SUAMI KE-13

SUAMI KE-13
SK-13 117. Bodyguard


__ADS_3

Karena Yamuna sudah pergi dengan mengendarai mobil miliknya sendiri. Yoan buru-buru memerintahkan bodyguard milik nya untuk menyusul Yamuna. Setelah itu Yoan berdiri bersama dengan Cadman di teras rumah.


" Haih.... seperti ini ternyata rasanya memiliki putri, " gumam Yoan, kedua tangan memijat pelipisnya tegang.


" Makasih ya, Pa, " ucap Cadman.


" Makasih buat apa? " tanya Yoan sinis.


" Papa sudah memberikan ini semua kepada Yamuna, dan sudah menerima nya sebagai menantu dengan tulus, " jelas Cadman.


" Hem, " sahut Yoan singkat, ia balik badan, melirik tajam ke Cadman, " Meski dia menantu ku, tapi aku peringatkan kamu untuk tidak menyakitinya. Jika kamu menyakitinya, akan aku keluarkan kamu dari daftar keluarga besar ku. Apa kamu mengerti! " tegas Yoan mengancam putranya sendiri.


" Pa, aku ini putra kandung kamu loh! lagian mana mungkin aku menyakiti Yamuna, aku juga sangat mencintainya, " ucap Cadman di sela paniknya mendengar ancaman Yoan.


" Kalau kamu beneran mencintainya, kenapa waktu itu ada seorang wanita, selebgram atau apalah itu, kamu biarkan dia menyentuh kamu. Mungkin Yamuna sudah melupakan nya, karena anak itu adalah anak yang baik. Tapi Papa, Papa yang ikut menyaksikan perbuatan kamu, masih mengingat jelas. Meski kamu tidak salah, tapi tetap saja kamu salah karena sudah menjadi pria yang tidak tegas. Rubah itu, jika kamu tidak ingin kehilangan Yamuna, dan calon anak kamu di masa yang akan datang! " peringatan Yoan kepada Cadman, masih mengingat jelas waktu Cadman kepergok sedang menindih wanita dengan 3 kancing baju bagian atas terbuka.


" Baik Pa, " sahut Cadman patuh, kepala menunduk merasa menyesali perbuatannya.


Yoan melangkah pergi, masuk ke dalam rumah untuk segera bergegas ke Perusahaan miliknya. Sedangkan Cadman ia masih berdiri di teras rumah, meratapi ketidak tegasan nya waktu itu.


Karena waktu terus berjalan, dan Cadman juga ada kunjungan ke Distributor bersama dengan Chandra pagi ini. Cadman memutuskan untuk bergerak, menuju kantor.


.


.


Di Perusahaan Yamuna sendiri, Yamuna sudah memarkirkan mobilnya dengan benar di parkiran Perusahaan miliknya. Menit selanjutnya, mobil utusan bodyguard milik Yoan ikut memarkirkan mobilnya tepat di samping mobil Yamuna.


" Mobil siapa ini? " gumam Yamuna, berdiri di samping mobilnya.


2 bodyguard utusan Yoan keluar dari dalam mobil, berjalan mendekati Yamuna. 2 pria bertubuh kokoh, bidang dada busung, dan memakai baju stelan biasa sedang berdiri di hadapan Yamuna.


Yamuna terdiam, kedua bola matanya hanya melirik dari atas sampai bawah, " Kokoh, pasti tenaganya sangat kuat, " gumam Yamuna memikirkan hal aneh.


" Selamat pagi, nona muda, " sapa 2 bodyguard serentak.


" Pa...pagi, ka...kalian berdua siapa ya? " tanya Yamuna gugup.


" Kami berdua adalah utusan Presdir Yoan, " sahut 2 bodyguard singkat dan sopan.

__ADS_1


" Ooh .....kalau gitu aku perintahkan kalian menjaga ku dari kejauhan, jarak 5 meter. Kalau kalian tidak menurut, maka kalian bisa pulang, " ucap Yamuna memberi perintah.


" Baik, kami mengerti nona muda, " sahut 2 bodyguard serentak.


Yamuna kini berjalan, menuju Perusahaan miliknya, di ikuti 2 bodyguard dari belakang dengan jarak sudah di tentukan Yamuna.


" Punya mertua kok gini amat, emang aku anak kecil apa. Harus di kawal-kawal seperti ini. Ribet banget," gerutu Yamuna, sesekali ia melirik ke belakang, melihat 2 bodyguard masih terus berjalan mengikutinya.


Sesampainya di dalam Perusahaan, semua mata karyawan sudah datang dan berada di meja kerja mereka masing-masing, menatap takjub ke 2 bodyguard di belakang Yamuna.


Para karyawan mulai membicarakan Yamuna, dan 2 bodyguard .


" Pingin pegang otot dada, otot lengan. "


" Nona muda keren banget, apa yang ia inginkan pasti bisa terwujud. Aku jadi ingin memiliki bodyguard berwajah tampan, tubuh kokoh, dan ah.....sudahlah jadi pingin aku. "


" Eh...tapi ada yang bilang kalau tubuhnya besar dan berotot, barang miliknya kecil loh! kalau aku tidak sudi, lebih bagus badan kecil tapi besar. "


" Nggak mungkin kecil, sudah pasti besar, dan berotot juga. Aku sangat yakin! "


Mendengar karyawan mulai membahas hal aneh, Yamuna sudah berada di depan lift terpaksa menghentikan langkahnya, balik badan, dan menatap sinis ke para karyawan masih berkumpul.


" Ehem! Mau aku pecat?! " tegas Yamuna.


Yamuna balik badan, tangan kirinya memijat pelipis nya terasa tegang, " Haah... ada-ada saja pikiran wanita, " gumam Yamuna. Yamuna menekan tombol lift menuju lantai 2.


Ting!


Pintu lift terbuka, Yamuna masuk ke dalam, di ikuti 2 bodyguard.


" Ka-kalian kenapa ikutan masuk? " tanya Yamuna gugup, ia merasa tidak nyaman di dalam lift kecil bersama dengan 2 bodyguard dengan tubuh kokoh berdiri di belakang nya.


" Untuk di jalan mungkin kami bisa menjaga jarak, nona muda. Tapi untuk di dalam, kamu harus tetap mengikuti perintah Presdir Yoan, " sahut salah seorang bodyguard mengingat pesan Yoan.


" Haih... " hela Yamuna dengan nafas panjang.


Ting!


Pintu lift terbuka.

__ADS_1


Yamuna melangkah keluar lift diikuti 2 bodyguard. Tidak ingin merasa pusing karena terus diikuti, Yamuna mulai membiasakan dirinya. Yamuna berjalan santai di koridor menuju ruang kantor nya.


Sesampainya di depan ruangan, Yamuna masuk, sedangkan 2 bodyguard berdiri di depan pintu.


" Akhirnya terpisah juga, " lega Yamuna, menyandarkan tubuhnya di kursi empuk miliknya.


Merasa perut masih lapar, dan keinginan makan segar, manis, dan dingin belum tersalurkan. Yamuna mengambil ponsel miliknya, membuka pesan makanan dengan aplikasi online.


Begitu melihat beragam macam menu makanan manis, segar, dan dingin, saliva Yamuna mengalir begitu saja.


" Enak....semua enak, " ucap Yamuna semangat, jarinya terus menekan, dan memesan menu makanan manis.


20 menit sudah selesai memesan menu makanan manis, segar, dan dingin.Yamuna juga sudah menghabiskan uang 1 juta hanya untuk memesan menu makanan manis, segar, dan dingin. Yamuna meletakkan ponselnya, dan menunggu pesanannya.


" Akhirnya selesai juga, " tangan Yamuna mengelus perut buncitnya, " Sabar ya, nak, sebentar lagi sop buah, manisan, rujak, Boba, milk jus, atau makanan manis lainnya pasti akan datang, "


30 menit sudah berlalu, di halaman Perusahaan sudah menunggu 20 orang pengantar makanan online milik Yamuna. Semua karyawan, kru, Security, tercengang.


Ada apa ini, apa ada demo? tapi kenapa para pengantar memegang banyak makanan?


Siapa yang memesan banyak makanan seperti ini?


Malas keluar ruangan, 2 bodyguard di suruh Yamuna untuk mengambil semua pesanan miliknya sudah di bayar. Karena semua pesanan milik Yamuna berada di tangan 2 bodyguard, bodyguard pun berjalan masuk ke Perusahaan.


Semua mata karyawan, kru, dan staff lainnya memandang heran. Pandangan membuat 2 bodyguard tak nyaman.


" Aku baru tahu kalau wanita bisa makan sebanyak ini, " bisik bodyguard 1.


" Apa nona muda bisa menghabiskan makanan, dan minuman ini semua? " tanya bodyguard 2 melihat makanan, dan minuman sangat banyak.


" Entahlah, yang penting kita kerjakan saja. Aku tidak ingin Presdir Yoan marah kepadaku. Karena kalau Presdir Yoan marah, bisa habis kita berdua, " ucap bodyguard 1 mengingatkan bodyguard 2, kalau Yoan marah bisa sangat ngeri.


2 bodyguard sudah berjalan di koridor menuju ruang kantor Yamuna. 2 bodyguard itu masuk, meletakkan semua pesanan milik Yamuna di meja nya.


" Nona muda, ini semua pesanan milik nona muda, " ucap salah seorang bodyguard.


" Okay, kalau gitu temani aku makan, " pinta Yamuna. Yamuna berdiri, ia berjalan menuju meja.


" Ti-tidak, kami tidak suka makanan seperti ini nona muda, " tolak bodyguard 1.

__ADS_1


" Yakin? "


...Bersambung ...


__ADS_2