
Mobil di tumpangi Chandra, Geulis, Caden, dan anak buah rentenir sudah berhenti tepat di pinggir jalan depan rumah Geulis. Terlihat di depan rumah Geulis, ada ketua Desa, Pak Joko, 2 istrinya, dan warga lainnya berkumpul. Mereka semua berkumpul karena penasaran dengan Chandra tiba-tiba saja pergi, dan membawa Geulis.
“ Bagus, tanpa saya meminta tolong semua orang sudah berkumpul di sini,” gumam Chandra menatap dari kaca jendela mobil tidak tembus pandangan. Chandra menoleh ke Geulis, terlihat lengan baju Geulis robek, roknya juga. Rambut Geulis tampak berantakan, dan terlihat di pipi kanan ada bekas tapak tangan. Chandra membuka seatbelt Geulis, menarik tubuh Geulis, dan memeluknya sembari berkata, “ Dek maafkan abang. Abang terpaksa melakukan hal ini agar abang tidak masuk penjara. ”
“ Hiks…hiks…masih perih bang, ” rengek Geulis.
.
# flashback on
1 jam sebelum Chandra kembali ke Desa, ia menghentikan laju kendaraan di tepi jalan raya. Karena vidio kekerasan miliknya sudah tersebar luas di sosial media, dan banyak pengusaha, atau kalangan atas mengetahui siapa dirinya, bekerja di mana, dan siapa atasannya. Chandra tak ingin nama baik Cadman, dan Perusahaan milik Cadman, menjadi buruk di mata orang awam, dan kalangan bisnis.
Chandra pun memiliki suatu rencana, rencana gila hanya terpikir olehnya sendiri.
Chandra melepaskan seatbelt miliknya, mendekati Geulis, “ Boleh saya minta tolong? ” tanya Candra menatap lekat wajah polos Geulis terlihat gugup.
“ Minta tolong apa bang? ”
“ Permintaan yang tak masuk akal. Tapi saya janji akan bertanggung jawab. ”
Chandra pun mendekatkan bibirnya ke daun telinga Geulis, " Saya boleh merobek lengan baju, rok adek, dan....menampar adek? permintaan saya hanya 3 itu aja, semua saya lakukan agar polisi tidak memasukkan saya ke dalam sel. Dan polisi akan mengira jika kekerasan saya lakukan tadi hanya untuk membela adek yang hendak diperkosa oleh anak buah rentenir ini, " bisik Chandra membuat alasan palsu.
“ Apa?! Ge..geulis tidak mau melakukan itu bang, ” tolak Geulis.
“ Jadi adek merelakan abang masuk penjara nih? Bukannya adek tahu kalau yang bersalah mereka berdua, ” Chandra terlihat sedikit ngambek, ia segera duduk dengan benar, memasang seatbelt dan menghidupkan mesin mobil.
Setelah cukup lama berpikir, Geulis memegang lengan kiri Chandra, “ Baiklah bang, Geulis mau melakukannya, agar Vidio yang sudah di rekam waktu kejadian Abang memukul wanita kota itu, tidak menggiring opini buruk buat abang, ” Geulis terlihat pasrah, kedua matanya mulai terpejam, dan tubuhnya menyandar di dinding pintu.
Srekk!!!
Langsung saja, Chandra merobek lengan baju Geulis, lalu roknya sampai sepaha. Geulis sendiri terkejut, bulir matanya pun perlahan menetes dengan tubuh gemetar.
“ Dek, apa kamu yakin membiarkan abang menampar kamu? Ini akan sangat sakit loh? ” tanya Chandra menyakinkan jawaban Geulis.
“ Nggak apa-apa bang, asal ada bukti buat di kantor pihak berwajib, dan buat membersihkan nama baik abang sudah tersebar gara-gara unggahan vidio dari para pengunjung kafe tadi, ” sahut Geulis dengan suara gemetar.
“ Ya sudah, lagian abang juga tidak meminta apa pun lagi kok. Dengan bukti ini abang pasti akan terbebas dari tuduhan kekerasan pada wanita.. ” Chandra menoleh ke Caden, dan anak buah retenir masih pingsan di kursi penumpang belakang, “ Biar wanita itu cepat masuk ke dalam sel, dan dia akan bertanggung jawab atas kejahatannya karena sudah banyak menipu orang, ” sambung Chandra menahan amarahnya.
“ Ka-kalau abang minta yang lebih juga tidak masalah, ” Geulis menawarkan hal lebih dengan wajah takut.
Chandra hanya tersenyum, “ Ha ha ha…saya memang jahat, tapi saya tidak seburuk itu. Mana mungkin saya mengambil keuntungan dari gadis polos seperti adek. Mahkota wanita itu adalah hal yang paling mahal, dan perlu di garis bawahi. Jangan pernah mengobral nya dengan lelaki yang baru adek cintai dan temui. Jaga dan simpan itu dengan benar untuk suami, adek nanti, ” nasehat Chandra.
Meski Chandra adalah seorang playboy psicopat, tapi dia masih punya hati saat melihat gadis polos seperti Geulis.
Geulis ragu-ragu mengangkat wajahnya menatap wajah datar Chandra masih terselip senyum tulus, “ Bang, setelah abang boleh menampar Geulis. Apa boleh Geulis ikut bersama abang ke kota. Geulis ingin bekerja di kota bang, Geulis tidak tega melihat bapak-ibu yang sudah tua masih bekerja di sawah, ” pinta Geulis memohon, kedua mata berkaca-kaca.
__ADS_1
Chandra bingung harus menjawab apa. Jika ia mengatakan iya kepada Geulis, takutnya Geulis akan rusak di buatnya. Tapi karena sudah berjanji untuk memberikan apa pun kepada Geulis, dengan berat hati Chandra mengangguk.
Anggukan Chandra membuat Geulis senang, Geulis langsung memeluk Chandra, “Benarkah? Pekerjaan apa itu yang akan abang berikan kepada Geulis?” tanya Geulis mengurai pelukannya.
“ Asisten di rumah saya. Soalnya saya tidak tahu pekerjaan apa yang harus saya berikan kepada adek. Untuk sementar menjadi pelayan rumah abang saja, lagian itu aman buat adek. Daripada bekerja di luar, takutnya kenapa-kenapa, ” sahut Chandra menjelaskan.
“ Nggak apa-apa bang. Yang terpenting Geulis bisa bekerja di kota, ” ucap Geulis semangat.
“ Baiklah, abang tampar Geulis sekarang, ” kode Chandra.
Plaaakk!!!
Tamparan keras melayang ke sebelah pipi Geulis. Raut wajah Geulis tadi terlihat ceria berubah menjadi sedih. Bibirnya terus bergerak menahan tangis, air mata tergenang kini bercucuran ke bawah, dan sudut bibirnya terlihat berdarah. Chandra menjadi panik, ia segera mendekati wajah Geulis.
“ Ma..maaf dek, saya pikir tadi pelan. Abang janji akan mengobatinya. ”
“ Hiks…hiks…sakit, ” rengek Geulis di sela isak-tangisnya, tangan memegang sebelah pipinya terdapat bekas tapak tangan Chandra.
Setelah menenangkan Geulis, Chandra kembali melajukan mobilnya menuju desa, tempat tinggal Geulis.
#Flash back off
.
.
Ketua Desa, dan warga lainnya terkejut melihat Geulis sangat kacau. Sejenak mereka berpikir jika kekacauan terjadi pada Geulis atas perbuatan Chandra. Ketua Desa, dan warga lainnya berjalan mendekati Chandra sedang berdiri dengan sebagian tubuh masuk ke dalam pintu penumpang belakang.
“ Hei, anak muda. Kenapa Geulis seperti itu? ” teriak bapak-bapak setempat.
“ Maaf, merekalah yang melakukan ini kepada Geulis, ” jelas Chandra sembari mengendong anak buah rentenir keluar dari dalam mobil.
Langkah kaki Ketua Desa, dan para warga terhenti di samping mobil. Tidak ingin langsung main hakim, dan masih ingin mendengarkan penjelasan Chandra. Para warga membantu Chandra untuk menggendong anak buah rentenir masih pingsan, dan meletakkannya duduk di tanah. Begitu juga dengan Caden. Mendudukkan Caden, dan anak buah rentenir dengan punggung saling menopang.
“ Kenapa dengan mereka nak? ” tanya ketua Desa kepada Chandra.
“ Loh…bukannya itu wanita kota dari PT. MUNA? ”
“ Iya, kenapa dengan wanita ini, nak? ” tanya ibu-ibu di sana.
Chandra membungkukkan sedikit tubuhnya, “Saya permisi sebentar, saya ingin menghubungi pihak berwajib,” pamit Chandra.
Chandra merogoh ponsel dari saku celananya, lalu menekan nomor kantor pihak berwajib. Setelah cukup menjelaskan kepada pihak berwajib, dan sudah memberitahu lokasi tempat mereka berada. Chandra kembali memasukkan ponsel miliknya, kemudian berdiri di depan para warga. Namun, pandangan rasa bersalahnya masih terus memandang Geulis, sedang di dekap oleh sang ibu, dan duduk di bangsal.
“ Untuk sebelumnya saya mewakili PT. MUNA, ingin mengatakan minta maaf sebesar-besarnya, ” Chandra membungkuk penuh kepada ketua Desa, dan para warga terlihat semakin ramai berdatangan, memasuki halaman rumah Geulis.
__ADS_1
“ Loh…nak Chandra berarti adalah teman dari wanita ini? tapi kenapa nak Chandra tidak mengakuinya? ” tanya Bapak berjalan mendekati Chandra, dan berhenti di hadapannya.
Chandra kembali menegakkan tubuhnya, wajah datarnya terlihat serius memandang Bapak, ketua Desa, dan para warga lainnya. Lalu Chandra kembali merogoh ponsel dari saku celananya, menekan nomor kontak Cadman, dan melakukan panggilan Vidio.
Setelah mengarahkan layar ponsel ke hadapan Bapak, Ketua desa, dan para warga. Menit selanjutnya panggilan vidio Chandra di angkat oleh Cadman.
📞[ “Halo, assa…Chandra, kenapa ramai sekali di sana? Apa kamu sedang di hajar oleh warga atas perbuatan kamu?!” ] tanya Cadman setelah mengangkat panggilan vidio, dan terkejut melihat para warga menatap layar ponsel sangat dekat.
📞[ “Tidak, tuan muda tolong jelaskan siapa saya, dan siapa Caden. Soalnya saya sudah tidak memiliki tenaga lagi untuk menjelaskannya pada warga sini.” ] ucap Chandra terdengar lelah.
Mendengar suara lelah Chandra, dari sebrang sana Yamuna mengambil alih ponsel Cadman, dan duduk di sebelah Cadman.
📞[ “Assalamu'alaikum, Bapak…ibu, dan para warga yang sudah berkumpul di sana.” ] terdengar suara Yamuna.
📞[ “Walaikumsalam. Wah…cantik sekali. Baik, sopan, dan ramah pula.” ] puji para warga menyambut sapaan Yamuna.
📞[ “Terimakasih, ibu…bapak. Perkenalkan, nama ku adalah Yamuna Yin, pemilik PT. MUNA. Aku sebagai pemilik secara pribadi ingin menyampaikan mohon maaf sebesar-besarnya atas tindakan penipuan yang dilakukan oleh mantan mertua dari suami pertamaku. Atas tindak penipuan yang di buat olehnya, sudah merugikan Bapak-ibu, di sana." ] maaf Yamuna membuat ketua Desa, dan lainnya bingung.
📞[ “Penipuan? Mantan calon mertua? Maksudnya gimana?” ] tanya para warga bingung.
📞[ “Wanita di sana adalah mantan calon mertua dari suami pertamaku. Entah kenapa mereka sangat membenci ku, sampai-sampai mereka tega membawa nama perusahaan ku untuk menipu kalian para warga desa. Mohon maaf, aku tidak ingin berbicara banyak hal tentang keburukannya. Intinya perusahaan ku, sedang tidak menerima karyawan, dan kalau pun menerima karyawan. Aku, sebagai pemilik tidak pernah memungut biaya sepeserpun.” ] sahut Yamuna menjelaskan sedikit, karena ia tak mau menjelekkan Caden.
📞[ “Jadi ceritanya wanita ini adalah penipu?” ] tanya para warga, mereka membelah jalan, menampakkan Caden, dan anak buah masih pingsan dengan saling menyandar.
📞[ “Benar, di sana sudah ada Chandra, sekrestaris sekaligus tangan kanan suami ku. Chandra lah yang akan mengembalikan uang pendaftaran Bapak-ibu.” ] sahut Yamuna tenang.
📞[ “Jadi nak Chandra ini adalah Sekrestaris?”] tanya para warga menatap bingung ke Chandra, sedang nyengir, sembari menggaruk kepala tak gatal.
📞[ “Benar. Sekali lagi aku mohon maaf, karena tidak bisa datang langsung untuk meminta maaf. Karena aku baru saja melahirkan. Dan aku ingin memberi saran, belajarlah untuk tidak terlalu percaya dengan tawaran menggiurkan dari orang yang tidak kita kenal. Itu saja, terimakasih.” ] saran Yamuna, tubuhnya sedikit membungkuk.
📞 [ "Tidak masalah. Yang penting masalahnya wanita ini sudah ketangkap, dan uang warga bisa di kembalikan." ] sahut para warga.
Tanpa memberikan Yamuna salam penutup, Chandra langsung mematikan panggilan teleponnya, memasukkan kembali ponsel miliknya ke dalam saku celananya. Maklumlah, namanya Chandra. Sekretaris tak kenal takut akan apa pun.
Tangannya membuka tas besar milik Caden, mengambil buku dan amplop berwarna coklat.
“ Bapak..dan ibu, sudah tidak salah paham lagi dengan saya, ‘kan? Karena semuanya sudah selesai, saya akan mengembalikan uang Bapak dan ibu sesuai dengan nama yang sudah terdaftar di dalam buku ini, ” Chandra menunjukkan sebuah buku, dimana masih ada terselip uang di dalamnya.
Setelah buku dan amplop coklat berisi uang senilai 65 juta rupiah sudah berada di tangan kanannya. Chandra mulai memanggil nama-nama sudah terdaftar di buku tersebut, dan mengembalikannya kepada sang pemilik.
1 jam sudah berlalu, hari pun sudah terlihat sangat larut. Setelah berbincang, dan menjelaskan sekali lagi kepada para warga desa. Sebagian warga desa tidak memiliki sangkut-paut perlahan pulang ke rumah masing-masing, tak lupa sebelum pulang para warga memukul Caden, dan anak buah rentenir, kini sudah tersadar.
Warga desa masih bertahan di sana adalah warga desa tekena tipu oleh Caden. Mereka masih berkumpul di temani ketua desa, 2 orang istrinya, Bapak-ibu, dan Geulis. Mereka ingin menyaksikan gimana Caden, dan anak buah rentenir di angkut oleh pihak berwajib.
Menit selanjutanya terdengar suara sirene dan lampu dari mobil pihak berwajib. Lalu terhenti di depan rumah Geulis. Caden, dan anak buah rentenir pun akhirnya di tangkap.
__ADS_1