
Setelah membuka pintu, Bibi Ratna bergegas menuju ruang makan, berdiri di samping Yamuna.
“ Ada apa Bi dan siapa yang datang? ” tanya Yamuna, ia menghentikan santap makan siangnya.
“ Katanya Asisten rumah tangga baru yang di rekrut dari tuan besar Yoan, ” sahut Bibi Ratna.
“ Loh, kok cepat sekali datangnya. Kata kamu wanita itu akan datang sore nanti, ” sambung Yasmin mengutarakan keterkejutannya.
“ Nggak tahu, ” sahut Yamuna singkat, Yamuna berdiri, ia menatap Bibi Ratna, “Dimana ART baru itu Bi?” tanya Yamuna sopan.
“ Saya suruh menunggu di ruang tamu non, ” sahut Bibi Ratna.
“ Kalau gitu biar aku lihat. Bibi, tolong bereskan kamar di sebelah kamar Bibi, ya, ” pinta Yamuna sopan.
“ Baik nona muda. Bibi permisi pamit ke belakang dulu, ” pamit Bibi Ratna.
Bibi Ratna berjalan menuju kamar ART di belakang. Sedangkan Yasmin masih terus menatap Yamuna dengan tatapan penuh tanya.
“ Kenapa kamu menatapku seperti itu? ” tanya Yamuna sadis.
“ Apa wanita itu adalah Da…”
Yamuna langsung membungkam mulut Yasmin, membuat Yasmin berhenti berbicara.
“ Diam kenapa. Apa tidak bisa kamu rem sedikit saja mulut ember kamu. Jika suara kamu sampai kedengaran Bibi Ratna dan wanita itu tahu, kalau kita tahu Identitas sebenarnya dia. Gimana? Bisa-bisa aku tidak mengetahui apa niat busuknya datang ke kehidupan keluarga baruku, dan merubah bentuk wajahnya seperti itu, ” omel Yamuna pelan.
“ Iya deh! Aku tidak akan berkata apa pun, dan aku pura-pura tidak tahu apa pun, ” ucap Yasmin kesal.
“ Kamu makan saja di sana, aku mau pergi melihat Yuyun dulu, ” perintah Yamuna.
Yamuna balik badan, ia melangkah pergi meninggalkan ruang makan menuju ruang tamu.
“ Oh..nama samarannya Yuyun. Aku jadi penasaran dengan bentuk tubuh aslinya, sama atau tidak dengan yang di foto, ” gumam Yasmin.
Penasaran dengan bentuk tubuh, dan wajah asli Dara setelah melakukan operasi plastik. Yasmin ikut melangkah pergi meninggalkan dapur, menuju ruang tamu. Hitungan menit kemudian, Yamuna, dan Yasmin sudah berada di ruang tamu.
“ Kamu Sasvita Yuyun, ya? ” tanya Yamuna, berdiri di hadapan Yuyun.
__ADS_1
“ Benar, saya adalah Sasvita Yuyun, atau panggil saja Yuyun, ” sahut Yuyun memperkenalkan dirinya.
‘ Buset, bukan hanya wajah yang dia operasi. Tapi 2 gunung kembarnya kini berubah menjadi sangat besar. Kalau memang Dara melakukan operasi untuk mempercantik diri, dan merubah namanya menjadi nama kampungan seperti ini. Bisa jadi, Dara merencanakan hal besar untuk Yamuna. Ck..ck…dasar wanita simpanan, ’ batin Yasmin, ia terkejut saat melihat perubahan Dara sangat jauh berbeda dari sebelumnya.
Bukannya hanya bentuk wajah saja di rubah oleh Dara. Tapi bentuk 2 gunung kembarnya juga di rubah, terlihat lebih bulan dan kenyal. Namun, bentuk tubuh Dara tidak di perdulikan Yamuna. Yamuna hanya berfokus pada 1 tujuan, apa maksud dari perubahan Dara, dan kenapa Dara masuk ke lingkungan keluarga barunya.
“ Kalau aku adalah Yamuna Yin, panggil saja Yamuna, ” sahut Yamuna berpura-pura memperkenalkan dirinya.
“ Kalau yang di sebelah nona muda, bukannya…..oh..saya tahu! Bukanya wanita yang di sebelah nona muda Yamuna ini adalah model cantik yang sering tampil di Tv itu, ‘kan? Dan katanya juga akan segera menikah dengan Sekretaris nona muda yang tampan itu, ” ucap Yuyun histeris dengan wajah polosnya.
“ Iya, kamu benar. Aku adalah model paling cantik yang ada di Negeri ini. Dan…tunggu! ” sejenak Yasmin hampir terbuai dengan pujian Yuyun, lalu Yasmin berhenti saat Yuyun mengatakan jika Ben adalah Sekretaris tampan. Yasmin berjalan mendekati Yuyun, “Apa kamu barusan bilang jika Ben adalah pria tampan?” tanya Yasmin dingin.
“ He he he, memang iya. Bukannya Sekretaris nona muda Yamuna sangat tampan, ” sahut Yuyun di sela tawa sumbang nya.
“ Apa kamu seorang penguntit? kamu baru saja hadir di sini, dan kamu sudah mengetahui Ben. Apa kamu adalah…hum..m m m…”
Rasa cemburu berlebihan saat mengetahui Yuyun memuji Ben, membuat Yasmin hampir kelepasan berbicara. Saat Yasmin hampir mengolok-olok Yuyun, Yamuna langsung membungkam mulut Yasmin.
“ He he…maafkan Yasmin. Dia memang seperti ini, suka merepotkan orang lain, ” jelas Yamuna di sela kepanikannya.
“ Oh, saya pikir kenapa, ” ucap Yuyun terlihat polos.
“ Nona muda, kamar belakang sudah saya siapkan, dan sudah bisa di tempati, ” ucap Bibi Ratna memberitahu Yamuna.
“ Terimakasih ya, Bi, ” sahut Yamuna lembut. Yamuna mengalihkan pandangannya ke Yuyun, “ Yuyun, kamu boleh ikut Bibi Ratna, karena Bibi Ratna yang akan mengajari kamu, dan memberitahu di mana kamar kamu nantinya, ” ucap Yamuna memberitahu Yuyun.
“ Baik, saya permisi pamit dulu nona muda Yamuna, ” pamit Yuyun.
“ Mari Dek, ikut Bibi, ” ajak Bibi Ratna berjalan terlebih dahulu.
Yuyun mengikuti Bibi Ratna. Namun, sesekali Yuyun menolehkan wajahnya ke belakang, melihat Yamuna dengan senyum penuh makna jahat.
“ Kenapa kamu menghentikan aku? ” tanya Yasmin pelan, tapi sedikit menekan nada suaranya.
“ Jika kamu tidak dihentikan, bisa-bisa rencana ku untuk membongkar kedok Dara yang tersembunyi di balik wajah lugu, dan polos Yuyun bisa gagal. Lagian, kamu tidak bisa mengntrol sedikit emosi kamu saat ada orang lain yang memperhatikan Ben. Jika Ben tahu sikap kamu seperti ini, aku pasti sangat yakin Ben akan meninggalkan kamu! ” ancam Yamuna, lalu memutar bola mata malasnya.
“ Habisnya Yuyun terlalu naïf untuk gadis kampung, dan lugu. Jika bentuk tubuhnya seperti itu, aku takut Ben akan berpaling dariku. Mana pernikahan kami tinggal 5 hari lagi, kalau aku sampai gagal menikah lagi. Aku ‘kan bisa depresi nantinya, ” sahut Yasmin jujur.
__ADS_1
“ Ucapan kamu benar. Bentuk tubuh Yuyun sangat menggoda, aku sebagai wanita saja selera melihatnya, apa lagi pria-pria kita, ” sambung Yamuna terlihat sedih.
“ Tuh ‘kan, ucapan ku benar. Aku jadi ingin menyingkirkan Yuyun secepatnya, ” ucap Yasmin semangat.
“ Sekuat apa pun jika kamu ingin mempertahankan pasangan kamu agar tetap setia. Tapi kalau dirinya tidak ingin setia, tetap saja kamu akan merasa kecewa dengan perjuangan kamu sendiri. Lebih baik, kita jalani aja, dan kenapa kamu pula yang repot-repot ingin menyingkirkan Yuyun. Padahal Yuyun tinggal dan bekerja di rumah ku, bukan di Apartemen milik Ben, ” sahut Yamuna menasehati, dan mengingatkan Yasmin.
“ Kamu benar, kalau gitu aku tidak jadi cemas deh, ” ucap Yasmin kembali semangat.
.
.
💫Di sisi lain💫
Bibi Ratna sudah mengantarkan Yuyun sampai di depan pintu kamar. Sebuah rumah kecil khusus di buat untuk ART, berada tepat di belakang rumah induk milik Yoan, dan tepat di samping taman belakang.
“ Dek, ini kamar kamu, ” ucap Bibi Ratna memberitahu Yuyun.
“ Ck, tidak ada kamar yang lebih bagus apa. Parah! ” sahut Yuyun kasar, membuat Bibi Ratna terkejut.
‘ Astaqfirullah al-adzim. Ternyata gadis ini kasar, aku tidak menyangka jika tuan besa Yoan memilih Asisten rumah tangga seperti ini. Apa karena bentuk tubuhnya cantik, ’ batin Bibi Ratna, wajahnya masih terlihat heran menatap wajah lengus Yuyun.
“ Kenapa kamu terus lihat-lihatin bentuk tubuhku? Iri kamu! ”
“ Ti-tidak, sa-saya pamit dulu, ” sahut Bibi Ratna gugup.
“ Tunggu dulu, ” ucap Yuyun menahan bahu kiri Bibi Ratna.
“ Ke-kenapa? ” tanya Bibi Ratna gugup.
“ Kamu wanita tua, kamu harus diam, dan berpura-pura tidak melihat sifat asli ku. Kamu juga tidak boleh menggoda Presdir Yoan, karena pria tua banyak uang itu hanya untuk milikku, dan kalian semua adalah sampah yang harus segera aku singkirkan, ” ancam Yuyun dengan menekan nada suaranya di telinga kiri Bibi Ratna, membuat seluruh tubuh Bibi Ratna gemetar.
“ Ba-baik, ” sahut Bibi Ratna.
“ Kalau gitu, sudah sana pergi! ” usir Yuyun, ia mendorong punggung Bibi Ratna, sampai langkah Bibi Ratna terhuyung-huyung.
Yuyun masuk ke dalam kamar, ia merebahkan tubuhnya di atas ranjang berukuran 5 kaki, tatapannya mengarah ke langit-langit kamar, dengan senyum jahat di wajah cantiknya.
__ADS_1
“ Yoan..Yoan. Dasar laki-laki tua bangka, aku rela menggugurkan kandungan ku, aku juga rela melakukan apa pun demi mengumpulkan uang untuk merubah wajah, dan tubuhku. Semua itu demi mendapatkan kamu, seorang Duda tua kaya raya, di penuhi aura berkarisma dan sangat menggoda. Karena kamu sangat menyayangi menantu kamu itu, Yamuna. Maka aku akan menyingkirkannya terlebih dahulu, lalu aku permainkan Cadman, dan terakhir kamu. Ha ha ha ha, ternyata ada gunanya juga kalimat, ‘sekali mendayung, 2 gunung terlampaui’, ” ucap Yuyun dengan rencana jahatnya.
...Bersambung ...