SUAMI KE-13

SUAMI KE-13
SK-13 24. Mencari Suami-13


__ADS_3

Yamuna, James, Albert, Cadman, dan Ben sudah kembali dari rumah sakit. Mereka semua duduk di ruang kantor pribadi milik Yamuna. 4 pasang mata dari 4 orang pria terus menatap heran ke Yamuna.


Yamuna melirik tajam sembari bertanya, “Kenapa kalian melihatku seperti itu?”


“ Apa anak yang kamu kandung itu anak Farran? ” tanya Albert.


“ Pria yang suka bermain dengan semua wanita di luar sana! ” sambung James.


Cadman hanya memutar bola mata malas, karena dirinya tidak mau ikut campur dengan urusan rumah tangga orang lain. Meski Cadman tahu bagaimana sikap Farran kepada Yamuna.


“ Nona, apakah saya harus memberitahu tuan Farran kalau nona sedang mengandung, dan saat ini butuh perlakuan khusus agar nona dan bayi di dalam kandungan baik-baik saja? ” tanya Ben sedikit mencemaskan Yamuna.


Yamuna menarik nafas panjang, tangan kanan memijat pelipisnya. Kedua bola mata itu menatap secara bergantian keempat pria duduk di depan, dan samping, “ Dengan tulus dari hati aku memohon kepada kalian semua untuk merahasiakan hal ini dari Farran. Sekali lagi aku tegaskan, jangan katakan kabar ini kepada Farran! ” tegas Yamuna.


“ Kenapa? ”


Brak!!


Cadman menggebrak meja.


Tatapan sinis mengarah ke Yamuna, “Berhentilah membahas rumah tangga kamu di sini!” tegas Cadman terlihat tidak senang.


Yamuna menundukkan sedikit kepalanya, “Aku minta maaf,” Yamuna mengangkat kepalanya, bola mata itu menatap wajah Cadman, “ Kalau aku boleh tahu Anda ke sini ada urusan apa ya? ” tanya Yamuna ke intinya.


“ Kapan kamu akan melakukan pembuatan iklan makanan kucing dari Perusahaan ku? ” tanya Cadman dingin.


“ Kebetulan sekali siang ini kami akan melakukannya, ” bola mata melirik ke James, “ Bukannya begitu James? ” tanya Yamuna.


“ Tentu, ” sahut James mengangguk.


“ Ben, tolong atur pertemuan rapat sekarang dengan Bams, ” perintah Yamuna kepada Ben.


“ Siap! Saya sudah mengaturnya dari kemarin nona. ”


Yamuna berdiri, “ Karena semua sudah siap, dan James juga ada di sini. Jadi mari kita atur rapat pertemuan sebentar sebelum memulai pembuatan iklannya, ” ucap Yamuna memberi perintah ke Ben dan juga James.


James menggerakkan tubuhnya, “ Akhirnya aku akan menampilkan kemampuanku kembali. Tapi sayangnya kali ini hanya makanan kucing, ” bola mata James melirik tak suka ke Cadman, “ Mana pemiliknya sombong dan dingin. Pantes saja…”

__ADS_1


“ Kenapa! Nggak suka? ” sela Cadman sinis.


“ He he, suka-suka! ” ucap James panik.


“ Oh ya, kamu kenapa di sini Albert? ” tanya Yamuna penasaran.


Albert memegang kedua tangannya seperti orang sedang bimbang, kepala sedikit tertunduk, “ Anu…aku.. ”


“ Anu kamu kenapa? ” tanya Yamuna polos.


“ Bu-bukan. Maksud aku. Aku sebenarnya ingin melamar kamu. Tapi melihat kamu sedang mengandung, aku memutuskan untuk menunggu kamu sampai lahiran saja, ” ucap Albert tanpa bersalah.


Glek!


Ben, Albert, dan James menelan saliva. Kedua bola mata memandang sinis wajah Albert tanpa tenang dengan bibir terus tersenyum tipis.


Cadman berbalik badan, kepala menggeleng, “ Aku rasa Dunia akan segera terbalik, ” gumam Cadman merasa pusing mendengar kejujuran Albert tanpa pikir panjang.


Bukannya marah atau menghakimi Albert. Yamuna malah tertawa renyah hingga air mata keluar dari ujung ekor matanya.


“HA ha ha ha”


Yamuna menundukkan sedikit tubuhnya menghadap Albert, “ Aku mohon maaf untuk yang sebesar-besarnya. Aku menolak permintaan kamu Albert. Aku rasa kamu juga sedang bercanda dengan ku, ” Yamuna menegakkan tubuhnya, bola mata memandang lurus ke wajah merah Albert, “Kalau pun aku ingin menikah. Aku mau mencari Suami sebanyak 13 orang, dan akan aku boyong ke rumah ku. Aku juga akan menunjukkan pada Farran jika aku mampu memiliki banyak pria halal di sisi ku!” Yamuna berbalik badan, tangan kanan melambai, dan kedua kaki melangkah pergi, “ Daa…Albert, ” sambung Yamuna berpamitan kepada Albert.


“ Permisi saya juga harus pamit! ” tegas Ben berpamitan kepada Cadman, James, dan Albert.


James menunjukkan 10 jari ke Albert, “Ingat! Harus mencari Suami sampai ke-13 baru Yamuna mau menikah dengan kamu. Ha ha ha!” ucap James sedikit bercanda. James berbalik badan kedua kaki mengikuti langkah Ben, sembari berkata, “ Yamuna…aku juga akan mendaftar sebagai calon Suami kamu! ”


Tanpa berbicara Cadman juga ikut pergi menuju ruang rapat, dan meninggalkan Albert masih berdiam diri di dalam ruangan Yamuna.


“ Baiklah, aku akan menunggu kamu mencari Suami sampai 13 orang. Daripada aku harus di jodohkan dengan gadis berumur 60 tahun oleh Ibuku, ” gumam Albert pelan. Merasa ruangan Yamuna sedikit horor karena dia di tinggal sendiri. Albert langsung membawa kedua kakinya melangkah pergi meninggalkan ruangan dengan cepat.


Di sisi lain. Yamuna, Bams, Albert, dan Cadman sudah selesai rapat singkat. Kini mereka bubar menuju ruangan pembuatan Iklan. Sedangkan James menuju ruang mack over artis untuk di dandani sesuai dengan tema Iklan.


.


.

__ADS_1


💫 Di ruang pembuatan Iklan 💫


Yamuna berdiri bersama dengan Cadman melihat tempat sedang dipersiapkan buat pembuatan Iklan. Ben dan Bams sedang sibuk memantau para karyawan lainnya.


Ditengah kesibukan terjadi kepala Yamuna mendadak pusing, penglihatan mulai bergoyang, “ Aduh, kenapa lagi ini? ”


Cadman melirik, “ Kamu baik-baik saja? ”


Yamuna mengangguk.


“ Tapi wajah kamu sangat pucat. Kamu tunggu di sini, aku akan mengambil kursi buat kamu! ” tegas Cadman segera membawa kedua kakinya melangkah mencari kursi.


Karena tidak tahan dengan rasa pusing dan sedikit mual, Yamuna memutuskan untuk membuka sandal hak tingginya, dan duduk di atasnya. Yamuna menghela nafas lega, “Fyuh! Kenapa seperti ini jadinya,” tangan kanan mengelus perutnya, “ Nak, satu pinta Mama kepada kamu. Jangan buat Mama sulit seperti ini saat di depan Papa kamu. Karena Mama tak ingin Papa kamu mengetahui jika Mama sedang mengandung kamu. Semua alasan Mama adalah untuk kebaikan kamu. Nak, jika suatu saat kamu lahir ke dunia sebagai pria, Mama akan mendidik kamu sebagai pria sejati dan baik hanya kepada satu wanita. Tapi jika kamu terlahir sebagai seorang wanita, maka Mama akan terus mengawasi kamu agar kamu tidak menjadi wanita nakal. ”


“ Jika sudah tidak bisa dipertahankan buat apa bersama. Lebih baik sendiri tapi bahagia, daripada berdua tapi sering tersakiti dan saling menyakiti, ” sambung Cadman ternyata mendengar keluhan Yamuna. Cadman meletakkan kursi, “ Silahkan duduk. Wanita hamil muda tidak bagus duduk seperti itu, ” ucap Cadman datar.


Yamuna perlahan bangkit dan duduk di kursi.


Cadman berbalik badan, “ Aku akan membeli beberapa makanan dan minuman hangat buat kamu! ” tegas Cadman sebenarnya kuatir melihat wajah Yamuna terlihat pucat.


“ Tidak perlu! ” ucap Yamuna menggenggam erat pergelangan tangan kiri Cadman.


“ Kenapa? ”


“ Karena aku tidak ingin terlalu banyak memakan hutan-budi kepada kamu! ” tegas Yamuna menolak kebaikan Cadman.


“ Aku tanya kenapa kamu tadi bisa berkata seperti itu? ” tanya Cadman mengingat ucapan Yamuna saat berbicara kepada bayi dalam kandungannya.


Yamuna menundukkan kepalanya, kedua tangan mengelus perut langsingnya, “ Jika kata pisah di terima dengan mudah seperti yang kamu katakan tadi. Mungkin aku sekarang tidak akan mengandung. Jika kamu bertanya kenapa aku ingin berpisah dengan Farran. Jujur saja alasan aku mungkin alasan yang paling lemah. Alasan itu adalah, karena aku tidak suka di selingkuhi. Apalagi kedua mataku sampai melihat seorang Suami tidur dengan banyak wanita lain di sana. Mau tahu yang paling menyakitkan bagiku. Saat dia baru saja puas bermain dengan wanita lain di luar sana, ketika ia pulang. Ia pun juga memaksa bermain denganku tanpa membasuh tubuh kotornya. Kamu tahu apa yang ada di dalam pikiranku? Sampah! Aku seperti sampah. Tidak ada harganya bagi Farran. ”


“ Maka segera tinggalkan pria seperti dia. Dan jangan buat diri kamu sama sepertinya. ”


Di tengah-tengah percakapan Yamuna dan Cadman. Terdengar suara James memanggil nama Yamuna dari jarak jauh.


“ Yamuna! aku akan tunjukkan aura ketampanan ku agar iklan ini berhasil. ”


Yamuna menunjukkan kedua jempolnya, “Semangat ya! aku menunggu hasilnya dari sini!” sahut Yamuna sedikit berteriak.

__ADS_1


Pemotretan dan pembuatan Iklan untuk makanan kucing akhirnya berlangsung saat kucing jenis Persia, dan lainnya sudah di lepaskan dari kandangnya. Terlihat dari kejauhan James begitu menjiwai perannya. Kucing-kucing pilihan tersebut juga terlihat begitu tenang sehingga tidak menyulitkan para kru untuk mengambil gambar dan foto.


...Bersambung...


__ADS_2