
"Kamu tenang saja. Soal biaya atau yang lainnya sudah aku sediakan, kamu cuman menjalankan promosi saja. Apa kamu setuju?”
Yamuna melirik ke Ben.
“ Gimana Ben? ” tanya Yamuna berbisik.
“ Ambil saja. Lumayan, ” sahut Ben ikutan berbisik.
Sejenak Yamuna bergulat dengan pikirannya, kedua bola mataya terus menatap serius wajah Yoan. Lalu Yamuna mengulurkan tangan kanannya.
“ Baiklah, aku akan terima tawaran Anda. Kita akan melakukan kontrak kerja-sama, ” ucap Yamuna.
Yoan langsung menerima uluran tangan Yamuna, “ Deal! ” ucap Yoan menghentak jabat tangan mereka.
Yamuna menoleh ke Ben, “ Ben, tunjukkan dokumen kontrak kerja sama dari perusahaan milikku kepada tuan Yoan, ” ucap Aulia memberi perintah.
Ben segera mengambil beberapa surat kontrak kerja sama dari dalam map plastik. Lalu memberikannya kepada Yoan.
“ Silahkan di baca tuan. "
Yoan langsung mengambil kertas kontrak kerja sama, lalu ia meletakkan kembali ke atas meja. Kedua bola mata Yoan memandang serius wajah Yamuna.
“ Kamu tidak perlu menunjukkan kontrak kerjasama ini. Karena aku sudah percaya dengan hasil kerja keras dari perusahaan kamu. Sekarang yang terpenting adalah kita melakukan tanda tangan sebagai tanda jadi kita untuk melakukan kontrak kerja sama, ” ucap Yoan datar.
‘Sangat dingin dan juga datar. Pantas saja asal berbicara Cadman selau bersikap dingin dan datar. Ternyata Papanya seperti ini. Dan ini baru bertemu dengan Papanya. Belum lagi bertemu dengan yang lain. Aku rasa jika aku hidup di tengah-tengah keluarga seperti ini. Mungkin tubuhku akan mendadak menjadi patung es,’ batin Yamuna.
Melihat Yamuna melamun, Yoan melambai, “Kenapa wajah kamu terlihat pucat?” tanya Yoan memecah keheningan.
“ Eh…anu..aku…” ucap Yamuna gugup.
" Aku tahu kamu pasti gugup, " Yoan mengangkat tangannya seperti memberi kode ke Sekretaris.
Sekretaris Yoan langsung mendekati Yamuna, dan berhenti tepat di samping kanan Yamuna.
“ Ini uang muka untuk melakukan iklan di Tv, dan beberapa iklan di baliho, ” ucap Sekretaris memberikan cek senilai 1 miliyar.
__ADS_1
Yamuna mengangkat kertas cek tersebut, kedua bola matanya langsung membulat sempurna.
“ Eh…segini katanya uang muka. Emang tuan Yoan ingin membayar kami berapa? ” tanya Yamuna polos.
Tanpa menjawab sepatah kata apa pun Yoan langsung berdiri.
“ Maaf, itu rahasia ku. Karena kita sudah melakukan perjanjian, maka tunangan Cadman besok siang akan aku suruh ke sini. Dan aku harap kerja sama ini akan berjalan dengan lancar ,” Yoan membungkukkan sedikit tubuhnya, “ Karena semua sudah selesai, aku permisi pamit pergi, ” ucap Yoan pamit pergi.
Yoan pun membawa kedua kakinya melangkah pergi.
Yamuna berdiri, “ Tuan..tapi tuan.. ”
Sekretaris Yoan mendekati Yamuna.
“Jangan terus membantah tuan Yoan. Jika tuan Yoan sudah memberikan uang muka sebesar itu, berarti kamu akan…upss..rahasia,” ucap Sekretaris menggantung ucapannya.
" Apa maksudnya? "
" Rahasia! " ucap Sekretaris.
“ Ben, maksudnya apa ya Ben? ” tanya Yamuna.
Ben menggeleng, “ Tidak tahu. Tapi Sekretaris itu sangat tampan daripada saya. Saya jadi minder, ” ucap Ben malah memikirkan fisik Sekretaris Yoan.
Yamuna tidak bisa berkata apa-apa, ia hanya bisa menghela nafas panjang.
“ Nona muda kenapa? ” tanya Ben kuatir.
“ Oh ya, sebelum kamu mencari tahu bagaimana karakter Yasmin. Sih tunangan Cadman. Aku ingin minta kamu membuat surat perjanjian aku dan Farran, ” ucap Yamuna teringat dengan tanda tangan sehabis memberikan uang 500 juta kepada Farran.
“ Kalau saya boleh tahu surat perjanjian apa itu nona? ” tanya Ben penasaran.
“ Tadi aku baru saja mentrasnfer uang kepada Farran sebesar 500 juta rupiah. Tapi aku..” Yamuna menggantung ucapannya, tangan kanan mengambil selembar kertas dari dalam tas mini miliknya, “ Tapi aku sudah mendapatkan tanda tangannya. Aku ingin kamu memanfaatkan tanda tangan ini sebagai tanda surat perjanjian perceraian kami berdua. Atau kamu buat surat itu berisi tentang sebuah pernyataan jika suata saat Farran berselingkuh kembali, dan menyakiti Yamuna. Maka Farran akan bersedia di madu oleh Yamuna. Dan Farran juga akan membiarkan Yamuna memiliki SUAMI-12 di tambah Farran menjadi Suami ke-13, ” sambung Yamuna dengan ide konyolnya.
Ben mengerutkan dahi.
__ADS_1
“ Apa nona sadar dengan ucapan yang baru saja nona katakan. Bukankah jika nona memiliki Suami-13 itu akan membuat nona muda rugi sendiri. Jika nona muda mau pisah, ya pisah saja. Nggak perlu membuat diri nona muda rugi sendiri. ”
Yamuna menatap wajah Ben sangat dekat, “Jika aku bercerai dengan Farran. Hidupnya pasti akan sangat menyenangkan jadinya. Tapi jika aku memainkan sandiwara untuk membalas semua perbuatan Farran karena sudah menyelingkuhi aku dengan mencari Suami sebanyak 12 orang dan semua pria itu aku bawa pulang ke rumah, dan aku berpura-pura bermesraan dengan mereka semua di depan mata Farran. Maka hal itu akan sangat-sangat membuat aku puas.”
“ Kepuasan apa yang nona rasakan saat memikirkan sandiwara ini? ” tanya Ben.
“ Aku ingin membuat pria seperti Farran menyadari betapa berharganya seorang Istri di mata pria lain. ”
“ Berarti nona muda mulai mencintai tuan Farran? ”
“ Tentu saja tidak. Awalnya aku memang hendak membuka diri buatnya. Tapi setelah malam pertama kami berdua, Farran malah menghabiskannya dengan wanita lain. Dan hari-hari berikutnya juga melakukan hal yang sama. Di situ hatiku mulai hambar dan tertutup untuknya, ” ucap Yamuna serius.
“ Kalau hambar kenapa nona muda bisa hamil dengannya. Dan kenapa nona muda mau melakukan hal itu kepadanya, ” celetuk Ben.
Yamuna menundukkan kepalanya, “ Aku hanya wanita yang lemah. Meski aku terus memberontak berharap tidak diper-kosa oleh Farran. Tapi tetap saja akhirnya aku hanya bisa pasrah menerima perbuatannya, ” sahut Yamuna malu-malu.
“ Jadi nona muda beneran ingin melakukan sandiwara seperti itu. Kenapa nona muda tidak langsung pisah saja dengan tuan Farran?” tanya Ben penasaran.
“ Awalanya aku memang ingin berpisah dengan Farran. Tapi setelah aku pikir-pikir, kok enak kali hidupnya sudah menyakiti aku. Mendapat transferan dariku, tiba-tiba dia aku cerai tanpa melakukan balas dendam. ‘Kan aku rugi. Kenapa aku tidak menikmati sedikit permainan di sini sebelum aku berpisah dengannya. Bukankah itu sangat menyenangkan? ”
“ Kenapa nada suara Anda berubah seperti seorang psikopat? ”
“ Apa aku salah? ”
Ben menggeleng, “ Ti-tidak nona muda. Setiap pikiran wanita dan ucapan yang selalu dilontarkan wanita semuanya benar. Saya tidak berani berkomentar apa pun lagi tentang keputusan nona muda. sekarang saya akan membuat surat perjanjian itu sekaligus saya akan mencaritahu gimana karakter tunangan tuan Cadman, ” ucap Ben kikuk.
Yamuna berbalik badan, “ Kalau gitu aku kembali lagi ke ruangan ku. Dan kamu semangat untuk bekerja hari ini. ”
Yamuna pun segera pergi meninggalkan Ben di ruang rapat.
Melihat Yamuna sudah pergi, Ben menggaruk kepala tak gatal.
“ Bermain sandiwara dengan memiliki Suami-13 orang, hanya untuk membalaskan sakit hati atas perbuatan Suaminya. Apa nona muda tidak salah berpikir. Dan ide darimana dia sampai ingin melakukan sandiwara seperti itu. Apa dia tidak takut jika sandiwaranya akan membuat dirinya celaka sendiri. ada-ada saja wanita banyak duit zaman sekarang, ” keluh Ben pusing sendiri.
...Bersambung...
__ADS_1