SUAMI KE-13

SUAMI KE-13
SK-13 102. Kenapa kamu menyuruh Ben untuk mencari wanita lain?!


__ADS_3

Keesokan paginya. Sesuai dengan perkataan Yoan, Bibi Ratna datang kembali ke rumah Yoan setelah lama cuti untuk mengurus Suaminya baru saja menjalankan operasi. Bibi Ratna kini sedang berdiri di depan Yamuna, Cadman, dan Yoan, sedang duduk di ruang tamu.


“ Selamat pagi, tuan besar, dan tuan muda, dan… nona muda Yamuna, ” sapa Bibi sedikit terkejut melihat Yamuna bisa hadir di tengah-tengah Yoan, dan Cadman.


“ Selamat datang buat Bibi Ratna,” sahut Yoan kembali menyapa.


“ Selamat datang Bi, ” sahut Yamuna, dan Cadman serentak.


“ Bi, sudah kenal Yamuna sebelumnya? ” tanya Yoan penasaran, saat Bibi Ratna menyapa Yamuna.


“ Sudah tuan besar. Bibi sudah sangat mengenal nona muda, karena nona muda dulu sering di bawa masuk Tv, sama mendiang Presdir tuan Jordan, ” sahut Bibi Ratna di sela senyum manis menatap Yamuna.


“ He he he…jadi wajah aku pasaran dong Bi, ” gurau Yamuna di sela tawa sumbang nya.


“ He he he, ” tawa renyah Bibi Ratna.


“ Bi, aku ingin bilang kalau Yamuna sekarang adalah menantu di keluarga ini, dan dia sekarang juga sedang mengandung anak dari Cadman. Oh ya, satu lagi Bi, sore nanti akan ada teman baru Bibi, buat membantu Bibi berbenah rumah, dan mengurus Yamuna selama masa kehamilan, ” jelas Yoan memperkenalkan Yamuna, dan memberitahu kalau akan ada ART baru di rumahnya.


“ Wah, selamat buat tuan besar, tuan muda, dan nona muda. Bibi jadi ikut senang, kalau gitu, Bibi pamit ke dapur dulu. Bibi mau masak buat nona muda Yamuna, ” pamit Bibi Ratna setelah mengucapkan selamat buat Yoan, Cadman, dan Yamuna.


“ Bi, tidak perlu repot-repot. Kami sudah sarapan tadi, sekarang kami hanya duduk santai sampai nunggu jam berangkat ke Perusahaan saja. Lebih baik Bibi beristirahat dulu, dan saat siang masakan makan siang buat Yamuna saja, karena aku, dan Cadman tidak pulang untuk makan siang di rumah, ” ucap Yoan menghentikan Bibi Ratna.


“ Olah, padahal saya sudah semangat ingin memasak sup buat kesehatan bayi di dalam kandungan nona muda, ” sahut Bibi Ratna sedikit kecewa.


Yamuna berdiri, ia berjalan mendekati Bibi Ratna, “ Bibi tidak perlu kecewa, aku juga masih kenyang. Tadi Papa dan Cadman sudah memasak sarapan banyak buat ku, sampai-sampai bayi di dalam kandunganku terasa membesar, ” ucap Yamuna agar Bibi Ratna tidak kembali kecewa.


“ Kalau gitu Bibi ke belakang dulu, nona muda, tuan muda, dan tuan besar, ” pamit Bibi Ratna kembali.


“ Iya, silahkan Bi, ” sahut Yoan, dan Yamuna serentak.


Bibi berbalik badan, ia berjalan menuju kamar belakang. Sedangkan Yamuna berdiri di samping Cadman.


“ Yamuna, Papa pergi dulu. Soalnya mau ada rapat di kantor, ” pamit Yoan.

__ADS_1


“ Hati-hati Pa, ” sahut Yamuna, tangannya mengambil tangan kanan Yoan, dan mencium punggung tangan Yoan.


“ Iya, ” sahut Yoan.


Yoan berbalik badan, ia pun melangkah pergi meninggalkan Cadman, dan Yamuna masih berada di ruang tamu.


“ Yamuna, kamu masih mau aku temani apa tidak? ” tanya Cadman lembut.


“ Tidak, aku kembali ke kamar, dan juga mau bekerja, ” sahut Yamuna menolak penawaran Cadman.


“ Benar nih? Kamu tidak mau kalau kita menghabiskan di kamar selama beberapa menit saja, ” goda Cadman dengan pikirannya.


“ Kamu pasti sedang memikirkan hal lain ‘kan? ” tanya Yamuna penuh selidik.


“ Kalau pun aku mau melakukan sesuatu, paling aku hanya ingin mencium kamu sampai lemas, ” sahut Cadman kembali menggoda.


“ Ih, ucapan apaan sih itu, ” Yamuna memutar arah tubuh Cadman, “ Sekarang lebih baik bekerja, karena sebentar lagi kamu akan segera memiliki anak, dan anak kamu juga butuh banyak uang sampai ia besar nanti, ” sambung Yamuna menghentikan rayuan Cadman.


“ Aku sudah banyak uang, dan aku juga sudah lama mengumpulkan pundi-pundi uang buat kamu, dan anak-anak kita. Malas dikit, ‘kan nggak apa-apa seharusnya, ” rayu Cadman kembali.


Cadman berbalik badan, ia memeluk Yamuna sangat kuat, lalu memberi ciuman di seluruh wajah Yamuna, sampai Cadman merasa puas baru ia melepaskan pelukannya.


“ Sayang, terimakasih atas semangat yang kamu berikan, ” ucap Cadman menatap wajah cantik Yamuna.


“ Iya, kamu hati-hati saat pergi bekerja. Jangan main ponsel, jangan naik mobil ngebut-ngebut, dan satu lagi, jaga mata agar tidak jelalatan saat melihat wanita muda di Perusahaan kamu. Jika kamu ketahuan selingkuh lagi, maka aku akan membelah hal yang akan membuat kamu menangis seumur hidup, ” ancam Yamuna di sela senyum manis di bibirnya, membuat Cadman sedikit bergidik ngeri.


“ Serem amat. Kamu tenang saja, aku pasti tidak akan melakukan hal itu di belakang kamu, ” Cadman kembali mencium dahi, dan bibi Yamuna, lalu melepaskannya, “ Aku pamit pergi, ” sambung Cadman pamit pergi sekali lagi.


“ Iya, ” sahut Yamuna.


Cadman berbalik badan, ia melangkah pergi meninggalkan Yamuna masih berdiri di ruang tamu, menatap kepergiannya.


10 menit setelah Cadman keluar, Ben terlihat masuk ke dalam rumah, dan menyapa Yamuna dalam posisi hendak berbalik badan.

__ADS_1


“ Pagi nona muda Yamuna, ” sapa Ben berdiri di belakang Yamuna.


“ Pagi juga, kenapa kamu ke sini? ” tanya Yamuna heran.


“ Saya datang ke sini bersama dengan Yasmin. Katanya ia ingin menemani kamu di sini, ” sahut Ben.


“ Ya-Yasmin. Kenapa dia…”


“ Hai, Yamuna. Selamat pagi, kata Ben kamu sekarang bekerja di rumah, karena kamu sedang hamil muda? ” sela Yasmin, ia baru saja masuk ke ruang tamu, dan langsung menerobos percakapan Ben dan Yamuna.


“ Iya, karena aku masih sangat lemas, dan itu juga atas permintaan Papa Yoan, dan Cadman, ” sahut Yamuna sedikit berbohong di tengah ucapan jujur.


“ Karena saya masih harus mewakili nona muda Yamuna, melakukan rapat. Saya pamit pergi dulu, ” pamit Ben kepada Yamuna. Bola mata suram Ben menatap senyum manis Yasmin, “ Dan kamu! Kamu jangan merepotkan nona muda Yamuna di sini. Jika kamu ketahuan menyusahkan nona muda, dan hal lainnya. Kamu akan tahu akibatnya, ” tegas Ben buat Yasmin.


“ Tenang saja, aku tahu batasan saat berkunjung ke rumah orang kok, ” sahut Yasmin tenang. Yasmin mendekati Ben, berdiri di hadapan Ben. Tanpa melakukan aba-aba, Yasmin memegang kedua pipi Ben, dan mencium bibir Ben, lalu melepaskannya.


“ Sudah gila, kamu! ” omel Ben menahan rasa malu di depan Yamuna.


“ Ehem, itu tidak gila kok. Bukannya ciuman itu hal yang wajar, ” sambung Yamuna membenarkan perlakuan Yasmin.


“ Maaf, saya permisi nona muda, ” pamit Ben buru-buru.


Yamuna, dan Yasmin hanya tertawa pelan meliaht wajah Ben berubah menjadi merah padam setelah Yasmin menciumnya. Setelah Ben tidak terlihat di depan mata Yasmin, dan Yamuna.


Yasmin mendekati Yamuna, dan berdiri di hadapan Yamuna dengan wajah suram.


“ Kenapa kamu memandang aku seperti itu? ” tanya Yamuna datar.


“ Kenapa kamu harus menanggung semua urusan pekerjaan Perusahaan kamu kepada Ben? ” Yasmin balik bertanya.


“ Siapa bilang, soal pekerjaan aku juga menghandel dari sini. Kamu kenapa menuduh ku seperti itu, tidak senang? ” tanya Yamuna sinis.


“ Tentu saja aku tidak senang. Terus kenapa kemarin kamu menyuruh Ben mencari wanita cantik. Apa kamu ingin memisahkan aku dan Ben. Apa kamu ingin merebut kebahagian ku untuk yang kedua kalinya. Haa!! ”

__ADS_1


...Bersambung ...


__ADS_2