SUAMI KE-13

SUAMI KE-13
SK-13 70. Gara-gara Baju mendiang


__ADS_3

Keesokan paginya, pukul 05:30 pagi. Karena Yamuna dan Cadman tadi malam tidur di rumah Yoan, dan Yamuna tidak membawa baju sama sekali untuk pergi ke kantor. Yoan berinisiatif memberikan baju bekas mendiang Istrinya, yaitu Sisil, dan beberapa dalaman masih baru. Berhubung Yamuna masih tidur, hanya Cadman sudah bangun dan sibuk memasak sarapan di dapur. Yoan memutuskan untuk menyerahkannya ke Cadman.


“ Ada baju baru yang belum sempat di pakai mendiang Mama, kamu. Jadi berikan ini ke Yamuna agar dia bisa memakai baju bersih ke kantor, ” ucap Yoan berdiri di samping Cadman sedang menyajikan makanan di atas meja.


“Tidak perlu Pa, aku bisa mengantar Yamuna ke rumah untuk mengganti pakaiannya nanti,” tolak Cadman merasa tidak enak menerima baju milik mendiang Mamanya. Karena Cadman sangat tahu, betapa Yoan sangat menyayangi semua benda peninggalan mendiang Istrinya, dan tak rela berbagi dengan siapa pun.


“ Apa kamu tega membiarkan menantu ku memakai baju sudah 1 harian dia pakai semalam? Tubuhnya bisa gatal jika tidak berganti pakaian, ” Yoan mengambil tangan Cadman, “ Aku ikhlas memberikan baju ini kepada menantuku. Cepat berikan sebelum aku marah pada kamu! ” sambung Yoan sedikit mengancam.


“ Iya-ia, akan aku berikan. Tapi aku selesaikan masakan ini dulu, ” sahut Cadman terpaksa menerima baju pemberian Yoan.


“ Sudah biar Papa saja yang melanjutkannya, kamu berikan ini. Cepat! ” desak Yoan, tangannya mendorong punggung Cadman keluar dari ruang dapur.


“ Iya Pa. Sebenarnya anak Papa, aku atau Yamuna, sih! ” keluh Cadman sudah berada di luar pintu dapur.


“ Yamuna! sudah sana pergi, jangan sampai dia bangun dengan memakai baju kotor, ” ucap Yoan mengingatkan Cadman kembali.


“ Hem! ” dengus di kesal Cadman.


Cadman melangkah pergi meninggalkan dapur menuju kamarnya berada di lantai 2. Bibir Cadman terus mengulas senyum tipis saat melihat Yoan dan dirinya bisa kembali akrba. Jujur saja semenjak meninggalnya Sisil. Cadman sempat menjauh dari Yoan karena Cadman berpikir jika Mama nya meninggal karena Yoan tidak becus menjaga Sisil. Namun, kesalahpahaman itu langsung menghilang saat Yamuna hadir di tengah-tengah mereka.


Tok!tok!


“ Yamuna, apa kamu sudah bangun? ” tanya Cadman mengetuk pintu kamarnya.


“ Sudah, masuk saja, ” sahut Yamuna dari dalam.


Cadman mendorong handle pintu, “ Aku datang membawa baju…” ucapan Cadman terhenti saat melihat Yamuna sudah mandi dan memakai baju kemeja miliknya. Jantungnya berdegup kencang saat melihat Yamuna memakai baju kemeja hanya menutupi sampai bawah bokong, dan rambut masih basah.

__ADS_1


“ Kamu bawa apa? ” tanya Yamuna menghampiri Cadman.


Cadman langsung menutup matanya, tangannya memegang tumpukan baju dan bagian dalam mengulur ke depan, “ A-aku bawakan baju yang masih baru dari mendiang Mama. Ini permintaan Papa, ja-jadi kamu tidak boleh menolaknya, ” sahut Cadman terburu-buru.


“ Tapi aku sudah pakai baju, dan celana boxer milik kamu, ” jelas Yamuna polos.


‘ Apa! Dia memakai celana boxer milikku?! Aduh…pikiranku mulai jorok jadinya. Sadar-sadar Cadman. Jangan tergiur meski kamu sangat ingin melakukannya dengan Yamuna, ’ batin Cadman mulai mengkhayal tak karuan.


“ Cadman kenapa pipi kamu memerah, dan wajah kamu berkeringat? ” tanya Yamuna, tangannya perlahan mendekati wajah Cadman, dan menghapus keringat menempel di wajah Cadman.


Grep!


Cadman langsung menggenggam pergelangan tangan Yamuna.


“ Yamuna, jangan terus menggoda ku jika kamu belum siap melakukannya kepadaku. Aku ini pria normal, dan aku juga sudah menjadi Suami kamu. Jika kamu terus berpakaian seperti ini, aku pastikan, lain kali aku tidak akan bisa mengontrol hasratku. Aku sangat ingin memakan kamu, tapi aku sadar jika kamu masih memiliki trauma dari bekas mantan Suami kamu, Farran. Makanya aku tidak akan memaksakan hal itu, ” jelas Cadman langsung ke intinya, kedua mata di penuhi rasa keinginan untuk memakan Yamuna terlihat jelas saat memandang wajah bingung Yamuna.


“ Jangan menantang ku Yamuna, ” ucap Cadman datar, ia perlahan mendekati Yamuna.


“ Aku serius. Aku sudah menikah dengan kamu, sudah saatnya aku menutup lembaran lama, dan membuka lembaran ba…”


Tanpa memberi Yamuna kesempatan untuk menyelesaikan ucapannya. Cadman langsung menggendong tubuh Yamuna, dan meletakkannya ke ranjang.


“ Cadman, kamu kenapa tiba-tiba membawa aku tidur di atas ranjang? ” tanya Yamuna bingung, ia ingin bangkit tapi Cadman sudah menindih tubuhnya, dan menggenggam kedua pergelangan tangannya.


“ Yamuna, aku sangat mencintai kamu, ” gumam Cadman, perlahan ia menundukkan tubuhnya, dan mencium bibir ranum Yamuna.


Tanpa menolak Yamuna menerima ciuman lembut dari Cadman. Tangan Cadman juga menjalar seperti akar, dan berhenti di titik sensitif.

__ADS_1


‘ Entah kenapa setiap kulit yang Cadman sentuh membuat aku pingin berteriak. Sangat lembut, dan penuh kehati-hatian. Tindakan Cadman sangat jauh berbeda dari Farran. Cadman seperti sangat menghormati ku saat ingin melakukannya. Sedangkan Farran dulu sangat kasar, membuat setiap yang ia sentuh terasa sakit, ’ batin Yamuna, perlahan kedua matanya tertutup menerima perbuatan Cadman.


“ Yamuna, izinkan aku memasukkannya, ” ucap Cadman meminta izin.


Yamuna hanya diam, dan mengangguk.


Setelah mendapat anggukan dari Yamuna. Cadman melepaskan bajunya. Karena rudal sudah berdiri tegak dan siap masuk, tanpa berlama-lama Cadman langsung menerobos masuk ke dalam. Perlahan pinggulnya bergoyang.


.


Di sisi lain, Yoan sedang menunggu kedatangan Cadman dan Yamuna di meja makan.


“ Kenapa Cadman dan Yamuna lama sekali. Padahal aku hanya menyuruhnya untuk memberikan pakaian baru peninggalan mendiang Sisil. Apa Yamuna merajuk karena di kasih baju mendiang Istriku, ya?! ” gumam Yoan, bola matanya sesekali memandang ke pintu ruang makan untuk memastikan kedatangan Yamuna, dan Cadman.


Karena merasa bersalah memberikan baju baru mendiang Sisil, dan berpikir jika Yamuna pasti sedang merajuk tidak mau memakai baju pemberian Yoan. Yoan mengambil ponsel miliknya, dan menghubungi seseorang.


📞[ “ Selamat pagi, apa toko kalian sudah buka? ” ] tanya Cadman setelah seorang wanita mengangkat panggilan teleponnya dari sebrang sana.


📞[ “ Sudah tuan. Apa tuan ingin sesuatu? ” ] tanya wanita tersebut.


📞[ “ Kirimkan aku baju dress untuk kerja, dan beberapa baju bagus lainnya keluaran terbaru. Jangan lupa bagian dalam juga. Kurang dari 1 jam harus sampai ke rumah sebelum menantuku pergi ke kantor. ” ] pinta Yoan sedikit mengancam.


📞[ “ Ba-baik tuan, segera kami kirimkan. ” ] sahut wanita tersebut sedikit takut.


Yoan langsung mematikan panggilan teleponnya. Karena masih merasa bersalah, Yoan memutuskan untuk membuatkan makanan ringan buat Yamuna bawa ke Kantor nanti.


Itu pikiran Yoan. Padahal Yoan tidak tahu jika anak, dan menantunya sedang menyatukan diri di dalam kamar.

__ADS_1


...Bersambung...


__ADS_2