
Cadman sudah berhasil membawa Yamuna sampai di rumah sakit. Karena Yamuna dinyatakan keguguran, dan harus dilanjut tindakan pembersihan (kuret). Mendengar hal itu membuat hati Cadman rasanya teriris, Cadman terus mondar-mandir di depan ruangannya. Kedua tangannya terus mengepal, dahi mengerut memikirkan apa yang sebenarnya terjadi pada Yamuna.
Sudah hampir 1 jam Cadman menunggu Yamuna di depan ruangannya. Dan akhirnya pintu terbuka. Terlihat beberapa perawat mendorong brankar, dimana Yamuna terlihat masih dalam keadaan pingsan dan di pindahkan di ruangan rawat inap oleh perawat. Sedangkan Cadman di suruh masuk oleh Dokter ke dalam ruangan tersebut.
" Silahkan masuk, " perintah Dokter membuka pintu ruangan.
“ Ada apa Dok? ” tanya Cadman bingung.
Dokter memandang sinis wajah Cadman, lalu menghela nafas ringan.
“ Kenapa kamu tega melakukan hal ini kepada Istri kamu! ” tuduh Dokter sinis.
“ A-apa maksud Dokter. A-aku bukan suaminya, ” sahut Cadman panik.
“ Baiklah kalau dia bukan Istri kamu. Tapi saya ingin memberitahu kepada Anda, melihat pinggang bagian belakang memar, wanita itu sepertinya terjatuh dan terbentur benda keras pada bagian pinggang belakangnya. Karena kandungannya sangat lemah, janinnya tidak bisa terselamatkan akibat benturan itu.”
Deg!!!
Aliran darah Cadman seketika terhenti saat mendengar Yamuna terjatuh dengan posisi membentur benda keras, dan bayi dalam kandungannya tidak bisa di selamatkan.
“ Jadi Yamuna mengalami keguguran? ” tanya Cadman dingin.
Dokter mengangguk.
“ Jadi kenapa tadi Yamuna masih belum sadarkan diri? ” tanya Cadman datar.
“ Kamu tenang saja, itu hanya efek bius. 30 menit lagi wanita itu pasti akan bangun. Tapi saya minta tolong jaga kesehatannya sampai dia benar-benar pulih pasca kuret, ” ucap Dokter memberitahu.
“ Apa! Kuret?! ”
“ Iya, untuk membersihkan semua sisa darah yang tertinggal di dalam rahim. Tapi kamu tenang saja, kami sudah memberikan obat yang bagus buat penyembuhannya. Karena saya masih ada urusan lain, saya mohon pamit pergi, ” ucap Dokter.
“ Iya, terimakasih Dokter, ” sahut Cadman.
“ Sama-sama, kamu segeralah melihatnya ke ruangan. Siapa tahu dia butuh sesuatu, dan jangan membuat…”
Baru saja Dokter dan Cadman ingin beranjak pergi. Tiba-tiba terdengar suara keributan di luar ruangan. Cadman dan Dokter pun segera keluar. Terlihat beberapa perawat berlarian mengejar seorang wanita.
“ Bu…Ibu masih belum boleh bergerak! ” terdengar suara perawat di koridor ruangan.
“ Ada apa ini? ” tanya Dokter menahan salah satu perawat.
“ Wanita yang baru saja di kuret sudah sadar. Namun, kini dia kabur, ” sahut perawat.
“ Yamuna! ”
Menyadari jika wanita tersebut adalah Yamuna, Cadman segera membawa kedua kakinya berlari mengikuti para perawat berlari di koridor menuju pintu keluar.
Tap! Tap!
‘Apa yang sedang di pikirkan wanita lemah ini. Kenapa dia bisa kabur dalam kondisi seperti ini. Sungguh merepotkan saja,’ batin Cadman.
__ADS_1
Kini langkah kaki Cadman terhenti tepat di belakang semua perawat sedang memegang kedua tangan Yamuna.
“ Lepaskan aku!!! Lepaskan! ” teriak Yamuna.
“ Ibu masih belum diperbolehkan bergerak. Ibu harus kembali beristirahat dulu, ” ucap para perawat.
“ Tidak! Aku harus segera bertemu mereka berdua. Mereka sudah membunuh bayiku! Aku harus menjumpai mereka! ”
“ Lepaskan wanita itu! ” tegas Cadman.
“ Tapi Pak…”
“ Aku bilang lepaskan. Lepaskan!!! ” teriak Cadman meninggikan nada suaranya di kalimat terakhir.
Perawat pun segera melepaskan kedua lengan Yamuna.
“ Cadman, terimakasih, ” ucap Yamuna.
Yamuna pun segera berbalik badan, kedua kakinya hendak melangkah. Namun, Cadman dengan cepat menggendong tubuh Yamuna dan membawa Yamuna menuju parkiran mobil mereka.
“ Turunkan aku! ” teriak Yamuna.
Cadman tidak memperdulikan teriakan Yamuna. Cadman terus melangkah mendekati mobil, lalu mencampakkan tubuh Yamuna di kursi penumpang bagian depan.
Tap!tap!
Yamuna mengetuk pintu mobil.
Cadman tidak memperdulikan Yamuna. Cadman hanya berjalan cepat masuk ke dalam mobil, lalu memasang seatbelt dan menghidupkan mobilnya.
“ Aku tidak akan membiarkan kamu bertemu dengan manusia yang kamu maksud, ” ucap Cadman datar.
“Apa maksud kamu! A-aku tidak terima karena mereka telah…”
Cadman langsung membungkam mulut Yamuna.
“ Jika kamu sudah sembuh total baru aku membiarkan kamu bertemu dengan mereka. Sekarang sebaiknya kamu turuti aku agar kamu bisa membalaskan dendam kamu! ” tegas Cadman.
Krak!
Yamuna menggigit telapak tangan Cadman.
Cadman tidak marah setelah melihat perlakuan Yamuna menggigit telapak tangannya hingga berd-arah. Cadman hanya bisa mengulas senyum tipis sambil menahan perih.
Setelah merasa puas, Yamuna menyeka bibirnya, dan kembali duduk dengan tenang.
“ Apa kamu sudah tenang? ” tanya Cadman datar.
“ Belum sampai aku puas membalaskan dendam ku! ” sahut Yamuna.
“ Kamu bisa membalaskan semua dendam kamu. Tapi aku minta kamu ikut bersamaku sampai kamu kembali pulih. Bagaimana? ” tawar Cadman.
__ADS_1
“ Apakah aku harus mempercayai ucapan kamu?! ”
“ Aku bukan pria yang mudah mengingkari janji ku kepada seorang wanita. Jika aku tidak menepati jani kepada kamu, maka aku siap menerima hukuman dari kamu, ” ucap Cadman.
“ Baiklah aku ikut, ” sahut Yamuna.
Cadman pun melajukan mobil miliknya meninggalkan parkiran rumah sakit. Mobil kini terus melaju dan melaju melewati pusat kota, memasuki desa-desa, dan hampir 3 jam berjalan mobil Cadman berhenti di sebuah Villa cukup sederhana. Vila terlihat cukup asri dengan pohon-pohon menjulang tinggi di sekitar Vila, ada suara burung dan suara gemericik aliran sungai.
“ Ini di mana? ” tanya Yamuna bingung.
Cadman segera membuka seatbeltnya, “ Ini adalah markas rahasiaku. Tempat penenang jiwa dan raga ku di kala aku sedang gundah, ” sahut Cadman.
“ Aku baru tahu kalau kamu bisa merasakan kegundahan di dalam hati. Apa kamu bisa serapuh itu? ” tanya Yamuna penasaran.
“ Daripada bertanya terus, lebih baik kita turun dan mengobrol di dalam, ” ajak Cadman.
Yamuna nurut, ia seger membuka seatbelt miliknya. Dan berdiri di samping mobil, kedua bola matanya menatap liar sekeliling alam liar membentang luas di sekitar Vila.
“ Mari masuk, ” ajak Cadman berjalan terlebih dahulu menuju Vila.
“ Apa kita akan tinggal berdua di sini? ” tanya Yamuna penasaran.
“ Iya. Tapi kamu tenang saja, aku tidak sebuas suami kamu, ” sahut Cadman datar.
“ Farran sudah tidak aku anggap sebagai seorang Suami. Jika dia Suami yang baik, mana mungkin dia tega melakukan hal ini kepadaku, ” ucap Yamuna pelan.
Mendengar kejujuran Yamuna. Cadman langsung menghentikan langkah kakinya, kedua tangan ia kepal dengan erat.
‘Ternyata benar pelakunya adalah Farran. Tapi kenapa Farran bisa sangat tega membiarkan Yamuna seperti ini?’ batin Cadman.
“ Kamu kenapa berhenti di sana? ” tanya Yamuna.
Melihat Cadman berhenti di bawah teras. Yamuna tadi sudah sampai terlebih dahulu di depan pintu, kini kembali melangkah mendekati Cadman.
“ Kenapa kamu terdiam. Apa kamu sedang kesambet? ” tanya Yamuna.
Cadman menatap serius wajah Yamuna, “Jika kamu ingin membalaskan dendam kepada Farran. Balas dendam apa yang akan kamu lakukan buatnya?” tanya Cadman.
“ Sesuai perjanjian yang sudah aku buat. Aku tidak akan menceraikan Farran begitu saja, tapi aku akan membuat sebuah sandiwara dengan menikahi pria sebanyak 12 orang. Dan membawa pria-pria itu ke dalam rumahku, dan aku akan tunjukkan kepada Farran gimana rasanya jika seorang wanita itu sebenarnya tidak lemah, dan mampu berbuat hal yang sama,” ucap Yamuna serius.
“ Sandiwara konyol apa ini. Bukannya itu akan membuat kamu rugi sendiri. Sudahlah, hentikan saja sandiwara kamu itu Yamuna. Aku tidak setuju, ” sahut Cadman datar.
“ Aku wanita yang banyak uang, jadi aku mampu melakukan apa saja dong. Bukan pria saja yang bisa melakukan hal itu! ” ucap Yamuna sedikit sombong.
Sambil melangkah menaiki teras rumah Cadman berkata, “ Iya, terserah kamu saja. Wanita banyak uang bebas melakukan apa saja. ”
Dengan santainya Yamuna berkata, “ Kalau gitu aku akan memasukkan kamu menjadi daftar calon suami baruku. ”
“ Apa! Sudah gila kamu! ”
...Bersambung ...
__ADS_1