
Setelah selesai mencuci piring, Cadman menggendong Yamuna. Membawa Yamuna keluar ruang dapur menuju kamar mereka berada di lantai 2. Baru melewati ruang tamu, Yamuna, dan Cadman terkejut. Mereka terkejut melihat kedatangan Yoan sedang berdiri dengan wajah ikutan terkejut, tangan memegang koper.
“ Pa..Papa, ” gumam Yamuna, ia melompat turun dari gendongan Cadman.
' Ya ampun, aku lupa lagi kalau ini adalah rumah Yamuna, menantu kesayangan ku. Dan sepertinya mereka sedang ingin memberikan aku cucu. Sebaiknya aku membuat alasan, dan membiarkan mereka berduaan dulu, ' batin Yoan.
“ Oh…Papa lupa. Ada barang Papa yang ketinggalan di rumah, ” gumam Yoan merasa kedatangannya tidak tepat. Yoan berbalik, “ Kalau gitu Papa pergi dulu, ” sambung Yoan, kakinya melangkah seperti kilat meninggalkan kediaman rumah Yamuna.
Yamuna mengejar Yoan sampai ke depan teras rumah. Sesampainya di depan teras rumah, Yamuna sudah tidak melihat keberadaan Yoan, dan mobil Yoan.
“ Loh! Tadi Papa atau hantu, ya? ” gumam Yamuna merasa heran, detik selanjutnya Yamuna berbalik, ia kembali masuk ke rumah dan menutup pintu.
Yamuna berjalan mendekati Cadman masih berdiri di tengah ruang tamu.
“ Apa Papa sudah pergi? ” tanya Cadman.
“ Iya, tapi kenapa cepat sekali. Setahu aku baru saja keluar, ” sahut Yamuna bingung.
“ Papa memang seperti itu, mari kita ke atas, ” ajak Cadman kembali menggendong Yamuna.
“ Ih…turunkan, jika Papa datang lagi gimana? ” pinta Yamuna manja.
“ Tidak, Papa tidak akan balik lagi, ” sahut Cadman yakin. Padahal dalam hatinya, ‘Sudah tahu anaknya sudah menikah. Papa main masuk ke rumah dengan nyelonong saja. Jadi malu sendiri tadi ‘kan,’ gumam dalam hatinya setelah mengingat pesan WA dari Yoan.
Yamuna, dan Cadman kini sudah sampai di dalam kamar mandi, berada di dalam kamar Yamuna. Yamuna juga sedang duduk di samping bak mandi, sedangkan Cadman menghidupkan air hangat untuk berendam.
“ Terimakasih, ” ucap Yamuna berpikir jika Cadman sedang sibuk menyiapkan air hangat buat ia mandi.
“ Kenapa terimakasih? ” tanya Cadman bingung.
“ Kamu ‘kan sudah menyiapkan air mandi buat ku. Jadi aku harus mengucapkan terimakasih, dong, ” sahut Yamuna.
Merasa sudah cukup penuh air hangat untuk berendam, Cadman mematikan krannya. Ia berjalan mendekati Yamuna, dan membuka kancing baju kemejanya. Membuat Yamuna menutup kedua matanya, dan memutar arah duduknya.
__ADS_1
“ Ka-kamu kenapa membuka baju di depan ku? ” tanya Yamuna setengah gugup.
“ Tentu saja aku ingin membantu kamu menggosok daki di punggung kamu, ” sahut Cadman datar.
“ Da-daki, perasaan aku sering menggosok punggungku, dan tubuhku. Sampai aku merasa tidak ada daki yang menempel satupun di tubuh ku, ” ucap Yamuna dengan polos.
“ Sudah jangan banyak bertanya. Aku ingin bantu kamu menggosok daki, ” jela Cadman kembali membuat alasan.
“ A-aku bisa sendiri, ” tolak Yamuna.
“ Yamuna, ini sudah mau magrib loh. Apa kamu mau nanti mandi di temani setan? ” tanya Cadman mencoba menakut-nakuti.
“ Ti-tidak, ” sahut Yamuna gugup.
“ Kalau gitu, biarkan aku menemani kamu mandi. Sekaligus aku pun mau mandi, ” jelas Cadman menutupi maksudnya.
“ Baiklah, ” sahut Yamuna patuh.
Yamuna berdiri, ia membuka bajunya, dan meletakkannya ke dalam ember khusus tempat pakaian kotor. Setelah semua pakaian diletakkan di tempat kotor, dan tubuh tidak berbalut kain sehelai pun. Yamuna berjalan mendekati bak mandi sudah berisi air hangat. Yamuna juga masuk, dan menenggelamkan wajahnya ke dalam air hangat.
“ Ka-kamu kenapa masuk? ” tanya Yamuna setengah panik.
“ Aku juga mau mandi, ” sahut Cadman, tangannya menarik kedua lengan Yamuna, dan memutar arah duduk Yamuna, masuk ke dalam kungkungannya Cadman.
“ Ka-kalau kamu mau mandi di dalam bak, maka aku akan mandi di sana, ” tunjuk Yamuna ke arah kucuran shower.
Cadman memutar duduk Yamuna, dan menaikkan Yamuna ke atas pangkuannya. Cadman juga memegang dagu Yamuna, dan membawanya mendekati wajahnya. Membuat kedua mata mereka saling pandang tampak berkedip.
“ Yamuna, izinkan Suami kamu ini membersihkan semua jejak dari perbuatan Iblis itu, ” pinta Cadman tulus.
“ Apa kamu tidak jijik? ” tanya Yamuna penuh arti.
“ Kenapa aku harus jijik dengan Istri sendiri. Ingat sayang! Yang kotor itu Iblis yang sudah berada di Neraka. Bukan kamu! ” Cadman mendekatkan bibirnya, “ Apa dia pernah mencium kamu? ” sambung Cadman.
__ADS_1
Yamuna tidak menjawab, ia hanya mengangguk, wajah terlihat penuh penyesalan.
“ Jangan pasang wajah seperti itu sayang. Mulai hari ini, aku akan membersihkannya, ” ucap Cadman.
Cadman memagut bibir ranum Yamuna. Lidahnya menyeruak masuk ke dalam, dan menari-nari. Setelah merasa cukup puas, sampai membutuhkan oksigen. Cadman melepaskan ciumannya. Membuat dada mereka naik turun.
“ Yamuna, kini bekas Iblis itu sudah aku bersihkan dari bibir kamu. Jadi, bibir yang indah ini tidak lagi terdapat bekas dari perbuatan Iblis itu, ” jelas Cadman, jempol tangannya mengusap bibir setengah terbuka Yamuna.
Yamuna hanya diam, dan menunduk malu.
“ Yamuna, aku juga akan membersihkan jejak Iblis itu dari sini, ” pinta Cadman, tangannya menyentuh titik sensitif Yamuna, membuat Yamuna terkejut.
“ A-apa kamu tidak jijik? ” tanya Yamuna pelan, dengan kepala tertunduk.
“ Tidak sayang, kenapa aku harus jijik dengan Istri ku sendiri, ” sahut Cadman lembut, tangannya sedikit bermain di sana. Lalu menyambung perkataannya, “ Berulang kali aku katakana, jika itu bukan salah kamu. Dan aku akan menghapus semua jejak Iblis tersebut dari tubuh Istriku. ”
Cadman mulai memasukkan miliknya, lalu pinggulnya bergoyang secara perlahan. Melihat Yamuna sudah nyaman dengan posisinya, Cadman kembali menggoyang pinggulnya. Membuat Yamuna, dan Cadman kembali bersatu setelah lebih dari 1 minggu lamanya.
Rasa trauma sejak kejadian penculikan Yamuna, dan Yamuna juga dilecehkan 1 minggu itu. Cadman berusaha menahan diri untuk tidak menyentuh, dan mencium Yamuna. Meski Yamuna sering teringat dengan peristiwa tersebut, dan meminta Cadman untuk membersihkan semua bekas perbuatan mendiang Zahfar di tubuhnya.
Selama 1 minggu, Cadman, Ben, dan Yoan sering menghibur Yamuna untuk bisa melupakan kejadian buruk dan tidak terpuji dilakukan mendiang Zahfar pada Yamuna. Yoan, sebagai orang tua dari anak dan menantunya, ambil peran penting untuk menyembuhkan Yamuna dari trauma, dengan memasukkan kisah-kisah Agama.
Meski Yoan bisa di bilang kurang beribadah, tapi untuk hal mendidik, Yoan adalah ahlinya. Cadman, dan Ben juga seperti itu. Sehingga Yamuna mulai mampu melupakan kejadian keji tersebut, dan mencoba melupakan perbuatan senonoh mendiang Zahfar. Meski sesekali Yamuna mau bermimpi buruk tentang hari itu.
Setelah sudah merasa cukup puas sudah membersikan semua jejak mendiang Zahfar dari tubuh sang Istri, dan Cadman juga sudah menyembur untuk kelima kalinya. Cadman langsung melepaskan Yamuna.
“ Sayang maafkan aku, sudah membuat kamu lelah. Aku melakukannya sampai lima kali, dan kini jam sudah menunjukkan pukul 21:00 malam. Aku juga sudah merasa, membersihkan semua jejak Iblis itu dari tubuh kamu, ” jelas Cadman terputus-putus karena sudah menghabiskan energy terlalu banyak.
“ Terimakasih tetap mau menerima aku sebagai Istri kamu. Terimakasih, Suamiku, ” sahut Yamuna lembut.
“ Husst! ” Cadman meletakkan jari telunjuknya di bibir Yamuna, “ Jangan berkata seperti itu lagi. Sekarang kamu sudah memiliki aroma tubuhku, bukan aroma orang lain. Jadi, mulai sekarang kamu harus melupakan hal itu, ” sambung Cadman serius.
“ Iya, ” sahut Yamuna mengangguk.
__ADS_1
...Bersambung...