyesal, ” gerutu Yasmin kesal.
“ Sudah jangan kesal, lihat mobilnya sudah datang, ” tunjuk Yamuna ke mobil Avanza masuk ke dalam gerbang, dan berhenti tepat di depan teras.
“ Kok Avanza sih. Apa nggak ada mobil lain? ” gerutu Yasmin.
“ Jika kamu berkata seperti itu, aku akan laporkan kepada Ben. Aku bilang kalau calon istrinya adalah wanita yang tidak tahu bersyukur, ” ancam Yamuna.
“ Eh…tidak-tidak, baik aku akan masuk, ” ucap Yasmin takut mendengar ancaman Yamuna.
Pintu mobil kemudi terbuka, keluar seorang pria tampan, dan masih sangat muda. Pria muda itu berjalan mendekati teras rumah.
“ Maaf, Mba Yamuna, ya? ” tanya Pria tersebut sopan.
“ Iya, tolong antarkan teman ku, ” sahut Yamuna, tangannya menepuk bahu Yasmin.
“ Yamuna, ternyata tampan juga. Duh..duh…mata ku jadi gatal, ” bisik Yasmin centil.
“ Jangan macam-macam kamu di dalam mobil. Awas saja kalau kamu sampai ketahuan aneh-aneh, aku akan bilang ke Ben. Dan kamu akan batal nikah, ” ancam Yamuna sekali lagi, membuat wajah Yasmin berubah menjadi masam.
“ Iya deh, aku pulang dulu. Kamu hati-hati di rumah, ya! ” pamit Yasmin.
" Iya, kamu juga, " sahut Yamuna.
Yasmin pun berjalan menuju mobil Avanza. Pria tampan tersebut membuka pintu penumpang bagian belakang. Yasmin terlihat masuk, menit selanjutnya, mobil Avanza meninggalkan halaman rumah Yoan.
Yamuna balik badan, langkahnya cepat memasuki rumah. Wajah Yamuna juga terlihat sangat suram. Yamuna terus berjalan, dan berjalan memasuki ruang dapur. Terlihat Yuyun sedang duduk santai, sedangkan Bibi Ratna memotong sayuran untuk makan siang.
“ Yuyun! ” panggil Yamuna meninggikan nada suaranya, membuat Yuyun spontan berdiri.
...Bersambung...
__ADS_1