SUAMI KE-13

SUAMI KE-13
SK-13 76. Tatapan kembali hidup.


__ADS_3

Sementara Yamuna sedang di sekap di rumah Zahfar. Chandra dan Cadman baru saja sampai di tempat kejadian. Dimana mobil dikendarai Zahfar, Yamuna, dan anak buahnya terbakar, di tengah jalan raya, dan kini sedang di padamkan oleh petugas pemadam kebakaran.


“ Yamuna! ” teriak Cadman keluar dari dalam mobil.


Kakinya berlari menuju mobil Zahfar. Namun, Chandra sedang berdiri jauh dari tempat kejadian langsung menggenggam tangan Cadman. Membuat Cadman berhenti di sampingnya, tatapan lurus ke depan, memandang petugas pemadam kebakaran memadamkan api.


“ Tuan muda, sepertinya nona muda, dan Zahfar tidak ada di dalam mobil, ” bisik Chandra, tangannya diam-diam menunjukkan pisau masih menempel darah, ia simpan dari dalam jas nya.


“ Kamu dapat darimana, dan kenapa bisa tahu jika Istri ku dan Iblis itu tidak ada di dalam? ” tanya Cadman berhenti bersedih dan putus asa setelah diberitahu jika Yamuna dan Zahfar tidak menjadi korban dalam kecelakaan.


“ Saya mengutipnya dari jalan sana, " tunjuk Chandra ke jalan raya berada di belakang mobil mereka, " Terlihat dari darah yang masih segar, menempel di pisau ini. Saya juga menemukan ada bekas darah di sepanjang jalan dari saya menemukan pisau ini, ” sambung Chandra memberitahu Cadman. Tangannya mengarah ke tempat belakang mobil mereka, “ Mari ikuti saya, ” sambung Chandra lagi, mengajak Cadman untuk berjalan bersamanya dan melihat jejak dimaksudnya tadi.


Cadman, dan Chandra pun berjalan ke belakang. Mereka berjalan santai agar tidak di curigai oleh pihak berwajib, dan petugas lainnya. Langkah kaki Cadman dan Chandra berhenti tepat di tengah jalan raya.


Chandra berjongkok, jari telunjuknya mencolek darah di aspal. Setelah itu Chandra mendekati Cadman, “ Dari aroma manis darah ini, saya sangat yakin jika ini adalah darah dari nona muda Yamuna, ” jelas Chandra menunjukkan darah di ujung jari telunjuknya.


“ Tidak akan aku maafkan! ” umpat Cadman menahan amarah sudah memuncak di dadanya.


“ Berhentilah mengumpat. Kita harus segera menemukan nona muda Yamuna sebelum semuanya terlambat, ” usul Chandra.


“ Kamu benar, ” sahut Cadman menerima usulan Chandra.


“ Sebaiknya kita pergi berbarengan, ” perintah Chandra.


Cadman mengangguk, ia segera berlari masuk ke mobil Yasmin, di pinjam oleh Cadman. Begitu juga dengan Chandra setelah ia memarkirkan mobilnya di pinggir jalan. Mobil mereka pun kini melaju menuju ke rumah Zahfar.


.


💫Di sisi lain💫


Zahfar duduk di atas ranjang, bersama dengan Yamuna sedang terbaring dengan kedua tangan di ikat.


“ Lepaskan aku! ” teriak Yamuna berusaha tenang, meski hatinya saat ini sedang dilanda ketakutan.


“ Kamu pikir kamu bisa begitu saja lepas dari genggaman tangan ku, ” Zahfar membaringkan tubuhnya, tangannya memegang dagu Yamuna, dan menariknya mendekat ke wajahnya, “ Sayang, aku sudah lama menunggu momen ini, ” sambung Zahfar penuh maksud.

__ADS_1


Zahfar menahan bagian leher belakang Yamuna, dan mencium bibir ranum Yamuna. Lidahnya menyongsong masuk ke dalam, dan menari-nari.


“ Berani sekali kamu mencium bibir yang hanya aku berikan buat Cadman, ” umpat Yamuna, ia menggigit bibir Zahfar sampai berdarah. Membuat Zahfar melepaskan ciumannya.


“ Ck. Sungguh agresif, ” gumam Zahfar, jempolnya menyeka darah di bibir bawahnya.


Bug!


Yamuna menjedutkan dahinya ke dahi Zahfar, membuat Zahfar telonjak kaget. Melihat ada kesempatan Yamuna langsung turun dari ranjang, ia berlari mendekati pintu kamar, dengan kedua tangan di ikat di belakang.


“ Kamu pikir kamu bisa kabur begitu saja, ” ucap Zahfar dingin.


Zahfar turun dari ranjang, ia berjalan cepat mendekati Yamuna sedang berlari memutar arah ke jendela kamar.


“ Kalau aku tidak bisa kabur dari pintu, maka aku akan kabur dari jendela. Aku akan melompat, mau apa kamu?! ” ucap Yamuna menahan takut di dadanya.


“ Kamu pikir jendela itu bisa kamu buka? ” tanya Zahfar sudah berhenti di hadapan Yamuna, tangannya memegang kuat dagu Yamuna, “ Ini adalah kamar yang sudah aku persiapkan untuk kamu, Yamuna Yin. Agar kamu tidak bisa kabur setelah aku berhasil mendapatkan kamu! ” sambung Zahfar dingin.


“ A-aku tidak takut dengan perkataan kamu, ” ucap Yamuna berusaha tenang, meski dirinya sedang di landa ketakutan.


Grep!


“ A-apa yang akan kamu lakukan? ” tanya Yamuna gemetar, kali ini rasa takutnya sudah tidak bisa ia bendung lagi setelah merasakan tangan Zahfar masuk ke dalam rok dress nya.


“ Aku akan membuat kamu mengerti jika aku sangat ingin memiliki kamu, ” gumam Zahfar di daun telinga Yamuna. Tangannya menurunkan penutup segitiga.


Merasa ada sesuatu hendak menusuk dari belakang menuju vitalnya. Tubuh Yamuna gemetar ketakutan, air matanya juga lolos membasahi kedua pipinya.


“ A-aku mohon…ja-jangan lakukan hal itu kepadaku. A-aku sudah menikah, da-dan yang hanya bisa melakukan hal itu adalah Suamiku seorang. A-aku mohon…ahh! ”


Permohonan Yamuna berakhir sia-sia. Zahfar sudah berhasil memasukkan rudalnya. Membuat Yamuna terdiam, kedua matanya mengingat senyuman Cadman, ucapan lembut, perhatian, dan semua hal baik tentang Cadman kepadanya. Tubuh Yamuna merasa lemah, dan detak jantungnya seketika berhenti berdetak saat tubuhnya merasa bergerak.


Brak!


Pintu kamar di dobrak. Terlihat Cadman dengan wajah berantakan, dan ada beberapa luka di wajahnya sedang berdiri di depan pintu kamar.

__ADS_1


“ Brengsek….kamu…” teriakan Cadman menggema di seluruh kamar, membuat wajahnya merah padam menahan amarah saat melihat Yamuna sedang di nodai oleh Zahfar. Cadman pun berlari sekencang mungkin mendekati Yamuna, dan Zahfar masih asik menggoyang tubuh Istrinya.


Bam!!


Begitu mendekati Zahfar, Cadman langsung menarik tubuh Zahfar. Dan memberi pukulan bertubi-tubi. Sedangkan Yamuna sedang terduduk dengan wajah syok di bawah jendela kamar.


“ Berani sekali kamu melakukan itu kepada Yamuna. Dasar….Iblis! ” teriak Cadman meluapkan semua kekesalannya. Kedua tangannya terus memberi pukulan ke Zahfar. Membuat Zahfar terbaring dengan wajah berantakan di atas lantai.


“ Ha ha ha..seperti itu ternyata rasanya. Sangat luar biasa, ” ucap Zahfar di sela tawa puasnya.


Dor! Dor! Dor!


3 tembakan mendarat di tubuh Zahfar. Membuat darahnya muncrat mengenai baju kemeja Cadman. Dan Cadman hanya bisa terdiam, sedangkan Yamuna masih diam mematung dengan wajah syok, dan trauma.


“ Seperti ini rupanya jika ada jiwa Iblis menyatu di tubuh manusia. Sangat menjijikan, ” umpat Chandra dari depan pintu, tatapan penuh kebencian dan rasa jijik memandang lurus ke jasad Zahfar. Tangannya menyimpan kembali pistol miliknya ke dalam saku celananya.


“ Chandra, kamu… ”


“ Ini sudah menjadi tugas saya. Saya sudah memanggil pihak berwajib, ” tatapan Chandra memandang punggung Yamuna, tampak gemetar seperti sedang ketakutan, “Sebaiknya tuan, bawa nona muda keluar dari tempat Neraka ini,” sambung Chandra tegas.


Cadman mendekati Yamuna, ia berjongkok di hadapan Yamuna. Wajah Cadman tampak dipenuhi rasa penyesalan dan kemarahan saat memandang wajah Yamuna tampak syok, tubuhnya juga terasa dingin, dan tatapan seperti tanpa kehidupan terlihat jelas di kedua bola mata indahnya.


Cadman memeluk tubuh kaku, dan dingin Yamuna, “ Sayang, maafkan aku karena datang terlambat, ” ucap Cadman sendu.


“ Aku bukan istri yang baik. Lelaki itu telah mencium ku, merenggut apa yang seharusnya aku jaga hanya untuk kamu. Aku sekarang sudah menjadi seorang Istri yang kotor, dan aku tidak pantas bersanding dengan kamu. Sebaiknya kamu pergi dan cari wanita yang lebih baik, dan bersih daripada aku, ” ucap Yamuna datar, ia mendorong bidang dada Cadman untuk melepaskan pelukannya. Tatapan tanpa kehidupan memandang wajah sedih, dan rasa bersalah Cadman.


“ Ini bukan kesalahan kamu! ” sahut Cadman kembali memeluk tubuh dingin Yamuna, salah satu tangannya memegang kepala bagian belakang, membenamkan wajah Yamuna di bidang dada nya, dan satunya lagi diletakkan di punggung Yamuna.


“ Cadman, aku adalah Istri yang kotor. Aku saja merasa jijik melihat tubuh ku sekarang ini, sebaiknya kamu ceraikan saja aku, ” lirih Yamuna datar, mengingat perbuatan Zahfar kepadanya.


Cadman melepaskan pelukannya, ia menatap wajah tanpa ekspresi, dan tatapan tanpa kehidupan di kedua mata Istri tercintanya. Lalu berkata, “ Ini bukan kesalahan kamu. Sebagai seorang Suami, akulah yang salah di dalam hal ini. Yamuna, aku mohon. Berhentilah membuat tatapan tanpa kehidupan seperti itu. Meski pria itu telah melakukan perbuatan itu kepada kamu, kamu tetap aku terima menjadi Istriku, karena kamu adalah belahan jiwa ku. Dan Istri yang paling aku cintai. Ka-kamu juga tidak salah, sayang! ”


“ Apa kamu yakin masih menginginkan aku, masih ingin mencium ku, melakukan hal itu, memeluk ku, dan memberikan aku pundak saat aku sedang membutuhkan pundak untuk melampiaskan semua kekesalan yang ada di hatiku. Setelah semua hal yang kamu miliki dari tubuh ini, sudah direnggut paksa oleh pria itu? ” tanya Yamuna datar.


“ Iya, karena kamu adalah belahan jiwa ku. Kamu juga tidak kotor, dan kamu juga tidak bersalah di dalam hal ini, ” jelas Cadman menyakinkan diri Yamuna sekali lagi. Cadman melepaskan pelukannya, dan memberikan ciuman di dahi Yamuna.

__ADS_1


Merasakan ciuman hangat dan tulus dari Cadman. Tatapan Yamuna kembali hidup, air matanya kini memenuhi kedua bola mata indahnya. Kedua tangan Yamuna spontan memeluk tubuh Cadman, dan menangis sekuat-kuatnya di dalam pelukan Cadman.


...Bersambung...


__ADS_2