
Chandra terlihat berjalan mendekati ruang tamu, di belakang Chandra juga terlihat Cadman. Chandra menghentikan langkahnya tepat di samping sofa di duduki oleh Geulis.
“ Sudah siap bang? ” tanya Geulis menatap Chandra berdiri di sisi kirinya. Yamuna, dan Cadman mendengar panggilan mereka langsung bergidik ngeri.
“ Sudah, kenapa dek? ”
“Nggak apa-apa, Geulis hanya bertanya saja,” sahut Geulis.
Cadman sedari tadi merasa risih melihat panggilan ‘adek’ ‘abang’, terlontar dari mulut Chandra dan Geulis. Cadman tak ingin terus mendengar panggilan mesra terbilang cukup horor buat Chandra, mulai membuka suara dan bertanya.
“ Sejak kapan kamu menjadi abang? ” tanya Cadman sinis.
“ Sejak saya ketemu sama dek Geulis, ” sahut Chandra santai.
Cadman memutar pandangannya ke Geulis, “Geulis, kenapa kamu mau ikut dengan Chandra? Chandra ini bukan pria yang baik. Kamu jangan tertipu dengan raut wajahnya yang seperti Malaikat, dan tampan. Chandra ini aslinya lelaki yang buruk, ” jelas Cadman ingin membuka mata Geulis siapa Chandra, Sekretaris playboy psikopat, bukan seorang pria baik.
“ Tapi Geulis sangat yakin jika abang Chandra tidak akan melakukan hal buruk kepada Geulis, ” Geulis memutar pandangannya ke Chandra, “ Benar ‘kan bang? ” tanya Geulis menyakinkan ucapannya.
“ I-iya, tapi kalau saya khilaf, saya akan tanggung jawab kok, ” sahut Chandra gugup.
“ Tuh ‘kan, kalau terjadi hal buruk ke Geulis, abang Chandra mau tanggung jawab, ” jelas Geulis dengan pikiran lurus dan polosnya.
“ Kamu polos banget sih. Kerja sama aku mau? ” tawar Yamuna, ia memberikan penawaran tentang pekerjaan kepada Geulis, karena Yamuna kuatir kepada Geulis, dan masa depan Geulis. Takutnya di rusak oleh Chandra.
“ Maaf kak, Geulis sudah mendapatkan pekerjaan di rumah bang Chandra. Jadi Geulis tidak ingin bekerja lagi di tempat lain, ” tolak Geulis lembut.
Cadman menatap tajam ke Chandra, “ Bisa kamu jelaskan? ” tanya Cadman dingin.
__ADS_1
“ Bersih-bersih di rumah ku. Kenapa? Tidak boleh. Walaupun kayak gini saya masih bisa tahu batasan, ” sahut Chandra sewot.
“ Yakin kamu tidak akan melakukan hal buruk kepada gadis polos ini? ” tanya Cadman penuh selidik, saat menatap gelagat Chandra terlihat bingung.
“ Te-tentu saja. Jika saya ingin menyalurkan keingan saya, saya ‘kan masih memiliki stok wanita di luar. Masa iya, saya harus embat gadis polos seperti Geulis. Belum apa-apa sudah nangis nanti, ” jelas Chandra di sela tawa sumbang.
Namun, Geulis tidak mengerti pembahasan apa. Geulis hanya mengangguk dan menatap sesekali ke Cadman, Chandra, atau Yamuna, kalau mereka sedang berbicara.
“ Tapi dia cantik loh. Memiliki bentuk tubuh yang ideal juga, hanya tinggal di poles sedikit aja udah pasti sama dengan wanita-wanita yang kamu kencani. Gunung kembarnya juga terlihat lebih tinggi dan menggoda. Hanya ke tutup dengan baju besarnya saja. Jadi, apa kamu yakin bisa tahan?! ” goda Yamuna jujur.
Godaan Yamuna malah membuat Chandra gugup, kepalanya tertunduk, kedua pipinya merah seperti buah strawberry. Menandakan jika ucapan Yamuna benar.
“ Is…suami-istri apaan sih. Bertanya terus macam pihak berwajib saja! ” kesal Chandra, tangannya memegang pergelangan tangan Geulis, “Ayo kita pulang. Saya capek, mau istirahat dulu di rumah, ” pamit Chandra.
“ Kamu janji nggak macam-macam ‘kan? ” Cadman langsung menahan sebelah bahu Chandra.
“ Iya..saya tahu batasan kok. Sebenarnya saya mau saja mengizinkan Geulis bekerja di luar, atau sama tuan dan nona muda. Tapi hati saya masih ragu melepaskannya hidup dan bekerja di kota ini tanpa pengawasan saya. Apalagi Bapak-ibu nya sudah menitipkan Geulis kepada saya. Jadi mau tak mau Geulis harus tinggal, dan bekerja di rumah saya. Aman! ” jelas Chandra sedikit kesal karena Cadman dan Yamuna sepertinya tidak mempercayai dirinya.
Iya sih, siapa juga yang mau percaya sama playboy+psikopat seperti Chandra. Jika kumat darah memangsanya, bisa-bisa Geulis menjadi hidangan pertamanya. Ngeri!
“ Kalau gitu kamu harus hati-hati, jika Chandra melakukan hal buruk kepada kamu. Kamu harus segera melapor kepada kami. Ya, Geulis! ” Yamuna memberi pesan sebelum Geulis dan Chandra melangkah pergi.
“ Iya, terimakasih atas kekuatirannya Kak, ” Geulis menolehkan pandangannya ke Chandra, “ Tapi Geulis sangat yakin jika bang Chandra tidak sejahat yang Kakak dan Om katakan. Geulis permisi, ” pamit Geulis sopan.
“ Iya, hati-hati, ” sahut Yamuna, dan Cadman serentak.
Chandra, dan Geulis pun perlahan beranjak pergi meninggalkan ruang tamu, dan rumah Cadman, Yamuna. Setelah kepergian Chandra dan Geulis, Cadman berjalan mendekati sofa di duduki oleh Yamuna, dan duduk di sebelahnya.
__ADS_1
“ Tadi Chandra bilang jika Caden sudah tertangkap. Dan untung saja salah satu warga ada yang memberitahu dia jika malam itu Caden, dan anak buah rentenir yang berada di Desa tempat Geulis tinggal. Caden dan anak buah rentenir malam itu sedang menginap di hotel. Curiga Caden akan kabur malam itu, Chandra langsung bergegas pergi. Namun sayangnya Geulis malam itu ikut bersamanya. Karena amarah sudah di pendam sejak lama, dan semakin bertambah setelah para warga berbincang dengan Chandra. Chandra sedang beristirahat di depan Kafe, dan saat itu melihat Caden keluar dari Kafe, masuk ke dalam mobil milik Caden. Chandra yang gelap mata langsung memberi pelajaran kepada Caden dan anak buah rentenir. Pada saat salah semua pelanggan mengambil vidio kekerasan yang dilakukannya kepada Caden dan anak buah rentenir, sebagian pelanggan Kafe sudah sempat di unggah di sosial media. Komentar buruk pun mulai menyerang Chandra, tapi dia tidak memperdulikan tentang harga dirinya. Yang ada di dalam pikiran Chandra malam itu adalah gimana nama baik, dan Perusahaan ku, agar tidak di pandangan buruk oleh rekan bisnis lainnya. Jadi Chandra memutuskan untuk membuat rencana gila. Chandra menjadikan Geulis sebagai bahan rencananya dengan berpura-pura ingin di lecehkan, dan sudah pasti tahu ‘kan kegilaan apa yang sudah Chandra lakukan ke Geulis. Tapi untungnya Chandra tidak melakukan hal lebih, hanya sebatas merobek, dan menampar. Akhirnya Chandra memberi tuduhan palsu atas perbuatan anak buah rentenir ke pihak berwajib. Vidio klasrifikasi dia juga sudah ada dengan berpura-pura ingin menolong gadis Desa, makanya dia melakukan kekerasan pada Caden, dan anak buah rentenir. Gara-gara itu banyak orang yang memujinya….” Cadman memijat pelipisnya terasa tegang, “ Mendadak pusing aku di buat olehnya, ” sambung Cadman.
“ Intinya sekarang Chandra ingin menebus semua perbuatannya ke Geulis? ” tanya Yamuna menarik ke simpulan.
“ Iya, ” sahut Cadman singkat.
“ Tapi kenapa aku mendadak was-was saat Geulis tinggal dan bekerja di rumah Chandra. Kamu tahu ‘kan gimana Chandra? ”
“ Heem…tapi mau bagaimana lagi. Kita sudah tidak bisa berbuat apa-apa, paling kalau dia sampai menghamili Geulis, kita turun tangan, menyuruh dirinya untuk bertanggung jawab. ”
“Benar, tadinya aku mau mempekerjakan Geulis di sini sebagai baby sister buat Joryan. Tapi Geulis malah menolakku, karena ia sudah berjanji akan bekerja di rumah Chandra, ” sambung Yamuna mengingat penawarannya tadi kepada Geulis.
“ Sudah, kamu jangan bersedih. Kita doakan Geulis baik-baik saja tinggal di rumah Chandra, ” ucap Cadman menenangkan.
.
.
💫Di sisi lain💫
Di rumah separuh lebih besar dengan rumah milik Yamuna, dan Cadman, dengan nuansa klasik modern berwarna hitam dan putih seperti catur. Chandra sedang berjalan-jalan di dalam rumah, menunjukkan letak di mana dapur, kamar tidur kepada Geulis.
Sudah selesai memberikan arahan pada Geulis. Chandra mengajak Geulis ke lantai 2, kamar mereka. Geulis dan Chandra kini berdiri di depan pintu kamar nomor 2, kamar bersebelahan dengan kamar Chandra.
“ Ini kamar adek, ” Chandra mengarahkan tangannya ke sisi kanan, “ Kalau di sebelah sana itu kamar abang. Jika adek butuh sesuatu, panggil saja abang, ” sambung Chandra menjelaskan.
“ Baik bang, ” sahut Geulis mengangguk.
__ADS_1
“ Geulis juga bisa istirahat. Abang mau masuk ke kamar dulu, mau mandi, dan beristirahat, ” pamit Chandra, ia balik badan, kedua kakinya melangkah menuju kamar miliknya di sisi kanan.
‘ Rumah abang Chandra sangat besar, meski tak sebesar rumah Om dan Kakak tadi. Tapi bagi Geulis tetap saja besar. Kalau abang Chandra bisa sukses seperti ini, maka Geulis juga pasti bisa sukses. Pak…Bu..tunggu Geulis pulang dan membawa uang banyak untuk Bapak-ibu di kampung, ’ gumam Geulis di dalam hati.