
Mobil Cadman kini sudah terpakir di garasi mobil. Ia berdiri di samping mobil milik Yamuna, tangannya mengambil benda pipih miliknya dari saku celana, menekan kontak nomor montir langganan.
π [ β Hallo, selamat siang. Aku, Cadman. Tolong ambil mobil Istri ku di rumah, aku tunggu sekarang! β ] ucap Cadman tanpa memberi membiarkan penerima telepon menjawab.
Setelah selesai menelepon, Cadman memasukkan ponsel miliknya ke dalam saku celananya. Cadman melangkah pergi masuk ke dalam rumah, tak lupa tangan kanannya membawa guling baru buat Yoan.
Langkah kaki Cadman terhenti saat melihat Yamuna sedang duduk santai di ruang tamu, membaca novel berjudul, βAZKA & ANNAβ.
β Assalamuaβlaikum, β ucap salam Cadman.
Sangking seriusnya membaca cerita anak genius, AZKA & ANNA, Yamuna sampai terkejut. Ia menutup novelnya, dan panik melihat Cadman sudah berdiri di hadapannya.
Yamuna menepuk kedua pipinya, β Apakah aku sedang bermimpi? β gumam Yamuna.
βTidak, aku hari ini pulang cepat karena ingin menghabiskan waktu bersama dengan kamu,β sahut Cadman mendengar gumam Yamuna.
Cadman mendekati Yamuna, ia duduk di sisi kiri Yamuna. Bantal berada di tangan kanan ia letakkan di sofa kosong berada di depannya.
β Aku merindukan kamu, β goda Cadman, tangannya mencubit hidung mancung Yamuna.
β Aduhβ¦sakit tahu, β rengek Yamuna, tangannya mengelus hidungnya terasa pedas dan perih akibat cubitan Cadman.
β Habisnya aku gemes, β ucap Cadman, tangannya mengelus rambut belakang Yamuna.
β Kamu kenapa membeli guling? β tanya Yamuna melihat guling masih berbungkus plastik.
β Buat Papa, β sahut Cadman singkat.
β Tapi Papa sudah ada guling. Kenapa kamu membeli lagi? β tanya Yamuna masih penasaran.
β Nanti akan aku ceritakan, sekarang mari kita bawa ini ke kamar Papa, β ajak Cadman.
β Aku jadi penasaran, β gumam Yamuna dengan hati penuh rasa penasaran.
Yamuna, dan Cadman meninggalkan ruang tamu, mereka berdua berjalan menuju kamar Yoan, terletak tak jauh dari ruang tamu. Cadman membuka handle pintu, mengajak Yamuna masuk ke dalam kamar.
__ADS_1
β Kenapa aku harus ikut masuk? β tanya Yamuna ikut berjalan di samping Cadman.
βAku ingin memberitahu kamu sesuatu nanti,β ucap Cadman, ia terus berjalan mendekati ranjang.
Langkah kaki Cadman dan Yamuna terhenti di samping ranjang. Dahi Yamuna mengernyit melihat ranjang Yoan sangat berantakan.
β Ya ampun, kenapa ranjang Papa sangat berantakan seperti ini, sih, β gerutu Yamuna, risih melihat tempat tidur Yoan berantakan.
Yamuna hendak membersihkan seprai Yoan. Namun Cadman langsung menahan tangan Yamuna, karena ia tahu jika tempat seprai milik Yoan sudah di nodai oleh perbuatan Yuyun.
β Yamuna, kamu jangan sentuh apa pun yang ada di sini. Biar nanti aku suruh Bibi Ratna membersihkannya, β ucap Cadman, tangannya menahan lengan kanan Yamuna.
β Kenapa harus Bibi Ratna, seharusnya kamu suruh saja Yuyun yang membersihkannya, β ucap kesal Yamuna.
Cadman mengambil guling, β Coba kamu cium ini wangi apa, β perintah Cadman, mendekatkan guling ke wajah Yamuna.
Sejenak Yamuna mengendus, detik selanjutnya wajahnya berubah menjadi kecut, β Bau apaan itu. Macam bau belacan tapi kenapa ini lebih parah, β keluh Yamuna, ia merasa sedikit mual saat mencium aroma aneh terdapat di guling Yoan.
Cadman meletakkan guling kotor sudah di nodai Yuyun di lantai, dan menggantikan guling baru. Cadman mengambil tab miliknya dari saku jas, membuka rekaman CCTV, dan menunjukkan aksi tak senonoh Yuyun kepada Yamuna.
Cadman menepuk dahinya, β Untung milik Yamuna tidak memiliki bau yang busuk, β gumam Cadman, tangannya kembali menyimpan tab miliknya ke dalam saku jas bagian dalam.
Saat Cadman dan Yamuna masih berada di dalam kamar milik Yoan. Pintu kamar Yoan terbuka, Cadman langsung menoleh ke pintu. Betapa terkejutnya Cadman saat melihat Yoan datang membawa guling baru.
β Papa! β
β Kamu kenapa bisa di kamar Papa? β tanya Yoan, ia segera masuk ke dalam kamar dan mengunci pintu kamar.
β A-akuβ¦anuβ¦β sahut Cadman gugup, tangannya segera meraih guling di lantai, dan menyembunyikannya di balik tubuhnya.
β Kenapa guling itu kamu sembunyikan di balik tubuh kamu? β tanya Yoan penuh selidik.
β Kenapa Papa beli guling baru? β Cadman balik bertanya.
βAku rasa, aku tidak perlu menjawabnya. Pasti kamu dan Chandra sudah membobol keamanan rekaman CCTV di dalam kamar ku,β dengus Yoan terdengar pasrah.
__ADS_1
β Maaf Pa. Ehβ¦berarti Papa sudah tahu tentang perbuatan Yuyun? β
Yoan membuka plastik guling barunya, meletakannya di atas ranjang. Menit selanjutnya Yoan mendekati Cadman, dan berdiri di hadapannya, β Karena kamu juga sudah mengetahuinya, terpaksa Papa harus membongkar rencana Papa kepada kamu. β
β Rencana apa itu Pa? β tanya Cadman penasaran.
β Dia bukan Sasvita Yuyun. Wanita itu sebenarnya adalah Dara. Dara melakukan operasi wajah, dan tubuhnya. Semua itu karena untuk memikat Papa, dan ingin merebut semua harta Papa. β
βKalau sudah tahu kenapa Papa masih ingin mempekerjakannya. Bukannya sama saja Papa memasukkan Singa ke dalam kandang kelinci? β
β Masalah nya uang yang ia pakai untuk melakukan operasi adalah uang dari hasil menipu teman Papa yang berada di Luar Negeri. Saat itu teman Papa sedang melakukan kunjungan bisnis ke Korea. Di sana mereka bertemu. Untuk kejadian selanjutnya Papa tidak tahu. Teman Papa hanya bilang jika dia di tipu oleh Dara. Setelah berhasil melakukan penipuan, Dara bersembunyi, dan ketemunya saat ia sudah berhasil melakukan operasi. Karena teman Papa sangat sibuk, dan harus segera pulang ke Negaranya, ia tidak sempat menangkap Dara. Jadi, teman Papa hanya memberikan foto Dara setelah melakukan operasi, yang katanya sudah pulang ke tanah air. Karena teman Papa orang Luar Negeri dan dia sangat patuh hukum di setiap masing-masing Negera. Teman Papa meminta tolong kepada Papa untuk menangkap Dara, sampai ia datang ke sini, dan membawa Dara ke Luar Negeri untuk mempertanggung jawabkan atas perbuatannya, β ucap Yoan menjelaskan tujuannya sesungguhnya.
βJadi kapan teman Papa datang ke tanah air?β tanya Cadman.
β 2 atau 3 hari lagi, β sahut Yoan, tangannya memijat pelipisnya.
β Kalau Papa pusing kenapa harus di pertahankan. Sudah serahkan saja ke pihak berwajib, β ucap Cadman memberi saran.
β Kalau bisa pasti sudah Papa lakukan. Masalahnya kalau wanita itu di serahkan ke pihak berwajib, maka wanita itu tidak bisa mengembalikan uang milik teman Papa. Jadi, Papa hanya bisa menunggu teman Papa hadir ke sini, yang katanya sekalian ingin menghadiri acara pernikahan Ben, β sahut Yoan membuat Cadman terkejut.
β Pa..jangan sampai penangkapan wanita itu membuat acara pernikahan Ben rusak. Ini sekali dalam seumur hidup Ben, loh Pa! β tegas Cadman.
β Benar, aku tidak setuju dengan rencana teman Papa, β sambung Yamuna, ia keluar dari dalam kamar mandi, dengan seluruh wajah, sampai baju bagian depannya basah.
β Yamuna! kenapa kamu sangat kacau seperti itu? β tanya Cadman, dan Yoan serentak.
β Ini gara-gara ulah Cadman. Menunjukkan hal yang menjijikkan, β adu Yamuna manja ke Yoan.
β Kamu menunjukkan perbuatan wanita tadi ke Yamuna? β tanya Yoan histeris.
β Habisnya Yamuna terus penasaran. Jadi aku tunjukkan saja, β sahut Cadman santai.
β Dasar, punya anak tidak pernah berpikir dengan akal sehat. Menantu ku sedang mengandung, kamu sudah menodai mata suci yang masih belum terbuka dengan perbuatan kamu! β omel Yoan.
β Maafβ¦maaf Pa, β ucap Cadman, setengah memohon.
__ADS_1
...Bersambung ...