SUAMI KE-13

SUAMI KE-13
SK-13 51. Menikahlah denganku.


__ADS_3

Yamuna berdiri menghadap Ben, “Terimakasih ya, Ben. Uang upah kamu juga sudah aku transfer. Karena sandiwara kita sudah selesai, kamu bisa kembali pulang. Dan selamat bertemu di kantor,” ucap Yamuna berterimakasih atas kerja keras Ben.


“ Benarkah, nona muda sudah mentransfer uang itu kepada ku? ” tanya Ben semangat.


Yamuna mengangguk, “ Benar. Silahkan kamu cek ke M-banking, ” perintah Yamuna.


Ben langsung mengambil benda pipih miliknya dari dalam saku celananya. Cepat-cepat ia membuka kode masuk, kedua mata Ben membulat, dan berbinar terang saat uang pemberian Yamuna berjumlah 2 kali lipat.


“ Nona muda, apakah ini benar? ” tanya Ben tak percaya.


Yamuna mengangguk, “ Benar. Kamu juga boleh cuti, pulanglah ke kampung, dan berikan uang itu kepada kedua orang tua kamu! ” perintah Yamuna menyuruh Ben untuk liburan sebentar ke kampung, temu-kangen kepada kedua orang tuanya.


“ Serius?! ” tanya Ben semangat, kedua matanya berbinar terang menatap Yamuna.


Yamuna mengangguk.


“ Teriamakasih….terimakasih nona…muu…” sangking senangnya Ben hampir mencium Yamuna. Untung ada Cadman. Cadman langsung menyelipkan tangannya di bibir mancung Ben.


“ He he he he…maaf. Karena terlalu girang, saya jadi lupa diri, ” ucap Ben jujur. Ben memegang gagang kopernya. Tangannya melambai ke Cadman, “ Sampai jumpa dilain hari, dan jangan berbuat yang tidak-tidak dengan nona muda selama saya pergi ke kampung, ” pesan Ben kepada Cadman.


“ Kau pikir aku murahan! ” sahut Cadman dingin.


“ He he.. ‘kan mana tahu khilaf. Soalnya nona muda sekarang menjadi janda muda, dan seksi. Siapa tahu Anda tergiur ingin….”


Cetak!!


Cadman memukul puncak kepala Ben.


“ Aduh..duh!!! ” elus Ben, ke puncak kepalanya.


“ Pergi sana! ” usir Cadman dengan nada tinggi.


“ Baik, ” sahut Ben lesu, tangannya menggenggam gagang koper, dan menggeret nya turun ke bawah. Sesampainya Ben di samping pintu mobil kemudi, Ben melambaikan tangannya ke Yamuna, “ Nona muda, saya pamit pergi dulu. Saya langsung balik ke kampung saja. Saya rindu dengan emak, dan bapak, ” pamit Ben.


“ Hati-hati, ” sahut Yamuna ikut melambaikan tangannya ke arah Ben.

__ADS_1


Ben pun kini sudah masuk ke dalam mobil. Mobil Ben juga sudah berputar arah keluar dari gerbang rumah Yamuna.


Merasa kebebasannya sudah kembali seperti sewaktu dia gadis dulu. Yamuna merenggangkan kedua tangannya ke atas, “Akh…akhirnya aku bisa bebas.”


“ Yamuna, ikut aku ke rumah ya, ” ajak Cadman. Tangannya menggenggam pergelangan tangan Yamuna, dan membawanya melangkah menuju mobilnya.


“ Eh…tunggu..tunggu!! ”


Yamuna melepaskan genggaman tangan Cadman, dan menghentikan langkahnya di depan mobilnya.


“ Kenapa? ” tanya Cadman bingung.


“ Kamu mau ngapain mengajak aku ke rumah? ” tanya Yamuna penasaran.


“ Tentu saja aku ingin meminta restu dari Papa, ” sahut Cadman serius.


“ Re-restu?! ”


“ Iya. Aku ingin menikah denganmu. Aku ingin melindungi kamu, dan aku ingin menjadi satu-satu pria yang bisa kamu andalkan di muka bumi ini, ” jelas Cadman mengutarakan maksudnya.


“ He he he…mohon maaf sekali. Aku baru saja terbebas dari ikatan pernikahan yang tidak sehat. Masa ia aku langsung menerima kamu menjadi suami ku. Dan aku menikah kembali. Jika kita tidak cocok, bisa jadi aku menjadi janda lagi, ” Aulia menggeleng, “ Tidak..tidak. Lagian aku ingin menikmati masa kesendirian ku dulu. Jika kamu ingin menikah, nikah saja dengan calon tunangan kamu itu! ”


Cadman menggenggam erat kedua lengan Yamuna.


“ Yamuna, aku bersungguh-sungguh. Apakah kamu tidak mengenalku? ” tanya Cadman berusaha mengingatkan Yamuna jika dirinya adalah pria 5 tahun lalu pernah membantu membiayai pengobatan mendiang Jordan. Dia juga adalah pria yang menginvestasikan uang dengan jumlah yang besar agar perusahaan Yamuna tidak bangkrut.


“ Tentu saja aku mengenal kamu. Kamu ‘kan seorang pria yang pernah terus meminta aku untuk mempertanggung jawabkan kesalahanku saat aku menabrak mobil kamu dari belakang, ” sahut Yamuna mengingat pertemuan pertama tak begitu mengenakkan.


Cadman menggeleng, “ Salah, ” sahut Cadman.


“ Jadi? ” tanya Yamuna penasaran.


“ Kamu ingat tidak, sewaktu kamu ingin memimpin rapat. Namun, semua Investor pergi meninggalkan kamu, dan berkata jika Perusahaan mendiang Jordan di ambang kebangkrutan. Dan kamu ingat tidak, ada pria muda memakai masker tetap bertahan di kursinya? ” tanya Cadman memaksa Yamuna untuk mengenang awal mula mereka bertemu.


“Oh…jadi kamu pria bisu itu?! ” sahut Yamuna mengingat Cadman sebagai pria bisu karena saat ia berbicara hanya Sekretarisnya saja sebagai perwakilannya.

__ADS_1


Cadman meraup wajahnya, “ Itu karena aku sedang batuk, dan suara ku hilang. Jadinya aku tidak bisa bicara, ” Cadman memegang ujung tangan Yamuna, dan berlutut di hadapan Yamuna, “ Yamuna. Engkaulah cinta pertamaku, hati ku pernah merasakan patah hati saat aku mendengar kamu akan menikah dengan pria yang di jodohkan oleh mendiang Jordan. Dulu aku memang menyerah kepada takdir. Tapi sekarang aku tidak ingin menyerah. Aku ingin bersamamu, dan jadilah pasangan hidupku sampai kita tua nanti, ” pinta Cadman melamar Yamuna sungguh-sungguh.


Yamuna menarik tangannya, berpikir jika ucapan Cadman hanya gombalan semata untuk mengasihinya, dan tidak tega melihat dirinya menjadi janda. Yamuna berbalik, “Maaf, aku belum bisa membuka hati untuk siapa pun,” tolak Yamuna sopan.


Cadman berdiri, “ Baiklah, aku akan menunggumu. Dan aku akan memastikan jika perasaanku kepadamu adalah perasaan yang tulus, dan tidak di buat-buat. ”


“ Iya, aku tunggu pembuktian kamu! ” tantang Yamuna.


“ Yamuna, mari aku hantarkan kamu ke Perusahaan, ” tawar Cadman saat melihat jam di tangan sudah menunjukkan pukul 07:30.


“ Aku bisa pergi sendiri, ” tolak Yamuna.


“ Kamu jangan keras kepala, sekarang cepat masuk, dan duduk di dalam mobil. Biarkan aku sekarang menjadi antar-jemput kamu! ” tegas Cadman menarik masuk Yamuna ke mobil. Cadman juga memasang seatbelt Yamuna.


“ Turunkan aku Cadman! ” teriak Yamuna.


Cadman tidak memperdulikan teriakan Yamuna. Mobil kini melaju meninggalkan kediaman rumah nya, menuju Perusahaannya. Sepanjang perjalanan Yamuna hanya diam, kedua tangan ia lipat di depan dada. Pandangan mengarah ke jendela mobil.


" Yamuna, " panggil Cadman, tatapan lurus ke arah jalan sudah mulai ramai.


" Apa! " sahut Yamuna ketus.


" Nanti aku jemput, ya? "


" Nggak perlu! "


" Ya sudah. Kalau kamu tidak mau aku jemput. Kalau nanti Farran datang menghampiri kamu, dan menculik kamu. Aku tidak ingin tanggung jawab, " ucap Cadman menakut-nakuti.


Mobil kini pun sudah berhenti di depan Perusahaan milik Yamuna. Kedua mata Yamuna membulat sempurna saat melihat banyak wartawan sudah memenuhi halaman Perusahaan miliknya.


" Sepertinya aku tidak perlu ke kantor. Pu-putar balik, " ucap Yamuna panik.


" Hanya wartawan, kenapa kamu harus menghindari mereka semua? " tanya Cadman.


" Karena aku malas menjawab semua pertanyaan-pertanyaan mereka. Sudah cepat putar balik, " perintah Yamuna sekali lagi.

__ADS_1


" Baik, " Cadman pun menuruti perintah Yamuna. Cadman memutar mobilnya meninggalkan kerumunan wartawan yang memadati halaman Perusahaan.


...bersambung...


__ADS_2