
Setelah kejadian itu, Cadman tidak pulang ke rumah. Ia masih berada di ruangan pribadi miliknya, bersama dengan Chandra. Cadman sengaja meminta Chandra untuk tidak pulang, dan segera mencari semua bukti tentang permasalahan karena ulah Sabrina.
Cadman dan Chandra tampak sibuk di depan laptop mereka masing-masing, membuat wajah tampan terlihat serius dan dingin, terlihat lebih tampan. Sesekali Chandra melirik ke Cadman tampak menutup mulutnya, karena menguap.
β Kasihan tuan muda Cadman. Mulai nona besar Sisil meninggal dunia, baru kali ini aku melihat tuan muda Cadman tampak bahagia saat bersama dengan nona muda Yamuna. Saat melihat tuan, dan nona muda Yamuna tersakiti, rasanya aku juga ikut sakit. Ingin rasanya aku menghabisi para manusia tidak bermanfaat yang ada di muka bumi ini. Entah kenapa Sang Pencipta, menciptakan manusia tidak bermanfaat, hanya bisa merusak kebahagian orang lain. Macam Setan!, β batin Chandra sedikit kesal.
Drt!!!drtt!!
Benda pipih di dalam saku jas Chandra berdering. Membuat Cadman melirik tajam dari balik kaca matanya.
β Tuan muda, saya izin angkat, β pinta Chandra, ia berdiri, lalu melangkah keluar dari ruang kerja Cadman.
Sesampainya di luar, Chandra mengangkat panggilan telepon dari Ben.
π[ β Ada apa? β ] tanya Chandra datar.
π[ βSaya lihat postingan di media sosial Subandari, jika dia tadi mencium tuan muda Cadman, di ruang kerja pribadi milik tuan Cadman. Jelaskan, apa maksud dari foto ini!β ] bentak Ben dengan nada tinggi dari sebrang sana.
π[ β Ben, tenanglah dulu. Saya sedang membersihkan semua kekacauan yang sudah di buat Subandari tadi. Kejadian sebenarnya tidak seperti ituβ¦β ]
π[ βJadi, gimana kejadian sebenarnya. Cepat katakan sebelum kesabaran ku habis!β ] sela Ben terdengar emosi dari sebrang sana.
π[ β Tadi pagi Subandari datang, ia marah-marah karena tak melihat tuan muda Cadman berada di ruangannya. Subandari datang karena ia ingin menjadi klien tetap makanan kucing dari Pabrik milik tuan muda Cadman. Saya bilang kalau hari ini tuan muda Cadman tidak bisa datang karena sedang tidak enak badan. Namun wanita itu terus memaksa, ia bahkan berteriak-teriak di sini, membuat semua karyawan ketakutan. Akhirnya, mau tidak mau tuan muda Cadman datang. Setelah tuan muda Cadman datang, saya di usir dari dalam ruangan, oleh tuan muda Cadman. Begitu sampai di luar, saya melihat Subandari menarik kasar baju kemeja tuan muda dari depan, membuat beberapa kancing baju kemeja terlepas. Saat saya ingin masuk, kata tuan muda βjanganβ. Nah, saat itulah nona muda Yamuna datang, dan terjadi masalah besar hingga membuat kesalahpahaman. β ] jelas Chandra panjang lebar.
π[ β Sudah kalian jelaskan kejadian sesungguhnya? β ] tanya Ben sedikit tenang setelah mendengar penjelasan jujur Chandra.
π[ β Subandari sudah terlanjur memutar balikkan fakta, sehingga nona muda Yamuna tidak mempercayai perkataan tuan muda Cadman. Ini saja saya dan tuan muda Cadman masih berada di kantor. Kami sedang mengumpulkan bukti, lalu menunjukkan tentang kebenaran yang sebenarnya kepada nona muda Yamuna besok. β ] sahut Chandra kembali menjelaskan.
π[ β Oh, kalau gitu biar saya bantu kamu untuk membersihkan beberapa sisa kekacauan di media sosial yang di buat oleh Subandari. Sih, model kegatalan itu. β ] ucap Ben dari sebrang dengan semangat.
π[ β Jangan yang aneh-aneh kamu. Entar kamu malah membuat saya bekerja 3 kali lipat lebih capek lagi karena mengurus kekacauan yang kamu buat. β ]
__ADS_1
π[ β Kamu tidak percaya padaku! Saya ini Sekretaris paling handal milik nona muda Yamuna. Sudahlah, tidak penting juga saya menceritakan semuanya kepada kamu. β ] ucap Ben, langsung mematikan sambungan teleponnya.
Chandra menghela nafas panjang, β Apakah aku harus percaya kepada kamu yang sebenarnya memiliki karakter penghancur saat mengerjakan sesuatu hal yang tidak pernah kalian kerjakan, β gumam Chandra bertambah pusing.
Chandra masuk ke dalam ruang kerja Cadman. Dahinya mengernyit saat melihat Cadman tertidur di atas laptop miliknya, tanpa melepas kaca mata dari wajahnya. Chandra berjalan mendekati meja Cadman. Sebelum membangunkan Cadman, Chandra mengambil ponselnya, memotret wajah lelah Cadman, lalu mengirimkan kepada Yoan.
βοΈ β Semoga Anda bisa menjelaskan, dan menyakinkan kepada nona muda Yamuna tentang betapa tulusnya tuan muda Cadman mencintai nona muda Yamuna,β isi pesan Chandra, buat Yoan.
Setelah mengirim pesan dan gambar kepada Yoan. Chandra menggoyang tubuh Cadman, β Tuan muda bangun. Sebaiknya Anda pulang dan beristirahatlah di rumah, biar saya yang membereskan semua ini. β
β Jangan. Mari kita kerjakan bersama-sama, aku sudah mendapatkan rekaman CCTV, dan sudah aku simpan di flashdisk. Tinggal menghapus semua bukti foto kebohongan yang di buat oleh Subandari di media sosial, dan beberapa orang yang sudah menyimpannya di dalam galeri ponsel mereka. Atau bisa jadi aku akan membuat ponsel semua manusia yang ada di muka bumi ini padam, β sahut Cadman menolak lembut perintah Chandra.
β Emang tuan muda Cadman bisa memadamkan ponsel milik semua orang yang ada di muka bumi ini? β tanya Chandra penasaran, setahunya Cadman tidak pintar dalam membajak data-data penting dari benda digital.
β Tentu saja tidak. Aku hanya ingin membanggakan kamu saja, β sahut Cadman, tangannya menepuk bahu Chandra.
β Sudah ku duga, β gumam Chandra pelan.
β Saya lapar, tapi pekerjaan masih sangat menumpuk. Membuat nafsu makan saya hilang, karena harus memikirkan kapan pekerjaan karena ulah Iblis wanita beracun itu akan segera selesai, β sahut Chandra jujur.
β Kamu tenang saja, aku akan memesankan makanan lewat aplikasi, β ucap Cadman, tangannya mengambil benda pipih dari atas meja, dan mulai memesan makanan dari aplikasi online.
βTuan muda, kenapa Anda tidak pulang saja?β tanya Chandra kuatir saat melihat wajah Cadman tampak lesu, dan sedikit pucat.
β Bagaimana aku bisa pulang, saat Istri yang aku cintai marah kepadaku. Yamuna juga tidak pulang ke rumah, ia sekarang pasti sedang berada di rumah Papa. Melihat wajah marah dan cemburunya membuat aku jadi merasa bersalah. Aku jadi tidak mampu menatap wajah malaikat Istri ku di penuhi kebencian dan balas dendam, β sahut Cadman curhat.
β Kalau menurut saya, ketika kita memiliki masalah dengan pasangan sebaiknya kita harus menghadapinya. Jangan lari dan menghindar seperti ini. Meski wanita terlihat tidak ingin melihat prianya dalam keadaan marah, tapi sesungguhnya mereka sangat ingin prianya hadir di hadapannya, walau hanya sekedar duduk, dan saling membuang muka, β jelas Chandra memberi nasehat.
β Kamu sepertinya sangat ahli di bidang ini, Chandra. β
β Tentu saja. Saya adalah ahlinya saat memikat wanita, dan hal seperti ini sudah sangat biasa dalam kehidupan saya, β sahut Chandra sombong.
__ADS_1
β Oh..jadi kenapa kamu tidak menikah saja. Kamu βkan bisa membangun keluarga bahagia, dan selalu memberikan kenyamanan untuk pasangan kamu, β ucap Cadman sedikit menyindir.
β Tuan muda, menikah itu sangat merepotkan, dan melelahkan. Soal uang belanja tidak masalah, tapi soal kesetiaan. Saya masih harus pikir-pikir dulu. Karena saya masih suka tergiur saat melihat gadis muda, terlihat sehat, dan menggoda, β jelas Chandra, pikirannya mulai mengkhayal ke tingkat tinggi.
β Ohβ¦sudah berapa banyak wanita yang kamu ajak tidur? β tanya Cadman sengaja.
β Sangat banyak, dan semua wanita itu yang menginginkannya. Anda tahu bukan, seorang wanita kalau sudah bertemu pria seperti saya, gimana? β jelas Chandra kembali sombong.
β Berarti kamu sama seperti pria hidung belang yang ada di luar sana, β ucap Cadman menyamakan Chandra dengan pria hidung belang.
β Je-jelas tidak. Sa-saya sangat berbeda, saya mana mau memakai wanita yang sudah pernah di sentuh oleh orang lain, β sahut Chandra semakin membuka kedok bejatnya.
β Berati kamu adalah type pria yang merebut mahkota wanita. Apa kamu tidak takut suatu saat kamu memiliki anak, dan anak-anak itu mendapat karma dari perbuatan kamu sendiri? β tanya Cadman mulai menasehati Chandra.
β Maka dari itu saya tidak bisa menikah, β sahut Chandra lemah, kepala tertunduk menyesal mengingat perbuatan bejatnya.
β Oh, karena itu. Aku pikir karena hal yang sempit, dan.... β ucap Cadman menggantung, dan kembali menyindir Chandra.
β Duh, perkataan tuan membuat hatiku remuk berkeping-keping, β gumam Chandra memegang dada kirinya.
Tok!tok!
Pintu ruangan Cadman di ketuk dari luar, membuat Cadman dan Chandra menghentikan perbincangan.
" Permisi. Pesanan datang, " terdengar abang pengantar makanan online dari depan pintu ruang kerja Cadman.
β Sepertinya pesananku sudah datang, β ucap Cadman, ia berdiri, berjalan menuju pintu ruangan.
Pesan makanan dan minuman online sudah berada di kedua tangan Cadman. Cadman juga mengajak Chandra untuk segera memakan semua makanan, selagi masih hangat.
...Bersambung...
__ADS_1