SUAMI KE-13

SUAMI KE-13
SK-13 77. Hati terasa perih


__ADS_3

Setelah isak-tangis Yamuna terhenti, Cadman melepaskan pelukannya. Ia membuka jas miliknya, dan menutupi tubuh Yamuna.


“ Kita pulang ya, ” ajak Cadman, ia menggendong tubuh gemetar Yamuna.


Yamuna hanya mengangguk, dan menundukkan wajah takutnya.


Cadman berjalan, dan berhenti di hadapan Chandra masih berdiri di depan pintu kamar, “Terimakasih atas kerja keras kamu. Aku bawa Yamuna kembali pulang. Kamu bereskan mereka semua. Jika perlu habisi anak buah Zahfar tanpa sisa,” perintah Cadman dingin. Hatinya masih terasa perih melihat kondisi Yamuna tampak rapuh dan ketakutan.


“ Baik, tuan muda hati-hati di jalan, ” sahut Chandra sedikit menundukkan pandangannya.


Cadman pergi, menggendong Yamuna meninggalkan rumah Zahfar. Sedangkan Chandra mengurus semua sisanya, dan menunggu kedatangan pihak berwajib untuk menangkap beberapa anak buah Zahfar masih selamat di bawah.


Langkah kaki Cadman terhenti di samping pintu mobil، kursi penumpang bagian depan. Tangannya ingin membuka pintu. Namun, Yamuna mencegahnya.


“ A-aku takut jika duduk sendirian. Jadi izinkan aku duduk di pangkuan kamu, agar tak ada orang lain yang bisa menculik aku lagi, ” pinta Yamuna, masih merasa trauma akibat perbuatan Zahfar.


“ Baiklah, ” sahut Cadman singkat, hatinya bertambah sakit saat mendengar rengekan halus, dan tatapan sendu dari Istri tercinta.


Cadman memutar badan, ia berjalan mendekati pintu supir. Membuka pintu, masuk, ia duduk kursi kemudi, dan meletakkan Yamuna di atas pangkuannya.


“ Yamuna, aku berjanji akan selalu menjaga kamu. Sayang, tenanglah. Saat ini aku sudah bersama kamu, tidak ada yang bisa menyakiti kamu lagi, ” ucap Cadman lembut, ia mencium dahi Yamuna untuk menenangkan kegelisahan dan trauma pada Yamuna.


Yamuna melingkarkan kedua tangannya di jenjang leher Cadman. Membenamkan wajahnya di bidang dada kekar Cadman. Kemudian terdengar suara isak-tangis, air mata Yamuna juga membasahi baju kemeja Cadman.

__ADS_1


“ A-aku bukan Istri yang baik, tubuh ku kini sudah kotor. Apa yang harus katakan kepada Papa Yoan, tentang semua ini. Dan apa kata karyawan, dan publik lainnya saat seorang Istri dari tuan muda Cadman Ren, dan menantu Presdir Ren, sudah pernah di culik, dan sempat dilecehkan, ” gerutu Yamuna lirih.


Cadman mengangkat wajah Yamuna, tatapan serius memandang wajah cantik Yamuna terlihat sembab dan di penuhi air mata, “Yamuna, kamu tenang lah. Aku sangat yakin Papa pasti akan mengerti dengan situasi ini. Kamu berhentilah menyalahkan diri kamu sendiri. Jika ada orang yang menyalahkan kamu atas insiden ini. Maka, aku akan langsung turun tangan,” ucap Cadman lembut, membuat Yamuna perlahan berhenti menangis.


Yamuna memeluk tubuh Cadman, dan kembali membenamkan wajah sembabnya, “A-aku sangat lelah, izinkan aku tidur di dalam pelukan kamu,” rengek Yamuna dengan suara serak.


“ Tidurlah, aku juga akan membawa kamu pulang, ” sahut Cadman, satu tangannya membelai puncak kepala Yamuna, dan tangan satunya menghidupkan mesin mobil.


Setelah menghidupkan mobil, Cadman segera melajukan mobilnya meninggalkan rumah Zahfar. Tatapan suram memandang lurus ke jalan raya sepi, kedua tangannya mengepal erat di stir kemudi, mengingat kejadian dimana Zahfar dengan asiknya menggoyang tubuh Yamuna, saat tubuh Yamuna tampak gemetar menahan ketakutan.


‘ Yamuna, maafkan aku karena aku terlambat menyelamatkan kamu. Karena kami hanya datang berdua, kami jadi harus membereskan semua anak buah Zahfar terlebih dahulu baru kami bisa menerobos masuk ke dalam kamar. Yamuna, aku sangat yakin pasti kamu tadi sangat ketakutan. Maafkan aku sayang, ini bukan salah kamu. Dan kamu bukanlah Istri yang kotor ,’ batin Cadman teriris mengingat kejadian buruk menimpa Yamuna. Cadman menurunkan pandangannya ke bawah, bola mata Cadman langsung membulat sempurna seperti hendak lepas dari tempat nya saat melihat ada sayatan panjang dan dalam di lengan kanan Yamuna.


“ To-tolong…le…lepaskan aku. Ja-jangan lakukan itu kepadaku…a-aku sudah memiliki Suami. To-tolong….” Yamuna mengigau, lalu kembali terlelap.


Tubuh Yamuna gemetar hebat, tangannya juga menggenggam erat baju kemeja Cadman bagian depan.


1 jam kemudian, mobil dikendarai Yamuna, dan Cadman sudah sampai tepat di depan teras rumah Yamuna. Cadman perlahan membuka pintu mobil, ia juga sangat hati-hati menggendong Yamuna masuk ke dalam rumah, agar tak membangunkan tidur nyenyak Yamuna.


Cadman kini meletakkan perlahan tubuh Yamuna di atas ranjang. Merasakan hawa tubuh Yamuna mulai panas, Cadman segera mengambil ponselnya. Baru saja hendak menelepon Dokter pribadi, pintu kamar Yamuna terbuka, terlihat Yoan, dan seorang Dokter berjalan masuk ke dalam ruangan.


“ Dokter Joko , tolong tangani menantu ku, ” perintah Yoan lembut, ia menuntun Dokter Joko mendekati ranjang Yamuna. Dimana terlihat Yamuna sedang tertidur lelap.


“ Papa kenapa bisa tahu jika aku sedang membutuhkan Dokter? ” tanya Cadman bingung, tatapan memandang Yoan sedang berdiri di sisi kirinya.

__ADS_1


“ Chandra sudah menceritakan semuanya padaku. Sekarang yang terpenting luka yang ada di lengan Yamuna. Luka itu sangat dalam, kalau tidak segera di jahit, dan diobati. Maka akan terjadi infeksi serius, ” sahut Yoan berbisik, agar Yamuna tidak terbangun.


“ Presdir, saya akan menyuntikan obat tidur ,” izin Dokter Joko, tangannya memegang suntikan berisi cairan obat tidur.


“ Lakukan yang terbaik, ” sahut Yoan tegas.


Setelah mendapat persetujuan dari Yoan, Dokter Joko menyuntikan obat tidur dengan dosis rendah ke Yamuna. 5 menit setelah selesai melakukan penyuntikan, Dokter Joko mengambil jarum jahit, dan mulai menjahit luka Yamuna.


“ Maafkan Papa karena sempat meragukan kamu, dan ikut campur dalam penangkapan Zahfar. Setelah mendengar jika Zahfar sudah meninggal dunia, Papa bisa sedikit lebih tenang mengenai nyawa Yamuna, ” jelas Yoan merasa lega setelah mendengar jika Zahfar sudah meninggal dunia di tangan Chandra.


“ Aku sudah melupakan itu. Sekarang yang menjadi beban pikiran ku adalah, Zahfar sudah melakukan hal buruk kepada Yamuna. Membuat Yamuna terus menyalahkan dirinya sendiri. Aku juga takut, jika Yamuna mengandung anak dari Iblis itu. Pasti Yamuna akan kembali menyalahkan dirinya, ” ucap Cadman dengan nada kecewa saat memikirkan apakah Zahfar sempat menabur benih.


Sudah selesai menjahit luka Yamuna, Dokter Joko sempat mendengar pembicaraan Cadman dan Yoan segera mendekat. Dokter Joko berdiri di hadapan Cadman dan Yoan.


“ Maaf, tadi saya sempat mendengar percakapan Presdir, dan tuan muda. Agar kekuatiran tuan muda mengenai hal itu hilang, lebih baik kita melakukan pengecekan. Maaf, kalau vital belum di bersihkan, tuan muda bisa mengambil sedikit dari sana, dan meletakkannya ke dalam wadah ini. Biar saya yang mengeceknya, ” jelas Dokter Joko, tangannya memberikan wadah kaca kecil, untuk meletakkan cairan.


“ Maaf Dokter, aku tidak melakukan hal itu tanpa seizin Yamuna. Aku yakin saja jika Iblis itu belum sempat menyebar benih nya, ” tolak Cadman lembut, tangannya mengembalikan kembali toples kaca milik ke tangan Dokter Joko.


“ Baiklah. Saya sudah meletakkan obat anti denyut di atas meja, karena sudah tidak ada yang harus saya kerjakan lagi. Saya permisi pamit pulang, ” pamit Dokter Joko sopan.


“ Mari, aku hantarkan Dokter keluar, ” ucap Yoan memberikan penawaran.


“ Baiklah. ”

__ADS_1


Dokter Joko, dan Yoan pergi keluar kamar Yamuna. Meninggalkan Cadman masih berdiri di samping ranjang, tatapan kesedihan memandang wajah tenang Yamuna kini masih tertidur lelap.


...Bersambung...


__ADS_2