SUAMI KE-13

SUAMI KE-13
SK-13 60. KEYAKINAN


__ADS_3

" Bodoh…suatu saat pasti kamu akan menyesal! ” umpat Farran menatap mobil Cadman, dan Yamuna sudah berada jauh di ujung mata.


“Apa kamu masih mencintai wanita aneh itu?” tanya Yasmin mendengar umpatan Farran. Tangannya memegang bahu kiri Farran.


“ Tentu saja tidak, aku sudah memilih kamu sebagai kekasih ku. Jadi, bagaimana mungkin aku menyesal berpisah dari Yamuna. Jika aku bandingkan kamu dan Yamuna- ” Farran menggantung ucapannya, tangannya memegang dagu Yasmin, dan melanjutkan ucapannya, “ Masih jauh cantikan kamu, dan ahlian kamu di bidang apa pun. ”


“ Malam ini kamu temani aku tidur di Apartemen, ya? ” pinta Yasmin, tatapan penuh harapan menatap wajah Farran.


Farran mengangguk, tangannya membelai puncak kepala Yasmin.


‘ Wanita bodoh. Kenapa banyak sekali wanita seperti kamu berkeliaran di sekelilingku. Baru di puji sedikit saja sudah terus menempel seperti lem. Andai kamu tahu jika aku mendekati kamu semua itu karena aku ingin membayar hutang-hutangku. Tidak aku sangka jika kamu adalah wanita yang lebih bodoh dari Yamuna, ’ batin Farran.


“ Sayang, gimana kalau kita ke Apartemen saja sekarang. Soalnya aku besok akan segera pergi pemotretan ke Luar Negeri. Jadi, satu malam ini aku ingin menghabiskan masa-masa indah kita berdua. Kamu setuju ‘kan? ” bujuk Yasmin.


“ Tentu saja. Semua keinginan kamu akan aku turuti, ” sahut Farran, tangannya menggenggam erat pergelangan tangan Yasmin.


Yasmin, dan Farran pun masuk kembali ke mobil. Mobil Farran, dan Yasmin juga segera melaju meninggalkan parkiran.


“ Farran, kamu seperti malaikat tak bersayap. Saat hatiku patah karena penolakan Cadman mengenai perjodohan, saat itu juga kamu datang di hadapanku. Farran, katanya kamu ahli di atas ranjang. Gimana jika kita mencobanya lagi, karena waktu itu aku lupa rasanya, ” goda Yasmin, tangannya perlahan diletakkan di atas paha Farran.


“ Yasmin, aku sedang menyetir, ” tegur Farran mulai merasa konsentrasinya terbagi-bagi karena tangan Yasmin mulai menaik.


Bukannya berhenti, Yasmin malah bermain karoke. Membuat separuh pikiran Farran hilang.


“ Ya-Yasmin….aaah..he-hentikan… ” ucap Cadman, tangannya perlahan mengangkat dagu Yasmin.


“ Baiklah, kita akan lanjut di Apartemen, ” sahut Yasmin, tangannya menyeka saliva di sekitar bibirnya.


Farran sudah kehilangan kesabaran menekan gas, membuat mobil mereka melaju kencang menuju Apartemen milik Yasmin tak jauh dari pusat kota. 30 menit akhirnya mobil Farran dan Yasmin sampai di parkiran Apartemen. Farran, dan Yasmin langsung turun dari mobil. Kaki mereka melangkah sangat cepat masuk ke dalam Apartemen, dan melanjutkan adegan sempat tertunda.


Ting!

__ADS_1


Pintu lift menuju lantai 5 sudah sampai. Yasmin, dan Farran bergegas berjalan di koridor menuju kamar Apartemennya. Setelah sampai di kamar Apartemen paling ujung. Yasmin segera membuka pin pintu, tangannya menggenggam tangan Farran dan langsung menarik Farran masuk ke dalam Apartemen.


“ Farran, aku sangat mencintai kamu, ” ucap Yasmin, tangannya memegang tengkuk bagian belakang Farran, membuat wajah mereka saling bertemu tanpa jarak.


“ Yasmin, aku minta pikirkan hal ini sebelum terjadi untuk yang kedua kalinya, ” tegur Farran mengingat pertemuan singkat di koridor tempat karoke. Setelah itu berkahir di atas ranjang.


“ Aku sudah pikirkan itu semua. Hanya kamu pria yang bisa membuat semua kebutuhan jasmani ku terpenuhi. Sebelum aku berangkat ke Luar Negeri, aku minta kamu…”


Belum habis lagi Yasmin berbicara, Farran langsung mencium Yasmin. Ciuman Farran semakin dalam, lidah Yasmin menari-nari di dalam mulut. Merasakan jika oksigen mulai habis, Cadman melepaskan ciumannya. Farran menggendong Yasmin masuk ke dalam kamar.


“ Yasmin, apa kamu serius ingin kembali tidur denganku? ” tanya Farran menyakinkan Yasmin agar tidak timbul penyesalan, dan membuat Farran akan menjadi rugi.


“ Tentu saja, ” sahut Yasmin.


Farran meletakkan Yasmin di atas ranjang.


“ Yasmin, kamu memang wanita paling tercantik yang pernah aku miliki, ” gombal Farran.


Farran menindih tubuh Yasmin, tangan perlahan masuk ke dalam rok Yasmin, dan bermain di titik sensitive. Merasa pemanasan sudah cukup, Farran langsung memasukkan rudalnya. Pinggul pun perlahan bergoyang seirama, seusai dengan alunan.


.


.


💫Di sisi lain💫


Cadman sudah sampai mengantarkan Yamuna di depan gerbang Perusahaan. Namun, Yamuna terlihat enggan turun dari mobil. Wajahnya tertunduk, tangannya mengepal di atas rok miliknya.


“ Kamu kenapa? ” tanya Cadman bingung.


“ Apakah kamu akan pergi dengan wanita lain saat aku tidak ada di samping kamu? ” tanya Yamuna terdengar curiga. Tiba-tiba Yamuna teringat dengan sikap Farran, membuat Yamuna tidak ingin dikhianati untuk kedua kalinya.

__ADS_1


“Tidak, wanita yang selalu ada di sampingku kemanapun aku pergi itu kamu, Yamuna Yin,” sahut Cadman tangannya mencoba meraih tangan Yamuna. Namun, Cadman sadar jika dirinya tidak boleh memaksakan perasaan Yamuna. Cadman hanya bisa berbuat hal kecil, seperti untuk terus menyakinkan Yamuna jika dirinya adalah pria baik, dan tulus mencintainya.


“Boleh tidak aku temani kamu ke Apartemen?” tanya Yamuna malu-malu.


“ Tentu saja kamu boleh temani aku, ” sahut Cadman sedikit bersemangat.


“ Jika aku ikut, kamu tidak akan melakukan hal aneh kepadaku, ‘kan? ” tanya Yamuna untuk menyakinkan dirinya jika Cadman tidak akan melakukan perbuatan itu saat dirinya belum benar-benar siap.


“ Aku tidak akan memaksa kamu untuk melakukannya. Meski aku tahu kita sudah menikah. Tapi, aku tetap menghargai keputusan kamu, ” sahut Cadman jujur.


“ Cadman, aku ikut! ” ucap Yamuna, tangannya memasang seatbelt kembali. Tatapan serius memandang wajah bengong Cadman.


“ Kamu serius mau ikut ke Apartemen ku, dan mengemas semua barang-barang ku? ” tanya Cadman kembali menyakinkan Yamuna.


Yamuna mengangguk.


“ Baiklah, aku akan mengajak kamu ke Apartemen milikku. Dan setelah itu kita akan berkeliling menghabiskan malam bersama, lalu pulang dan beristirahat, ” ucap Cadman semangat mengingat Yamuna beneran ingin ikut pergi bersamanya.


Cadman menghidupkan mesin mobilnya, kakinya menekan tombol gas, dan melajukan mobilnya meninggalkan Perusahaan milik Yamuna.


“ Cadman, sepertinya aku sudah lama tidak pergi seperti ini. Jika aku keluar, paling itu hanya urusan bisnis, atau sekedar mencari makan untuk diri sendiri, ” ucap Yamuna teringat tentang dirinya sendiri.


“ Sekarang ada aku yang selalu di samping kamu. Aku berjanji, sampai kapan pun aku akan terus membuat kamu bahagia. Jika kamu ingin pergi ke suatu tempat, maka katakanlah. Aku akan mengabulkan semua keinginan kamu, dan aku akan berusaha mengabulkan semua keinginan kamu, ” sahut Cadman terdengar tulus.


“ Cadman, apa kamu beneran tulus mencintaiku? Dan apa aku beneran wanita pertama yang sudah merebut hati kamu? ” tanya Yamuna mengingat ucapan Yoan bercerita jika Cadman pernah jatuh cinta dengan dirinya 4 tahun lalu.


“ Tentu saja, ” sahut Cadman singkat.


“ Terimakasih Cadman. ”


Karena ras senang memenuhi seluruh hati dan pikirannya, Yamuna sampai tidak sadar kedua tangannya refleks memeluk tubuh Cadman.

__ADS_1


...Bersambung...


__ADS_2