
Setelah perdebatan panjang mengenai tawaran Yamuna tentang mengikuti sandiwara untuk membalas dendam kepada Farran, dengan menjadikan Cadman salah satu Suami bayarannya. Yamuna dan Cadman kini berakhir dengan duduk santai di teras belakang, ditemani secangkir teh hangat.
“ Yamuna, kalau aku boleh tahu. Apa yang sebenarnya terjadi kepada kamu? ” tanya Cadman datar.
“ Maaf, aku tidak ingin membahas hal yang cukup menyakitkan itu. Intinya Farran dan selingkuhannya memang sengaja seperti ingin menghancurkan ku, ” sahut Yamuna.
“ Oh! ” angguk Cadman.
Karena Yamuna tidak ingin membahas peristiwa itu. Cadman pun tidak ingin bertanya kembali kepada Yamuna. Cadman hanya bisa diam saja dan membiarkan Yamuna berbicara sendiri kepadanya suatu saat nanti.
Yamuna memutar posisi duduknya menyamping, tangan kanan mengulur ke Cadman, “ Boleh tidak aku meminjam ponsel milik kamu. Soalnya ada hal yang ingin aku bicarakan dengan Ben, ” pinta Yamuna.
“ Tentu saja boleh, ” sahut Cadman.
Cadman mengambil benda pipih di dalam saku celananya, menekan nomor telpon Ben, dan memberikan kepada Yamuna.
“Ini, aku sudah menghubungi Ben, ” ucap Cadman.
“Terimakasih, ” sahut Yamuna.
Tutt!! Tutt!!
📞[ “Halo selamat sore tuan Cadman. Ada apa ya?” ] tanya Ben.
📞[ “Ini aku, kamu dimana Ben?” ]
📞[ “Kenapa nona muda bisa bersama dengan tuan Cadman. Apa yang sebenarnya terjadi? Tadi tuan Farran juga datang ke sini mencari nona muda.” ]
📞[ “Panjang ceritanya. Ben, aku ingin minta tolong kepada kamu.” ]
📞[ “Apa itu, katakan saja nona muda.” ]
📞[ “ Aku ingin meminta kamu mencarikan aku pria sebanyak 11 orang untuk aku jadikan Suami dalam sandiwara ku. Tapi cari pria yang mau di ajak kerja sama, dan jangan lupa kamu katakan harga untuk bermain sandiwara bersamaku sebesar 50 juta, buat masing-masing peserta.” ]
📞[ “Ini nggak lucu loh, nona muda. Kenapa Anda harus mencari Suami sebanyak itu, dan kenapa Anda menghabiskan uang dengan cuma-cuma seperti itu. Jika nona muda sudah tidak bisa bertahan dengan tuan Farran. Kenapa nona muda tidak bercerai saja. Tentang membuat sandiwara konyol ini, sepertinya aku tidak setuju!” ]
__ADS_1
📞[ “Kamu tidak tahu gimana rasanya sakit hati. Mau menerima perintahku, atau kamu berhenti bekerja?!” ]
📞[ “Ba-baiklah, aku nurut. Kalau gitu akan aku siapkan formulirnya dan akan aku cari pria mana yang mau mengikuti sandiwara bodoh dari nona muda.” ]
📞[ “Tapi kamu harus berjanji kepadaku. Kamu harus merahasiakan sandiwara ini sampai kamu menemukan 11 pria tersebut. Jika kamu sudah menemukannya, maka segera hubungi aku, dan buat pengumuman jika aku akan menikah dengan 12 orang pria sekaligus. Dan kamu juga harus mencari Pak penghulu bohongan untuk menikahkan aku, dan jangan lupa, surat nikah juga harus bohongan.” ]
📞[ “Tu-tunggu dulu! Tadi kata nona muda 11, tapi pas nikah prianya menjadi 12. 1 lagi sudah dapat?” ]
📞[ “Pria ketiga belas nya adalah Cadman.” ]
📞[ “Apa!” ]
📞[ “Biasa saja ekspresi terkejut nya, kalau gitu aku tutup telponnya. Dan jaga Perusahaan ku, agar tetap waras.” ]
📞[ “Tapi nona muda…” ]
Tut!! Tut!!!
Yamuna langsung menutup panggilan telponnya.
“ Apa kamu sudah tidak waras?! ”
Mengingat Ben, dan Cadman berkata jika dirinya tidak waras melakukan sandiwara ini. Dan mengingat betapa perihnya ucapan terlontar dari mulut Farran. Yamuna langsung berdiri di hadapan Cadman.
“ Kamu tidak tahu betapa sakitnya saat kamu kehilangan bayi yang sudah susah payah kamu perjuangan agar tetap tumbuh dan sehat di dalam perut. Kamu juga tidak tahu bagaimana rasanya jika seorang Suami membela selingkuhannya, meski selingkuhannya berbuat salah. Dan kamu tidak tahu gimana rasanya mendengar seorang Suami berkata ‘Lebih bagus rahimnya di angkat’. Kamu tidak tahu betapa sakitnya semua ucapan-ucapan tersebut. Satu lagi, kamu tidak tahu gimana rasanya jika kamu sudah meminta bercerai dengan seseorang yang terus melukai hati kamu, tapi orang itu tidak mau menceraikan kamu. Kamu tahu apa yang aku rasakan. Aku merasa seolah diriku tidak pantas untuk mendapatkan kebahagian di muka Bumi ini! ” ucap Yamuna sambil menahan sesak di dalam dadanya.
Grep!
Mendengar semua ucapan Yamuna, Cadman langsung mengepal kedua tangannya di samping. Cadman juga membuang wajah kesalnya agar tidak kelihatan oleh Yamuna.
‘Ternyata perasaan perih ini yang selama ini Yamuna pendam. Aku rasa keinginan untuk balas dendam hanya sebatas sandiwara saja tidak masalah. Agar balas dendam Yamuna berjalan lancar, sebaiknya aku turuti saja,’ batin Cadman.
Melihat Yamuna kini duduk di tepian teras sambil menangis tersedu-sedu. Cadman mendekati Yamuna, Cadman juga berjongkok di belakang Yamuna. Dengan reflex kedua tangan Cadman memeluk tubuh Yamuna.
“ Cup..cup, tenanglah. Aku minta kamu jangan menangis lagi. Aku akan mengikuti sandiwara kamu, ” ucap Cadman datar.
__ADS_1
Yamuna spontan mendongak, “ Benarkah?! ”
“ Iya, meski aku akan di keluarkan dari keluarga besar Ren, ” sahut Cadman tenang.
“ He he he. Aku bercanda kok. Lagian kamu sudah memiliki calon tunangan, atau sudah tunangan. Mana mungkin aku membatalkan pernikahan kalian. Aku tidak ingin kamu di keluarkan dari keluarga besar Ren. Kalau kamu di keluarkan, berarti kamu akan menjadi pria miskin. Apa kamu tidak bermasalah dengan semua itu? ”
“ Jika aku keluar dari keluarga besar Ren, bukan berarti aku jatuh miskin. Bukankah kamu tahu aku ini pengusaha cukup terkenal di kalangan makanan kucing. Jadi kamu jangan kuatir, ” sahut Cadman tenang.
“ Aku nggak maksa kamu loh! Kamu bisa undur diri sekarang juga, ” ucap Yamuna.
“ Tidak. Aku dulu pernah mengalah demi kebahagian wanita yang cintai. Namun, hal itu malah membuat wanita itu menderita sampai sekarang. Jadi aku tidak akan melakukan hal yang sama. Aku akan tetap berdiri di samping kamu. Tentang Yasmin, itu urusanku. Bukan urusan kamu! ” tegas Cadman di kalimat terakhir.
“ Wah! Wanita mana yang beruntung mendapatkan hati kamu? ”
“ Wanita itu ada di hada…”
Cadman langsung menghentikan ucapannya saat dirinya hampir keceplosan di depan Yamuna, kalau Yamuna lah wanita tersebut. Wanita pertama, sekaligus cinta pertama Cadman 4 tahun lalu.
“ Ada? ”
Cadman langsung melepas pelukannya, ia juga berdiri dengan perasaan gugup.
“ Ha-hari sepertinya mulai gelap. Sebaiknya kita segera masuk ke dalam sebelum nyamuk-nyamuk hutan menggigit kulit kita. Dan aku juga ingin segera memasak makanan buat makan malam, ” ucap Cadman gugup.
Yamuna berdiri, “ Kalau gitu aku juga harus mandi, dan…” Yamuna menggantung ucapannya saat mengingat jika dirinya tidak membawa baju ganti, dan pembalut. Yamuna spontan meraup wajahnya, “ Ya ampun. Pakek lupa segala kalau aku tidak bawa pakaian, dan pembalut. Bagaimana ini? "
“ Untuk sementara kamu pakai baju ku dulu. Biar aku membeli perlengkapan buat kamu. Kebetulan tak jauh dari Vila ini ada desa, dan ada beberapa penduduk yang berjualan baju, dan toko kelontong kecil, ” ucap Cadman.
“ Kalau gitu aku boleh ikut tidak? Soalnya aku takut sendirian di sini, ” bujuk Yamuna.
“ Tidak boleh. Sebaiknya kamu segera mandi,dan biarkan aku pergi sendiri ke Desa. Lagian aku pergi juga naik kereta trail agar cepat, ” putus Cadman.
“ Baiklah, ” sahut Yamuna patuh.
...Bersambung ...
__ADS_1