SUAMI KE-13

SUAMI KE-13
SK-13 101. Informasi tentang Yuyun


__ADS_3

Cadman dan Chandra sedang duduk saling berhadapan, raut wajah mereka terlihat serius memandang satu-sama lain.


“ Apa kamu sudah mendapatkan informasi tentang wanita yang bernama Yuyun? ” tanya Cadman datar.


“ Tentu saja, saya sudah mengindentifikasi wajah dari wanita yang sudah melakukan operasi tersebut, ” jelas Chandra sombong, tangannya memutar laptop berada di hadapannya, menghadap Cadman, “ Lihat, pasti tuan muda tahu siapa wanita itu, ” sambung Chandra menjelaskan wanita bernama Yuyun tersebut.


Setelah mengetahui wajah wanita tersebut, Cadman hanya menghela nafas lega, dan menggeleng.


“ Sudah puas? ” tanya Chandra, ia menutup laptopnya.


“ Tentu saja, ” sahut Cadman, ia menyandarkan tubuhnya di badan sofa, kedua tangan ia rentangkan selebar sofa, “ Tapi yang buat aku penasaran, kenapa dia berpura-pura menyamar sebagai ART di rumah Papa? ” tanya Cadman penasaran.


“ Saya tidak tahu, tapi yang jelas, saya rasa ia sedang kekurangan uang. Ha ha ha….lucu, seperti itu rupanya manusia. Kalau sedang kesusahan dan butuh uang, bisa melakukan hal aneh, ” ucap Chandra di sela tawa psikopatnya.


“ Gimana caranya agar Yamuna tetap aman jika di rumah, tanpa ada aku, ” gumaman Cadman, masih di dengar oleh Chandra.


“ Caranya gampang, kita masukkan orang kita juga ke dalam rumah itu. Jika mengharap Bibi Ratna saja tidak bisa. Wanita itu sudah tua, di dorong sedikit, pasti akan keseleo. Gimana kalau saya berikan saran, gimana kalau tuan muda membayar orang pilihan saya untuk menyamar sebagai ART di rumah Presdir Yoan. Wanita ini adalah wanita yang cantik, ia juga ahli dalam hal membunuh, ” ucap Chandra memberikan saran.


“ Apa kamu ingin membunuh Istri ku juga? Tidak…tidak. Apa tidak ada yang lebih lembut, tapi menyeramkan. Kalau terlihat sangat sangar di awal karakter pertemuan. Bisa-bisa Yamuna, dan Papa tidak nyaman melihatnya. Aku mau wanita yang lemah lembut, tapi tetap sangar, ” tolak Cadman.


“ Tidak ada! kalau wanita cantik, lemah lembut dari selalu menusuk dari belakang ada. Kalau gitu, tuan muda sendiri saja yang selalu memantau nona muda dari kejauhan. Pasang Cctv tersebut, atau penyadap lainnya di rumah, ” ucap Chandra datar.


“ Kamu benar juga, kalau gitu, aku akan menyuruh seseorang untuk memasang CCTV nanti malam. Sebelum wanita itu memasuki rumah, ” gumam Cadman sudah memikirkan rencananya.


“ Baiklah, ” Chandra berdiri, “ Saya permisi pamit ke meja kerja saya, tuan muda Cadman. Kalau ada keperluan lain, hubungi saya segera, ” sambung Chandra sebelum melangkah pergi meninggalkan ruang kerja Cadman.


“ Iya, aku juga masih ada pekerjaan lagi yang harus aku siapkan, ” sahut Cadman.


Cadman beranjak dari sofa, berjalan menuju kursi kerjannya, sedangkan Chandra kembali ke meja kerjanya, berada di luar ruangan kerja milik Cadman.


.


💫Di sisi lain💫

__ADS_1


Yamuna menghampiri Yoan kembali. Yamuna, juga duduk di bangku kosong sebelah kiri Yoan.


“ Aku pikir, Papa sudah pergi kerja. Ternyata Papa masih ada di teras belakang rumah, ” ucap Yamuna memulai percakapan.


“ Kamu sudah selesai bekerjanya? ” tanya Yoan mengalihkan pembicaraan.


“ Sudah Pa. Hanya mengecek e-mail masuk dari Ben saja, ” sahut Yamuna santai.


“ Karena kamu pekerjaan kamu sudah siap, dan Papa juga masih ada urusan mendadak. Sebaiknya kamu istirahat saja di dalam kamar, tunggu Papa atau Cadman kembali, ” perintah Yoan lembut.


“ Sebelum aku istirahat di kamar, boleh tidak, aku meminta foto Yuyun dari Papa? ” tanya Yamuna sedikit manja.


“ Tentu saja, ” sahut Yoan cepat.


Yoan merogoh ponsel berada di dalam saku celananya, membuka galeri foto dan mengirimkannya kepada Yamuna.


“ Terimakasih, Papa mertua, ” ucap Yamuna senang.


“ Hanya sebuah foto, jadi jangan mengucapkan terimakasih. Seharusnya Papa yang mengucapkan terimakasih kepada kamu, karena kamu sudah memberikan Papa cucu, ” sahut Yoan kembali mengucapkan terimakasih kepada Yamuna.


“ Kamu memang wanita, dan menantu lain daripada yang lain. Membuat Papa tidak menyesal menjadikan kamu menantu, ” puji Yoan senang.


“ Terimakasih atas pujian Papa mertua, ” ucap Yamuna ikutan senang.


“ Karena Papa sudah ada yang menunggu di kantor. Sebaiknya Papa pamit pergi dulu, ” pamit Yoan.


“ Iya, hati-hati di jalan, Pa. ”


Yoan tidak menjawab, ia hanya memberi senyum manis dan tulus, detik selanjutnya Yoan berbalik badan, kakinya pun melangkah meninggalkan Yamuna di teras belakang rumah.


Setelah kepergian Yoan, Yamuna segera mengambil ponsel miliknya, membuka e-mail, lalu mengirimkan foto Yuyun kepada Ben. Setelah berhasil di kirim dan di balas oleh Ben. Yamuna beranjak dari bangkunya, ia melangkah meninggalkan teras dapur, menuju kamar miliknya berada Yoan berada di lantai 2.


Sesampainya di dalam kamar, dan menunggu balasan informasi mengenal identitas asli dari foto ART barunya besok sore. Yamuna merebahkan tubuhnya, terasa lemah, dan malas untuk bergerak di atas sofa panjang dan empuk.

__ADS_1


“ Kenapa aku baru sekarang aku menyadari, jika sofa ini ternyata sangat nyaman buat aku tidur, daripada ranjang besar di sana, ” gumam Yamuna, membandingkan ranjang besar milik Cadman, dengan sofa panjang, dan empuk di dalam kamar Cadman.


Drrtt!!


Ponsel Yamuna berdering, terlihat nama pemanggil ‘Ben’. Yamuna langsung mengangkat panggilan telepon dari Ben, dengan posisi tidur masing berbaring di atas sofa embut, dan bantal bulu, terbuat dari bulu angsa.


📞[ “ Halo, assalamu’alaikum..... ” ] sapa Yamuna ketika selesai mengangkat panggilan telepon dari Ben. Namun, belum lagi Yamuna menyambung kalimatnya, Ben langsung menerobos ucapan Yamuna.


📞[ “ Gawat nona muda, apakah nona muda tahu siapa wanita yang bernama Tuyul itu?! ” ]


📞[ “ Yuyun, bukan Tuyul. Bodoh atau bego sih, kamu! Di gaji besar malah belon seperti ini. Percuma saja kamu sebentar lagi sudah mau kawin. ” ] omel Yamuna panjang lebar. Efek bawaan hamil, jadi agak sensi.


📞[ “ He he he, jangan marah terlalu banyak nona muda Yamuna. Entar anak yang di dalam kandungan nona muda, ketika lahir, kerjaannya pasti akan marah-marah mulu. ” ] ucap Ben sedikit bercanda di sela tawa sumbang nya.


📞[ “ Aku nggak marah, kok! ‘kan memang benar, kamu saja yang bego! ” ] omel Yamuna tidak mau kalah.


📞[ “ Iya deh, saya yang bodoh, dan bego. Jadi, nona muda Yamuna masih ingin mendengar informasi dari saya atau tidak nih? ” ]


📞[ “ Hem…tentu saja mau! ” ] sahut Yamuna lengus.


📞[ “ Ya sudah, dengarkan baik-baik ini ya, nona muda Yamuna. ” ] pinta Ben lembut agar Yamuna tidak tersinggung.


📞[ “ ART baru yang di rekrudut oleh Presdir Yoan, ternyata adalah Dara. Dara, mantan kakak ipar nona muda Yamuna. Kakak iparnya mantan suami pertama nona muda Yamuna, Farran. Tujuan sebenarnya saya belum tahu jelas, tapi yang jelas dia saat ini merubah bentuk wajahnya dengan melakukan operasi plastik. ” ] jelas Ben memberitahu Informasi bernama Sasvita Yuyun, calon ART baru Yamuna, akan datang besok sore.


📞[ “Becanda kamu. Setahu aku Dara itu sedang hamil, dan usia kandungannya juga sudah sangat dekat. Aku rasa beberapa bulan lagi dia akan segera melahirkan. Sedangkan foto dari Sasvita Yuyun adalah seorang gadis muda, dan memiliki lekuk tubuh yang aduhai.” ] sangkal Yamuna.


📞[ “ Kalau soal itu saya belum mencaritahunya. Untuk sementara saya hanya bisa memberikan informasi ini saja kepada nona muda Yamuna. Mohon bersabar, untuk informasi lainnya seperti yang nona muda inginkan, saya pasti akan memberikannya. Secepatnya. Kalau gitu, saya akhiri panggilan telepon dulu. Selamat beristirahat nona muda Yamuna. ” ]


📞[ “ Terimakasih Ben. ” ] sahut Yamuna, ia langsung mematikan sambungan teleponnya dari Ben.


“ Ternyata Sasvita Yuyun adalah Dara. Kalau gitu seru juga, ” gumam Yamuna, tangannya menarik bantal sofa, dan menjadikannya guling, “ Walaupun bantal ini sangat kecil, ternyata cukup empuk juga. Huaah…jadi mengantuk aku, ” gumam Yamuna.


Merasa kantuk tak terhantankan lagi, kedua kelopak Yamuna perlahan terpejam, dan langsung tertidur pulas.

__ADS_1


...Bersambung ...


__ADS_2