
#Flashback on
Cit!!!cit!!
Brak!
Sebuah mobil mewah di dorong oleh truk Fuso dari belakang. Menyebabkan mobil mewah tersebut menabrak pembatas jalan. Setelah bagian depan mobil mewah penyok, dan keluar asap. Truk Fuso berjalan perlahan melewati mobil korbannya. Tak lupa senyum manis dari supir truk Fuso menatap Yoan, dan sang Istri sudah terkulai lemas, kepala mengeluarkan darah.
“ Jika kau ingin mencari ku. Cari saja pria bernama Zahfar Syah! ” teriak supir truk Fuso sambil melewati mobil Yoan.
“ Brengsek! Jangan kabur kau! ” teriak Yoan berusaha keluar dari mobilnya, kakinya terus berlari mengejar truk Fuso sudah melaju dengan kecepatan tinggi.
Karena tidak dapat mengejar truk Fuso sudah menghilang di ujung jalan raya sepi dan juga gelap. Yoan memutuskan untuk kembali ke mobil. Namun, ia melihat ada sesosok pria dan gadis berusia 13 tahun sedang berdiri di samping mobilnya.
“ Mau kau apakan Istriku? ” tanya Yoan dingin saat melihat pria tersebut menggendong Istrinya keluar dari dalam mobilnya.
“ Ayah…Yamuna takut, ” rengek gadis berusia 13 tahun menarik ujung jas pria tersebut, yaitu Jordan.
“ Saya, Jordan. Istri Anda harus segera di bawa ke rumah sakit sebelum terlambat, dan satu lagi. Jangan bersikap dingin dan kejam di depan putri ku! ” tegas Jordan tak ingin melihat Yamuna ketakutan.
Yoan melirik ke Yamuna sedang bersembunyi di balik tubuh Jordan. Kedua mata polos berselimut ketakutan menatap wajah dingin Yoan berlumur darah. Yoan langsung menatap ke Jordan.
“ Baiklah, tolong selamatkan Istriku, ” pinta Yoan lembut, karena takut membuat Yamuna takut.
“ Saya kembalikan Istri Anda, dan mari ikut saya ke mobil. Saya akan mengantarkan Anda ke rumah sakit, ” ucap Jordan memberikan Istri Yoan ke dalam pelukan Yoan.
Jordan berlari cepat menuju mobilnya, membuka pintu mobil penumpang untuk mempersilahkan Yoan masuk. Jordan juga membuka pintu penumpang bagian depan untuk Yamuna. Setelah Jordan, Yamuna, Yoan, dan Istri di dalam gendongannya sudah masuk. Jordan langsung melajukan mobilnya dengan kecepatan tinggi menuju rumah sakit terdekat.
Sepanjang perjalanan Yamuna hanya diam, ia mengubah posisi duduknya miring, menatap Yoan, sedang memeluk Istrinya yang ia gendong di atas pangkuannya. Setelah itu Yamuna menatap Jordan.
__ADS_1
“ Ayah, kenapa dengan wajah wanita itu? ” tanya Yamuna bingung melihat mulai dari kepala Istri Yoan di lumuri darah hingga membasahi wajah cantiknya.
“ Kalau kamu takut tidak perlu di lihat sayang. Bibi itu sedang sakit, jadi kita harus segera membawanya ke rumah sakit untuk segera di obati, ” sahut Jordan sedikit berbohong, karena tak ingin melihat Yamuna ketakutan saat mengetahui kejadian sebenarnya.
“ Jika Bibi itu mengeluarkan darah sebanyak itu, apa Bibi itu bisa selamat? Soalnya kata guru Yamuna. Jika seseorang telah mengeluarkan banyak darah, maka nyawanya tidak akan bisa di… ”
Melihat Yoan tertunduk sedih menatap wajah Istrinya sudah pucat, dan sepertinya sudah tidak bernafas. Yoan langsung menutup mulut Yamuna dengan jari telunjuk, kelapanya menggeleng agar Yamuna berhenti berbicara seperti itu. Jordan juga memperlambat laju kendaraannya.
“ Sisil! ” teriak Yoan, ia memeluk tubuh Sisil sudah terbujur lemah.
Jordan menghentikan mobilnya tepat di perempatan jalan. Kepalanya tertunduk sedih saat dirinya tidak bisa membantu pertolongan pertama buat Istri Yoan. Sedangkan Yamuna ikut menangis saat melihat Yoan terlihat menangis.
“ Paman, kata Ayah, kita tidak boleh menangis dan menjerit seperti itu di depan seseorang yang kita sayangi. Aku tahu kehilangan sosok yang kita sayangi itu sakit, tapi Paman harus ingat jika arwah Istri Paman saat ini pasti sedang duduk di sebelah Paman, dan Istri Paman pasti juga bersedih melihat… ” ucapan Yamuna terhenti saat melihat tatapan suram dari Yoan. Yamuna juga langsung memeluk tubuh Jordan dan menyembunyikan wajah takutnya.
“ Jangan lampiaskan kekesalan Anda kepada seorang anak. Jika Anda ingin melampiaskannya, maka carilah orang yang sudah membuat nyawa Istri Anda melayang. Karena sudah sangat larut, saya ingin bertanya dimana rumah Anda. Biarkan saya mengantarkan Anda sampai ke rumah, ” pinta Jordan memberikan penawaran.
“ Jalan Valley, ” sahut Yoan singkat memberikan Alamat rumahnya.
“ Maafkan saya hanya bisa mengantar sampai di sini, dan tidak bisa ikut memakamkan Istri Anda. Karena putri ku sudah tidur, jadi aku harus segera membawanya pulang, ” pamit Jordan, tangannya membuka pintu mobil Yoan untuk membantunya keluar.
“ Tidak masalah. Terimakasih sudah membantu kami, lain kali aku akan membalas semua jasa Anda, ” Yoan melirik ke Yamuna sedang tertidur lelap di kursi penumpang bagian depan, “ Katakan pada putri Anda, aku minta maaf sudah membuatnya ketakutan. Aku jadi teringat dengan putraku. Bagaimana perasaannya saat melihat Ibunya meninggal. Sekali lagi aku ucapkan terimakasih, dan sampaikan maaf ku pada putri Anda, ” sambung Yoan tulus.
“ Akan saya sampaikan. Kalau gitu saya pamit dulu, ” pamit Jordan.
Jordan pun melajukan mobilnya keluar dari pekarangan rumah Yoan. Sedangkan Yoan berbalik badan, terlihat beberapa anak buah mendekati Yoan.
.
.
__ADS_1
Selama 3 bulan setelah meninggalnya mendiang Sisil. Yoan menyewa pembunuh bayaran terkenal keji dan tanpa ampun. Pembunuh bayaran itu adalah Jacki. Jacki di bayar mahal oleh Yoan untuk memburu Zahfar.
Sesuai dengan perintah Yoan. Saat ini Jacki sedang mengincar Zahfar berada di dalam pusat perbelanjaan mewah. Sedangkan Yoan memantau Jacki dari tempat nongkrong di dalam pusat perbelanjaan.
“ Sudah 3 bulan aku mencari kamu, Zahfar. Saatnya aku ingin melihat kamu mati di sini, ” gumam Yoan, kedua matanya menatap gerak-gerik Zahfar sedang berjalan santai di tengah kerumunan pengunjung. Sedangkan Jacki bersandar di sebuah tiang besar.
Saat Yoan terus memantau dari kejauhan terlihat Jacki sedang di sampiri seorang pria. Lalu di sisi lain terlihat Jordan sedang membawa Yamuna seperti baru saja sedang pulang dari beberlanja karena di kedua tangan Jordan di penuhi barang belanjaan. Yoan langsung bangkit, dahinya mengernyit.
“ Sial. Kenapa gadis lugu itu di sini. Aku harus segera membawanya pergi dari sini, ” gumam Yoan. Saat ia hendak berbalik badan, perutnya tertusuk.
“ Bingo! ” sapa Zahfar, menusuk perut Yoan.
“ Akh…Iblis kamu! Kenapa kamu terus mengusik ku?! ” tanya Yoan, tangannya memegang perutnya mengeluarkan darah.
“ Karena aku di bayar. Banyak manusia yang tak suka melihat kamu terus di atas, dan selalu bahagia. Jadi aku di suruh untuk merebut kebahagian itu perlahan dari kamu. Gimana, kamu senang kan? ” bisik Zahfar. Tangannya memutar kepala Yoan untuk melihat Jacki juga ingin di serang, “ Lihat, bukannya pria itu… ”
Ucapan Zahfar terhenti saat melihat Jordan menyelamatkan Jacki dari anak buah Zahfar.
“ Sial. Siapa pria yang membawa gadis itu! ” gerutu Zahfar. Melihat anak buahanya sudah tak bernyawa lagi, Zahfar pun langsung lari meninggalkan Yoan. Sedangkan Yoan menelepon anak buahnya untuk di jemput.
Karena darah mengalir sangat banyak, kedua pandangan Yoan perlahan meredup. Sebelum tubuhnya ambruk ke lantai. Yoan sempat berkata, “ Jordan, dan Yamuna. Mulai saat ini aku akan membalas semua kebaikan ka…”
Bruk!
Tubuh Yoan pun ambruk. Semua pengunjung langsung berteriak histeris, dan memanggil ambulan untuk membawa Yoan ke rumah sakit.
Mulai dari situ Yoan terus mencari Jordan. Setelah mengetahui jika Jordan sedang mengidap kanker dan nyawanya tidak akan tertolong lagi, dan Perusahaan di ambang kebangkrutan. Yoan juga kasihan melihat Yamuna. Yoan terus melakukan Investasi ke Perusahaan Jordan.
.
__ADS_1
.
#Flasback off