
Yamuna dan Cadman berada di ruang VIP salah satu restauran. Di atas meja sudah tersaji berbagai macam menu makanan pembuka dan penutup, tak lupa minuman segar dan teh sebagai pelepas dahaga.
Di saat Yamuna sedang menikmati santap sarapan pagi sekaligus makan siang, Cadman perlahan melirik ke Yamuna. Sudut bibirnya sesekali menaik saat melihat wajah cantik dengan lahapnya memasukkan banyak makanan sekaligus ke dalam mulut mungilnya hingga membuat makanan menyebar di sudut bibir dan pipi.
Cadman membersihkan sisa makanan menempel di sudut bibir dan pipi dengan jempol tangannya dan menaruhnya ke ujung lidahnya.
“ Ka-kamu jorok! ”
“ Yang jorok itu kamu. Sudah jelas-jelas makanan itu di masukkan ke dalam mulut bukan ke tempat lain, ” sahut Cadman datar.
“ A-aku ‘kan tidak tahu. Ka-kamu saja yang menco…”
“ Hustt! Kenapa mulut kamu tidak bisa diam. Tinggal makan saja, mulut kamu terus mengocek tidak penting, ” putus Cadman menutup mulut Yamuna dengan salah satu jarinya.
“ Bawel, ” sela Yamuna menepis jari telunjuk tangan Cadman. Yamuna kembali melanjutkan makanannya hingga makanan miliknya.
Saat Cadman terus memandangi wajah Yamuna. Benda pipih di dalam saku celana Cadman berdering. Cadman merogoh benda pipih tersebut, melihat siapa menelpon dirinya di tengah-tengah menikmati wajah indah dari Istri orang. Cadman menarik nafas panjang saat melihat nama (SAYANGKU) panggilan telpon tersebut.
“ Aku permisi dulu,” ucap Cadman kepada Yamuna untuk mengangkat panggilan telpon dari kekasihnya.
“ Pergilah,” sahut Yamuna datar.
Cadman membuka pintu ruang VIP, betapa terkejutnya dirinya saat melihat seorang wanita cantik berdiri di depan ruangannya. Cadman mengulas senyum tipis, tangan kanan memasukkan kembali benda pipih miliknya ke dalam saku celananya.
“ Aku tadi melihat kamu masuk dengan seorang wanita. Apakah wanita itu ada di dalam?” tanya wanita tersebut, bola mata mengarah ke pintu.
“ Tentu saja, wanita itu sedang menikmati makanannya di dalam,” sahut Cadman mengulurkan tangannya ke pintu.
“ Boleh aku masuk? ” tanya wanita tersebut lembut.
“ Silahkan,” ucap Cadman membuka pintu.
Wanita tersebut melangkah dengan anggun mendekati meja Yamuna.
__ADS_1
“ Maaf, wanita ini siapa ya? ” tanya Yamuna menyudahi makanannya.
Wanita tersebut mengulurkan tangan kanannya, “ Perkenalkan aku, Yasmin adalah calon tunangan Cadman. Kalau Anda siapanya calon tunangan aku ya? ”
“ Oh, aku hanya rekan kerja Cadman,” tangan Yamuna mengulur ke makanan di depannya, “ Mari di makan sisa makanan yang ada,” sambung Yamuna menawarkan sisa makanan miliknya dengan wajah polos.
Cadman duduk di kursi lain hanya bisa menundukkan kepala dengan bibir mengulas senyum tipis.
“ Apa! kamu tadi menawarkan aku makanan bekas? ”
Dengan polosnya Yamuna menjawab, “ Iya, apa kamu tidak mau? Aku memesan makanan ini dengan harga mahal loh. Aku juga hanya mencolek bagian sisi lainnya tidak semuanya. Kalau aku buang ‘kan sayang. Nggak mau kamu? ” tanya Yamuna sembari menyeruput jus segar.
“ Maaflah, model secantik aku tidak pantas makan makanan sisa dari mulut wanita kampungan seperti kamu,” ucap Yasmin seperti merendahkan Yamuna.
Wajah Cadman mendadak berubah dingin saat kekasihnya menghina Yamuna.
Yamuna melambai, “ Nggak apa-apa gaya kampungan dan wajah kampungan seperti aku. Daripada gaya selangit seperti anak kota tapi uangnya tidak ada. Ada pun karena sebuah keterpaksaan ‘kan jadinya tidak enak,” sahut Yamuna dengan santai.
“ Sombong sekali kamu! ” ucap Yasmin meninggikan nada suaranya.
Yasmin beranjak dari kursi mendekati Cadman. Tangan Yasmin memegang tangan Cadman, “Sayang, kita pulang saja. Soalnya aku tidak suka bersama dengan wanita kampungan di ruangan ini, ” ajak Yasmin menyindir Yamuna kembali.
Yamuna berdiri, tangan kanan mengambil tas mini miliknya, “ Kebetulan sekali aku juga mau kembali ke kantor. Kalau gitu aku duluan ya,” tangan kanan Yamuna melambai, “ Daa..selamat menikmati keromantisan di ruangan tertutup,” ucap Yamuna membawa kedua kakinya melangkah menuju pintu.
Cadman melepaskan genggaman tangan Yasmin, dan berjalan mengikuti Yamuna.
“ Sayang. Kenapa kamu memilih wanita itu?” tanya Yasmin menatap kepergian Cadman sudah berdiri di belakang Yamuna.
“ Si-siapa yang memilik aku?” tanya Yamuna menunjuk ke dirinya sendiri.
“ Kamulah! Kamu selingkuhan Cadman ‘kan?” tanya Yasmin meninggikan nada suaranya.
Yamuna melambai, tawa renyah terlontar dari mulut nya, “ Ha haha. Bisa aja kamu ah! ” Yamuna kembali berbalik badan, tangan kanan menarik handle pintu. Namun saat Yamuna hendak melangkahkan kaki kanannya keluar dari pintu. Tubuh Yamuna di tarik dari belakang.
__ADS_1
“ Rasakan ini wanita kampung!”
Bam!
Yamuna terjatuh dengan bokong mendarat terlebih dahulu.
“ Aduh!” keluh Yamuna merasa sakit pada bokongnya.
“ Yasmin! Sekarang pulang, dan tunggu aku di rumah,” tegas Cadman menyuruh Yasmin pulang.
“ Kenapa kamu membela wanita ini. Siapa wanita ini sebenarnya?” tanya Yasmin ngotot.
“ Dia hanya rekan bisnisku, tidak ada hubungan lainnya, ” ucap Cadman menjelaskan kepada Yasmin.
“ Bohong kamu! Pasti wanita ini adalah kekasih baru kamu. Oh..atau kamu masih belum bisa melupakan gadis 4 tahun yang lalu. Gadis yang kamu bantu itu?!”
“ Yasmin. Hentikan Yasmin,” pinta Cadman untuk menghentikan perdebatan dibuat oleh Yasmin.
“ Baik, aku akan hentikan perdebatan ini. Tapi aku akan tetap melayangkan pertanyaan sekali lagi. Siapa wanita ini, dan kenapa kamu sangat membelanya?” tanya Yasmin kembali.
“ Yamuna ini sedang hamil, dan aku…”
“ Apa! Tega kamu menghamili wanita lain saat aku berada di Luar Negeri. Tega kamu,” sela Yasmin sebelum mendengar ucapan Cadman.
Yamuna perlahan berdiri, kedua tangannya mengelus perut langsingnya, “ Baru mendengar kabar jika kekasihnya menghamili anak oran sudah seperti bajak laut yang ingin merampok kapal lain. Belum lagi kamu melihat Suami kamu sendiri tidur dengan berbagai macam bentuk wanita di luar sana. Aku rasa kamu sudah gelupur bagai ikan koi, ” ucap Yamuna dengan santainya.
Merasa bersalah dengan perbuatan Yasmin. Cadman segera memegang tangan Yamuna, “Mari aku antar kamu sampai ke depan, ” pinta Cadman mewakili permintaan maaf Yasmin untuk Yamuna.
“ Tidak perlu. Aku bisa sendiri kok. Kamu urus saja calon tunangan kamu ini,” tolak Yamuna lembut. Yamuna pun membawa kedua kakinya melangkah kembali meninggalkan ruang Cadman dan Yasmin.
“ Kamu sangat keterlaluan Yasmin. Asal kamu tahu, aku tidak menyukai kamu, dan semua status hubungan ini hanya politik dari kedua orang tua kita. Jika kamu terus seperti ini, maka aku nggak akan segan-segan memutuskan pertunangan ini,” tegas Cadman kepada Yasmin.
“ Coba saja kalau kamu berani. Jika kamu memutuskan pertunangan kita, maka kamu pasti akan dikeluarkan dari keluarga besar Ren. Dan kedua orang tua kamu akan menanggung malu atas anak tunggal kesayangannya,” sahut Yasmin mengancam Cadman.
__ADS_1
Cadman hanya diam, lalu meninggalkan Yasmin sendirian di ruangan tersebut.
...Bersambung...