
Senin, pukul 05:30 pagi dini hari. Setelah selesai melaksanakan sholat subuh bersama dengan Cadman. Saat Yamuna hendak berdiri dari kain sajadah, kepalanya mendadak pusing. Tubuhnya hampi jatuh, tapi Cadman langsung menangkap tubuh Yamuna, dan membawanya berbaring di atas ranjang.
“ Kamu pasti kelelahan. Sini aku bantu kamu untuk buka mukenah, ” pinta Cadman, ia membantu melepaskan mukenah dari tubuh Yamuna. Lalu menyelimuti tubuh Yamuna, “Kamu tunggu di sini, aku akan ke dapur, mengambil air hangat untuk kamu minum,” sambung Cadman.
" Iya, ucapan kamu sepertinya benar, " sahut Yamuna lemah.
Selesai melipat mukenah milik Yamuna, dan menyimpannya di tempat lemari. Cadman keluar dari ruang kamar, menuju ruang dapur. Sesampainya di dapur, Cadman melihat Yoan sedang menyiapkan sarapan buat mereka makan.
“ Papa masak apa? ” tanya Cadman, berdiri di samping kiri Yoan.
“ Masak bubur Ayam saja. Kamu ngapain turun dengan memakai sarung? ” tanya Yoan, melihat Cadman dari atas sampai bawah. Masih terlihat kain sarung, dan peci melekat di atas kepala Cadman.
“ Aku rasa Yamuna kelelahan, Pa. Tadi saat kami sudah selesai sholat, dan Yamuna ingin berdiri, tiba-tiba wajahnya berubah pucat, dan hampir pingsan, ” sahut Cadman, tangannya menuangkan air hangat dari teko ke dalam cangkir stainless.
“ Ini air hangat buat apa? ” tanya Yoan penuh penasaran.
“ Buat memberi Yamuna minum. Melihat wajah pucat Yamuna seperti itu. Aku sangat yakin pasti dia kelelahan karena kemarin pagi aku ajak dia berkeliling untuk lari pagi, kemudian siangnya menemani Ben untuk melamar Yasmin, setelah itu pergi lagi menemani Yamuna ke Mall untuk membeli kosmetiknya yang sudah habis, ” jelas Cadman mengingat aktivitas Yamuna sangat padat kemarin.
“ Papa rasa bukan itu penyebabnya. Bukannya Yamuna adalah wanita tangguh. Papa sangat yakin, kalau Papa akan segera memiliki cucu. Kamu segera naiklah, berikan air hangat itu. Setelah sarapan, kita pergi ke rumah sakit terdekat untuk mengecek kondisi Yamuna, ” perintah Yoan semangat.
“ Jangan mengkhayal terlalu tinggi Pa. Entar jatuh, ” ejek Cadman.
“ Sudah sana kamu naik ke a….” ucapan Yoan terhenti saat mendengar suara Yamuna dari lantai 2 menuju anak tangga seperti ingin muntah.
“ Uwek…uwek…uwek!”
Yamuna berlari menuruni anak tangga, ia juga masuk ke kamar mandi di dapur. Dari luar terdengar suara Yamuna sedang muntah di dalam.
Cadman, dan Yoan saling tatapan.
“ Pa, perasaan di dalam kamar ada kamar mandi cukup besar dan luas. Tapi kenapa Yamuna bisa menahan muntahnya dari atas sampai ke kamar mandi yang berada di dapur? ”
“ Sepertinya dugaan Papa benar. Yamuna hamil, ” sahut Yoan senang.
__ADS_1
Mendengar suara buangan air dari dalam kamar mandi. Cadman dan Yoan bersamaan menatap lurus ke pintu kamar mandi. Menunggu Yamuna membuka pintu kamar mandi.
‘ Apa benar Yamuna saat ini sedang hamil. Kalau gitu،, sebentar lagi aku akan di panggil Papa. Aduh…gemesnya. Membayangi pria setampan aku akan membawa anak bayi saat jalan-jalan, atau pergi rapat,’ batin Cadman, ia mulai mengkhayal ke taman kanak-kanak.
‘ Cucu ku, akhirnya aku akan segera di panggil Kakek. Kemana-mana bawa cucu, duh…gemes banget sih. Aku jadi nggak sabar untuk mengajak Yamuna pergi ke rumah sakit. Ingin cepat-cepat melihat perkembangan bayi dalam kandungannya, ’ batin Yoan.
Yoan, dan Cadman mulai terhanyut dalam pikiran mereka masing-masing.
Nyiit!!
Pintu kamar mandi terbuka.
Yamuna keluar dari dalam kamar mandi, sebelah tangannya memegang pinggiran pintu, nafasnya terlihat terengah-engah seperti habis lari marathon 100 kilo meter, tatapan sengit mengarah pada Cadman.
“ Kenapa kalian memandang aku seperti itu? ” tanya Yamuna dingin di sela nafas lelahnya.
“ Nggak apa-apa, gemes sama kamu yang bodoh, ” sahut Cadman kelepasan saking geramnya melihat sikap bodoh Yamuna berlari dari lantai 2 menuju kamar mandi berada di dapur. Padahal di dalam kamar nya sudah tersedia kamar mandi mewah, dan cukup nyaman.
Yamuna berjalan lemas mendekati meja dapur, dan duduk di kursi dapur. Tangannya memijat kepalanya terasa pusing.
“ Yamuna, kamu mau bubur Ayam? ” tanya Yoan lembut.
“ Mau! Aku mau, Pa, ” sahut Yamuna berubah semangat.
“ Kalau gitu kamu duduk dulu di sana, Papa akan siapkan dalam waktu kurang lebih 20 menit, ” ucap Yoan semangat.
“ Yamuna, ini air hangatnya, ” ucap Cadman memberikan gelas stainless berisi air hangat.
“ Terimakasih Suamiku. ”
Yamuna meminum air hangat pemberian Cadman, dan menenggak habis minuman tersebut. Membuat Yoan dan Cadman heran.
“ Yamuna, kamu baik-baik saja? ” tanya Cadman cemas.
__ADS_1
“ Iya, air putihnya terasa sangat manis. Apa kamu berikan gula di dalam nya? ” tanya Yamuna.
“ Ti-tidak….”
“ Oh, Papa yang memberikan sedikit madu di dalamnya. Sekarang kamu duduk tenang saja di sana ya, karena sebentar lagi buburnya akan siap, ” sela Yoan berbohong tentang air putih terasa manis.
“ Baik Pa, ” sahut Yamuna patuh.
Penasaran dengan ucapan Yoan, Cadman berjalan mendekat, dan berdiri di sisi kiri Yoan, sedang mengaduk bubur.
“ Pa, apa benar Papa mencampur madu ke dalam air hangat yang aku pegang? Tapi kapan Papa menuangkan madu ke dalamnya. Karena perasaanku Papa dari tadi tidak ada memegang madu, dan menyentuh cangkir stainless dari tanganku, ” tanya Cadman berbisik pelan agar tak ketahuan oleh Yamuna.
“ Papa berbohong. Dari sini kelihatan jika Yamuna beneran sedang hamil. Karena hanya wanita hamil saja yang mampu berimajinasi tentang apa yang ada di depannya. Percayalah pada Papa, ” sahut Yoan kembali berbisik, tangannya sebelah mematikan api kopor, lalu menuangkan bubur Ayam ke dalam masing-masing mangkuk.
Cadman membantu menyediakan minuman buat mereka bertiga, sedangkan Yoan meletakkan mangku bubur di atas meja.
“ Pa, ini wangi gosok apaan, ya? ” tanya Yamuna, hidungnya merasakan bau gosok.
“ Tidak ada bau gosok kok. Aku hanya membuat coklat hangat kesukaan kamu, ” sahut Cadman, tangannya mengaduk coklat hangat.
“ Iya, tapi bau nya itu sangat tidak enak. Aku tidak mau minum coklat hangat itu, ” rengek Yamuna, wajah terlihat manja saat merengek.
“ Iya deh, buat aku saja coklat panasnya. Jadi kamu mau minum apa? ” tanya Cadman.
“ Aku ingin minum seperti yang tadi. Air hangat putih biasa, di campur madu, ” sahut Yamuna request minuman ia sukai.
Takut melihat Caman membuat kesalahan lagi, Yoan berdiri, “ Biar Papa saja. Kalian makan lah dulu. Setelah makan, dan sebelum berangkat ke kantor, kita harus ke rumah sakit ya? ”
“ Papa sakit? ” tanya Yamuna penasaran.
“Tidak. Papa hanya kuatir dengan kondisi kamu. Jadi Papa ingin mengajak kamu pergi ke rumah sakit, siapa tahu kamu butuh vitamin buat menjaga kesehatan tubuh kamu,” sahut Yoan sedikit berbohong.
“ Baiklah, aku akan menurut saja, ” sahut Yamuna patuh.
__ADS_1
“ Karena ari putih hangatnya sudah tersedia. Mari kita makan, dan mari kita berdoa bersama, ” ajak Yoan. Cadman, dan Yamuna juga ikut berdoa, doa makan sebelum lanjut makan, agar setan tidak ikut makan bersama dengan kita.
...Bersambung ...