
Mendengar ada suara benda kaca terjatuh, Ben, dan Yamuna berlari keluar dari ruangan, menuju dapur.
“ Ada apa ini? ” tanya Yamuna panik saat melihat gelas pecah, dan ada tumpahan teh, dan coklat panas berserakan di lantai.
“ Yuyun, sepertinya dia sengaja mendorongku saat aku hendak pergi membawa nampan berisi gelas teh dan coklat panas, ” ucap Yasmin, terlihat punggung tangan kanan Yasmin memerah seperti terkena siram air panas.
“ Hiks..hiks..kenapa nona menuduh saya seperti ini. Padahal tadi nona yang tidak becus melihat jalan, ” ucap Yuyun di sela tangisan buatannya.
Ben menatap tajam ke Yasmin. Namun, saat melihat wajah Yasmin terlihat jujur, dan punggung tangan kanan semakin memerah. Ben tidak jadi memarahi Yasmin, Ben menggenggam tangan Yasmin, membawanya menuju wastafel tempat cuci piring.
“ Kamu mau ngapain? ” tanya Yasmin bingung.
“ Punggung tangan kamu sepertinya tersiram air panas. Sebelum merah nya semakin parah, lebih baik kita redakan hawa panas di kulit dengan air dingin, ” jelas Ben, tangannya membuka kran, mengguyur punggung tangan Yasmin dengan air dingin.
“ Yuyun, cepat bereskan ini, ” tegas Yamuna memberi perintah.
“ Ba-baik nona muda, ” sahut Yuyun di sela kekesalannya.
Yuyun jongkok, mengambil pecahan kaca, memasukkannya ke plastik. Meski tangannya terlihat bekerja dengan ikhlas, tapi hatinya tidak. Yuyun terus menggerutu di dalam hati.
‘ Sial. Niat untuk mengerjain wanita itu jadinya gagal. Bukannya dulu Yasmin dan Yamuna adalah musuh, karena Cadman membatalkan pertunangannya. Tapi kenapa Yasmin dan Yamuna menjadi dekat seperti ini. Mana hampir setiap pagi datang ke sini. Kalau terus seperti ini, aku akan sulit untuk menyingkirkan Yamuna. Pagi ada sih model kegatelan, dan malam ada 2 beruang besar di rumah. Menyebalkan, ’ batin Yuyun.
“ Tolong di pel yang bersih, jangan sampai ada noda yang masih lengket di lantai, ya, ” ucap Yamuna sekali lagi memberi perintah dengan sopan.
' Ck, sok paling nyonya kamu di sini. Awas saja kamu, Yamuna, ' gerutu Yuyun dalam hati.
“ Yasmin, gimana kalau kamu, di antar pulang saja, ” ajak Ben.
“ Tidak, aku masih ingin bersama dengan Yamuna. Punggung tangan ku pasti akan segera sembuh setelah di olesi obat dari tangan Yamuna sendiri, ” tolak Yasmin sedikit manja.
Melihat sikap manja Yasmin membuat hati Ben luluh. Ben tidak bisa berkata apa pun, Ben hanya bisa menghela nafas panjang.
“ Kalau begitu, hati-hati ya. Saya pergi berangkat kerja dulu, ” pamit Ben, tangannya membelai puncak kepala Yasmin.
“ Kamu nggak mau cium aku? ” goda manja Yasmin.
“ Eh…gila! ” ucap spontan Ben malu. Ben balik badan, ia melangkah cepat meninggalkan ruang dapur, dan rumah Yoan.
“ Kamu itu agresif banget jadi wanita, ” omel Yamuna, melewati Yasmin.
__ADS_1
“ Hei, kamu mau kemana perut buncit? ” teriak Yasmin menghentikan langkah kaki Yamuna.
“ Apa kamu bilang tadi? ” tanya Yamuna dingin, tatapan suram memandang wajah panik Yasmin.
“ Ti-tidak ada, ” sahut Yasmin gugup.
“ Suatu saat kamu juga akan merasakan perut buncit seperti aku! ” ketus Yamuna seperti memberi sumpah.
“ Sudah pasti, dan aku tidak keberatan. Asal itu anak dari Ben, ” sahut Yasmin terlihat senang.
Tidak ingin banyak bicara, Yamuna balik badan, melangkah pergi meninggalkan Yasmin masih berada di ruang dapur bersama Yuyun, dan Bibi Ratna.
“ Yamuna…Yamuna, tunggu. Kenapa sih, kamu terus membuat aku mengejar kamu! Kamu membuat aku seperti orang-orang yang ada di film-film india. Main kejar-kejaran! ” teriak Yasmin mengejar Yamuna sudah berjalan 10 langkah di depannya.
.
.
💫Di sisi lain💫
Cadman dan Chandra baru saja pulang dari Pabrik, untuk memantau tim BPOM. Karena lelah, Cadman menyandarkan tubuhnya di sofa panjang, berbahan kulit. Di ikuti Chandra duduk di hadapannya.
“ Tidak, aku sedikit risih dengan kehadiran wanita itu di rumah, ” sahut Cadman terdengar curhat.
“ Wanita? Apakah Dara yang menyamar menjadi Yuyun itu? ” tanya Chandra ingin memperjelas maksud ucapan Cadman.
“ Iya. Tadi pagi aku dan Yamuna menangkap dirinya seperti ingin menggoda Papa dengan dua gunungnya yang hampir meledak itu! ” sahut Cadman, kedua tangannya di buat membulat seperti cetakan mangkuk.
“ Emang sebesar apa dua gunung kembarnya? ” tanya Chandra sedikit menggoda.
“ Balon yang lemir. Eh…kenapa kamu sepertinya tertarik saat membasah hal itu! apa kamu sedang memikirkan hal jorok? ” tuduh Cadman setelah sadar dengan pertanyaan Chandra.
“ Sepertinya enak juga itu, ” gumam Chandra dengan pikiran jahatnya.
“ Chandra, kenapa dia belum melakukan hal apa pun kepada kami. Kenapa wanita Iblis itu hanya bisa menyakiti Bibi Ratna. Aku jadi kasihan dengan Bibi Ratna, ” keluh Cadman mengingat rekaman CCTV, terpantau semua perbuatan Yuyun kepada Bibi Ratna.
“ Memang seperti itu cara mainnya. Iblis asli saja jika sedang memikat mangsanya, ia butuh pendekatan dulu. Setelah mangsa masuk ke dalam ikatannya…grep…” Chandra menggeram erat bekas botol air mineral kosong, “ Barulah ia bereaksi. Bedanya kalau manusia yang melakukan hal itu, akan terjadi 2 hal. Pertama, rencananya berhasil, kedua rencananya balik kembali ke sih, pembuat rencana, ” sambung Chandra memberitahu.
“ Apa langsung aku pecat saja? ” tanya Cadman.
__ADS_1
“ Jangan! Kalau tuan muda pecat tanpa melakukan kesalahan, maka wanita itu akan melancarkan aksinya dari luar. Itu sangat berbahaya buat nona muda. Lebih baik biarkan saja wanita itu menetap di rumah. Tuan muda harus sabar, karena wanita itu pun sebenarnya saat ini sedang gelisah, seperti seorang pria sudah mencapai puncaknya. ”
“ Baiklah, aku akan sabar, ” ucap Cadman tedengar pasrah. Cadman mengambil tab miliknya dari dalam saku jas. Menghidupkan tab sudah tersambung dengan CCtv ia pasang di dalam rumah. Terlihat Yasmin, dan Yamuna sedang duduk santai di teras belakang rumah. Membuat segaris senyum di wajah Cadman terlihat.
“ Tuan muda, apa yang Anda lihat di dalam sana? Jangan bilang Anda sedang menikmati tontonan…”
“ Lihat…lihat! ” sela Cadman geram, tab miliknya ia tempelkan di wajah Chandra.
“ Oh…saya pikir sedang melihat mantab-mantab, karena saat ini tuan muda sedang libur panjang akibat nona muda Yamuna masih hamil muda, ” ucap Chandra di sela tawa sumbang nya.
“ Walaupun kami tidak melakukannya, tapi aku selalu puas kok, ” sahut Cadman penuh arti.
“ Wiss…berarti kalau gitu saya harus menikahi janda. Biar saya selalu puas, ” ucap Chandra dengan pikiran anehnya.
“ Lihat ini, ” ucap Cadman histeris, tangannya menunjukkan tab berisi pantauan CCTV di rumah milik Yoan.
Hasil rekaman CCTV terpantau dari tab Cadman, terlihat Yuyun diam-diam mengendap masuk ke dalam kamar milik Yoan. Namun, karena Cadman tidak memasang kamera CCTV di dalam kamar Yoan. Cadman jadinya tidak bisa mengetahui apa yang sedang dilakukan Yuyun di dalam kamar Yoan.
“ Tuan muda, bukannya di dalam kamar Presdir Yoan ada CCTV. Kenapa tuan muda tidak melihatnya langsung saja, ” usul Chandra.
“ Tab ku tidak tersambung dengan CCTV milik Papa. Apa kamu bisa menyadapnya? ” tanya Cadman.
“ Tentu saja, saya ahli di bidang hal itu, ” sahut Chandra sedikit sombong.
“ Kalau gitu cepat lakukan, ” desak Cadman, memberi laptop perusahaan kepada Chandra.
Chandra segera membuka laptop, menghidupkannya. Dengan kedua tangannya lihainya, ia mengetik sesuatu di atas keyboard. Tak butuh waktu lama, akhirnya CCTV berada di dalam kamar Yoan terhubung. Terlihat Yuyun sedang merebahkan tubuhnya di atas ranjang milik Yoan.
“ Eh…eh…ngapain wanita Iblis itu duduk di atas guling Presdir? ”
Melihat Yuyun melakukan aksi gilanya di atas guling milik Papanya, Cadman langsung membuang pandangan jijiknya.
“ Chandra, tolong matikan saja, ” pinta Cadman datar.
“ Sabar tuan, jarang sekali saya melihat adegan ini. Dan tunggu…tunggu. Sampai basah cuy. Gila…gila! ” teriak Chandra terdengar puas seperti sedang menonton bola.
“ Sungguh menjijikan. Kalau gitu sekarang kamu pesan guling baru, cepat! ” tegas Cadman memberi perintah.
“ Baik tuan muda, ” sahut Chandra semangat.
__ADS_1
...Bersambung ...