
Yamuna dan Cadman sudah sampai di rumah. Hamil kedua ini membuat nafsu makan Yamuna berkurang, tubuhnya menjadi lemas, ingin duduk matanya selalu berkunang-kunang. Jadi, Yamuna lebih memilih menghabiskan waktu di dalam kamar, di temani Joryan. Baby Joryan, tidak pernah rewel dan selalu menghibur Yamuna.
Karena kehamilan kedua Yamuna merasa mual, pusing setiap berdiri. Yamuna tidak bisa ke perusahaan, bekerja dari rumah juga tidak bisa. Semua di alihkan dan di tanggung jawab 'kan kepada Ben.
Mendengar kondisi Yamuna lemah, atau bilang saja ngidam parah. Yasmin merasa kasihan sama Joryan. Yasmin memutuskan untuk mengunjungi Yamuna, membantu merawat Joryan.
Tok tok!
Suara ketukan pintu kamar Yamuna.
“ Masuk, ” sahut Yamuna lemah, tubuhnya masih tergeletak dalam posisi miring, menghadap Joryan sedang terbaring di sampingnya, dan bermain sendiri.
“ Yamuna..aku datang! ” teriak Yasmin, sembari masuk ke dalam kamar Yamuna, membawa Nissa bersamanya.
Yamuna tidak menjawab, ia hanya menoleh sedikit, lalu kembali tertidur karena saat mengangkat kepala terasa pusing.
“ Mau ngapain kamu ke sini? ” tanya Yamuna sinis dalam kondisi lemah.
Yasmin meletakkan Nisaa di samping Joryan, lalu ia duduk di tepi ranjang menatap Yamuna terlihat pucat dan wajahnya sangat berantakan.
“ Aku mengkuatirkan calon menantu ku, Joryan, ” sahut Yasmin santai.
“ Anakku masih kecil, jadi jangan pernah kamu jodoh-jodohkan dengan anak kamu yang masih sangat jauh lebih kecil dari Joryan! ” ketus Yamuna mode lemah.
“ Sebagai calon mertua yang baik, aku harus menjaga keperjakaan calon menantu ku sampai besar. Aku tidak mau kalau nanti Nissa menikah dengan Joryan yang sudah tidak….”
Bam!
Yamuna melemparkan bantal ke wajah Yasmin.
“ Diam lah! Kau atur saja anak kamu sendiri, ” celetuk Yamuna.
“ Baik, akan ku atur anakku untuk bisa merebut hati Joryan saat sudah tumbuh menjadi gadis dewasa, ” sahut Yasmin santai.
“ Entah lah, suka ati kau aja. Aku tanya sekali lagi. Kamu ke sini mau ngapain? Apa kamu tidak memiliki pekerjaan? ” tanya Yamuna kembali.
Sejenak Yasmin menarik nafas panjang, pandangannya mengarah pada Joryan sedang bermain sendiri. Lalu pandangan itu beralih ke Yamuna.
“ Setelah memiliki anak, aku baru mengetahui begitu pentingnya menjaga dan merawat seorang anak sendiri. Merasakan sakit memperjuangkan saat melahirkan seorang anak, membuatku semakin berpikir untuk tidak bisa membiarkan mereka tumbuh dan besar di asuh oleh orang lain. Mungkin dulu aku selalu di asuh oleh baby sister. Tapi sekarang aku tidak ingin membuat Nissa di asuh oleh orang lain. Jadi, inti aku datang ke sini adalah untuk membantu kamu menjaga Joryan. Sekaligus….sebenarnya…aku juga tidak tega melihat kamu terbaring seperti ini. Pasti sungguh berat bagiku hamil di saat anak masih kecil, ” jelas Yasmin tulus.
“ Terimakasih sudah memikirkan Joryan dan aku. Kamu benar-benar sudah jauh berubah, dan aku harap kamu tidak akan pernah berubah menjadi wanita jahat seperti dulu lagi, ” ucap Yamuna jujur.
“ Tentu saja, mana mungkin aku berubah menjadi wanita seperti dulu lagi. Aku sudah memiliki pasangan hidup yang baik, dan anak yang cantik. Hei...hei! Sudah aku bilang, semua ini aku lakukan karena Joryan adalah calon menantu yang harus aku jaga dari kecil sampai dewasa nantinya. Kenapa kamu terus bertanya!, ” sahut Yasmin kembali bercanda.
__ADS_1
“ Mulai deh, jangan bahas seperti itu ah. Nggak suka aku. Aku nggak suka kalau kamu mau mengatur masa depan anak-anak! ” ketus Yamuna.
“ Becanda..becanda loh! Oh ya, aku dengar tante Mia hamil, apa benar itu? ” tanya Yasmin mengingat kabar dari Ben, mengatakan jika istri baru Yoan saat ini tengah mengandung.
“ Benar, Cadman jadinya memiliki saudara baru, ” sahut Yamuna.
“ Kok bisa kalian berdua samaan hamil ya? ” Yasmin masih tak percaya jika ibu sambung Cadman bisa berbarengan hamil dengan Yamuna, istrinya.
“ Ya bisa aja sama. Namanya juga sudah menikah, siapa tahu beberapa bulan lagi kamu yang menyusul kami. Jadi sekali melahirkan rumah sakit penuh! ”
“Ihh…kagak-kagak, aku mau membesarkan Nissa aja. Kalau mau mengandung, melahirkan, dan membesarkan anak masih bayi seperti ini. Sepertinya aku tidak sanggup!” ucap Yasmin serius, kepala menggeleng.
“ Yakin? Enak loh, anak-anak jadi tumbuh besar bersama, ” goda Yamuna.
“ Ogah! ”
" Kalau gitu aku doain kamu segera hamil kembali. Amiin..."
" Yamuna, nggak lucu tahu! "
" Haha...jangan marah. "
.
.
Cadman dan Chandra sedak sibuk mengurus laporan bulanan. Namun, di sela kesibukan mereka berdua, Chandra mulai menjahili Cadman.
“ Tuan muda, gimana rasanya melihat istri hamil lagi? ” tanya Chandra jahil.
“ Surga ada di depan mata. Kenapa? Ingin hamil kamu?! ” Cadman balik bertanya, sembari menghentikan kedua tangannya mengetik di atas keyboard.
“ Nggak lucu bercandanya tuan muda. Mana mungkin saya hamil, saya ‘kan laki-laki tulen, ” sahut Chandra.
“ Mungkin bukan kamu, tapi Geulis, " tuduh Cadman bergurau.
" Apaan sih, nggak mungkinlah. Barang milikku saja belum pernah menyentuh barang miliknya! " ketus Chandra.
" Kamu yakin nggak melakukan hal apa pun kepada Geulis? ” tanya Cadman menyerang Chandra kembali.
“ Ma-mana mungkin saya melakukan itu ke Geulis. Geulis itu adalah wanita yang harus di lindungi. Seperti pepohonan dan burung-burung yang ada di dalam hutan. Jadi saya tidak berani melakukan hal apa pun dengannya, ” sahut Chandra membela diri, padahal ia berulang kali hampir ingin melakukan tindakan hal itu, saat dirinya tengah di kuasi minuman beralkohol. Namun, selalu gagal karena Geulis bisa menjaga dirinya.
“ Yakin, entar ku berbohong? ” tanya Cadman menyakinkan.
__ADS_1
“ He he…yakin dong! ” sahut Chandra semangat.
“ Daripada kamu khilaf, lebih baik kamu nikahi Geulis! ” tegas Cadman memberi perintah.
“ Ti-tidak, sa..saya mana mungkin pantas menikahi Geulis. Geulis adalah gadis yang baik, dan dia pantasnya untuk mendapatkan pria yang baik, ” sahut Chandra gugup. Hatinya merasa ada getaran aneh, saat Cadman mengatakan hal seperti itu.
“ Baiklah, kalau gitu aku akan mencarikan Geulis pria yang baik. Soalnya aku cemas jika dia terus berlama-lama bekerja di rumah kamu. Kamu beneran terima ‘kan jika Geulis menikah dengan pria lain? ” usul Cadman terdengar serius.
Entah kenapa, pertanyaan Cadman kali ini sangat menusuk hatinya. Ada perasaan tidak terima saat Cadman mengatakan jika Geulis akan di carikan pendamping hidup.
Chandra spontan berdiri, “ Jangan lakukan itu tuan muda. Saya..masih belum rela melihat Geulis dengan lelaki lain, ” ucap Chandra pelan.
“ Berarti kamu suka dengan Geulis ‘kan? ” tanya Cadman kembali.
Chandra mengangguk, “ Saya rasa iya. Namun, perasaan itu sedikit berbeda dengan perasaan yang sering saya tunjukkan kepada wanita lain, ” jujur Chandra.
“ Sebaiknya di ungkapkan sebelum kamu terlambat mendapatkan cinta Geulis. Dan kamu juga berhak mendapatkan pendamping hidup yang baik, ” jelas Cadman.
“ Baik tuan muda, ” sahut Chandra mengangguk.
Cadman melirik ke jam tangan di pergelangan tangan kirinya, “Sebaiknya aku pulang dulu. Kasihan Yamuna sendirian di rumah. Tentang dokumen yang sedang kamu kerjakan, tolong kirimkan e-mail nya kepadaku nanti. ”
“ Baik tuan muda, hati-hati di jalan, ” sahut Chandra.
Cadman mengambil jas, tas kantornya berisi laptop, dan dokumen penting lainnya. Cadman terus melangkah keluar ruangan setelah berpamitan kepada Chandra. Langkah kaki sangat cepat menuju parkiran mobil.
Setelah menjadi orang tua, dan Yamuna mengandung kembali. Cadman jadinya tak ingin sering jauh-jauh dan berlama-lama meninggalkan Yamuna. Cadman rasanya ingin selalu menemani Yamuna, dan anaknya tumbuh.
Cadman ingin menjadi seorang suami sekaligus Papa yang baik buat anak-anak nya.
.
.
Terimakasih sudah setia.
Aku doa kan kita semua selalu sehat, dan jangan lupa membahagiakan diri sendiri, daripada orang lain.
Cerita agak Ambigu ini sudah Tamat.
Jangan lupa mampir ke Karya lainnya, 🤗 aku masih membutuhkan kritik, dan saran baik sekaligus sopan dari kalian semua. 😚😘
Salam hangat dari ku sendiri, Syahri. 💞💞
__ADS_1