
" Ma...apa Mama tidak tahu jika Yamuna itu dibesarkan dari seroang laki-laki tua dan sakit-sakitan. Kalau sikapnya seperti ini, ya wajar saja. Sudahlah jangan di bahas lagi, " ucap Farran mengelus kedua lengan Caden.
Deg!!
Ucapan Farran menusuk jantung Yamuna.
Yamuna menundukkan wajahnya, " Kamu benar aku dibesarkan oleh pria penyakitan. Tapi setidaknya, aku dibesarkan oleh kasih sayang dan aku juga dibesarkan dengan tujuan hidup jujur dan bijaksana. Tidak seperti kalian semua, " Yamuna berbalik badan, " Kalau gitu aku minta kalian semua keluar dari lingkungan keluarga ku. Dan biarkan aku hidup dengan cara didik mendiang Ayahku! " tegas Yamuna beranjak pergi meninggalkan Caden dan lainnya.
Melihat Yamuna berjalan dengan langkah tegap menaiki anak tangga, dan mengingat ucapan Yamuna terdengar cukup serius untuk mengusir mereka semua. Caden belum sempat menikmati harta milik Yamuna, langsung menyuruh Farran untuk mengejar Yamuna, " Ka-kamu cepat susul Yamuna, dan minta maaf sebelum semua terlambat. "
" Biarkan saja Ma. Lagian aku sudah capek punya Istri macam dia. Di sentuh tidak bisa, ditanyai marah-marah. Bosan aku!" sahut Farran malas.
" Wajar saja Yamuna tidak mau disentuh oleh kamu. Bukannya kamu tahu jika seorang wanita tidak suka berbagi. Apalagi itu masalah ranjang. Coba kamu dengarkan sekali-kali keluhan Yamuna, kenapa dia tidak mau di ajak tidur sama kamu, " sambung Garda memberi saran.
" Buat apa aku harus memahami isi hatinya. Aku itu tidak cinta sama Yamuna. Jadi jangan ikut campur masalah rumah tangga ku, " Farran mengarahkan jari telunjuknya ke Dara, " Urus aja bini Abang. Kemarin aku melihat ia pergi ke sebuah kafe dengan seorang pria tua. Jangan-jangan pria itu Ayah bayi yang di kandung Dara, " sambung Farran datar.
Mimik wajah Dara langsung berubah. Kedua tangan menggenggam erat pergelangan tangan kiri Garda, " Aku bisa jelaskan sayang. Aku memang benar pergi sama seorang pria ke kafe. Tapi itu semua aku lakukan karena dia ingin memberi Investasi ke perusahaan milik kamu. Ja-jadi aku lakukan ini semua demi kamu! " ucap Dara gugup.
Senyum tipis tersirat di raut wajah Farran saat melihat Dara panik, 'Gimana rasanya?' , Farran berbalik badan, "Ma, aku lihat Yamuna dulu ke atas," ucap Farran.
"Iya, cepatlah bujuk dia agar tidak marah lagi."
Hati Garda langsung terasa hancur saat mendengar kenyataan dari Farran sendiri jika Istrinya bermain gila di belakang nya, demi sebuah Perusahaan. Garda menundukkan pandangannya. Diam-diam ia mencuri oksigen dan mengalirkannya ke seluruh tubuh.
" Sa-sayang. A-aku tidak berbuat hal yang aneh kok dengan pria tua itu. Aku hanya...."
" Hentikan Dara. Apa pun ceritanya kamu tetap telah menjatuhkan martabat ku. Apa kamu tidak pernah berpikir jika usaha dengan mencari Investor sedikit itu lebih bermartabat. Daripada memulai Investor banyak tapi dengan merendahkan diri! " tegas Garda di kalimat terakhir.
Tidak suka Garda memarahi menantu kesayangannya. Caden mendekati Dara, kedua tangan mengelus pelan bahu Dara, "Cup-cup. Kamu jangan menangis ya. Garda memang begitu anaknya. Maunya dia hidup di jalan lurus, padahal ia tahu jika jalan lurus yang ia tempuh itu sangat sulit, " ucap Caden berusaha meredakan tangisan Dara.
" Ma, kenapa sih Mama selalu bela yang salah? " jari telunjuk mengarah ke Dara, "Dia itu sudah salah Ma. Seolah-olah Dara sedang menjatuhkan harga diriku sebagai seorang pengusaha, " sahut Garda serius.
" Seharusnya kamu itu bersyukur, karena Dara sudah susah payah mencarikan Investor buat perusahaan kamu! " ucap Caden membela Dara.
__ADS_1
Tidak ingin terlalu lama menahan emosi. Garda berbalik badan, kedua kaki ia bawa melangkah pergi meninggalkan rumah Yamuna.
" Sayang...kamu mau kemana? " tanya Dara berlari kecil mengejar Garda.
" Dasar, punya anak dan menantu tidak bermanfaat, " gumam Caden.
.
.
💫 DI DALAM KAMAR 💫
Sekuat dan setegar apa pun seorang wanita di depan orang lain. Tetap saja, wanita ada titik lemah dan ingin meluapkan isi hatinya dengan menangis.
Yamuna menyandarkan tubuh lemahnya di samping ranjang, bola mata menatap lurus ke jendela kamar, dan berkata, " Bagaimana lagi aku harus mengakhiri semua ini Ayah. Jika usahaku menjadi wanita cuek dan dingin saja tidak cukup. Lantas apa yang harus aku lakukan lagi agar Farran menceraikan aku. Dan...apa seorang wanita itu salah jika menolak melayani Suaminya di atas ranjang, di saat wanita itu mengetahui jika Suami nya sering bermain gila dengan wanita lain. Apa aku salah, Ayah? "
" Maaf aku, Yamuna, " sambung Farran baru saja tiba.
Farran menutup pintu, kedua kakinya ia bawa masuk mendekati Yamuna, " Aku masuk karena aku ingin minta maaf kepada kamu. Aku tahu aku banyak salah. Meski aku sudah berulang kali ketahuan selingkuh di depan mata kamu, tapi tetap saja aku masih bermain gila di belakang kamu. "
" Aku rasa kata maaf buat kamu tidaklah cukup. Sekali lagi aku katakan, aku ingin bercerai! " tegas Yamuna.
Farran berlutut, " Aku mohon kasih aku kesempatan kedua untuk memperbaiki ini. Dan....dan aku janji tidak akan mengulang kesalahan ini lagi. Aku juga tidak akan memaksa kamu untuk melakukan hubungan itu dengan ku. A-aku juga akan berusaha menahan godaan dari wanita-wanita itu di luar sana. Aku mohon Yamuna."
" Maaf, aku tidak bisa memberikan kesempatan itu. "
Farran mengepal kedua tangannya, 'Bren-gsek. Apa wanita ini pikir dia begitu berharga sekali. Kalau saja aku tidak mengingat ia adalah pemilik periklanan terbesar dan memiliki kekayaan cukup banyak. Mungkin aku tidak akan mau berlutut dan memohon seperti ini.'
" Aku ingin bertanya. Apa niat kamu menikahi aku? "
" Karena aku kasihan dengan kamu. "
Grep!!
__ADS_1
Kedua tangan Yamuna mengepal.
" Kenapa kamu kasihan pada ku? "
" Karena mendiang tuan Jordan berkata, ia tidak ingin melihat putri kesayangan kesepian ketika ia sudah tiada di Dunia ini. "
" Hanya kasihan? "
" Kalau cinta, aku belum mencintai kamu. Kita 'kan baru bertemu. Aku juga dengan wanita di luar sana tidak memiliki rasa. Tapi....aku akan berusaha membuat hatiku bisa cinta ke kamu. "
" Tidak ada cinta? tidak ada rasa? lantas kenapa kamu begitu menikmati perbuatan gila kamu. Dan...kenapa kamu memaksaku untuk melakukan hubungan itu? "
" Seorang pria jika bertemu dengan seorang wanita cantik memang hasratnya suka naik seperti itu. Aku....aku lagi tipe pria tak bisa mengontrolnya. "
" Oh....jadi segampang itu? "
'Apa dia sedang memancingku? sial. Mati kutu aku jadinya. Apa yang harus aku lakukan. Bukannya perkataan ku benar jika seorang pria selingkuh itu karena....karena sebenarnya dia mulai nyaman dengan selingkuhannya. Walaupun tidak ada rasa cinta.'
" Farran, apa alasan kamu tidak mau menceraikan aku? " tanya Yamuna ke inti permasalahan.
" Karena aku ingin menepati amanah dari mendiang Ayah kamu! " tegas Farran berbohong.
" Bohong kamu. Pasti kamu mengincar hal lain 'kan? "
'Tentu saja hal lain,' Farran mendekati Yamuna. Memutar tubuh Yamuna berdiri menghadapnya, tanpa berbicara Farran mengulum bibir Yamuna. Membuat semua pertanyaan dan jawaban terhenti seketika.
Degser!!!!
Darah Yamuna mengalir begitu deras.
'Kenapa ciuman ini terasa berbeda. Dan...dan kenapa aku diam saja tidak memberikan perlawan apa pun, seolah aku membutuhkan ciuman ini. Farran benar-benar pria licik '
...Bersambung ...
__ADS_1