
" Apakah kamu yang bernama Ben? ” tanya pria tersebut berhenti tepat di hadapan Ben.
“ Iya, An….”
Bug!
Belum sempat lagi Ben menyelesaikan perkataannya, pria tersebut memukul Ben. Ben terjatuh di atas lantai, tangannya memegang sudut bibirnya. Sedangkan Yamuna, Cadman, dan Yasmin melihat kejadian itu, langsung beranjak dari sofa, dan keluar ruangan.
“ Pa-Papa, ” ucap Yasmin terkejut, melihat Andreas dan bodyguard berada di Perusahaan Yamuna.
“ Ben, kamu tidak apa-apa ‘kan? ” tanya Cadman membantu Ben untuk berdiri.
“ Tidak tuan, hanya luka ringan saja, ” sahut Ben, ia pun menerima bantuan Cadman untuk berdiri.
Andreas mendekati Yasmin, menggenggam erat pergelangan tangan kanan Yasmin, dan menariknya, berdiri di sisi kanannya. Tatapan suram Andreas memandang lekat wajah Cadman, Ben, dan Yamuna.
“ Aku peringatkan kepada kamu! ” tunjuk Andreas ke Yamuna, lalu melanjutkan ucapannya, “ Kalau kamu masih terus mendukung hubungan Yasmin dengan Sekretaris bodoh kamu. Maka, aku pastikan kamu tidak akan selamat. ”
“ Pa…ini bukan salah Yamuna. Akulah yang menyukai Ben, aku jatuh cinta kepadanya, ” jelas Yasmin menjelaskan perasaannya kepada Andreas.
“ Berhentilah menjadi wanita murahan, Yasmin, ” bentak Andreas, tangannya menghentakkan tangan Yasmin.
Yasmin langsung tertunduk, perkataan Andreas serasa menusuk jantung nya.
Apa seorang wanita mengejar seorang pria adalah seorang wanita murahan? Apa seorang wanita tidak boleh mengejar seorang pria untuk teman hidupnya? Apa seorang wanita hanya boleh menjadi seorang wanita, memiliki harga diri tinggi? Hanya untuk di sebuah pernikahan.
Andreas berbalik badan, “ Ayo, pulang! ” ajak Andreas, tangannya menarik kasar pergelangan tangan Yasmin.
Yasmin pun menurut, ia mengikuti langkah Andreas bersama dengan bodyguard. Sesekali ia menolehkan wajahnya ke belakang, melihat Ben hanya diam dengan kepala tertunduk. Sedangkan Yamuna, dan Cadman hanya bisa diam. Mereka tidak ingin ikut campur masalah pribadi Yasmin, dan mereka juga tidak ingin berurusan lebih banyak lagi dengan Andreas.
“ Ben, sepertinya kamu harus keruang perawatan. Kamu harus mengobati bibir kamu yang pecah, ” perintah Yamuna, kuatir melihat sudut bibir Ben masih mengeluarkan darah.
__ADS_1
“ Kalau gitu saya permisi pamit dulu, nona muda, ” pamit Ben menuruti ucapan Yamuna.
Dengan wajah terlihat murung Ben berjalan menuju ruang perawatan berada di lantai 3.
“ Apa yang salah jika seorang wanita mengejar cinta? ” tanya Yamuna terdengar kesal.
“ Ada yang salah, dan ada yang tidak salah, ” Cadman memutar posisi berdirinya menghadap Yamuna, “ Kamu kenapa terlihat kesal seperti ini? ” sambung Cadman saat melihat wajah cantik Yamuna terlihat kesal.
“ Iya, aku kesal saja. Masa Ben harus di pukul seperti itu! tinggal bertanya kemana Yasmin saja, kok susah amat. Main hakim segala lagi. Sok keras, ” gerutu Yamuna kesal, mengingat Andreas memukul Ben tanpa berbuat salah, dan menyebabkan Ben terluka.
Cup!
Tidak ingin membuat wajah Yamuna terus merasa kesal seperti itu. Cadman memberi ciuman sekilas di bibir ranum Yamuna. Membuat wajah Yamuna tampak merah, menahan malu.
“ Ih, apaan sih! Ini di kantor, gimana jika karyawan ku melihat kita, ” gerutu Yamuna malu-malu.
“ Biarkan saja, kita ‘kan sudah suami-istri. Jadi sah, sah saja jika aku mau melakukan apa pun kepada Istriku, ” Cadman memegang dagu Yamuna, membuat wajah Yamuna menengadah, “ Yamuna, nanti sore aku jemput kamu. Dan nanti malam aku ingin main kuda-kudaan dengan kamu. Mari kita isi perut kamu dengan benih cinta dariku, ” sambung Cadman menggoda Yamuna.
“ Kalau gitu aku akan membahasnya di rumah. Oh, ya. Tadi Papa bilang kalau dia akan pergi ke luar kota untuk 1 minggu. Jadi selama 1 minggu itu, aku ingin meminta trip yang sempat tertunda, ” jelas Cadman mengingat pesan Yoan, mengatakan jika dirinya sedang ada perjalanan bisnis mendadak.
“ Hem…kamu genit sekarang, ya? ” Yamuna memutar badan Cadman, “ Sebaiknya kamu kembali ke kantor, karena aku masih banyak pekerjaan lainnya, ” sambung Yamuna, kedua tangannya mendorong punggung Cadman, dan membawa menuju lift.
“ Yamuna, berikan aku ciuman semangat, sekali saja, ” goda Cadman, ia mencoba menoleh kebelakang. Namun, Yamuna langsung menahan kepala Cadman dari belakang.
“ Tidak boleh! ” tegas Yamuna, tangannya menekan tombol lift. Pintu lift terbuka, ia segera mendorong tubuh Cadman sampai masuk ke dalam, lalu menekan tombol angka 1, “ Daaa..sampai ketemu nanti sore,” sambung Yamuna, melambaikan tangannya ke Cadman.
“ Istriku…kamu licik, ya?! ” teriak Cadman dari lift, dengan pintu sudah tertutup.
Yamuna pun berbalik, ia merenggangkan kedua tangannya ke atas, “ Ha…akhirnya sunyi juga,” gumam Yamuna merasa lega saat dirinya tinggal sendirian. Yamuna sedikit menunduk, salah satu tangannya mengepal di depan dadanya, “ Cadman minta hak nya sebagai seorang Suami kepada ku. Kalau aku ingat-ingat, memang dari kejadian itu, Cadman tidak pernah banyak menuntut ku untuk melayaninya. Tapi, kalau saat ini dia meminta hak nya kepadaku? apakah aku yang bernah mendapatkan aksi tak pantas berhak melayani suami seperti Cadman. Haah….kenapa rasanya sakit sekali memikirkan ini semua, ” gumam Yamuna merasa depresi.
Setelah berusaha melepaskan pikiran anehnya, dan berusaha tenang untuk tidak mengingat kejadian buruk tersebut. Yamuna melangkahkan kedua kakinya, berjalan menuju ruangan kerjanya.
__ADS_1
.
💫Di Sisi Lain💫
Di dalam mobil mewah, di kendarai Yasmin, Andreas, dan supir. Yasmin terlihat tampak kesal, ia terus memandang ke arah jendela mobil, melihat ramainya jalan raya di tengah jam makan siang.
“ Yasmin! Apa kamu lupa siapa orang-orang yang sudah menghancurkan pertunangan kamu?! ” tanya Andreas dengan nada dingin.
“ Pa, lagian itu bukan pertunangan yang aku inginkan. Bukannya Papa saja yang menginginkan pertunangan aku, dan Cadman berlangsung. Saat ini aku sudah menemukan tambatan hatiku! Jadi berhentilah untuk mengurusi kehidu…”
Plak!!!
Tidak suka di bantah, Andreas menampar Yasmin.
“ Berani sekali kamu membantah aku. Ingat! Jika kamu tidak menuruti ucapanku, apa kamu bisa menjamin kehidupan kamu akan bahagia, dan kamu masih bisa hidup mewah tanpa harus bekerja keras! ” bentak Andreas, membuat Yasmin menatap wajah Andreas dengan tatapan kebencian.
“ Apa Papa pernah memikirkan kebahagiaan ku? Tidak pernah, ‘kan? Yang Papa pikirkan itu hanya uang, kekuasan, kekejian untuk merampas kebahagian orang lain hanya untuk kesenangan Papa sendiri! ”
“ Berani kamu..” gerutu Andreas, tangannya sudah naik ke atas. Namun, saat melihat Yasmin menundukkan wajahnya dengan tubuh gemetar. Andreas menarik tangannya, dan mencoba meredakan amarah sudah memenuhi seluruh tubuhnya.
“ Kenapa Papa tidak jadi menampar aku? ” tanya Yasmin, perlahan ia mengangkat wajahnya dan memandang wajah Andreas terlihat suram.
“ Aku hanya ingin memberikan yang terbaik buat kamu. Kamu putri ku satu-satunya. Jika kamu pernah gagal menikahi Cadman. Seharusnya kamu bisa mencari pria lebih tajir dari Cadman. Jika kamu sudah memiliki pasangan seperti itu, aku sangat yakin jika hidup kamu pasti akan bahagia selamanya, ” jelas Andreas mengutarakan isi hatinya.
“ Tidak semua kemewahan, dan hidup bergelimang harta itu menjadi kehidupan ku akan bahagia, Pa. Kali ini izinkan aku menemukan kebahagian ku sendiri, aku mohon, Pa! ” ucap Yasmin setengah memohon.
Andreas tidak memperdulikan permintaan Yasmin. Andreas mengambil ponsel miliknya, ia membuka aplikasi pesan tiket pesawat online. Dan Andreas memesan 1 tiket pesawat untuk penerbangan ke Belanda.
“ Papa sudah memesan tiket pesawat buat kamu terbang sore ini ke Belanda. Jangan membantah, ” ucap Andreas tegas.
Yasmin terkejut, kedua matanya berkaca-kaca, dadanya serasa sesak saat dirinya harus pergi ke Belanda, tanpa harus berpamitan kepada Ben. Seorang pria kini menjadi tambatan hatinya.
__ADS_1
...Bersambung ...