
1 minggu sudah berlalu dari pembuatan surat perjanjian. Tepat hari ini kehamilan Yamuna juga memasuki minggu ketiga.
Siang ini Yamuna sedang duduk bersama dengan Yasmin. Mereka berdua sedang membicarakan mengenai kapan harus melakukan pengambilan gambar untuk iklan prodak kosmetik dari Perusahaan milik Yoan.
“ Ini sudah 1 minggu dari jadwal aku dan tuan Yoan menandatangani kontrak kerja sama. Sudah satu minggu juga kamu tidak bisa di hubungi, dan tiba-tiba kamu datang ke kantor ku. Sekarang aku perjelas sama kamu. Mau atau tidak mejadi bintang di prodak kosmetik melik calon mertua kamu sendiri? ” tegas Yamuna.
“ Kenapa sih Om Yoan itu memaksaku untuk menjadi model di sini. Idih…aku tuh sebenarnya malas menjadi bintang iklan di perusahaan kamu ini. Kamu mau tahu kenapa aku tidak ada kabar selama 1 minggu ini, dan kamu juga mau tahu kenapa Cadman juga tidak menjumpai kamu! ” ucap Yasmin sombong.
Yamuna melambaikan tangannya, “ Bukan urusanku, ” sahut Yamuna singkat.
Mendengar ucapan Yamuna, Yasmin terlihat kesal. Aturan dirinya ingin membuat Yamuna cemburu, tapi kini malah dirinya sendiri di buat panas oleh jawaban Yamuna. Karena merasa kesal dengan jawaban Yamuna. Yasmin mulai mengancam Yamuna.
“ Kalau gitu batalkan kontrak kerja sama kamu dengan Om Yoan. Aku juga tidak sudi bekerjasama di dalam perusahaan milik kamu! ” tegas Yasmin.
Tanpa banyak berbicara, Yamuna segera mengambil benda pipih miliknya. Yamuna juga dengan cepat menekan nomor kontak Yoan.
Tutt!!!
“ Hei, apa yang kamu lakukan? ” tanya Yasmin panik.
“ Aku ingin memutuskan kontrak kerjasama dengan tuan Yoan. Dan aku juga ingin mengembalikan uang mukanya, ” sahut Yamuna santai.
Saat Yasmin hendak berbicara, panggilan telpon Yamuna di angkat oleh Yoan.
📞[ “Halo, ada apa nona Yamuna?” ]
📞[ “Tuan, bukannya aku tidak ingin melakukan kontrak kerja sama dengan Anda. Tapi, calon menantu Anda lah yang tak ingin melakukannya. Karena….”]
Tuut!!!
Melihat Yamuna berani menelpon dan mengadu kepada Yoan. Yasmin langsung panik, dengan cepat Yasmin mengambil ponsel dari genggaman Yamuna dan segera mematikannya.
Yasmin segera mengangkat tangannya, “Berani sekali kamu!”
Saat tangan Yasmin hendak mendarat di salah satu pipi Yamuna. Ada tangan kekar menahan pergelangan tangan Yasmin dari belakang.
Bola mata Yasmin langsung melirik ke belakang, “ Cadman! ”
__ADS_1
Cadman langsung menghempaskan tangan Yasmin, “ Kenapa kamu ingin menampar Yamuna? ” tanya Cadman dingin.
“ Dia sudah memprovokasi Papa kamu. Dia sudah menelpon Om Yoan dengan mengatakan jika aku tidak ingin menjadi bintang iklan di prodak Om Yoan. Padahal setelah kita pergi liburan ke Negeri Sakura. Aku sudah berjanji kepada kamu untuk menemui Yamuna dan ingin melakukan pemotretan, ” sahut Yasmin berbohong.
Malas melihat Yasmin berbohong. Yamuna segera berbalik badan, kedua kakinya melangkah mendekati meja kerja, dan mengambil cek bukti pembayaran uang muka dari Yoan untuk diberikan kepada Cadman.
“ Ini aku kembalikan uang muka yang diberikan tuan Yoan. Katakan kepadanya kalau aku sudah membatalkan kontrak kerja sama, dan jangan kuatir. Aku juga akan mengirimkan denda karena sudah memutus kontrak kerja sama secara sepihak, ” ucap Yamuna.
“ Itu bukan urusan ku. Jika kamu ingin mengembalikan kepada Papa, kembalikan saja sendiri,” sahut Cadman acuh.
Cadman berbalik badan, kedua kakinya melangkah pergi meninggalkan ruangan kerja milik Yamuna.
Merasa menang karena di bela oleh Cadman. Yasmin mendekati Yamuna.
“ Kalau gitu aku ikutan pergi, dan kamu urusin sendiri urasan kamu karena aku tidak peduli dengan urusan kamu. Dan satu lagi, asal kamu tahu saja jika Om Yoan itu adalah orang yang keras dan juga tegas. Kalau kamu ingin menemuinya, kamu harus bersiap dengan amukannya, ” ucap Yasmin.
Bukannya takut mendengar ancaman Yasmin. Yamuna malah dengan santai, mengambil tas mini miliknya. Lalu mengenggam erat pergelangan tangan Yasmin. Tak lupa sudut bibir bagian atas menaik.
“ Karena kamu sudah berkata seperti itu, mari kita pergi bersama, ” ajak Yamuna.
“ Kamu mau bawa aku ke mana? ” tanya Yasmin panik.
" Ha...taman bermain?! "
Yamuna pun membawa Yasmin melangkah pergi meninggalkan ruang kerja miliknya. Perlakuan Yamuna membawa Yasmin seperti anak kecil membuat semua mata karyawan memandang ke arah mereka berdua.
Ben penasaran berlari mengikuti langkah Yamuna.
“ Nona muda kenapa ini? ” tanya Ben penasaran.
“ Aku ada urusan sedikit. Aku minta tolong jaga perusahaan ku agar karyawan ku tetap waras ya? ” pinta Yamuna.
“ Hei, karyawan rendahan. Tolong jauhkan tangan wanita Iblis ini dari tangan…heem. ”
Ucapan Yasmin langsung terhenti saat Yamuna langsung membungkam mulut Yasmin.
“ Nona muda hati-hati, ” sahut Ben sedikit kuatir.
__ADS_1
“ Siap! ”
Yamuna kembali melangkah membawa Yasmin pergi bersama dengan dirinya menuju parkiran mobil. Sesampainya di tempat parkiran mobil, Yamuna langsung membuka pintu mobil, dan memasukkan Yasmin ke dalam mobilnya.
Sejenak Yamuna tersadar. Yamuna mengerutkan dahinya melihat wajah Yasmin, ‘Kenapa aku jadi merepotkan diri hanya untuk mengurus wanita satu ini. Seharusnya aku menyuruh Ben untuk bertemu dengan tuan Yoan. Eh…tapi tidak mungkin itu bisa terjadi. Ben itu wajahnya saja yang playboy, tapi hatinya dangdut. Sudahlah lebih baik aku berangkat sendiri saja bersama dengan wanita aneh ini,’ batin Yamuna.
Baru saja menghidupkan mesin mobil, benda pipih milik Yamuna berdering. Yamuna langsung mengambil ponsel dari dalam saku tas mini miliknya. Melihat Farran menelakukan panggilan video call kepadanya. Yamuna pun menggoyang benda pipih miliknya di depan Yasmin.
“ Kamu lihat siapa yang menelpon aku. Ini adalah suami aku. Tunggu sebentar kita angkat dulu ya?! ” ucap Yamuna dengan bangga.
Bukannya salam hangat atau kasih sayang buat Yamuna diberikan oleh Farran. Panggilan video tersebut malah menunjukkan Farran sedang melakukan perbuatan aneh di dalam mobil.
📞[ “Aaah…aaa…Farran. Kamu nakal sekali.” ]
Yamuna dan Yasmin saling bertatap muka. Merasa malu melihat kelakuan Farran. Yamuna langsung mematikan benda pipih miliknya.
“ Ha ha ha..kok bisa ya? ” ucap Yamuna menahan malu.
Bukannya marah atau jijik melihat adegan Farran. Yasmin malah tertawa renyah, “ Ha ha ha ha ”
“ Lucu ya? ” tanya Yamuna datar.
Yasmina mengangguk.
Yamuna langsung membuka seatbelt milik Yasmin, ia juga membuka pintu dari dalam dan mendorong tubuh Yasmin dari dalam hingga terjatuh ke bawah.
Bam!
“ Auw! ” keluh Yasmin merasa sakit pada bokongnya.
Dengan santai Yamuna melambai, “Daa..karena aku masih ada urusan yang lebih penting. Maka aku akan melanjutkannya lain kali bersama dengan kamu."
" Hei...hei..mau kemana kamu! " teriak Yasmin.
Yamuna tidak memperdulikan teriakan Yasmin. Yamuna kini menutup pintu mobilnya.
Blam!
__ADS_1
Melajukan mobilnya dengan cepat menuju titik GPS lokasi tempat di mana mobil Farran terparkir.
...Bersambung...