
Mendapatkan pelukan hangat dari Yamuna, bibir Cadman mengulas senyum tipis, tangannya perlahan mengelus punggung Yamuna.
‘ Sepertinya Yamuna mulai membuka hatinya buatku. Syukurlah, ’ batin Cadman merasa senang melihat Yamuna seperti sudah membuka diri buatnya.
“ Eh, maaf…maaf. Aku terlalu senang sampai-sampai kelepasan memeluk kamu, ” ucap Yamuna melepaskan pelukannya dan kembali duduk dengan benar.
“ Tidak masalah. Jadi, beneran kamu mau ikut bersama ku? Bukannya tadi kamu bilang masih banyak pekerjaan yang harus di selesaikan? ” tanya Cadman memastikan ucapan Yamuna.
“Sebenarnya semua pekerjaan sudah aku pindahkan ke flashdisk. Untuk kekurangan dokumen lainnya, aku kerjakan di rumah saja,” sahut Yamuna.
“ Baiklah, aku akan jalan sekarang, ” ucap Cadman.
Cadman menghidupkan mesin mobilnya, dan melajukan meninggalkan Perusahaan milik Yamuna menuju Apartemen miliknya. Sepanjang perjalanan wajah Yamuna terlihat senang, pandangannya terus mengarah ke jalan.
“ Cadman, kenapa tadi kamu tidak jujur saja kepada Farran jika rahim ku sebenarnya tidak di angkat, ” ucap Yamuna teringat dengan perkataan Cadman saat membela dirinya di depan Farran.
“ Buat apa aku memberitahu dia. Kalau kamu sudah terlanjur berbohong, maka biarkan kebohongan itu ia simpan. Yang jalani hidup berumah tangga dengan kamu itu aku, bukan dia. Sebaiknya kamu tidak perlu memikirkan ucapan Farran lagi! ” tegas Cadman sedikit menekan nada suaranya mengingat perkataan Farran menghina Yamuna.
“Bagaimana aku tidak memikirkannya, jika semua perkataan yang dikatakan Farran itu benar. Kecuali, aku yang tidak memiliki rahim,” sahut Yamuna sendu, kepala tertunduk, tangan mengepal di atas roknya.
“ Memikirkan apa lagi? Soal di atas ranjang?! ” tanya Cadman lembut, berusaha menahan amarahnya.
Yamuna mengangguk.
“ Bukannya sudah aku katakan, jika aku akan mengajari kamu. Semua itu butuh proses, tidak ada yang instan, ” Cadman mengambil tangan Yamuna, dan menggenggamnya, “Kamu tidak perlu mengkuatirkan hal itu. Aku menikahi kamu bukan untuk menuntut tugas seorang Istri harus bisa melakukan semua dengan baik dan sempurna untukku. Aku menikahi kamu, karena aku ingin hidup bahagia berdua dengan kamu. Aku tulus mencintai kamu apa adanya, termasuk kekurangan kamu, ” sambung Cadman mencoba menenangkan hati Yamuna terlihat gelisah memikirkan perkataan Farran.
“ Nanti kamu menyesal menikah denganku? ” tanya Yamuna menyakinkan perkataan Cadman. Bola mata indah menatap serius wajah tampan Cadman terlihat serius memandang lurus ke jalan raya.
__ADS_1
“ Tidak ada kata menyesal setelah semua komitmen sudah tersusun rapih untuk memilih kamu menjadi pendamping hidupku. Aku hadir untuk kamu karena aku ingin membawa kamu bahagia, dan mengajarkan kamu tentang hal yang dimana kamu belum memahaminya, ” Cadman membelai puncak kepala Yamuna, “ Kamu tenang saja. Jadi aku minta jangan tanya hal bodoh itu lagi, ” sambung Cadman menenangkan Yamuna kembali.
Saat tangan masih membelai puncak kepala Yamuna, Cadman tiba-tiba teringat tentang semua ucapannya terlihat romantis, dan penuh kewibawaan. Cadman menarik tangannya, dan memegang stir kemudi dengan dua tangan.
' A-apa yang baru saja aku katakan. Kenapa aku terlihat begitu sangat romantis dengan Yamuna. Dan kenapa ucapan ku seperti sangat yakin jika Yamuna akan menyerahkan seluruh tubuh, dan hidupnya untuk terus bersamaku. Walau aku sebenarnya memang sangat ingin memiliki Yamuna seutuhnya sebagai Istri ku. Karena aku sangat mencintai kamu, Yamuna Yin, ’ batin Cadman.
Cadman melirik dari ujung ekor matanya, sudut bibirnya bergerak saat melihat wajah Yamuna tampak tenang. Hati Cadman terlihat tenang dan senang saat melihat wajah panik Yamuna berubah menjadi tenang. Cadman pun melajukan mobilnya dengan kecepatan tinggi agar cepat sampai.
Hampir 2 jam berkendara, mobil Cadman dan Yamuna sudah sampai di parkiran Apartemen. Cadman segera turun dari mobil, berlari kecil membuka pintu mobil Yamuna.
“ Kita sudah sampai, ” ucap Cadman memberitahu Yamuna.
“ Ini Apartemen kamu? ” tanya Yamuna heran saat melihat Apartemen Cadman bukan seperti tempat Apartemen kalangan kelas Pengusaha. Melainkan seperti kelas dimana orang kaya pada umunya bisa membeli Apartemen seperti ini.
“ Buat apa menghabiskan banyak uang untuk tempat tinggal sendiri. Mari kita masuk, ” ajak Cadman, tangannya spontan menggenggam salah satu tangan Yamuna. Membuat Yamuna, dan Cadman saling pandang ke genggaman tangan mereka berdua.
“ Eh..maaf, ” Cadman langsung melepaskan genggaman tangannya.
“ Maaf, aku tidak akan memaksa kamu. Mari kita masuk, ” ajak Cadman, tangannya mengulur ke depan.
Cadman dan Yamuna pun berjalan masuk menuju Apartemen. Dari masuk Apartemen, masuk ke dalam lift, sampai mereka kini sudah berada di dalam kamar Apartemen Cadman. Yamuna, dan Cadman masih tampak canggung.
“ Yamuna, kamu duduk sambil menonton Tv saja. Biar aku mengemas baju-baju dan beberapa barang di dalam kamar, ” pinta Cadman, tangannya mengarah ke sofa ruang Tv.
“ Tidak! Aku akan ikut membantu kamu menyusun pakaian di dalam kamar, ” tolak Yamuna tidak ingin duduk diam menunggu Cadman.
“ Jangan, sebaiknya kamu tetap berada di sini! ” tegas Cadman.
__ADS_1
“ Kenapa? ” tanya Yamuna bingung.
“ Ka-kalau kita berduaan di kamar nanti, aku tidak bisa menjamin kewarasan ku kepada kamu. Jadi tetaplah di sini, ” jelas Cadman, karena hasratnya mulai terlihat jelas ingin memiliki Yamuna seutuhnya. Namun, Cadman harus menahannya sampai Yamuna sendiri memintanya.
“ Ngomong apaan sih. Jika kamu tidak waras, kenapa kamu masih bisa berdiri di sini, ” Yamuna menggenggam tangan Cadman, dan membawa Cadman berjalan masuk ke dalam kamar.
“ Yamuna, sebaiknya kamu tetap di luar, ” ucap Cadman memutar posisi berdiri Yamuna, dan mendorong pelan Yamuna kembali keluar kamar.
Blam!
Pintu kamar Cadman tutup rapat.
“ Haih..kenapa jantung ku saat ini berdetak kuat. Pikiran ku juga mulai aneh saat melihat Yamuna, ” gumam Cadman, tangannya memegang dada sebelah kiri terus berdetak sangat kencang.
Tidak ingin terus berpikir aneh, Cadman melangkahkan kakinya mendekati lemari pakaian dan mulai menyibukkan dirinya membenahi semua barang-barang miliknya masuk ke dalam 2 buah koper besar miliknya.
.
Sedangkan di luar kamar, Yamuna terlihat sedang berkeliling ruangan. Memandang semua pajangan milik Cadman. Langkahnya terhenti tepat di depan bingkai berisi foto keluarga terpajang di atas meja.
“ Ternyata Cadman lucu juga saat masih kecil. Sangat menggemaskan, ” gumam Yamuna gemas melihat foto masa kecil Cadman sedang tersenyum lebar menampakkan gigi ompong bagian depan.
Yamuna kembali melangkahkan kedua kakinya mendekati bingkai foto lainnya terpajang di atas meja. Saat dia mendekati bingkai foto terakhir, foto seorang gadis berusia 17 tahun. Yamuna langsung mengambil foto tersebut, tangannya mengucek kelopak matanya saat memperjelas penglihatannya melihat gadis remaja tersebut.
“ Bukannya ini fotoku! ” gumam Yamuna pelan saat melihat fotonya saat sedang di pusat perbelanjaan.
Penasaran kenapa Cadman bisa mendapatkan fotonya, Yamuna berlari kecil menuju kamar, tangannya mendorong handle pintu, dan berjalan masuk mendekati Cadman sedang duduk di lantai melipat baju dan memasukkan ke dalam kopernya.
__ADS_1
“ Cadman, bisa kamu jelaskan kenapa kamu bisa mendapatkan foto ini? ” tanya Yamuna, menunjukkan fotonya kepada Cadman.
...Bersambung ...