SUAMI KE-13

SUAMI KE-13
SK-13 136. Menangkap Caden


__ADS_3

Mobil dinaiki oleh Chandra dan Geulis, terus melaju kencang meninggalkan Desa, menuju kota, tempat dimana Caden katanya menginap dengan anak buah rentenir. Chandra juga sesekali terhenti di hotel untuk bertanya apakah ada wanita dengan cirri-ciri di foto (Caden) menginap.


Waktu terus berjalan, dan sudah ada 3 hotel terdekat Chandra masuki untuk mencari Caden, tapi tak juga ketemu. Sampai akhirnya Chandra memutuskan untuk memarkirkan mobilnya sejenak di depan sebuah kafe kekinian.


“ Akh…awas saja kalau kau ketahuan kabur dari incaranku. Akan ku pastikan hidupmu tidak akan lama lagi! ” teriak Chandra meluapkan emosinya, dan melupakan Geulis berada bersamanya di dalam mobil.


Glek!


Mendengar ancaman Chandra, wajah Geulis berubah menjadi pucat, keringat dingin mengalir, dengan susah payah ia menelan saliva.


Chandra baru saja menyadari jika dirinya tidak sendiri di dalam mobil segera meraup wajahnya, dan tertunduk, " Ma-maaf! "


“ A-apa abang…se-seorang pem..pembunuh? ” tanya Geulis takut-takut.


“ Lebih dari itu, ” sahut Chandra dingin, tatapan tajam memandang Geulis, “ Adek dan kedua orang tua adek aja yang terlalu baik kepada saya! ” Chandra menghidupkan mesin mobilnya, “ Saya akan mencari taksi untuk antarkan adek pulang. Dan jangan ikut lagi bersama saya, karena saya bukanlah orang baik, ” sambung Chandra mengingatkan Geulis.


Mobil hendak di jalankan. Namun ia melihat Caden, dan salah seorang pria lebih muda dari Caden keluar dari dalam kafe menuju sebuah mobil Brio putih terparkir di depan mobil miliknya. Dengan cepat Chandra membuka seatbelt miliknya, ia pun membuka pintu dan turun dari dalam mobil. Geulis sendiri hanya diam, tak berani bertanya apa pun kepada Chandra.


“ Bukannya itu anak buah rentenir, dan wanita kota dari PT. MUNA? ” gumam Geulis, menatap langkah Chandra sudah mendekati Caden. Kedua mata Geulis membulat sempurna, tangannya juga menutup mulutnya, “ Tidak mungkin, ” gumam Geulis, melihat Chandra dengan muda melumpuhkan anak buah rentenir, dan menampar Caden hingga tersungkur ke bawah.


Siapa sangka wajah tampan dan terlihat baik, sebenarnya sedang menutupi jati diri sesungguhnya. Itu lah Chandra, Sekretaris Cadman, terkenal dengan karakter psikopat, playboy, dan berhati dingin oleh lawan-lawannya.


“ Bukannya saya tidak mau melaporkan kamu ke pihak berwajib. Tapi entah kenapa saya merasa jika tuan muda melakukan itu, tenaga, dan keahlian saya akan terbuang sia-sia, ” ucap Chandra, kedua tangannya mengikat pergelangan tangan Caden dan anak buah rentenir sudah jatuh pingsan.


“Berani sekali kau memukul seorang wanita!” teriak Caden di wajah Chandra.


Teriakan Caden membuat Chandra semakin meradang, wajahnya menggelap, dan tangannya dengan ringan melayang.


Plaak!!

__ADS_1


Tamparan terakhi membuat sudut bibir Caden robek, dan mengeluarkan darah.


Perbuatan kasar Chandra justru membuat dirinya menjadi pusat perhatian pengunjung kafe. Bahkan banyak pengunjung mengambil vidio dari aksi Chandra secara diam-diam. Dan sebagian sudah menyebar ke publik.


“ Ayo, cepat masuk ke dalam mobil! ” hardik Chandra, sebelah tangannya menggenggam erat lengan Caden, lalu menarik Caden, sedangkan tangan satunya menggendong anak buah rentenir, diletakkan di atas bahunya. Menit selanjutnya kedua kakinya melangkah, menarik paksa Caden menuju mobilnya.


Sesudah memasukkan Caden, dan anak buah rentenir masih dalam keadaan pingsan ke dalam mobil. Chandra tadinya ingin ikut masuk ke dalam mobil, tapi harus terhenti saat melihat para pengunjung kafe masih ada memegang ponsel, dan merekam dirinya.


Bukannya takut, atau marah kepada para pengunjung mengambil video nya secara sembunyi-sembunyi. Chandra malah berdiri di samping mobil, tangannya masih menahan pintu kursi kemudi, pandangannya lurus ke para pengunjung.


“ Hei…terimakasih sudah merekam apa yang saya lakukan. Dan bersiaplah untuk kalian yang sudah mengunggahnya ke publik! ” Chandra melambaikan tangannya ke para pengunjung, “ Daa…sampai bertemu dengan kalian semua tengah malam nanti! ” sambung Chandra di sela senyum psikopatnya, lalu ia masuk.


“ Hei…psiko! Lepaskan aku?! ” teriak Caden dari bangku penumpang belakang.


Chandra meraih penutup kepala dari dalam dashboard mobilnya, lalu ia sedikit beranjak dari kursi, memutar tubuh ke belakang, dan langsung menutup wajah Caden dengan penutup kain itu.


“ Hei…apa yang sedang kamu lakukan. Lepaskan aku?! ” teriak Caden dari balik penutup kain hitam.


“ Adek tenang saja, saya tidak akan pernah menyakiti orang seperti adek, ” ucap Chandra berusaha menenangkan ketakutan Geulis.


Menit selanjutnya Chandra menghidupkan mesin mobil, dan kembali melajukan mobilnya menuju Desa, tempat tinggal Geulis.


Sudah 10 menit berjalan, Geulis masih tidak mengeluarkan suara, bibirnya terasa keluh, seakan terkunci karena rasa takut terlalu berlebihan saat melihat dan mengingat perbuatan Chandra.


Sepanjang perjalan menuju Desa, Caden terus berteriak dan mengoceh, hal itu membuat Chandra kehilangan kesabaran. Tangan kirinya mengulur ke belakang, dan langsung memukul tengkuk Caden. Caden pun pingsan.


Geulis sendiri hanya diam, tubuhnya semakin gemetar ketakutan, kedua matanya berkaca-kaca, sangking takutnya.


Ciitt!!!

__ADS_1


Chandra menghentikan mobilnya di tepi jalan. Entah kenapa hatinya merasa tidak tega melihat Geulis ketakutan seperti itu. Chandra menoleh ke Geulis, duduk dengan kedua tangan gemetaran memegang seatbelt. Chandra membuka seatbelt miliknya, detik selanjutnya membuka seatbelt milik Geulis, menarik tubuh Geulis, dan memeluknya.


“ Jangan takut, karena saya tidak akan melakukan hal jahat kepada adek. Saya hanya melakukan tugas, dan Caden adalah seorang penipu yang tak pantas diberi hati. Sekarang saya ingin mengantarkan adek, dan saya juga ingin mengembalikan uang pendaftaran kepada para korban, ” jelas Chandra.


“ Si-siapa sebenarnya abang ini? ” tanya Geulis gugup.


Chandra melepaskan pelukannya, “ Saya hanya seorang bawahan yang di utus membereskan masalah yang di timbulkan oleh Caden. PT. MUNA itu adalah milik istri dari tuan muda. Sebut saja Bos di tempat saya bekerja. Pemiliknya adalah wanita yang baik, dan tidak pernah memungut sepeser pun uang bagi orang yang ingin melamar pekerjaan di Perusahaan nya, ” jelas Chandra, berusaha menetralkan pikiran buruk Geulis kepadanya.


Drrttt!!!!drrt!!


Ponsel Chandra berdering, ia segera merogoh ponsel dari dalam saku celananya, terlihat nama panggilan dari Cadman. Melihat tuan mudanya memanggil, Chandra langsung menekan tombol hijau.


📞[ “Ha….” ] baru saja ingin menyapa dengan salam pembuka, Chandra langsung kena amuk oleh Cadman dari sebrang sana.


📞[ “Kenapa kamu melakukan hal itu di depan publik? Apa kamu sekarang sudah melihat jika vidio kamu sekarang sudah menyebar di media sosial. Apa yang harus kamu katakan jika pihak berwajib menangkap kamu?” ] omel Cadman setengah cemas.


📞[ “Saya pasti tidak akan ketangkap. Tuan muda tenang saja. sekarang saya ingin kembali ke Desa untuk mengembalikan uang para korban, dan mengklarifikasi semuanya. Saya tutup panggilan teleponnya.” ]


Chandra langsung menutup panggilan teleponnya sebelum Cadman menjawab.


Chandra menoleh ke Geulis, memandang penuh Geulis dari atas sampai bawah. Membuat Geulis merasa risih dengan pandangan Chandra.


“ Ke-kenapa memandang Geulis seperti itu? ” tanya Geulis gemetar ketakutan.


“ Boleh saya minta tolong? ” Chandra bertanya lembut.


“ Minta tolong apa bang? ”


“ Permintaan yang tak masuk akal. Tapi saya janji akan bertanggung jawab. ”

__ADS_1


Chandra pun mendekatkan bibirnya ke daun telinga Geulis, berbisik, membuat kedua mata Geulis membulat sempurna.


__ADS_2