SUAMI KE-13

SUAMI KE-13
SK-13 95. Ben minta restu Emak-Bapak


__ADS_3

30 menit sudah berlalu, Yamuna, Ben, Cadman, dan Yasmin sudah selesai sarapan. Mereka juga sedang duduk di ruang tamu.


Ding dong!


Terdengar suara bel Apartemen Ben berbunyi.


“ Siapa Ben? ” tanya Yamuna.


“ Tidak tahu, ” sahut Ben, ia berdiri, “ Biar aku lihat dulu, ” sambung Ben.


Ben melangkah menuju pintu. Sesampainya di depan pintu, Ben menarik handle pintu, betapa terkejutnya Ben saat tamunya adalah Andreas, dan 3 anak buahnya.


Andreas mendorong kasar bidang dada Ben, membuat Ben terjatuh, “ Mana Yasmin?! ” teriak Andreas, tatapan di penuhi api amarah menatap wajah tenang Ben.


Mendengar teriakan Andreas, Yamuna, Yasmin, dan Cadman langsung bergegas menuju pintu.


“ Stop, Pa! ” teriak Yasmin, saat melihat Ben mau di pukul oleh Andreas.


Bam!


Andreas tidak memperdulikan teriakan Yasmin. Andreas terus memukul Ben, sampai darah terlihat di beberapa sudut penting di wajah Ben.


“ Pa…STOP! ” teriak Yasmin sekali lagi, suara gemetarnya terdengar menggema di dalam Apartemen Ben.


“ Ck, ” desis kesal Andreas, ia melepaskan Ben.


Tidak ingin melihat Ben di pukuli oleh Andreas lagi, Cadman berjalan mendekati Ben, dan membantu Ben untuk berdiri. Sedangkan Yasmin terlihat berlari kecil mendekati Andreas, dan berdiri di hadapannya.


“ Kenapa Papa selalu menyakiti Ben? Ben itu tidak salah. Aku..aku lah yang salah di sini, Pa! ” ucap Yasmin menyalahkan dirinya sendiri.


“ Sekarang mari kita pulang, ” hardik Andreas, ia menggenggam pergelangan tangan kanan Yasmin.


“ Tidak! Aku tidak ingin pulang bersama dengan Papa. Papa mau melakukan hal apa lagi kepadaku? apa Papa belum puas terus menjodohkan aku dengan lelaki yang sudah memiliki wanita di sampingnya! ” tolak Yasmin kasar, ia menghempaskan genggaman tangan Andreas, lalu mundur 1 langkah ke belakang, “ Aku tidak ingin pulang. Aku ingin menikah dengan Ben! ” sambung Yasmin.


“ Kamu tidak akan bahagia jika menikah dengan pria miskin seperti Ben. Kamu harus menuruti semua perkataan ku agar masa depan kamu bahagia, dan kamu bisa memiliki apa yang kamu inginkan! ”


“ Oh…jadi cara membuat diri bahagia buat seorang putri kandungan dengan cara seperti itu! pikiran kolot darimana itu, Pa? apa Papa pikir kita hanya bisa bahagia dengan memiliki banyak uang, dan kemewahan? Gimana dengan kebahagian batinku, gimana! ” protes Yasmin di sela isak-tangisnya.


Andreas mengeraskan rahangnya, ia berjalan mendekati Yasmin, menggenggam erat pergelangan tangan Yasmin, “Kebahagian batin tidak perlu. Hidup di dunia hanya di butuhkan materi, bukan batin,” ucap Andreas datar.


Yasmin, Yamuna, Ben, dan Cadman terkejut mendengar perkataan Andreas.


Yasmin langsung membatu, kedua mata berkaca-kaca menatap dingin wajah suram Andreas berada di hadapannya.


“ Engkau memang orang tua yang buruk. Pantes saja Ibu meninggal saat usianya masih muda. Aku rasa Ibu meninggal karena ia tertekan batin oleh sikap kamu, Papa. Andai aku tahu sifat kamu seperti ini, pastinya aku akan ikut pergi meninggalkan Papa dari dunia ini, ” ucap Yasmin dingin.

__ADS_1


Yasmin berbalik, ia segera melangkah mendekati Ben. Yasmin juga berdiri di belakang tubuh kekar Ben, dan memeluk erat tubuh Ben dari belakang.


“ Kenapa kamu harus bersembunyi. Kamu harus pulang, turuti semua keinginan Papa kamu, ” teriak Ben, ia berusaha melepaskan pelukan Yasmin, tapi Yasmin semakin mengeratkan pelukannya.


“ Tidak…tidak…tidak mau! Aku tidak ingin tinggal dan tumbuh bersama pria itu. Aku ingin hidup bersama kamu, Ben. Aku sangat mencintai kamu! Sangat-sangat, ” tolak Yasmin sedikit berteriak, membuat Andreas terkejut.


‘ Baru kali ini aku melihat Yasmin menolak perintahku. Apa lelaki yang sekarang berada di hadapanku adalah laki-laki yang beneran tulus mencintai, dan menyayangi Yasmin. Kelihatannya sih, memang pria baik. Sudah berapa kali aku pukul dia, tapi dia tidak pernah melawanku. Padahal jika aku lihat-lihat, anak muda ini memiliki postur tubuh gagah, dan sangat kuat untuk melawan, lawannya. Apa aku harus restui saja? iya, aku harus merestui Yasmin, agar dia tidak lagi menuduhku sebagai orang yang telah membuat Ibunya meninggal, ’ batin Andreas berpikir keras.


Andreas berbalik badan, “ Aku tunggu kamu untuk melamar putri ku di rumah, ” perintah Andreas datar, ia melirik ke belakang, lirikan tajam untuk Ben. Setelah berkata seperti itu Andreas pergi meninggalkan Apartemen milik Ben.


Yamuna, Cadman, Ben, dan Yasmin terkejut mendengar perintah Andreas.


“ Akhirnya Papa merestui hubungan kita, ” ucap senang Yasmin, ia melompat riang di belakang tubuh Ben.


“ Saya tidak ingin menikah dengan kamu, ” ucap Ben datar, membuat Yasmin terdiam, semangat di wajahnya juga menghilang. Ben berjalan menuju pintu, tangannya memegang handle pintu, “ Sekarang kamu harus pulang, dan berhentilah berharap untuk bisa hidup bersama, ” sambung Ben datar, ia mengusir Yasmin dari Apartemennya.


“ Ben, kamu mengusirku? ” tanya Yasmin sendu.


“ Iya. Saya mengusir kamu, dan saya minta jangan hadir lagi di kehidupan saya. Saya hanya orang miskin yang tidak pantas bersanding dengan kamu! ” sahut Ben jujur.


Entah kenapa, hatinya merasakan ada gejolak aneh saat Yasmin terus hadir di kehidupannya. Ben merasa sangat membenci Yasmin, tapi ada secuil rasa menginginkan sosok Yasmin untuk hadir dan terus bersamanya. Perasaan kecil itu sangat membuat Ben gundah. Suka atau tidakkah dia kepada Yasmin? Hal itu sangat membuat kepalanya pusing.


“ Ben, berhentilah menutupi rasa yang terselubung di dasar hati kamu. Dari semua penolakan yang sering aku dengar. Sepertinya kamu sangat ingin bersama dengan Yasmin. Jujurlah pada diri sendiri Ben, sebelum semuanya terlambat, ” ucap Yamuna, memberi nasehat.


Merasa benar dengan nasehat Yamuna, Ben memutar arah pandangnya ke Yasmin, berdiri di belakangnya dengan kepala tertunduk.


“ Iya, aku sangat-sangat mencintai kamu, ” sahut Yasmin penuh keyakinan, dan tatapan penuh cinta.


“ Jika suatu saat saya sakit, gaji di bagi 2 buat orang tua di kampung, dan buat kamu. Apa kamu masih mau menerima saya? ” jelas Ben, tak ingin menutupi hal apa pun dari Yasmin.


“ Kamu tenang saja. Bahkan aku akan menambah uang bulanan pengiriman kamu ke Emak-Bapak, kamu di kampung, ” sahut Yasmin serius.


“ Jadi, acaranya hari ini ingin ngelamar? ” goda Yamuna.


Ben menatap wajah Cadman, “ Tuan muda, apakah menikah itu enak? ” tanya Ben ingin memantapkan hatinya.


Cadman memberi 2 jempol, “ Sangat enak, jika capek kerja, kamu bisa minta pijitin, dan berakhir main kuda-kuda. Mau setiap detik, menit, 10 ronde, 100 ronde, kamu akan menikmatinya dengan pasangan halal kamu, ” sahut Cadman semangat dengan pikiran anehnya.


“ Selain itu, kehidupan susahnya apa? ” tanya Ben kembali.


“ Karena aku punya banyak uang, jadi tidak ada lagi. Paling tinggal jaga kesetiaan, saling percaya, dan jujur satu-sama lain. Itu saja sih, yang lainnya kamu belajar sendiri saja, ” ucap Cadman.


“ Sebelum kamu melamar anak gadis orang, sebaiknya kamu harus minta restu dulu kepada Emak-Bapak di kampung, agar semuanya berjalan dengan lancar, ” sambung Yamuna memberi saran.


“ Eh! Haruskah itu? ” tanya Ben histeris.

__ADS_1


“ Tentu, ” sahut Cadman dan Yamuna serentak.


“ Mana ponsel kamu, biar aku telepon Emak-Bapak, kamu di kampung, ” pinta Yasmin, tangannya mengulur.


“ Enak aja. Entar kamu bilang yang aneh-aneh pula ke Emak-Bapak, ” tolak Ben. Tangannya merogoh ponsel dari dalam saku celananya, dan membuat panggilan vidio Call.


Tutt!!!tut!!


📞[ “ Assalamu’alikum, Nak.” ] sapa Emak-Bapak, Ben, setelah mengangkat panggilan video call dari Ben.


📞[ “ Wa’alaikumsalam. Emak, Bapak. Ada yang ingin Ben sampaikan.” ] ucap Ben gugup.


📞[ “ Nak, kenapa wajah kamu babak belur seperti itu? dan apa yang ingin kamu sampaikan. Apa kamu sedang mengalami kecelakaan kerja?” ] tanya Emak-Bapak panik dari sebrang sana saat melihat wajah Ben lebam.


📞[ “ Tidak, ini hanya terjatuh saat lari pagi di taman tadi. Hem…Emak-Bapak. Ben….hari ini Ben ingin melamar anak gadis orang.” ] sahut Ben menyelipkan kebohongan, wajahnya sedikit malu-malu, dan kepala tertunduk.


📞[ “ Kenapa mendadak, Nak. Emak sama Bapak belum menyiapkan buah-buahan buat di bawa untuk melamar calon menantu Emak. Bapak juga belum menangkap entok di sawah. Tunggu-tunggu, jika mendadak seperti ini. Apa Nak Ben sudah menghamili anak gadis orang di kota? ” ] tanya Emak-Bapak histeris.


📞[ “ Assalamu'alaikum, Emak…Bapak.” ] sapa Yasmin, ia merebut ponsel milik Ben.


📞[ “ Wa'alaikumsalam. Cantik banget, bukannya ini model cantik yang sering tampil di Tv itu! Emak nggak nyangka jika Ben tinggal di kota benar-benar bisa bertemu dengan kalangan para artis. ” ] puji Emak terlihat senang, sedangkan Bapak hanya mengangguk.


📞[ “ Aku adalah menantu Emak-Bapak. Mohon restui kami. Dan aku sangat-sangat mencintai anak Emak-Bapak. ” ] pinta Yasmin langsung ke tujuannya, dan berbicara tanpa malu.


📞[ “ Emak sama Bapak restui. Kapan kamu ingin minta di lamar? ” ] tanya Emak antusias.


📞[ “ Papa mintanya mendadak, hari ini katanya. Jadi kami minta doa Emak-Bapak dari sana, ya? ” ]


📞[ “ Iya, Emak-Bapak pasti beri restu. ” ] sahut Emak-Bapak senang saat melihat Ben akan melamar anak gadis orang.


📞[ “ Emak, aku tutup dulu. Assalamu'alaikum.” ] pamit Ben malu, dan segera mengakhiri panggilan teleponnya.


“ Cie yang sudah dapat restu. Wajahnya langsung bersemu merah. Kalau gitu, kami berdua pamit pulang dulu. Entar aku dan Cadman datang kembali. Aku akan mewakili kamu melamar Yasmin, ” pamit Yamuna.


“ Benar, kamu dan Yasmin juga harus bersiap-siap, ” sambung Cadman.


“ Baiklah, kalau gitu terimakasih, ” ucap Ben, ia sedikit menundukkan kepalanya, tangannya menahan handle pintu, mempersilahkan Cadman, dan Yamuna untuk pergi.


Yamuna, dan Cadman pun keluar dari Apartemen Ben. Di dalam Apartemen, tinggal Yasmin, dan Ben.


“ Ben, nggak mau mencicipi dulu? ” goda Yasmin, tangannya menyingkap ujung baju kemeja menggantung ia pakai.


“ Gila! Sana pergi kamu mandi, dan lihat ke jemuran, apakah baju kamu yang tadi saya cuci sudah kering di jemuran, ” hardik Ben.


Ben berbalik, ia segera melangkah pergi menuju kamarnya, sebelum setan benar-benar menguasai dirinya.

__ADS_1


...Bersambung ...


__ADS_2