SUAMI KE-13

SUAMI KE-13
SK-13 107. POV Yuyun


__ADS_3

Keesokan paginya, tepat pukul 06:30 pagi. Yamuna, Yoan, dan Cadman duduk di kursi makan. Di atas meja sudah tersedia berbagai macam sarapan sehat. Bibi Ratna, dan Yuyun sedang berdiri samping meja menuangkan teh hangat di gelas.


“ Tuan besar, silahkan di nikmati teh hangatnya, ” ucap Yuyun, saat ingin memberikan teh hangat kepada Yoan, sekilas Yuyun menggesekkan dua gunung kembarnya ke lengan Yoan.


Yamuna, dan Cadman hanya diam. Mereka berdua tidak ingin menegur Yuyun, karena Yoan sendiri tidak merasa keberatan atas perbuatan Yuyun.


“ Terimakasih, ” sahut Yoan datar. Tangannya mengambil sendok, menciduk bubur, memasukkan sendok berisi bubur ke dalam rumah.


‘ Ck, cuman bilang terimakasih saja. Sungguh lelaki tua yang sulit untuk di dekati. Awas saja kamu. Aku akan buat kamu bertekuk lutut. Tapi…ada satu hal yang perlu aku singkirkan terlebih dahulu, ’ Yuyun memutar pandangannya ke Yamuna, sedang menikmati santap makanannya, ‘ Yamuna. Wanita itu adalah menantu kesayangan Yoan, dan Yamuna juga katanya sedang mengandung. Aku harus menyingkirkan anak dan Ibu nya sebelum semua harta warisan Yoan jatuh ke cucunya. Ha ha ha…sungguh usaha yang harus segera aku nikmati, ’ batin Yuyun dengan pikiran jahatnya.


Kenapa Yuyun ingin mendekati Yoan, dan menyingkirkan Yamuna, beserta anak di dalam kandungannya?


.


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


#POV Yuyun (Dara)


2 bulan lalu Dara tidak sengaja bertemu dengan Yoan di salah satu café. Saat itu Dara sedang pergi minum bersama dengan selingkuhannya, Ayah kandung dari anak yang ia kandung, bukan anak dari Garda.


“ Sayang, lihatlah. Perut ku semakin lama semakin membesar, ” ucap Dara kepada pria selingkuhannya menunjukkan perut buncitnya.


“ Berulang kali aku katakan, jika anak yang kamu kandung belum tentu anakku, ” sahut pria selingkuhan Dara.


“ Ini jelas-jelas anak kamu. Dan aku hanya pura-pura mengakui anak ini adalah anak Garda. Kenapa kamu masih belum percaya juga! ” ucap Dara memaksa pria selingkuhan nya untuk percaya ucapannya.


Grep!


Pria selingkuhan Dara menggenggam erat rambut bagian belakang Dara, membuat wajah Dara menengadah ke atas.


“ Kenapa tidak. Bukannya Garda itu adalah Suami kamu, dan aku hanya seorang pria yang sudah memiliki Istri. Pertemuan kita hanya saling berbagi saja, sedangkan kamu dan Garda hampir setiap hari bersama. Jadi kenapa kamu masih terus memaksa ku untuk mengakui kalau anak itu adalah anakku! ”


“ Tapi, aku dan Garda bisa di hitung melakukan hal itu. Sebulan saja belum tentu Garda menyentuhku. Terakhir kali Garda menyentuhku 5 bulan lalu, itu pun karena Garda terlalu banyak minum. A-aku mohon, jika anak ini lahir, aku minta kamu harus tanggung jawab. Berikan aku uang untuk membesarkannya, ” pinta Dara setengah memohon.


Plakkk.... Plakkk

__ADS_1


Tamparan sebanyak 2 kali mendarat di pipi Dara.


“ Berani sekali kamu minta pertanggung jawaban kepadaku. Hari ini aku datang karena aku pikir kamu ingin mengatakan jika kamu sudah menggugurkannya, ” pria selingkuhan Dara, tangannya mengeluarkan uang 2 gepok, meletakkannya di atas meja, “ Sekarang pergi ke rumah sakit. Jika memang itu anakku, maka kamu harus mengakhirinya sekarang. Aku tidak mau jika Istri ku mengetahui tentang anak itu, dan aku tidak ingin menyakiti hati Istriku. ”


“ Tidak! Jika aku menggugurkan anak yang aku kandung sekarang, maka Garda akan mencurigaiku tentang anak ini. Dan Garda juga akan menceraikan aku. A-aku tidak bisa melakukan itu sekarang. Aku berkata seperti itu untuk antisipasi jika anak ini lahir, Garda pasti akan melakukan tes DNA, dan kalau hasilnya menunjukkan negatif, maka Garda akan langsung menceraikan aku. A-aku tidak bisa. Siapa yang akan memenuhi semua kebutuhan materi ku, ” Dara berlutut, tangannya memegang kedua kaki pria selingkuhannya, “ Jadi aku mohon, kamu harus tanggung jawab, ” pinta Dara bersikeras ingin mempertahankan kandungannya.


“ Itu bukan urusanku. Kita hanya sama-sama menikmatinya, dan soal hasil kenikmatan itu, hanya kamu saja yang boleh menanggungnya. Bukan aku! ” hardik pria selingkuhan Dara.


Pria itu mendorong Dara sampai jatuh ke lantai, lalu pergi meninggalkan Dara begitu saja.


“ Mas….Mas…” teriak Dara menatap kepergian lelaki berusia 45 tahun keluar dari dalam kafe.


Dari sudut ruangan kafe, terlihat Yoan hanya memandang Dara. Melihat Dara terluka, dan wajahnya mendapat lebam. Yoan merasa iba, ia permisi kepada klien sebentar. Yoan berjalan mendekati Dara.


“ Apa kamu butuh bantuan? ” tanya Yoan mengulurkan tangannya untuk membantu Dara berdiri.


“ Terimakasih, ” ucap Dara menerima uluran tangan Yoan.


“ Aku akan membawa kamu ke rumah sakit nanti. Tapi sebelum itu, mari tunggu aku duduk di kursi milikku, ” ajak Yoan, tangannya mengarah ke meja berada paling sudut.


Yoan menggenggam pergelangan tangan kiri Dara, “ Sudah, kamu tidak perlu sungkan, ” ucap Yoan, ia menarik Dara, membawanya duduk di kursi miliknya.


Dara akhirnya duduk di tengah-tengah pertemuan Yoan. Awalnya Dara hanya biasa saja, tidak berfikir macam-macam untuk Yoan. Setelah mendengar perbincangan tentang janji kontrak senilai 1 Miliar dari klien Yoan. Dari situ Dara mulai memikirkan rencana baru untuk mendapatkan Yoan.


“ Saya beri separuh uang kontrak sebesar 1 Miliar untuk kontrak 5 tahun ke Perusahaan, Presdir. Setelah memasuki tahap awal dari rencana kontrak yang sudah tertera di dalam dokumen-dokumen ini. Maka saya akan memberikan sisanya. Gimana Presdir? ” tanya pria berwajah turis kepada Yoan.


“ Deal, Anda tidak perlu sungkan. Jika Anda sudah tahu tentang Perusahaan ku, maka Anda bisa menjamin keuntungan dari hasil kerjasama kita, ” sahut Yoan yakin.


Pria berwajah turis, dan Sekretarisnya berdiri, tangannya mengulur.


Yoan menjabat uluran tangan pria berwajah turis.


“Terimakasih tuan, dan mohon kerjasamanya,” ucap Yoan mengakhir rapat.


“ Sama-sama. Kami pamit, Presdir, ” sahut pria berwajah turis.

__ADS_1


Pria berwajah turis, dan Sekrestarisnya pergi meninggalkan kafe. Sedangkan Yoan, masih bersama dengan Dara di kursi.


“ Silahkan duduk, dan mau pesan apa? ” tanya Yoan sopan.


“ Maaf, aku masih kenyang. Kalau boleh tahu tuan ini siapa ya? ”


“ Aku adalah Yoan Ren. Hanya Pengusaha kecil biasa, ” sahut Yoan santai, tangannya mengambil gelas kopi hangat, dan menyeruputnya.


‘ Yoan Ren! Bukannya nama itu terdengar cukup familiar bagi pengusaha seperti Garda. Perusahaan besar yang dimana tidak semua orang bisa melakukan kontrak kerjasama. Ja-jadi pria tua ini pemiliknya. Dara..Dara. Kamu sungguh wanita yang sangat beruntung, karena aku sudah mendapatkan mangsa baru untuk kebutuhan materiku, maka aku tidak akan melepaskannya. Selamat tinggal Suami ku, Garda, dan selamat tinggal masa lalu burukku. Sekarang aku akan merubah hidupku menjadi jauh lebih baik lagi,' batin Dara.


“Oh ya, sebaiknya kita ke rumah sakit untuk mengobati luka-luka di wajah kamu. Dan aku lihat sepertinya kamu juga sedang mengandung. Jadi mari aku hantarkan kamu,” ajak Yoan sopan.


Tanpa penolakan Dara langsung mau.


Yoan membawa Dara ke rumah sakit terdekat. Dalam waktu 30 menit akhirnya mobil di kendarai Yoan, dan Dara sudah terparkir di halaman rumah sakit.


Yoan turun dari mobil, membuka pintu buat Dara. Dara turun, bibirnya terus tersenyum manis karena diperlakukan lembut, dan sopan oleh Yoan. Membuat Dara ingin cepat-cepat melancarkan aksinya.


“ Tuan, sepertinya aku masuk sendiri saja. Tuan silahkan pulang, karena aku tidak ingin orang-orang berpikir jika tuan adalah selingkuhan ku, ” pinta Dara sopan.


“Oh, baiklah. Kalau gitu aku pamit pergi dulu,” sahut Yoan pamit pergi.


Yoan masuk ke dalam mobilnya, dan melajukan mobilnya meninggalkan Cara masih berdiri di parkiran rumah sakit.


Dara berdiri menghadap rumah sakit, kedua tangannya mengelus perut buncitnya, “Maafkan Mama karena harus mengakhiri kamu sampai di sini. Lagian kalau kamu terlahir di dunia ini, sudah pasti Ayah kandung kamu menolak kedatangan kamu. Dan Mama juga akan resmi berpisah dari Suami ku, Garda. Sebelum semua terlambat, dan kamu tumbuh semakin besar. Lebih baik kita akhir di sini saja. Dan Mama juga akan memulai dengan kehidupan baru, dengan wajah baru, tubuh baru, dan nama baru, ” gumam Dara.


Setelah berkata seperti itu Dara masuk ke dalam rumah sakit. Ia memutuskan untuk melakukan aborsi, sepulang dari rumah sakit Dara juga berkata jujur kepada Garda. Merasa tersakiti oleh kejujuran Dara, Garda langsung menceraikannya.


Resmi bercerai, Dara terbang ke Korea, ia melakukan operasi di sana. Mengubah diri, identitas, hanya demi mendapatkan Yoan, sekaligus hartanya.


.


#POV END


...Bersambung ...

__ADS_1


__ADS_2