
Selesai sarapan pagi. Yoan mengajak Yamuna dan Cadman ke rumah sakit untuk melakukan pemeriksaan kesehatan Yamuna. Karena jalanan masih sepi, mobil di kendarai mereka akhirnya sampai dalam waktu 30 menit di parkiran rumah sakit.
Yamuna, Cadman, dan Yoan berjalan bersamaan masuk ke dalam rumah sakit. Setelah melakukan pendaftaran, dan Yamuna pasien pertama. Yamuna langsung masuk ke dalam ruang pemeriksaan kandungan, ditemani Cadman.
Cadman dan Yamuna duduk di kursi sudah tersedia di depan meja Dokter wanita tersebut.
“ Selamat pagi, Ibu-Bapak, ” sapa Dokter wanita tersebut kepada Yamuna, dan Cadman.
“ Pagi Dokter, ” sahut Yamuna, dan Cadman bersamaan.
“ Ada keluhan apa ini, ya? ” tanya Dokter wanita tersebut ramah.
“ Dokter, tolong periksa perut Istri ku. Aku heran, kenapa pagi-pagi dia muntah, dan kepalanya juga tadi pusing, ” sahut Cadman memberitahu Dokter wanita tersebut tentang kondisi Yamuna tadi pagi.
Dokter tersebut mengalihkan tatapannya ke Yamuna, “ Kalau gitu mari kita ke ranjang. Biar saya periksa, ” ajak Dokter wanita, ia beranjak dari kursinya, dan berjalan mendekati ranjang pemeriksaan. Di samping kepala ranjang sudah tersedia alat Ultrasound atau bisa di sebut transduser.
“ Tunggu dulu Dok. Apakah ranjang itu steril? A-atau maksud ku terbebas dari bekas penyakit orang lain? ” tanya Cadman untuk memastikan kebersihan ranjang tersebut sebelum Yamuna membaringkan tubuhnya di sana.
“ Ha ha ha…jangan kuatir Pak ranjang ini steril kok, setiap setelah pemeriksaan kami selalu membersihkannya dengan alkohol, ” jelas Dokter wanita di sela tawa sumbang nya.
“ Iiiss, kamu kok seperti itu. Nggak sopan tahu, ” bisik Yamuna malu karena pertanyaan Cadman.
“ Duh..sakit tahu. Aku ‘kan hanya ingin memastikan saja. Soalnya aku tidak mau kamu tertular penyakit orang lain nantinya, ” gumam Cadman, sebelah tangannya mengelus bagian perut bekas cubitan Yamuna terasa pedas dan panas.
Yamuna tidak memperdulikan rengekan Cadman. Yamuna berjalan menuju ranjang pemeriksaan. Ia naik, dan membaringkan tubuhnya di atas ranjang. Perawat datang, berdiri di samping Yamuna, tangannya menarik selimut, dan menutupi sebagian tubuh Yamuna.
“ Saya izin buka sampai perut ya, Bu,” izin Dokter wanita tersebut, tangannya menaikkan baju dress Yamuna, detik selanjutnya Dokter wanita mulai melakukan USG.
Saat melihat di layar lebar motior hasil USG di dinding kamar. Cadman langsung beranjak dari kursinya, ia mendekati Dokter wanita, dan berdiri di samping Dokter wanita tersebut.
__ADS_1
“ Dokter, kenapa ada kantung di sana, dan kenapa ada sebuah benda kecil bergerak di dalam perut Istri ku. Apakah cacing perut seganas itu? ” tanya Cadman dengan pikiran anehnya.
Yamuna, Dokter wanita, dan perawat hanya tertawa geli mendengar pertanyaan Cadman. Setelah berhasil merekam hasil pemeriksaan USG, dan mencetaknya. Yamuna turun dari ranjang di bantu dengan perawat.
Yamuna, Dokter wanita, dan perawat sudah berada di meja kerja Dokter wanita. Sedangkan Cadman masih berdiri, ia menatap layar motor dengan wajah tampak kagum.
“ Ehem, selamat ya, Pak. Bayi di dalam kandungan Istri Bapak sangat sehat. Dan usia kandungannya juga sudah memasuki minggu ke-4, ” ucap Dokter wanita di sela senyum manisnya.
Cadman langsung berbalik badan, ia melangkah cepat menuju meja, dan duduk di kursi. Cadman terus memandang ke perut langsing Yamuna, lalu memandang tak yakin ke Dokter wanita berada di hadapannya, “Anda pasti bercanda,” ucap Cadman tak yakin.
“ Hasilnya sudah jelas, jadi buat apa saya bercanda kepada Bapak dan Ibu. Saya akan memberikan resep vitamin untuk Ibu dan calon bayi nya agar tetap sehat, ” jelas Dokter wanita, tangannya menulis resep Vitamin di selembar kertas putih. Setelah itu memberikannya kepada Cadman, “ Tolong di tebus di Apotek ya, Pa. ”
“ Jadi ini beneran Istri ku hamil? ” tanya Cadman sekali lagi menyakinkan pendengarannya.
“ Iya, Alhamdulillah aku hamil anak kamu. Dan aku masih tidak menyangka bayi ku sangat sehat, dan kandunganku tidak bermasalah seperti awal pertama aku hamil, ” ucap syukur Yamuna, ia sempat teringat dengan kehamilan pertamanya mengalami keguguran saat menikah dengan Farran, mantan suaminya dulu. Dan sudah pastinya keguguran karena ulah selingkuhan Farran, mantan suami.
“ Baik Dok, ” Cadman berdiri, “ Terimakasih atas sarannya, ” sambung Cadman berterimakasih kepada Dokter wanita.
“ Kami permisi Dokter, ” pamit Yamuna.
“ Iya, ” sahut Dokter wanita di sela senyum manisnya.
Cadman dan Yamuna keluar dari ruang pemeriksaan kandungan. Bibirnya terus tersenyum senang, begitu juga dengan Yamuna. Sesampainya di luar ruangan Yoan tadi duduk di kursi tunggu depan ruangan langsung berlari, dan mendekati Yamuna, dan Cadman.
“ Apa hasilnya? Apakah Yamuna baik-baik saja? ” tanya Yoan panik.
“ Pa, lihatlah hasil foto tersebut, ” tunjuk Yamuna, memberikan foto hasil USG kepada Yoan.
Yoan mengambil foto hasil USG tersebut. Setelah melihat jika foto tersebut adalah foto hasil USG kehamilan. Yoan langsung sujud syukur.
__ADS_1
“ Alhamdulillah ya Allah. Akhirnya aku punya cucu, dan rumah besar ku akan segera ramai dengan tangisan sang bayi, ” ucap Yoan dalam sujud syukurnya.
“ Akhirnya doa Papa di kabulkan oleh Allah, ” sambung Yamuna, lembut. Yamuna merasa senang karena bisa memberikan keturunan buat Cadman, dan cucu buat Yoan.
Yoan bangkit, ia memeluk Yamuna dengan perasaan bahagia, membuat Cadman cemburu.
“ Pa, jangan peluk Yamuna seperti itu. Entar anakku ke himpit di dalam, ” berontak Cadman, tangannya berusaha melepaskan pelukan Yoan. Tapi Yoan tidak melepaskan pelukannya. Membuat Cadman bertambah kesal, dan akhirnya berjalan perlahan meninggalkan Yamuna, dan Yoan.
“ Yamuna, sepertinya ada yang cemburu, ” ucap Yoan, ia menatap punggul Cadman sedang berjalan di koridor menuju pintu keluar.
“ Pa, kasihan. Sebaiknya kita susul, entar dia kenapa-kenapa lagi di jalan, ” ajak Yamuna kuatir.
“ Baiklah, mari kita susul bersama-sama, ” sahut Yoan, ia menggenggam tangan menantu kesayangannya itu, dan berjalan pelan menyusul Cadman dari belakang.
Cadman, Yamuna, dan Yoan, akhirnya sampai di parkiran. Cadman, Yoan, dan Yamuna juga sudah masuk ke dalam mobil. Mobil pun kini perlahan bergerak meninggalkan parkiran rumah sakit.
“ Yamuna, karena usia kehamilan kamu masih muda, dan aku juga sangat kuatir dengan kamu. Mulai hari ini atau untuk 1 bulan ini sebaiknya kamu bekerja dari rumah saja, ya. Demi kesehatan kamu, dan calon bayi kita, ” pinta Cadman memohon.
“ Benar, sebaiknya kamu istirahat atau bekerja dari rumah saja. Tentang pekerjaan, Chandra dan Ben, Papa yakin sangat bisa di andalkan. Jadi kamu tenang saja, ” sambung Yoan.
Yamuna menunduk, “ Baiklah, demi kesehatan bayi ku. Aku akan menuruti semua usul Papa, dan juga Cadman. Dan aku juga tidak ingin menjadi Ibu yang gagal untuk kedua kalinya. Kali ini aku harus merawat dan selalu hati-hati demi anak dalam kandunganku, ” sahut Yamuna menerima usulan Cadman, dan Yoan.
“ Untuk sementara, dan demi kebaikan kamu dan calon cucu Papa yang masih di dalam kandungan. Sebaiknya kalian tinggal di rumah Papa saja. Di rumah pengawalan sangat ketat, dan ada beberapa pembantu juga yang akan melayani dengan baik, ketika Papa atau Cadman tidak berada di samping kamu. Gimana menurut kamu? ”
Yamuna menatap Cadman, “ Baiklah, ” sahut Yamuna setelah melihat Cadman mengangguk.
Mobil menuju ke Apotek untuk menebus resep obat. Lalu Yoan melajukan mobilnya menuju kediaman rumahnya.
...Bersambung ...
__ADS_1