SUAMI KE-13

SUAMI KE-13
SK-13 48. Baju piyama tipis


__ADS_3

Yamuna kini keluar dari dalam kamar mandi, baju piyama tipis, dan kedua chery menyapa dari balik baju piyama, setiap mata memandang ke arahnya.


Cadman, James, dan 10 suami bohongan Yamuna langsung berbalik badan, tangan mereka segera menutup kedua mataya, “Gila…gila!” teriak mereka histeris.


“ Apa yang gila? ” tanya Farran penasaran.


Dengan wajah memerah James menatap wajah datar Farran, “ Apa kamu tidak melihat begitu indahnya tubuh Yamuna…eh, maksud aku betapa seksi…eh..bukan-bukan..betapa mon..ehh..entahlah lupakan saja, ” ucap James mengakhiri ucapannya karena pikiran dan mulutnya sejalan, dan tidak bisa berbohong.


Farran menatap lekat Yamuna sedang merapihkan seprai, terlihat Yamuna sedang membungkukkan tubuhnya, membuat landasan belakang menepak, dan dua gunung kembar terlihat.


“ Apa kalian bernafsu saat melihat Yamuna melakukan gerakan seperti itu? ” tanya Farran menunjuk ke Yamuna.


“ Tentu saja! ” sahut 12 suami bohongan Yamuna serentak.


“ Kalau aku tidak, ” ucap Farran tidak tergiur sama sekali saat Yamuna melakukan gaya tersebut.


“ Ya-iya tidak selera melihat wanita sepertiku. Bukannya kamu sudah di buat kenyang oleh banyak wanita di luar sana, ” sambung Yamuna mendengar percakapan mereka.


“ Bu-bukan itu…ma-maksud….”


“ Sudahlah, aku capek. Aku butuh istirahat karena besok aku masih ada urusan lagi, ” jelas Yamuna meninggalkan Farran, dan 12 Suami bohongan nya.


Yamuna pun menaik ke atas ranjang, menutup tubuhnya dengan selimut lembut. Yamuna menepuk sisi ranjang kosong sebelah kiri, “ Ben, mari tidur, ” ajak Yamuna.


Bola mata Ben langsung menatap Farran, Cadman, dan 10 Suami bohongan Yamuna. Ben melambaikan kedua tangannya, “ Ti-tidak, se-sebaiknya saya tidur bersama yang lainnya di karpet bulu ini, ” tolak Ben gugup.


Ben segera mengambil bantal, dan selimut sudah diberikan oleh Yamuna ke masing-masing Suami bohongan nya.


“ Ben! Aku perintahkan kamu tidur di sini! ” tegas Yamuna. Ia duduk, kedua bola mata melotot menatap wajah bingung Ben sedang memeluk bantal dan selimut.


“ Anu…saya…”


“ Sudah biar aku saja yang menemani kamu tidur, ” sela Cadman. Cadman berjalan menuju ranjang, naik, dan langsung merebahkan tubuhnya membelakangi Yamuna.


Merasa tidak terima melihat Cadman tidur di samping Yamuna. Farran mempercepat langkah kakinya, dan berdiri di samping ranjang, “ Turun! ” tegas Farran menyuruh Cadman.

__ADS_1


“ Kenapa harus turun? ” tanya Yamuna.


“ Yamuna, aku adalah suami pertama kamu. Jadi bagaimana mungkin Suami Ke-13 kamu yang kamu suruh menemani kamu tidur, ” tangan Farran di letak di depan dada, “ Jaga perasaanku. Aku juga masih punya rasa cemburu, dan tidak rela melihat kamu melakukan hal seperti ini. Yamuna, tolong mengertilah, suruh pria ini turun dan biarkan aku tidur di samping kamu, ” pinta Farran menunjukkan air mata buatan.


‘ Apa baru saja dia ingin aku menjaga perasaannya. Kenapa saat dia dan selingkuhannya membunuh bayi dalam kandunganku, dia tidak menjaga perasaanku. Kenapa saat berselingkuh, dia juga tidak pernah berpikir untuk segera mengakhiri semua perbuatan tercelanya. Memuakkan, sungguh-sungguh sikapnya membuat aku muak, ’ batin Yamuna.


“ Oh..kamu punya perasaan juga? ” tanya Yamuna.


“ Apa maksud kamu, jelas lah aku punya perasaan. Coba kamu di posisi aku. Sudah menghilang selama beberapa hari, tahu-tahu kembali dengan memboyong 12 orang Suami masuk ke dalam rumah. Dimana pikiran kamu, Yamuna! ”


Cadman bangkit, tangannya mencengkram kerah baju piyama bagian depan Farran, “Hey…jaga nada suara kamu. Apa pantas seorang pria membentak seorang wanita?”


“ Bukan urusan kamu. Lepaskan tangan kotor kamu dari baju piyama mahal ku! ” teriak Farran berusaha melepaskan cengkraman tangan Cadman dari kerah baju piyama nya.


“ Farran, aku cuman mau bilang. Kalau hati ku kini sudah mati, dan membeku. Jadi jangan tanya dimana letak perasaanku untuk mengasihi kamu, dan jangan harap kamu bisa mendapatkan rasa belas kasihan dari ku. Jika kamu tidak ingin tersiksa aku madu, maka kamu harus rela menandatangani surat cerai tersebut, dan segera keluar dari rumah ku! ” jelas Yamuna menyelipkan tujuannya.


“ Sampai mati, aku tidak akan menceraikan kamu! ” tolak Farran.


Farran berbalik badan, kedua kakinya melangkah cepat menuju sofa panjang, dan tidur di sana.


Yamuna merebahkan tubuhnya kembali membelakangi Cadman, dan menarik selimut menutup seluruh tubuhnya.


Cadman, dan 11 Suami bohongan Yamuna hanya bisa diam menatap ke Yamuna. Mereka melihat selimut Yamuna bergerak seolah sedang menarik nafas panjang, dan menghapus air mata. Melihat Yamuna seperti sedang menguatkan dirinya sendiri. Cadman dan 11 Suami bohongan Yamuna mengalihkan perhatian dengan menyibukkan diri dan berpura-pura tidak mengetahui.


11 Suami bohongan Yamuna, merebahkan tubuhnya di atas karpet bulu. Mereka juga tertidur dengan posisi telungkup, kedua mata menatap langit kamar redup penerangan cahaya.


“ Apa ada yang sulit tidur seperti aku? ” tanya Kiki.


“ Aku! ” sahut 10 Suami bohongan Yamuna serentak.


“ Apa kalian ingin mendengar kisah ku? ” tanya Kiki, tatapan masih memandang lurus ke langit kamar.


“ Tidak, sepertinya kita lebih baik tidur saja, ” putus 10 suami bohongan Yamuna.


“ Ya, sudah aku nggak jadi cerita. Lebih baik aku juga ikut tidur, ” ucap Kiki mengurungkan niatnya untuk menceritakan kisah kehidupannya.

__ADS_1


Yamuna, Cadman, Kiki, James, Ben, Albert, dan 7 suami bohongan Yamuna, akhirnya mereka semua tertidur. Jam terus berjalan, kini waktu menunjukkan pukul 02:00 pagi dini hari. Yamuna, dan 12 suami bohongan sudah tertidur lelap. Suara dengkuran dari masing-masing Suami bohongan Yamuna terdengar memenuhi seisi dalam ruang kamar Yamuna.


“ Berisik sekali, ” gumam Yamuna setengah mengantuk. Yamuna duduk, “ Sebaiknya aku pindah ke kamar lain saja, ” Yamuna turun, kedua kakinya perlahan berjalan menuju pintu kamar.


Yamuna terus berjalan di koridor gelap, menuju kamar milik mendiang Jordan tak jauh dari kamar miliknya. Yamuna menekan pin, pintu kamar terbuka. Saat tangan mendorong handle pintu, ada seorang pria mendorong masuk Yamuna ke dalam.


“ Akh! ” keluh Yamuna merasa sakit saat kedua lututnya jatuh terlebih dahulu.


“ Kamu pikir kamu bisa dengan mudah melakukan poligami seperti ini kepadaku! ” ucap Farran.


“ Jadi apa mau kamu? ” tanya Yamuna tenang.


“ Ceraikan mereka semua, dan jadikan aku suami kamu satu-satunya. Kamu tahu, pria mana yang mau mempertahankan rumah tangganya dengan wanita yang tidak memiliki rahim. Mereka melakukan itu semua karena kamu sekarang cantik, banyak uang, dan memiliki segalanya. Jika suatu saat kulit kamu keriput, dan kamu tidak memiliki harta. Apa mau pria-pria itu menerima kamu?! ” Farran berjalan mendekati Yamuna.


Yamuna menunduk sedih, kedua tangan menggenggam erat baju piyama bagian depannya.


“ Apa kamu sudah sadar dengan kondisi kekurangan kamu? ” tanya Farran, kepala sedikit menunduk melihat Yamuna tertunduk.


“ Ha ha ha ha. Ucapan kamu seolah mengisyaratkan diri kamu sendiri, ” ucap Yamuna, tawa renyah keluar dari mulut.


Farran memegang kedua lengan Yamuna, “Aku serius! Kamu sekarang adalah wanita yang tidak sempurna, pria mana yang tulus menikah dengan wanita seperti kamu. Sudah tidak bisa memberikan keturunan,” jelas Farran.


Yamuna melepaskan genggaman Farran, tatapan dipenuhi air mata kebencian menatap lekat bola mata hitam Farran, “ Banyak. Masih banyak pria yang tulus menikahi wanita yang tak bisa memberikan keturunan dalam rumah tangganya. Emang pria itu seperti kamu! ”


Rasa kantuk sudah hilang, Yamuna memutuskan untuk keluar. Namun, saat Yamuna menarik handle pintu. Farran menahan kedua bahu Yamuna dari belakang.


“ Aku perhatikan dari tadi, kamu ternyata lumayan juga. ”


Farran memepetkan tubuh Yamuna ke dinding pintu kamar.


“ Apa yang ingin kamu lakukan? ” tanya Yamuna mulai panik.


“ Diam lah, aku akan mencoba membuat kamu bahagia ,” ucap Farran, menempelkan tubuhnya ke bagian belakang Yamuna.


Jangan sampai rahasia Yamuna terbongkar, karena ulah nakal Farran. Jika Farran melihat Yamuna masih dalam keadaan nifas akibat keguguran. Farran akan tahu jika sebenarnya Yamuna masih memiliki rahim.

__ADS_1


...Bersambung...


__ADS_2