SUAMI KE-13

SUAMI KE-13
SK-13 59. Hasutan Farran


__ADS_3

Yamuna, dan Cadman sudah berada di rumah makanan sederhana. Menu makanan tak kalah jauh enaknya dari Restoran mewah. Yamuna, dan Cadman juga sudah memesan makanan dan minuman buat makan dan minum mereka. Meski Yamuna, dan Cadman sudah menikah. Tapi, mereka masih merasa canggung satu-sama lain. Membuat sikap mereka diperbincangkan oleh beberapa pengunjung di sana.


“ Tatapan apaan sih. Seperti mereka nggak pernah lihat orang saja, ” gumam Yamuna kesal saat di tatapan aneh dari para pengunjung.


“ Biarkan saja. Namanya manusia, ” sahut Cadman mendengar gumaman Yamuna.


“ Kamu benar juga. Kalau nggak seperti itu bukan manusia namanya, ya?! ” gurau Yamuna, senyum manis terukir di wajah cantiknya.


‘ Senyuman wanita ini memang selalu memabukkan hati dan pikiranku. Suara merdu, polos, dan keras kepalanya selalu membuat aku berpikir ingin memakan bibirnya. Eh..kok aku mulai memikirkan hal dewasa saat menatapnya. Sabar-sabar Cadman, sekarang Yamuna memang Istri kamu. Tapi, hatinya masih terluka yang membuat Yamuna sepertinya trauma menjalin hubungan dengan orang lain. Sekarang tugas kamu adalah meyakinkan Yamuna, jika tidak semua pria memiliki karakter seperti Farran. Dan biarkan Yamuna membuka hati, dan cintanya kepada kamu sendiri suatu hari nanti. Ayo! Semangat buat mengejar cinta Istri sendiri, ’ batin Cadman. Tanpa Cadman sadari, tangannya mengepal semangat, raut wajahnya terlihat serius saat menatap wajah cantik Yamuna.


“ Permisi tuan, dan nona. Pesanan kalian berdua sudah datang, ” ucap pelayan, bibirnya senyum-senyum saat melihat wajah Cadman, tangannya menaruh semua menu pesanan di atas meja.


“ Kenapa kamu senyum-senyum? ” tanya Yamuna cemburu melihat pelayan sesekali melirik ke Cadman, lalu tersenyum sendiri.


“ Ma-maaf, habisnya pria yang bersama nona sangat tampan, ” sahut pelayan jujur, nampan kecil di genggam di depan dadanya.


Yamuna melirik ke Cadman, “ Apa kamu suka dengan Suami ku? ” tanya Yamuna dingin, jarinya lurus mengarah ke Cadman.


“ Mohon maaf…mohon maaf..sa-saya pikir nona dan tuan tidak sepasang suami-istri. Habisnya kalian terlihat seperti teman saja. Ka-kalau begitu sa-saya permisi pamit dulu, ” sahut pelayan terus-menerus membungkukkan tubuhnya. Setelah mengucapkan kata ‘permisi’ pelayan langsung kabur meninggalkan meja Yamuna dan Cadman.


“ Kamu cemburu? ” goda Cadman, tubuhnya menyandar ke badan kursi.


“ Ti-tidak, ” sahut Yamuna gugup, tangannya mengambil gelas berisi minuman jus jeruk dan menyeruputnya.


“ Tapi wajah kamu terlihat merah, ” goda Cadman sekali lagi saat melihat pipi Yamuna memerah menahan malu.


“ Uhuk..uhuk! ”

__ADS_1


Yamuna tersedak, tangannya langsung meletakkan gelas jus, mengambil tisu. Namun, Cadman sudah terlebih dahulu membersihkan tumpahan jus di sekita bibir bawahnya. Membuat Yamuna wajah Yamuna semakin memerah.


“ Apaan sih! Sok akrab kamu! ” tegas Yamuna, tangannya menepis tangan Cadman dari bibirnya.


“ Kalau gitu mari kita makan, ” ucap Cadman mengalihkan suasana agar Yamuna tidak terlalu malu kepadanya.


Tanpa menjawab, Yamuna langsung mengambil makanan miliknya.


‘ Kenapa aku peduli…kenapa aku peduli…kenapa aku peduli. Aku ‘kan tidak mencintai Cadman, pernikahan ini karena aku takut melakukan dosa saja, dan aku kasihan saat memikirkan tuan Yoan akan masuk Neraka paling kejam saat kami terus bersama dan melakukan hal lainnya nanti. Tapi kenapa hatiku tadi merasa marah saat ada wanita menggoda Cadman. Perasaan aneh yang belum pernah aku rasakan sama Farran, waktu Farran menjadi Suami ku dulu. Apakah sekarang aku sedang jatuh cinta? Tapi, kenapa jantungku tidak merasa ada debaran di dada saat melihat wanita tadi mencoba menggoda Cadman. Haih…sudahlah lupakan saja, lebih baik makan dulu, ’ batin Yamuna. Tangannya menciduk makanan dan memasukkan ke dalam mulutnya.


“ Yamuna, pelan-pelan makannya, jangan terburu-buru seperti itu, ” ucap Cadman menegur Yamuna saat melihat Yamuna terus melahap makanan tanpa jeda, dan melihat ada butiran nasi di bibir bawahnya.


“ A-aku memang makan seperti ini, ” sahut Yamuna karena malu.


Cadman mengulas senyum tipis di wajah tampannya, tangannya mengulur, mengambil butiran nasi tertinggal di bibir bawah Yamuna, dan memasukkan sisa butiran nasi ke mulutnya. Membuat wajah Yamuna semakin memerah, dan para pengunjung di buat tercengang. Ada juga pengunjung merasa cemburu melihat sikap romantis Cadman.


“ Ka-kamu tadi mengambil butiran nasi di bibirku. La-lalu kamu memakannya. Itu jorok tahu! ” sahut Yamuna mengatakan kalau nasi sudah terjatuh itu adalah jorok.


“ Tidak ada hal jorok, jika semua yang aku inginkan ada di kamu! ” ucap Cadman dengan gombalan mautnya.


“ Ka-kamu emangnya mau apa dariku? ” tanya Yamuna gugup.


“ Nanti juga kamu pasti akan tahu, ” sahut Cadman sengaja menggantung ucapannya agar Yamuna menjadi penasaran.


“ Ka-katakan saja sekarang. Apa yang kamu inginkan dariku? ” tanya Yamuna kembali.


“ Nanti aku mau ke Apartemen. Apa kamu mau ikut? ” tawar Cadman.

__ADS_1


“ Tidak, kamu pergi saja sendiri. Aku masih banyak pekerjaan di kantor, ” tolak Yamuna.


“ Kalau gitu nanti aku akan menyuruh Chandra untuk menjemput kamu ke kantor. Kamu pulanglah duluan ke rumah, karena aku pasti pulang agak sedikit terlambat. Ingat! Kamu harus mengunci pintu agar kamu aman di rumah saat sendirian, ” tegas Cadman mengkuatirkan keselamatan Yamuna saat dirinya tidak berada di dekat Yamuna.


“ Iya, kamu tenang saja, ” sahut Yamuna.


“ Kalau gitu mari aku hantarkan kamu kembali ke kantor, ” ajak Cadman.


“ Iya, aku pun masih ada beberapa file yang belum aku rapihkan, ” sahut Yamuna teringat file akhir bulannya.


Cadman, dan Yamuna berdiri. Setelah melakukan pembayaran, Cadman dan Yamuna melangkah pergi meninggalkan restoran menuju parkiran mobil. Sesampainya di parkiran mobil, Yamuna dan Cadman dihadang oleh Yasmin dan Farran.


“ Jumpa lagi, ” sapa Yasmin berdiri di hadapan Yamuna, dan Cadman.


“Namanya tempat umum, ya pasti jumpa lah!” sahut Yamuna terlihat kesal saat melihat Yasmin terus hadir di hadapan Cadman dan Yamuna.


“ Eh, kamu sekarang sudah menjadi suami sah nya Yamuna, ‘kan? ” tanya Farran.


“ Iya, kenapa? ” tanya Cadman.


Farran mendekati Cadman, dan berdiri di hadapannya.


“ Aku cuman mau bilang, pasti kamu akan menyesal menikahi Yamuna. Cantik saja buat apa kalau tidak pandai urusan ranjang. Baru di buka sedikit sudah menangis. Satu lagi, Yamuna ini adalah wanita yang lemah, baru di dorong pelan sudah mengalami keguguran hingga rahimnya di angkat. Ha ha ha….aku pastikan pernikahan kalian berdua pasti tidak akan bahagia, ” umpat Farran menghina Yamuna habis-habisan.


“ Yamuna tidak pandai urusan ranjang? Bagiku tidak masalah, aku akan mengajarinya sampai dia ahli. Asal di buka Yamuna selalu menangis! Aku juga tidak masalah. Karena aku akan membuat Yamuna menangis di setiap kali kami bermain. Yamuna adalah wanita yang lemah? Tidak masalah. Itulah kenapa aku bersedia hadir di sisi Yamuna, tugas ku adalah untuk menutupi kelemahan Yamuna. Jangan merasa puas dengan hinaan kamu terhadap mantan Istri. Mungkin sekarang kamu sedang menikmati goyangan dari wanita yang sudah ahli di bidangnya. Sehingga kamu melupakan, betapa enaknya saat kita mengajari seseorang hingga dia lebih professional dari seorang PELAKOR! ” Cadman menggenggam tangan Yamuna, “Sayang, mari masuk,” ajak Cadman, tangannya membuka pintu mobil penumpang bagian depan, dan membantu Yamuna masuk. Lalu Cadman berjalan masuk ke dalam mobil, dan melaju meninggalkan Farran dan Yasmin.


“ Bodoh…suatu saat pasti kamu akan menyesal! ” umpat Farran menatap mobil Cadman, dan Yamuna sudah berada jauh di ujung mata.

__ADS_1


...Bersambung...


__ADS_2